Tiga tahun menjadi istri Anugrah Pratama, Cynara hanya dianggap sebagai beban. Pernikahan mereka bahkan disembunyikan karena Anugrah mengaku lajang demi mendapatkan pekerjaan. Ketika Anugrah memilih membuka hati untuk perempuan lain, Cynara menyerah dan perceraian pun terjadi.
Dua bulan kemudian, Cynara mengetahui dirinya hamil.
Lima tahun berlalu. Cynara kembali sebagai pemimpin Narendra Group, bersama putranya, Naren. Takdir mempertemukannya kembali dengan Anugrah, kini menjadi seorang manajer di perusahaan besar. Namun, bukan Anugrah yang akan mengubah hidupnya.
Ada Alvin Mahendra, CEO dingin yang diam-diam menyimpan luka kehilangan istrinya.
Pertemuan mereka membuka kembali rahasia masa lalu yang seharusnya terkubur.
#anakrahasia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. Mama Keanu
Alvin masih berdiri di tempatnya.
Tatapannya tidak lepas pada Keanu yang masih berada dalam pelukan Cynara.
Perempuan yang ternyata mantan istri rahasia dari adik iparnya sendiri.
Namun, ia hanya fokus pada sang putra. Biasanya, Keanu begitu sulit dekat dengan orang asing, dan disentuh orang yang baru.
Keanu akan langsung menolak jika ada pengasuh baru atau ART baru yang mencoba mendekatinya.
Sekarang putranya malah memeluk Cynara dengan kedua tangan kecilnya. Padahal, mereka baru bertemu dua kali.
“Keanu.” Akhirnya, Alvin tak tahan menunggu dan memanggil sang putra.
Keanu menoleh. Akan tetapi, senyum yang tadi merekah di bibir langsung menghilang.
“Papa?"
Ia semakin erat memeluk Cynara. Kepalanya menggeleng seakan tahu apa yang akan terjadi setelah ini.
Alvin berjalan mendekat. “Kita pulang.”
Keanu menggeleng. “Belum. Keanu masih mau Mama,” ucapnya tanpa terdengar manja.
“Sudah waktunya pulang," ucap Alvin datar.
“Keanu masih mau sama Mama," jawabnya masih sama.
Alvin menghela napas berat. Cynara hanya bisa membeku. Sementara itu, Naren malah tersenyum lebar.
“Itu Mama Naren.”
Keanu mengangguk. “Iya, Mama Keanu juga.”
Alvin menatap Cynara. Ada banyak pertanyaan dalam tatapannya. Cynara segera berdiri.
“Maaf, Pak Alvin. Keanu hanya—”
“Tidak perlu meminta maaf.” Suara Alvin tetap datar.
Ia menatap putranya. “Keanu, ayo.”
Anak itu kembali menggenggam tangan Cynara. “Tidak mau.”
“Keanu.”
“Aku mau main sama Naren.”
Alvin menarik napas panjang. Ia tahu memaksa Keanu sekarang hanya akan membuat anak itu semakin keras kepala.
Cynara melihat ketegangan di antara ayah dan anak itu.
Ia kemudian berjongkok di hadapan Keanu. “Keanu.”
Keanu menatapnya.
“Papa sudah datang. Kamu harus pulang.”
“Tapi…”
“Besok kalau ada kesempatan, kita bisa bertemu lagi.”
Keanu menatapnya dengan mata penuh harap. “Benar kah?”
Cynara mengangguk. “Benar, Sayang.”
“Janji?”
“Janji.”
Keanu akhirnya melepaskan tangan Cynara.
Namun, sebelum pergi, ia berbalik Keanu memeluk Cynara sekali lagi. “Dada, Mama.”
Cynara memejamkan mata.
Tangannya mengusap punggung kecil itu. “Dada, Keanu.”
Naren ikut melambaikan tangan. “Dada, Tenyu!”
“Dada, Naren!” Keanu kemudian berjalan mengikuti Alvin.
Namun, baru beberapa langkah, ia kembali menoleh. “Mama!”
Cynara tersenyum. “Iya?”
“Jangan lupa!”
“Lupa apa?”
