Marsya Arcelia Dealova, gadis cantik mahasiswi tingkat akhir yang dijodohkan dengan laki-laki pilihan dua keluarga.
Yang mana, calon suaminya itu adalah sahabat dari pacarnya.
Bagaimana Marsya akan menjani pernikahan itu? Mampukah dia berdiri diantara dua laki-laki, suami dan pacarnya?
Selamat datang di cerita ketiga ku, doain ya semoga cerita ini nggak gantung seperti yang udah udah😄
Dukung aku yaa
Selamat membaca~~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kholifah NH2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mandi Bareng
"Sya, besok pagi aku mau jemput kamu, boleh kan? Please"
Hari itu pertemuan Marsya dan Erik belum menemukan titik terang. Mendengar Marsya tidak bersedia menjauhi Kyle membuat Erik takut dan cemas, dia takut Marsya akan benar-benar meninggalkannya demi bisa bersama Kyle. Alhasil, Erik mengalah, dia lupakan semua kecurigaannya pada Marsya dan meminta maaf atas tuduhannya. Erik lakukan semua itu agar Marsya memaafkan dirinya, Erik hanya takut Marsya pergi dari sisinya. Dan tentang urusannya dengan Kyle, akan dia temui besok saat dikampus.
Situasi di basecamp tadi membuat Marsya bingung karena dia masih tidak rela memutus hubungan dengan Erik, dia masih menyayangi laki-laki itu. Hampir tiga tahun menjalin hubungan, tentu tidak sedikit cinta dan kasih sayang yang dia punya untuk Erik. Karena sebelum Kyle hadir, Erik lah laki-laki yang dia cintai setelah sang ayah tentunya. Bahkan Marsya rela menentang keluarga demi mempertahankan Erik sampai sekarang. Untuk itu, tidak mudah melepas Erik begitu saja.
Tidak ada keputusan yang jelas dan memilih untuk melanjutkan hubungan, Marsya harap Kyle dapat mengerti situasi dan posisinya sekarang. Marsya tahu suaminya itu cukup dewasa untuk memahami apa yang terjadi. Hanya saja rasa cemburunya terkadang membuat semuanya menjadi kacau.
"Iya, kamu datang aja, aku tunggu" Itu lah jawaban yang Marsya berikan saat Erik meminta izin untuk menjemputnya besok
Erik terlihat sangat senang, dia meninggalkan satu kecupan dibibir Marsya yang membuat bola mata Marsya membulat seketika. Tidak, dia kecolongan, dia tidak sadar Erik mendekat dan mencium bibirnya dengan sangat tiba-tiba. Jika Kyle melihatnya, bisa dipastikan laki-laki itu akan menghajar Erik saat itu juga.
Setelah turun dari mobil, Erik melajukan mobilnya pergi meninggalkan rumah Marsya. Ya, Erik mengantar Marsya pulang kerumah sang ayah, sebab sangat tidak mungkin jika Marsya pulang kerumah Kyle. Ditambah besok Erik akan datang lagi untuk menjemput.
Tidak lama setelah Erik pergi, suara motor sport mulai terdengar, Marsya tahu suaminya akan datang menyusul. Marsya berdiri didepan pintu menunggu Kyle turun dari motornya, dia ingin masuk kedalam bersama Kyle. Tatapan Kyle terlihat tajam, dia menarik jaket yang dipakai Marsya,
"Lo pakai jaket Erik? Jaket gue kemana?"
"Oh, iya!" Marsya menepuk jidatnya, dia lupa kalau Erik menyuruhnya untuk melepas jaket milik Kyle dan ganti memakai jaketnya, Erik cemburu dan tidak tahan melihatnya. Alhasil sekarang, jaket Kyle ada bersama Erik.
"Oh? Nurut banget ya sama pacar karena nggak mau pacar cemburu? Hm?"
"Enggak, Kyle, bukan gitu..." Marsya menghela nafas panjang, Kyle masuk lebih dulu meninggalkannya. Marsya tahu hal ini akan terjadi, namun diposisinya juga cukup sulit karena harus menghadapi dua laki-laki dengan rasa marah dan cemburu yang tinggi. Disatu sisi dia mampu meredakan kecemburuan Erik tetapi sekarang dia harus menghadapi kecemburuan Kyle. Ah, rasanya Marsya ingin menghilang saja dari dunia ini.
Marsya harus segera menyusul Kyle, akan dia hadapi satu kali lagi kecemburuan yang membara didepan matanya. Didalam kamar dia lepaskan jaket Erik dan melepas rok pendeknya, menyisakan tank top berwarna merah jambu dan celana ketat yang sangat pendek. Marsya berdiri dihadapan Kyle, memeluk pinggang dan menyadarkan kepala di dadanya yang lapang dan bidang.
"Kamu marah?"
"Cemburu"
"Hehehe, lucu" Marsya berjinjit, mengecup sekilas bibir Kyle dan kembali memeluknya. Gemas rasanya mendengar Kyle mengakui kalau dia sedang cemburu. Dan sepertinya, Marsya tahu harus melakukan apa
"Kyle, mandi bareng yuk?"
Ajakan Marsya membuat Kyle menatapnya. Apa dia tidak salah dengar? Marsya pun tersenyum sambil mengangguk, Marsya sadar dengan yang dia katakan. Apa salahnya mandi berdua dengan Kyle? Toh, mereka pasangan suami istri, Marsya rasa wajar mandi bersama dengan Kyle. Namun sepertinya pikirannya tidak sejalan dengan Kyle, dia justru menjauhkan diri dari Marsya
"Lain kali aja, gue takut khilaf"
"Lho, khilaf kenapa? Kita kan suami istri, it's okay. Kan cuma mandi bareng"
"Sya? Lo sadar nggak ngomong apa?"
"Sadar, kok. Kenapa? Ayo, mandi"
Marsya bergelayut manja dilengan Kyle, dia menyeret Kyle menuju kamar mandi dan mulai menjalankan aksinya untuk menghilang kecemburuan suaminya itu.
...•••...
To be continued
lanjutt ya guysss aku ngebut dulu mau ngejar kontrak doain semoga berhasil wkwkw
yukkk dukung aku terus biar semangat update✨