NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga 2

Gulungan Dewa Naga 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Wush.

Yang Zhen mengangkat tangannya dan menciptakan pusaran angin hampa di atas permukaan kolam ikan tersebut.

Air dari kolam ikan itu langsung tersedot ke atas membentuk pilar air yang mengambang di udara, tanpa Yang Zhen perlu menyentuh airnya sama sekali.

"Aku akan menggunakan ruang hampa untuk menarik kabut darahnya ke atas udara," jelas Yang Zhen memamerkan kendali elemennya.

"Lalu aku akan memurnikan kabut itu di dalam ketiadaan sebelum aku menghirupnya masuk ke dalam Dantianku."

Su Lin terdiam melihat demonstrasi mengerikan tersebut.

"Kau benar-benar akan mengubah ruang bawah tanah itu menjadi mesin penyedot energi pribadimu," gumam Su Lin takjub.

"Tepat sekali. Dan Pelayan Ye akan menggambar sirkuit penyaringnya di atap gua agar energi yang tersedot tidak bercampur dengan kotoran iblis," tambah Yang Zhen menurunkan tangannya.

Air kolam ikan itu kembali jatuh berhamburan ke tempat asalnya.

Byur.

Leluhur Ye menundukkan kepala logamnya dengan pasrah.

"Teori Anda memang gila, Tuan. Tapi sepertinya itu memang mungkin dilakukan dengan manipulasi gravitasi Anda," aku sang golem dengan nada lemas.

"Berapa banyak sirkuit penyaring yang harus saya buat di sana?" tanya Leluhur Ye mulai menyerah pada nasibnya.

Yang Zhen tersenyum iblis dan menepuk bahu golem itu.

"Tiga lapis sirkuit penyaring murni," jawab Yang Zhen memberikan instruksi tegas.

"Kita akan turun sekarang. Hao, Mulan, kalian tetap di atas dan jaga keamanan istana."

Wang Hao langsung memberi hormat ala militer.

"Siap laksanakan, Bos! Tidak ada tikus yang boleh masuk saat kau sedang makan besar di bawah sana!" sahut pemuda botak itu.

Mulan menganggukkan kepalanya dengan raut wajah serius.

"Kami akan memastikan tidak ada gangguan dari luar, Guru," janji Mulan.

Yang Zhen segera berjalan memimpin rombongan kecilnya menuju lorong rahasia di dalam istana.

Tap tap tap.

Su Lin berjalan di samping suaminya, sementara Leluhur Ye berjalan di belakang mereka dengan langkah kaki besi yang berat.

Kriet kriet.

Mereka menuruni tangga batu yang panjang dan gelap, kembali memasuki area yang dipenuhi oleh aura merah mematikan.

Udara panas dari bawah tanah mulai menyengat kulit mereka, namun Su Lin segera mengeluarkan hawa esnya untuk mendinginkan ruangan.

Sring.

Kabut es tipis melapisi dinding-dinding lorong, membuat perjalanan mereka menjadi jauh lebih nyaman.

Mereka akhirnya tiba di ruangan bundar luas tempat kolam darah raksasa itu berada.

Bloop bloop.

Cairan darah kental di dalam kolam itu terus mendidih, mengeluarkan uap merah yang mengandung tekanan spiritual mengerikan.

Karena Pedang Meteorit Penindas Jiwa telah dicabut kemarin, gejolak darah di kolam ini terlihat jauh lebih ganas dari sebelumnya.

"Energinya semakin liar, Yang Zhen," ucap Su Lin menyipitkan matanya melihat ombak kecil di permukaan kolam.

"Iblis di bawah sana meronta mencari celah untuk keluar."

Yang Zhen berdiri di tepi kolam dan menatap cairan merah itu layaknya melihat makanan lezat.

"Dia meronta karena dia tahu aku datang untuk memakannya hari ini," balas Yang Zhen dengan sangat arogan.

Pemuda itu menoleh ke arah golem baja di sebelahnya.

"Mulai pekerjaannmu, Pelayan Ye. Buat tiga lapis sirkuit penyaring persis di atas kepalaku," perintah Yang Zhen menunjuk ke langit-langit gua.

