Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Pagi hari telah tiba di sebuah gedung besar dengan tulisan "Pengadilan Negeri Agama Jakarta."
Momen ini seolah ingin menyorot sebuah pernikahan yang terikat dengan penuh air mata dan luka, sebuah mobil taksi online berhenti tepat di lobi depan gedung.
Di dalam taksi itu terdapat sosok yang di nantikan, seorang wanita melangkah dengan anggun keluar dari taksi online itu.
Raisa Adiratna.
Wanita ini tampil begitu memukau dan berkelas, tubuhnya mengenakan gaun warna mint yang tampak pas dan sopan di tubuhnya, di padukan dengan coat tebal warna hijau botol yang tersampir di kedua bahunya.
Rambutnya di cepol ke atas, memperlihatkan lehernya yang jenjang tanpa bekas luka memar lagi di setiap anggota tubuhnya.
Di tangan kanannya nampak menjinjing sebuah clucth warna hijau senada dengan mantelnya, wajahnya di poles riasan tipis menampakan wajahnya yang natural.
Raisa berjalan tanpa ekspresi menuju ruang pengadilan, tidak ada lagi beban atau gurat ketakutan.
Banyak wartawan yang mengerubunginya, bahkan menanyakan pertanyaan yang menyangkut soal rumah tangganya.
"Raisa...apa kamu akan bercerai hari ini?" Portal berita detik.news
"Bagaimana hubungan kamu ama Dion Raharja?" portal berita Kompas.com.
"Dari berita yang beredar kalian bercerai secara baik-baik? apa benar?" portal berita lambe turah.
Raisa seolah tak menanggapi pertanyaan-pertanyaan itu, karena tak mau berurusan lagi ama drama yang di buat Dion dan wanita LC---Selirnya.
Di saat hampir bersamaan, sebuah mobil hitam mewah dengan seri terbatas berhenti di sana---Dion turun di susul oleh Chelsea dari pintu sebelah.
Dion tampak formal mengenakan kemeja warna biru toska di padukan dengan dasi merah, tak lupa jas hitamnya di sampirkan di lengan kirinya.
Sementara, Chelsea berjalan sambil menggamit tangan kanan Dion dengan mesra, padahal Dion belum resmi bercerai---tapi Dion yang sudah di mabuk cinta dengan LC ini seolah tak peduli.
Chelsea tampil dengan gaun berwarna ungu muda dengan belahan paha yang tinggi, rambutnya diikat setengah dengan sisa gerai di bawahnya.
Mereka bertiga berjalan beriringan menuju ruang sidang, langkah Dion terhenti karena melihat Raisa.
Dion terdiam saat melihat penampilan wanita yang mau di ceraikannya ini, sambil menelan salivanya.
Matanya seolah tak bisa teralihkan dari Raisa, wanita yang sudah di kurung sebulan, di siksa, bahkan di hina.
Kini, Raisa berdiri di hadapannya tanpa beban, dengan aura sebagai wanita yang mandiri dengan penampilan yang elegan.
Sejenak Dion menjadi terpesona menatap wanita yang akan diceraikannya ini.
"Raisa...," gumam Dion dengan lirih.
Mendengar namanya di panggil, Raisa menghentikan langkahnya dan berbalik badan.
Matanya menatap dua orang di hadapannya tanpa ekspresi, dan seolah menganggap keduanya tak kenal.
"Ada apa Pak Dion Raharja?" sahut Raisa dengan nada formal.
Sorot mata Raisa yang dulu penuh cinta dan kesabaran, kini benar-benar menatapnya selayaknya orang asing.
Raisa berjalan mendekat dan tangannya menggenggam tas clucthnya.
"Kenapa memanggil saya? lebih baik cepat masuk dan jatuhkan talak pada saya, setelah hari ini saya berjanji tak akan muncul lagi di hadapan kamu selamanya," ujar Raisa dengan nada tegas namun tenang.
Deg.
Dada Dion terasa di remas kuat dan di tusuk---sangat sakit tatkala Raisa mengatakan hal itu.
Entah kenapa ada rasa kehilangan yang sangat tiba-tiba, membuat napasnya terasa sesak.
Chelsea menyadari perubahan Dion saat menatap Raisa, dan langsung mempererat tangannya di lengan pria itu.
"Halah, sok cantik banget sih lo," cibir Chelsea dengan nada merendahkan.
