NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

"Budget nya ini terlalu berlebihan, harus lebih efisien!"

Kenzo Swara, memberikan revisi untuk Rain Edelweis tak terhitung jumlahnya.

Lelah dan ingin marah, tapi nasib sial Rain memang ada di tangan Teman Rival kantornya itu. Kepala Tim Marketing vs Kepala Tim Perencanaan memang sering bentrok.

Di sisi lain, ada Divisi Humas yang selalu jadi penengah.

Apa jadinya kalau rival kantor Rain malah diam diam suka sama Rain?

Padahal setiap hari Rain selalu mencacinya.

Simak kisah mereka disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan siang

Sabtu siang, Rain berdiri di depan lemari pakaiannya sudah hampir setengah jam, bolak-balik mengganti baju sambil sesekali bertanya pendapat Tiyu yang duduk santai di ranjang, menonton drama korea di ponselnya.

"Yang biru aja, Kak. Nggak keliatan norak, tapi tetep rapi," saran Tiyu, tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponselnya.

"Beneran nggak kelihatan kayak maksa niat banget?" tanya Rain, gugup memandangi bayangannya di cermin.

"Kak Rain, ini cuma makan siang sama calon mertua, bukan wisuda S3. Santai aja," Tiyu menjawab santai, membuat Rain tertawa gugup.

"Kamu enak ngomong, nggak yang ngerasain," gerutu Rain, meski akhirnya memutuskan memakai baju biru muda yang disarankan adiknya.

Sebelum berangkat, Rain sempat menghubungi Kenzo lewat telepon, suaranya masih terdengar gugup.

"Aku beneran gugup banget," aku Rain begitu Kenzo mengangkat telepon.

"Kenapa? Mama aku orangnya ramah, kok," Kenzo menjawab tenang di seberang telepon.

"Tetep aja. Ini kan pertama kalinya aku ketemu orang tua kamu," Rain menjelaskan, jantungnya berdebar kencang.

"Kamu udah hadapin negosiasi sama lima orang vendor berpengalaman di Bandung tanpa gemetar," Kenzo mengingatkan, nadanya menenangkan. "Masa cuma makan siang sama Mama aku aja takut."

"Itu beda, itu urusan kerjaan," Rain membela diri.

"Ini juga bukan ujian, Rain," jawab Kenzo lembut. "Mama cuma pengen kenal orang yang bikin aku pulang kerja sambil senyum-senyum sendiri, kayak yang dia bilang."

Rain tersipu mendengar itu, meski rasa gugupnya belum sepenuhnya hilang. "Oke. Aku berangkat sekarang."

---

Restoran yang dipilih untuk pertemuan itu terletak di kawasan elite kota, jauh berbeda dari tempat makan biasa yang sering dikunjungi Rain. Begitu masuk, dia langsung disambut suasana elegan namun tidak berlebihan, pas dengan gambaran keluarga yang sederhana meski berkecukupan yang selama ini diceritakan Kenzo.

Kenzo sudah menunggu di depan pintu masuk, mengenakan kemeja kasual yang jauh berbeda dari penampilan formalnya di kantor. Begitu melihat Rain datang, dia tersenyum-senyum yang jarang dia tunjukkan di lingkungan kerja.

"Kamu cantik," puji Kenzo sederhana, membuat pipi Rain memerah.

"Makasih," jawab Rain, masih gugup. "Mama kamu udah di dalam?"

"Udah, ayo," Kenzo mengulurkan tangannya, yang langsung diterima Rain dengan gugup.

Begitu masuk ke ruangan yang sudah dipesan, Rain melihat seorang wanita paruh baya berpenampilan anggun namun hangat, duduk sambil tersenyum lebar begitu melihat mereka berdua datang.

"Ini dia, Ma. Rain," kata Kenzo, memperkenalkan Rain dengan nada yang penuh kebanggaan.

"Selamat siang, Tante," sapa Rain, sedikit membungkuk sopan.

"Aduh, panggil Mama aja, nggak usah Tante," wanita itu langsung menyambut hangat, menggenggam tangan Rain erat. "Kenzo cerita banyak banget soal kamu. Akhirnya bisa ketemu langsung."