“Janji!”
Cynara tertawa kecil. “Iya. Mama tidak lupa.”
Barulah Keanu mau berjalan. Di dalam mobil, suasana begitu hening.
Alvin mengemudi. Keanu duduk di kursi belakang bersama pengasuhnya. Namun, ia tak menanyakan sepatah kata pun pada sang pengasuh.
Biasanya anak itu akan banyak bertanya atau meminta sesuatu ketika mereka dalam perjalanan.
Namun kali ini ia justru diam. Sampai akhirnya suara kecil terdengar.
“Papa.”
“Hm?”
“Papa kenal Mama Cynara?”
Alvin terdiam sejenak menatap sang putra dari spion tengah. “Kenal.”
“Dia baik ya, Pa?”
“Iya.”
“Dia boleh jadi Mama Keanu?”
Tangan Alvin yang memegang kemudi mengencang. “Keanu?”
“Apa?”
“Dia bukan mamamu.”
Keanu menunduk. Alvin melirik melalui kaca spion. Wajah putranya terlihat kecewa.
“Keanu sudah punya Mama.”
Anak itu hanya diam.
"Tadi, Bu Cynara sangat baik pada Keanu, Pak. Mungkin gara-gara itu, Keanu bisa langsung menerima Bu Cynara." Akhirnya pengasuh Keanu berani bersuara.
Kevin melirik spion depan dalam diam. Lalu berdeham pelan.
“Tapi Mama Keanu sudah di surga,” ucap Keanu sendu.
Akhirnya, Alvin tidak mampu menjawab. Dadanya terasa sesak dengan seketika.
Ia tahu Keanu belum sepenuhnya memahami kematian. Yang anak itu tahu hanyalah ibunya tidak pernah memeluknya. Dan di saat, Keanu menemukan seorang perempuan yang membuatnya merasakan sesuatu yang selama ini tidak ia miliki.
Yaitu ... Kehangatan.
Di sisi lain, Cynara masih berdiri di parkiran. Tatapannya mengikuti mobil Alvin sampai menghilang dari pandangan.
Rania yang membutuhkan tanda tangannya, ternyata sudah berada di dalam mobil, menemukan Cynara tampak sedih mengikuti seorang pria, wanita memakai pakaian perawat, dan seorang anak kecil. Setelah memastikan tinggal berdua saja dengan Naren, Rania keluar dan berjalan mendekat.
“Kamu menangis?”
Cynara cepat-cepat mengusap pipinya. “Tidak.”
Rania melihat matanya. “Cynara.”
Cynara menghela napas. “Dia kehilangan ibunya.”
“Anak itu?”
Cynara mengangguk. “Anaknya Alvin pimpinan JM Corp.”
Rania sedikit tersentak. Ia tak menyangka, Cynara bisa bertemu dengan pria yang sulit ditemui itu, di luar kantor seperti ini.
“Dan ibunya… Sudah meninggal saat melahirkannya.” Suara Cynara terdengar bergetar.
Rania menghela napas pelan. “Hmm ... Begitu ... Pantesan ...”
“Pantas apa?”
“Dia begitu cepat dekat denganmu.”
Cynara menunduk. “Aku hanya teringat dengan ibunya. Ibunya orang yang sangat baik. Jadi, aku kasihan pada Keanu.”
Rania tersenyum tipis. “Kamu memang seperti itu.”
Cynara mengerutkan kening. “Seperti apa?”
“Sulit menolak anak kecil.”
Cynara tertawa kecil. Namun, senyum itu segera berubah sendu. Ia masih teringat bagaimana Keanu memanggilnya.
Mama.
Cynara menatap tangannya sendiri. “Semoga dia tumbuh menjadi anak yang bahagia.”
Rania menepuk bahunya. “Dia akan bahagia.”
Cynara mengangguk.
Namun, ia tidak tahu... di dalam mobil yang baru saja meninggalkan pusat perbelanjaan itu, Keanu sedang memeluk erat mainan kecilnya.
Dan, ia memiliki satu permintaan yang terus berputar di kepalanya.
'Keanu ingin ketemu Mama Cynara lagi.'
*bersambung*