NovelToon NovelToon
Cinta Dan Keyakinan

Cinta Dan Keyakinan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kholifah Lifah

romansa islami story

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kholifah Lifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

.

Bab 6: Tragedi Bedak Dempul dan Mental Baja

​Suara gemericik air dari wastafel memecah keheningan toilet perempuan siang itu. Nadiva tengah khusyuk mencuci tangannya, bersiap untuk kembali ke kelas setelah menunaikan salat Zuhur. Di cermin besar yang membentang di hadapannya, pantulan wajah polos tanpa makeup-nya terlihat segar oleh air wudu.

​Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama.

​Trak! Trak! Trak!

​Suara ketukan hak sepatu yang beradu kasar dengan lantai keramik menggema, pantulannya terdengar nyaring di dinding toilet. Dari pantulan cermin, Nadiva melihat tiga siswi dengan seragam ketat dan rok di atas lutut berjalan angkuh memasukki area wastafel. Bau parfum bunga yang menyengat langsung menusuk hidung Nadiva, nyaris membuatnya bersin.

​Angela, sang ketua genk Chillideers—dengan lipstik merah merona dan rambut di-curly badai—berdiri tepat di belakang Nadiva. Mia dan Oly, dua dayang setianya, bersedekap di sisi kanan dan kiri, memblokir jalan keluar.

​"Heh, Cewek Udik!" panggil Angela tajam. Nada suaranya melengking, memantul di dinding keramik.

​Nadiva mematikan keran air perlahan. Ia mengambil tisu, mengeringkan tangannya dengan santai, lalu memutar tubuhnya. Alih-alih menunduk takut, gadis itu malah memiringkan kepala.

​"Wa'alaikumsalam, Kak Angela. Ada yang bisa dibantu? Mau pinjem mukena? Tapi sayangnya aku cuma bawa satu," sapa Nadiva dengan senyum secerah matahari pagi, benar-benar mengabaikan aura membunuh dari ketiga seniornya itu.

​Mata Angela menyipit tajam. Tangan berkuku palsu panjangnya menunjuk tepat ke depan hidung Nadiva. "Nggak usah sok polos lo! Gue denger lo mulai caper ya sama Dereen? Berani-beraninya lo cari gara-gara sama crush gue!"

​Mia maju selangkah, ikut menimpali dengan gaya sinis. "Nyadar diri dong, Muka Pucat. Lo tuh cuma anak baru, rakyat jelata. Jangan mimpi bisa deketin Dereen yang kasta-nya beda jauh sama lo!"

​Alih-alih menangis atau gemetar ketakutan layaknya korban bully pada umumnya, Nadiva justru menatap lekat-lekat wajah ketiga gadis di depannya bergantian. Keningnya berkerut dalam, seolah sedang menganalisis sebuah masalah matematika yang rumit.

​"Kenapa lo ngeliatin kita kayak gitu?! Takut lo?!" sentak Oly garang.

​"Bukan gitu, Kak...." Nadiva menunjuk wajah Angela dengan ujung jari telunjuknya, wajahnya terlihat sangat prihatin. "Itu... maaf banget sebelumnya, tapi Kak Angela sadar nggak sih kalau warna bedak di muka sama warna kulit lehernya beda? Kayak kue lapis Taro campur Vanilla. Belangnya kelihatan banget, Kak."

​Keheningan seketika turun menyergap toilet itu.

​Mia dan Oly refleks menoleh ke arah leher Angela. Dan benar saja, garis batas antara bedak tebal dan kulit asli Angela terpampang nyata.

​Wajah Angela langsung merah padam, persis seperti kepiting rebus. "Lo—LO BERANI NGEHINA GUE?!" jeritnya tertahan, menutupi lehernya dengan tangan.

​"Loh, kok nghina? Aku kan ngasih tahu fakta, Kak, biar Kakak nggak malu kalau ketemu Kak Dereen," bela Nadiva dengan nada kelewat polos. "Terus soal Kak Dereen... astaghfirullah, Kak, ambil aja gratis! Siapa juga yang mau deketin cowok modelan tiang jemuran hobi marah-marah begitu? Kalau Kakak suka, bawa pulang sana. Sekalian dirukiah biar jin qorin-nya nggak ngamuk terus."

​"Kurang ajar!" Angela mengangkat tangannya, bersiap melayangkan tamparan ke pipi chubby Nadiva.

​Namun, dengan kecepatan refleks yang tak terduga, Nadiva merunduk santai. Tangan Angela hanya menebas angin. Bukannya lari, Nadiva justru meraih botol hand sanitizer cair di dekat wastafel dan menekan pump-nya cepat-cepat ke arah mereka.

​Crot! Crot!

​Cipratan cairan alkohol itu melayang tepat ke wajah Mia dan Oly.

​"Aww! Perih! Mata gue!" jerit Mia heboh, sibuk mengucek matanya yang terkena cipratan tipis.

​"Eh, ya ampun! Maaf, Kak! Tanganku licin!" seru Nadiva dengan wajah panik yang jelas-jelas dibuat-buat. Ia meraih tas ranselnya dari pinggir wastafel. "Makanya, Kak, jangan suka marah-marah di kamar mandi, nanti diganggu penunggu sini lho! Assalamualaikum, permisi!"

​Dengan gesit, Nadiva menyempil di antara tubuh Oly dan pintu, lalu berlari kecil keluar dari toilet, meninggalkan trio Chillideers yang masih menjerit-jerit heboh meratapi makeup mereka yang luntur.

​Di luar toilet, tepatnya di ujung koridor yang sepi, Dereen berdiri bersandar di dinding. Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana. Ia memang berniat mencari ketenangan, namun telinganya tanpa sengaja menangkap keributan dari dalam toilet perempuan yang berjarak tak jauh darinya.

​Awalnya ia ingin turun tangan saat mendengar suara cempreng Angela yang menyebut namanya. Namun, saat mendengar balasan konyol Nadiva soal "kue lapis" dan "tiang jemuran", langkah Dereen terhenti.

​Tak lama, sosok mungil berbalut jilbab putih itu keluar dari pintu toilet dengan langkah ringan, merapikan letak tasnya seolah tak ada dosa.

​Mata mereka tanpa sengaja berserobok.

​Nadiva menghentikan langkahnya sejenak. Gadis itu menatap Dereen, lalu mendengus pelan sambil merotasikan bola matanya. "Minggir, Kak. Jangan ngalangin jalan, nanti kesambet," celetuknya tanpa basa-basi, lalu melenggang pergi begitu saja melewati Dereen.

​Dereen tak membalas. Ia hanya menatap punggung mungil yang perlahan menjauh itu. Sisa amarah di dadanya gara-gara kejadian pagi tadi tiba-tiba menguap, digantikan oleh satu sensasi asing yang aneh.

​Sudut bibir Dereen perlahan terangkat, membentuk seringai tipis yang nyaris tak terlihat.

​"Bener-bener cewek gila," gumamnya pelan, suaranya sarat akan rasa geli yang enggan ia akui.

​Untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang Dereen Hilton merasa rencananya untuk membuat seseorang bertekuk lutut... mungkin tidak akan semudah membalikkan telapak tangan.

1
niaww
semngt jangan lupa mampir cerita ku kak🙏
kholifah Montes: siap💗
total 1 replies
Lyka Lyka
kereenn...
Lyka Lyka
udh baca maraton ehh .. malah abis😂 di tggu lanjut annya
Ossa Mulya
gak sabar nunggu lanjutannya Thor 💚💚💚 seru banget cerita ini💚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!