Dari seorang pangeran yang diagungkan, Jiang Yui kini beralih profesi menjadi "makcomblang sakti" keliling dunia.
Mulai dari pendekar pedang wanita yang dingin dari sekte es, pangeran dari faksi musuh, hingga siluman rubah yang galau—semuanya harus ia satukan dalam ikatan cinta.
Ditemani oleh layar sistem magis yang mengejek setiap kegagalannya, mampukah Jiang Yui merajut kisah cinta orang lain demi menyelamatkan takdir cintanya sendiri, atau ia justru terjebak selamanya sebagai perjaka tua terkuat di dunia kultivasi?
Jangan lupa like,komen dan subscribe ya kakak, biar author ya semangat ,,dukungan kalian sangat berharga... makasih 🫶🫶🫶🫶
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. M yanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
Tiba-tiba, udara di hadapan mereka berdesir lembut. Layar transparan biru yang sudah lama tidak muncul tiba-tiba menyala perlahan di udara, mengeluarkan kilatan cahaya keemasan yang sangat lembut—bukan lagi kilatan merah peringatan yang menegangkan seperti dulu, melainkan sebuah pesan sederhana berbentuk teks bercahaya:
[Pesan Sistem Utama Kosmik]
[Status Host: Administrator Agung Takdir & Cinta Lintas Dimensi]
[Evaluasi Semesta: Sempurna. Tidak ada lagi anomali kejombloan di seluruh galaksi.]
[Pesan Tambahan: Selamat menikmati masa pensiun abadi Anda, Host.]
Jiang Yui dan Bai Ling tertegun sejenak membaca pesan tersebut. Sesaat kemudian, layar biru transparan itu memudar dengan sendirinya, larut dalam partikel-partikel cahaya bintang yang berterbangan di udara.
Sistem sialan yang dulunya menjadi sumber segala penderitaan dan kepalanya kini telah benar-benar menutup tugasnya secara permanen, memberikan kebebasan mutlak kepada sang pangeran.
Jiang Yui tertawa pelan, sebuah tawa tulus yang penuh rasa lega. Ia mengangkat cangkirnya ke udara, seolah sedang bersulang dengan takdir itu sendiri.
"Masa pensiun abadi, ya?" gumam Jiang Yui penuh arti. "Ide yang tidak buruk sama sekali."
Ia menoleh ke arah Bai Ling, lalu mengulurkan tangan kanannya dengan senyum penuh karisma.
"Bagaimana, Nona Pendekar Es? Mau menemaniku pulang ke Kota Qing? Kita tinggalkan urusan galaksi ini pada si Administrator kecil yang malang."
Bai Ling menyambut uluran tangan itu dengan senyuman hangat, menggenggamnya erat.
"Dengan senang hati, Yang Mulia."
Dengan satu kibasan jubah, gelombang energi spasial lembut tercipta, membuka portal langsung menuju halaman istana Kota Qing yang asri.
Diiringi terbitnya fajar keemasan yang menyinari ribuan galaksi dan dunia persilatan, sang penguasa takdir melangkah pulang, menutup lembaran petualangan kosmik dengan kebahagiaan abadi yang sesungguhnya.
Cahaya matahari pagi menyusup lembut melalui celah-celah daun pohon beringin tua di halaman belakang Istana Kota Qing.
Kicauan burung-burung kecil bercampur dengan suara gemercik air kolam ikan koi menciptakan suasana yang sangat kontras dengan hiruk-pikuk kosmik yang baru saja mereka selesaikan di dimensi ketiga.
Jiang Yui duduk bersila di atas tikar bambu, mengenakan jubah santai berwarna putih polos tanpa atribut kekaisaran atau mahkota emas. Di hadapannya, sebuah kompor kecil dari tanah liat mendidihkan air di dalam teko tembaga tua.
Aroma daun teh hijau pilihan menguar harum, memenuhi udara pagi yang sejuk.
"Ah... inilah arti hidup sebenarnya," gumam Jiang Yui sambil memejamkan mata, menikmati hembusan angin pagi. Tidak ada layar transparan, tidak ada misi berbatas waktu, dan yang paling penting: tidak ada lagi ancaman kutukan perjaka tua.
Namun, kedamaian di dunia kultivasi tidak pernah dirancang untuk bertahan lama—terutama ketika orang-orang terdekatmu adalah para mantan pendekar sakti yang hobi membuat keributan.
Brak!
Pintu gerbang halaman belakang mendadak terbuka dengan tidak santai.
Liu Tian muncul dengan napas terengah-engah, mengenakan jubah merah yang agak berantakan, sementara di belakangnya, Nona Mei berjalan sambil membawa gulungan kain besar dengan wajah cemberut.
"Jiang Yui! Gawat! Gawat besar!" teriak Liu Tian panik, langsung menerobos duduk di sebelah Jiang Yui tanpa diundang dan menyambar cangkir teh kosong milik sang pangeran.
Jiang Yui membuka matanya perlahan, menatap Liu Tian dengan tatapan malas. Ia menuangkan air panas ke cangkir lain, lalu mendorongnya ke depan sang pangeran api.
"Pelan-pelan, Liu Tian. Kau ini pangeran sekte besar, bukan buronan maling ayam. Ada apa lagi? Jangan bilang markas besar biro jodoh kita kebakaran gara-gara ada yang salah kirim surat cinta."
Liu Tian meneguk tehnya dalam sekali tenggak, lalu menunjuk ke arah Nona Mei.
"Bukan biro jodoh yang kebakaran, tapi kepalaku yang mau meledak! Coba kau lihat ini!"
Nona Mei membentangkan gulungan kain besar di atas rumput.
Ternyata itu adalah denah resepsi perayaan ulang tahun pernikahan pertama mereka, yang dipenuhi coretan rencana dekorasi ribuan bunga, ribuan tamu undangan, hingga daftar menu makanan yang melibatkan alkimia tingkat tinggi.
"Liu Tian ingin merayakan ulang tahun pernikahan kami dengan mengundang seluruh pendekar dari seratus sekte, menyewa seribu penari langit, dan membakar kembang api berbentuk naga api raksasa di atas kota!" protes Nona Mei dengan nada kesal.
"Padahal aku cuma mau makan mi kuah berdua di kedai teh kecil tempat kita pertama kali kencan!"
Jiang Yui menatap kedua sahabatnya itu bergantian. Sudut bibirnya berkedut menahan tawa.
Siapa sangka, pria paling arogan dan kejam dari Sekte Bayangan Api kini justru menjadi suami bucin yang ingin merayakan hari jadi secara berlebihan demi menyenangkan istrinya.
"Dengar ya, Pangeran Liu Tian," nasihat Jiang Yui dengan nada serius namun geli.
"Dalam rumah tangga, prinsip utamanya bukan seberapa besar kembang api yang kau ledakkan, tapi seberapa besar kesabaranmu mendengarkan keinginan istrimu.
Kalau istrimu minta mi kuah, ya jangan kau kasih pesta kembang api. Nanti yang meledak bukan naganya, tapi kesabaran Istrimu."
Liu Tian mengerjap-kerjap, lalu menepuk jidatnya sendiri. "Ah... benar juga ya. Kenapa aku tidak berpikir sampai ke situ?"
sistem kultivasi perjaka/NosePick/ 🤧