Leluhur Ye segera memanjat dinding batu gua dengan gerakan yang sedikit kaku namun sangat kuat.

Krak krak.

Jari-jari logamnya menusuk masuk ke dalam batu keras dengan mudah untuk menopang berat tubuhnya.

Golem itu mulai menggoreskan garis-garis formasi di langit-langit menggunakan ujung jarinya yang tajam.

Srak srak srak.

Proses pembuatan sirkuit ini berlangsung selama hampir dua jam penuh tanpa henti.

Cahaya biru dari energi spiritual Pelayan Ye mulai menerangi garis-garis rumit yang saling terhubung di atas sana.

"Formasinya sudah siap, Tuan," lapor Leluhur Ye melompat turun kembali ke lantai batu.

Bruk.

"Sirkuit ini akan menyaring hawa kotor dari darah iblis, tapi Anda tetap harus menahan rasa panas yang membakar organ dalam Anda sendiri."

Yang Zhen melepas jubah putih bagian atasnya dan melemparkannya ke arah Su Lin.

"Pegang ini, Istriku. Aku tidak ingin darah kotor menodai pakaian kesayanganku," ucap Yang Zhen bertelanjang dada.

Otot-otot di tubuh pemuda itu terlihat sangat sempurna, ditempa oleh latihan fisik dan tekanan ruang hampa selama berbulan-bulan.

Yang Zhen melangkah maju hingga ujung kakinya menyentuh cairan darah yang mendidih.

Wush.

Pemuda itu merentangkan kedua tangannya lebar-lebar dan mendongakkan kepalanya ke atas.

Matanya kembali memancarkan kilatan cahaya emas yang sangat terang menembus kegelapan gua.

"Aktifkan sirkuitnya, Pelayan Ye!" teriak Yang Zhen memberikan komando.

Trak.

Leluhur Ye langsung memukul lantai batu dengan tangan logamnya untuk mengalirkan energi ke langit-langit.

Ngiing.

Tiga lapis sirkuit biru di atas Yang Zhen menyala terang benderang.

Bersamaan dengan itu, Yang Zhen mengaktifkan Sub Bending Gravitasi di sekitar kolam darah tersebut.

Syuut.

Gaya tarik bumi di tengah kolam tiba-tiba menghilang sepenuhnya.

Cairan darah iblis yang tadinya mendidih di bawah kini mulai melayang naik ke udara membentuk pilar-pilar merah raksasa.

Bloop bloop.

"Sedot dan hancurkan," gumam Yang Zhen menekan tangannya ke bawah.

Ruang hampa tercipta di udara, memampatkan pilar darah itu menjadi kabut merah yang sangat pekat.

Kabut merah itu melayang naik melewati tiga lapis sirkuit biru buatan Leluhur Ye.

Sring sring sring.

Setiap kali kabut itu melewati satu lapisan sirkuit, kotoran dan aura membunuh dari iblis itu tertinggal di udara seperti asap hitam.

Kabut darah yang berhasil lolos kini berubah warna menjadi merah kristal yang sangat jernih dan murni.

"Energinya sudah bersih! Serap sekarang, Tuan!" teriak Leluhur Ye menahan getaran formasi.

Yang Zhen membuka mulutnya lebar-lebar dan menarik napas panjang.

Huuuup.

Kabut darah kristal itu melesat masuk ke dalam mulut dan hidung Yang Zhen layaknya air yang tersedot ke dalam pusaran.

Seketika itu juga, urat-urat di leher dan dada Yang Zhen menonjol keluar dan berwarna merah menyala.

Aaaargh.

Yang Zhen mengerang tertahan saat merasakan panas ekstrem membakar saluran pernapasannya.

Energi murni dari iblis prasejarah itu kini telah masuk ke dalam Dantiannya, memulai proses evolusi paksa yang paling berbahaya dalam hidupnya.

1
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪💪
Predi Siswanto
agak membosan kan sampai sekarang cuman berkutat disatu kota
DD
kok diulang Thor 😅
iwakali
RoboCop
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow jlebz 🔥🌽
Yan Panungkek
lanjutkan karyanya author kami tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!