NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

"Budget nya ini terlalu berlebihan, harus lebih efisien!"

Kenzo Swara, memberikan revisi untuk Rain Edelweis tak terhitung jumlahnya.

Lelah dan ingin marah, tapi nasib sial Rain memang ada di tangan Teman Rival kantornya itu. Kepala Tim Marketing vs Kepala Tim Perencanaan memang sering bentrok.

Di sisi lain, ada Divisi Humas yang selalu jadi penengah.

Apa jadinya kalau rival kantor Rain malah diam diam suka sama Rain?

Padahal setiap hari Rain selalu mencacinya.

Simak kisah mereka disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekal dari anak baru

Kamis siang, kantin kantor rame seperti biasa. Rain baru aja mau duduk di meja biasa bareng Pandu, tapi belum sempat dia menaruh nampan, seorang perempuan udah lebih dulu duduk di kursi sebelah Pandu. Dinda, staf baru dari divisi Finance yang belum genap sebulan kerja di sana.

"Kak Pandu, aku bawain bekal, nih. Tadi masak kebanyakan di rumah," kata Dinda, menyodorkan kotak makan dengan senyum lebar. "Coba deh, siapa tahu suka."

"Eh, nggak usah repot-repot," Pandu menjawab, tersenyum ramah seperti biasa, senyum yang sama persis yang dia kasih ke siapa pun, tapi entah kenapa kali ini bikin dada Rain terasa sesak.

"Nggak repot, kok! Aku emang seneng masak." Dinda membuka kotak itu, memamerkan isinya dengan bangga. "Cobain, Kak, please."

Rain berdiri agak canggung dengan nampan di tangan, nggak yakin harus duduk di mana. Akhirnya dia memilih kursi di seberang, agak jauh dari posisi Dinda.

"Rain juga mau coba?" tanya Dinda, baru sadar ada Rain di situ, meski nadanya terdengar sekadar basa-basi.

"Nggak, makasih. Udah bawa makan sendiri," jawab Rain, berusaha terdengar santai meski dalam hati mulai kesal tanpa alasan yang jelas.

Sepanjang makan siang, Dinda terus mendominasi obrolan, menanyakan ini-itu ke Pandu dengan antusias yang berlebihan. Pandu, seperti biasa, menjawab semuanya dengan sabar dan ramah, tanpa menyadari, atau mungkin pura-pura nggak menyadari, bahwa perhatian yang dia terima itu bukan sekadar perhatian biasa.

 

"Kamu kenapa diem aja dari tadi?" tanya Pandu, begitu Dinda akhirnya pamit duluan karena ada rapat.

"Nggak apa-apa," jawab Rain, mengaduk makanannya tanpa nafsu.

"Rain."

"Aku cuma... nggak tahu, ya," Rain akhirnya buka suara, agak ragu. "Kamu tuh baik ke semua orang. Aku sampai bingung, mana yang beneran spesial buat kamu, mana yang cuma kamu perlakukan sama kayak yang lain."

Pandu terdiam sejenak, ekspresinya sulit dibaca. "Kenapa tiba-tiba nanya gitu?"

"Nggak tiba-tiba juga," Rain menjawab, suaranya melembut. "Aku cuma... capek nebak-nebak."

Ada jeda cukup panjang. Pandu menatap piringnya, lalu menghela napas pelan. "Rain, aku"

Ponsel Pandu berbunyi, notifikasi pesan masuk dari grup kerja. Dia melirik sekilas, lalu buru-buru berdiri.

"Maaf, ada yang manggil rapat mendadak," katanya, terdengar lega sekaligus canggung di saat bersamaan. "Kita lanjutin ngobrolnya nanti, ya?"

Rain mengangguk pelan, meski dalam hati dia tahu "nanti" itu sering kali nggak pernah benar-benar datang kalau menyangkut Pandu.

 

Sore harinya, saat Rain sedang menunggu lift sendirian, Kenzo kebetulan lewat, membawa setumpuk dokumen.

"Kamu kelihatan kusut," komentar Kenzo, berdiri di sebelahnya menunggu lift yang sama.