Rain duduk dengan masih sedikit kaku, meski suasana hangat yang ditawarkan Mama Kenzo perlahan mencairkan kegugupannya.

"Kenzo bilang, kamu kerja keras banget ya, sampai bisa jadi manajer di usia semuda ini," kata Mama Kenzo, memulai obrolan santai sambil menuangkan teh untuk mereka bertiga.

"Masih banyak belajar, Ma," jawab Rain merendah, meski hatinya sedikit terenyuh mendengar Kenzo ternyata bercerita banyak soal dirinya.

"Kenzo cerita soal keluarga kamu juga," lanjut Mama Kenzo, nadanya penuh kekaguman yang tulus. "Kamu ngebiayain kuliah adik kamu sendirian, kan? Itu bukan hal gampang, lho, buat anak muda seusia kamu."

Rain tersipu, tidak menyangka Kenzo menceritakan detail sepersonal itu ke ibunya. "Ya, itu kewajiban sebagai kakak, Ma. Nggak ada yang spesial."

"Justru itu yang spesial," Mama Kenzo menegaskan, menatap Rain dengan mata yang penuh ketulusan. "Banyak orang yang punya segalanya, tapi nggak pernah belajar arti kerja keras dan tanggung jawab kayak kamu. Mama seneng banget Kenzo ketemu orang kayak kamu."

---

Sepanjang makan siang, suasana semakin hangat dan cair. Mama Kenzo bercerita banyak soal masa kecil Kenzo, bagaimana dia dulu keras kepala waktu bersikeras ingin memulai karier dari posisi paling bawah, menolak fasilitas apa pun dari keluarganya.

"Bapaknya sampai pusing waktu Kenzo nolak semua tawaran posisi enak," cerita Mama Kenzo sambil tertawa kecil, mengenang. "Katanya dia mau buktiin sendiri, bukan cuma numpang nama keluarga."

"Ma," Kenzo menyela, sedikit malu, "nggak usah diceritain semua."

"Biar Rain tahu, kamu itu keras kepala dari dulu," Mama Kenzo menjawab jenaka, membuat Rain tertawa kecil melihat sisi lain Kenzo yang jarang dia lihat.

"Ternyata kamu keras kepala dari kecil, ya," goda Rain, menikmati momen langka melihat Kenzo sedikit salah tingkah.

"Turunan dari Mama," Kenzo membalas cepat, membuat Mama Kenzo tertawa lepas.

Di tengah obrolan hangat itu, Rain merasakan sesuatu yang lama tidak dia rasakan, ”rasa diterima sepenuhnya, tanpa perlu membuktikan apa-apa lebih dari dirinya sendiri yang apa adanya.

---

Menjelang akhir pertemuan, sebelum berpisah, Mama Kenzo menggenggam tangan Rain sekali lagi, kali ini dengan nada yang lebih serius.

"Rain," katanya lembut, "Mama tahu, dunia kami mungkin keliatan beda banget sama dunia kamu. Tapi buat Mama sendiri, yang penting bukan soal itu. Yang penting, Kenzo bahagia, dan kamu juga bahagia bareng dia. Itu aja."

Rain merasa matanya berkaca-kaca mendengar ketulusan itu. "Makasih banyak, Ma. Untuk penerimaannya."

"Satu lagi," Mama Kenzo menambahkan, sedikit berbisik seperti berbagi rahasia, "kalau anak Mama itu galak-galak di kantor, jangan takut buat galak balik. Dia butuh orang yang berani, bukan yang cuma nurut aja."

Rain tertawa, membayangkan betapa mirip nasihat itu dengan apa yang selama ini justru membuat dia dan Kenzo semakin dekat. "Siap, Ma. Akan aku ingat."

---

Dalam perjalanan pulang, Kenzo mengantar Rain menggunakan mobilnya, suasana di dalam mobil terasa lebih ringan dan penuh canda dibanding perjalanan-perjalanan sebelumnya.

"Mama kamu baik banget," kata Rain, masih terharu dengan pertemuan tadi.

"Mama emang selalu gitu ke orang yang dia anggap tulus," jawab Kenzo, melirik sekilas ke arah Rain dengan senyum kecil. "Kamu berhasil bikin dia terkesan."