Matanya menatap Raisa dari ujung kaki sampai kepala, dengan tatapan sinis yang di paksa.
Mendengar itu Raisa tak marah, justru berbalik dan melempar senyuman sinis kepada gundik suaminya.
"Terima kasih Chelsea Giandra atas pujiannya, saya memang cantik kok. Tapi setidaknya saya nggak ngerebut suami orang dan nggak pernah bekerja sebagai LC di klub malam seperti kamu," balas Raisa dengan nada tenang.
Balasan Raisa langsung menusuk hati.
Hal yang membuat wajah Chelsea berubah merah padam antara malu dan marah, tak menyangka Raisa yang biasanya sabar dan diam---kini mampu menjawab hinaannya dengan telak di depan umum.
Chelsea hendak membalas Raisa dengan berkelahi, namun Raisa malah pergi dan malas berurusan dengan drama toxic itu.
"Ayo masuk, Dion Raharja. Diam aja...kenapa? Ayo selesaikan perceraian kita!" ucap Raisa dengan tegas.
"Dan kamu, jangan ribut disini! Saya mau bercerai dengan damai, jika kamu macam-macam aib kamu dan Dion Raharja saya ungkap depan hakim!" ungkap Raisa menunjuk Chelsea.
Raisa langsung berbalik badan dan masuk, dengan langkah elegan---dirinya sudah lelah karena terus di tindas oleh Dion.
Namun, hari ini dengan mata kepalanya Dion tak bisa berkutik di depan Raisa---Raisa yang baru berubah 180 derajat.
Di dalam ruang sidang Pengadilan agama.
Raisa duduk di kursi penggugat dengan posisi tubuh tegak dan anggun, di sebrang sampingnya Dion duduk berdampingan dengan kuasa hukumnya.
Chelsea duduk di barisan kursi penonton tepat di belakang Dion dengan senyuman bahagia.
Selain Chelsea ada Leon, Cora dan Luna yang duduk di barisan kursi penonton tepat di belakang Dion.
Sejenak Leon menatap Raisa, sungguh kali ini Leon terpesona dengan penampilan Raisa.
Chelsea tak sabar menunggu ketukan palu hakim akan meresmikan status Dion sebagai Duda, agar dirinya bisa melaksanakan pernikahan mewah.
Namun, sepanjang persidangan Dion tak fokus pada berkas-berkasnya, matanya terus mencuri pandang ke arah Raisa yang duduk diam tanpa sudi lagi menoleh ke arahnya.
Sikap Raisa kali ini membuat batin Dion jauh lebih tersiksa dari pada makian atau kekerasan, teringat akan bagaimana wanita ini dulu selalu menyambutnya, melayaninya, bahkan kesabaran dalam menghadapinya.
"Dengan ini rumah tangga Tuan Dion Raharja dan Nyonya Raisa Adiratna resmi bercerai!" ucap hakim.
Hingga akhirnya palu di ketuk ke meja hijau.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan itu menggema di seluruh ruangan, menandakan bahwa tuntutan perceraian telah di kabulkan secara resmi.
"Yes!" bisik Chelsea di barisan belakang tersenyum dengan wajah bahagia.
Deg.
Ketukan palu itu bagi Dion terdengar seperti pukulan gada, tangan kanannya secara refleks memegang dadanya yang terasa di tusuk pisau.
Ada sesuatu yang mengganjal, bukan rasa bersalah atau kehilangan melainkan seperti setengah jiwanya di lepaskan paksa dari tubuhnya.
Dion telah melepaskan satu-satunya wanita sabar dan tulus, hanya demi seorang wanita yang di ambilnya saat menyewa LC di Club malam.
Di sisi lain, Raisa memejamkan matanya sejenak sebelum berdiri---menghembuskan napas panjang seolah ada rasa lega.
Tubuhnya bangkit berdiri, merapikan coat yang tersampir di bahunya, lalu melangkah keluar melewati Dion dan rombongannya.
Leon menatap Raisa dengan terpesona membuat Luna dan Cora, tak suka.
Raisa melangkahkan kakinya keluar ruang persidangan, berjalan dengan elegan---seolah menggambarkan wanita yang tegar.
*
*
*
Sukses selalu Raisa,semoga baby membawa hoky setiap langkah usamu
Di tempat kita kalau menghadiri persidangan nikah cerai di pejabat agama pakaian mesti sopan menutup aurat,bertudung .Ah lain negara lain peraturannya.