"Nggak apa-apa," jawab Rain otomatis, meniru kalimat yang tadi siang dia dengar dari Pandu sendiri, meski maksudnya sama sekali berbeda.

"Kalau capek kerjaan, bilang aja capek kerjaan," kata Kenzo, datar seperti biasa. "Tapi ekspresi kamu bukan ekspresi capek kerjaan."

Rain menoleh, sedikit kaget dengan ketepatan tebakan itu. "Kamu ini... suka banget nebak-nebak orang."

"Bukan nebak," Kenzo menjawab, "cuma memperhatikan."

Lift terbuka, mereka berdua masuk berbarengan. Dalam diam beberapa detik, Rain akhirnya mengaku, entah kenapa lebih nyaman cerita ke orang yang biasanya galak ini dibanding ke orang yang biasanya lembut.

"Kadang aku bingung," gumam Rain, lebih ke dirinya sendiri. "Orang baik itu belum tentu berani, ya?"

Kenzo menatapnya sejenak, seolah mencerna kalimat itu lebih dalam dari yang Rain maksud. "Baik itu gampang. Semua orang bisa baik kalau nggak ada risikonya. Berani itu beda cerita."

Rain terdiam, menatap lantai lift yang berkilau memantulkan lampu neon. Kalimat itu terasa terlalu tepat sasaran, seolah Kenzo tahu persis apa yang lagi Rain pikirkan tanpa Rain perlu jelasin panjang lebar.

Pintu lift terbuka di lantai tujuan Rain. Sebelum keluar, dia menoleh sekali lagi ke arah Kenzo.

"Kamu berani?" tanya Rain, entah kenapa penasaran.

Untuk pertama kalinya, Kenzo tersenyum kecil, benar-benar tersenyum, bukan sekadar ekspresi datar seperti biasa.

"Coba aja lihat nanti," jawabnya, sebelum pintu lift menutup di antara mereka.

Rain berdiri mematung sebentar di depan lift yang udah tertutup, jantungnya berdebar jauh lebih kencang dari yang seharusnya untuk satu kalimat sederhana.

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
Xlyzy
jelas lah dia dia dah Dig dug plu gugup pertama kali loh ketemu wajar aja, apalagi ini camer 🤭
Tamaa
Bagusnya memang Rain ke Surabaya aja, biar hubungan mereka teruji selain itu kalau hubungan terus berlangsung tanpa adanya masalah sedikitpun dan bertemu setiap hari pasti ada rasa bosan yang muncul sedikit.
Tamaa
awas hubungannya jadi renggang
Tamaa
Kena mutasi nih, harus ldr dong
-Thiea-
habisnya si pandu juga kagak jelas. kayak tarik-ulur gitu. jadi bingung kan si rain.
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠ : dia hablum minannas ke semua orang ka 😭
jadinya bikin cewek salah paham
total 1 replies
-Thiea-
mulai nyaman sih ya komunikasinya walau masih ketus.
Mingyu gf😘
nahh, sama kenzo aja deh yang gak plin plam
Mingyu gf😘
Jangan mau sama pandu rain, dia kayaknya terlalu plin plan sama hatinya
Aquarius97 🕊️
apakah itu artinya bang Kenzo juga percaya pada rain.. uhuyuhuyuhuy 😍😍
Aquarius97 🕊️
tenang saja... kan ada babang Kenzo rain...
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
moga aja ayahnya kenzo meridhoi rain
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
nontonnya di noveltoon juga kah?😄
Prayy
ternyata sifat Kenzo kaya gitu demi nutupin dari semua orang deh karena beban yang di pikul nya
Prayy
kenapa kaget ? masih canggung yaaa
Prayy
sampai pandu tauu buruan pandu nanti ke duluan pak Kenzo
Prayy
mulai mulai satu kantor udh tahu nih
Myz Pena
cieee yanh mau makan dengan calon mamernya... rain happy...tapi pandu auto mewek sendirian 🤧...
Putry Chan
kalimat " aku disini " itu singkat tapi power full genggaman tangan Kenzo bikin rain merasa lebih nyaman , tim solid bgt semoga mereka bisa ngelewatin tes dari papa kenzo
ginevra
nah, akhirnya kamu sadar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!