"Aku takut banget tadi," Rain mengakui jujur. "Tapi ternyata nggak seseram yang aku bayangin."

"Aku bilang juga apa," Kenzo menjawab santai.

Mereka berdua terdiam sejenak menikmati perjalanan, sebelum akhirnya Kenzo membuka topik baru yang lebih serius.

"Ada satu hal lagi yang perlu kamu tahu," kata Kenzo, nada suaranya sedikit berubah. "Minggu depan, Papa aku pulang dari luar negeri. Biasanya, kalau soal urusan keluarga besar, Papa lebih... tegas dari Mama."

Rain merasa sedikit tegang mendengar itu. "Tegas gimana maksudnya?"

"Papa selalu punya standar tinggi soal siapa yang pantas deket sama keluarga kami," jelas Kenzo hati-hati. "Bukan berarti dia bakal nolak kamu. Tapi mungkin, dia bakal lebih banyak nanya, lebih banyak nguji."

Rain menghela napas panjang, merasakan kembali kegugupan yang sempat mereda kini muncul lagi. "Kenapa nggak dari tadi kamu bilang soal ini?"

"Karena aku nggak mau kamu gugup dua kali dalam satu hari," jawab Kenzo jujur, membuat Rain tertawa kecil meski hatinya masih diliputi kekhawatiran.

"Kenzo," Rain memanggil pelan, menatap keluar jendela mobil yang mulai memasuki jalanan menuju rumahnya. "Kamu yakin ini semua bakal baik-baik aja?"

Kenzo tidak langsung menjawab, tapi tangannya perlahan menggenggam tangan Rain yang berada di antara mereka, memberikan kepastian tanpa kata-kata berlebihan.

"Aku di sini," katanya sederhana. "Apa pun yang terjadi minggu depan, aku nggak akan biarin kamu hadapin sendirian."

Rain menatap Kenzo, merasakan kehangatan yang menjalar dari genggaman tangan itu, kehangatan yang meyakinkannya, bahwa apa pun tantangan yang akan datang, mereka akan menghadapinya bersama-sama.

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
Xlyzy
jelas lah dia dia dah Dig dug plu gugup pertama kali loh ketemu wajar aja, apalagi ini camer 🤭
Tamaa
Bagusnya memang Rain ke Surabaya aja, biar hubungan mereka teruji selain itu kalau hubungan terus berlangsung tanpa adanya masalah sedikitpun dan bertemu setiap hari pasti ada rasa bosan yang muncul sedikit.
Tamaa
awas hubungannya jadi renggang
Tamaa
Kena mutasi nih, harus ldr dong
-Thiea-
habisnya si pandu juga kagak jelas. kayak tarik-ulur gitu. jadi bingung kan si rain.
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠ : dia hablum minannas ke semua orang ka 😭
jadinya bikin cewek salah paham
total 1 replies
-Thiea-
mulai nyaman sih ya komunikasinya walau masih ketus.
Mingyu gf😘
nahh, sama kenzo aja deh yang gak plin plam
Mingyu gf😘
Jangan mau sama pandu rain, dia kayaknya terlalu plin plan sama hatinya
Aquarius97 🕊️
apakah itu artinya bang Kenzo juga percaya pada rain.. uhuyuhuyuhuy 😍😍
Aquarius97 🕊️
tenang saja... kan ada babang Kenzo rain...
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
moga aja ayahnya kenzo meridhoi rain
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
nontonnya di noveltoon juga kah?😄
Prayy
ternyata sifat Kenzo kaya gitu demi nutupin dari semua orang deh karena beban yang di pikul nya
Prayy
kenapa kaget ? masih canggung yaaa
Prayy
sampai pandu tauu buruan pandu nanti ke duluan pak Kenzo
Prayy
mulai mulai satu kantor udh tahu nih
Myz Pena
cieee yanh mau makan dengan calon mamernya... rain happy...tapi pandu auto mewek sendirian 🤧...
Putry Chan
kalimat " aku disini " itu singkat tapi power full genggaman tangan Kenzo bikin rain merasa lebih nyaman , tim solid bgt semoga mereka bisa ngelewatin tes dari papa kenzo
ginevra
nah, akhirnya kamu sadar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!