NovelToon NovelToon
The Yakuza’S Cold Princess

The Yakuza’S Cold Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:297
Nilai: 5
Nama Author: KimiHaruka

Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yoona......

Di mata seluruh kampus di Tokyo, Yoona Alexander adalah mahasiswi cantik dengan gaya high-fashion yang luar biasa dingin dan tak tersentuh. Tidak ada yang tahu bahwa di balik kacamata hitam dan topeng Antartika-nya, Yoona adalah rahasia paling berbahaya milik Klan Uchiha—kekaisaran Yakuza paling berkuasa di Jepang. Lahir sebagai jawaban atas kutukan seratus tahun klan, Yoona harus disembunyikan rapat-rapat dari dunia luar dan diasingkan dari pertemuan publik keluarganya sendiri.

​Di dalam kamar mewahnya yang terisolasi—tempat ia bersembunyi di antara jajaran figur anime mahal dan gesekan black card—Yoona menyimpan luka batin mendalam karena merasa 'tak diakui'. Namun, di dalam kegelapan itu, selalu ada Hatake Kakashi—pria berusia 30 tahun yang bertindak sebagai pengawal pribadinya sekaligus eksekutor nomor satu paling mematikan di dunia bawah tanah.

​Di balik jas mewahnya, tubuh Kakashi tertutup ukiran tato Yakuza, termasuk satu tato nama yang terukir rahasia di lehernya: ユナ (Yoona). Meski ingatan kehidupan masa lalu mereka terhapus, benang merah takdir mengikat jiwa mereka dengan begitu erat. Bagi Kakashi, aturan klan bisa dilanggar, tapi keselamatan dan senyuman Yoona adalah harga mati.

​Saat marabahaya mulai mendekat dan ancaman klan musuh mulai mencium keberadaan sang Ice Cold Princess, seberapa jauh Kakashi akan mengotori tangannya dengan darah demi menjaga rahasia sang putri?

...----------------...

Darah Klan Uchiha selalu membawa takdir manis sekaligus kelam. Kekayaan dan kekuasaan abadi mereka menuntut tebusan mahal: setiap seratus tahun sekali, satu anak perempuan harus lahir ke dunia, atau klan Yakuza raksasa ini bakal musnah tak berbekas. Yoona Alexander—yang biasa dipanggil Nana, Kimi, atau Nuna—adalah jawaban dari kutukan itu. Demi melindunginya dari intaian musuh, sang ayah sengaja menyembunyikan identitas Yoona dari dunia bawah tanah.

Di mata orang luar, Yoona bukan gadis polos yang gampang ditipu. Parasnya cantik, tapi otaknya encer dan auranya jauh lebih dingin dari benua Antartika. Jika Itachi dikenal sedingin es Arktik dengan perhitungannya yang tanpa celah, Yoona adalah versi yang lebih membekukan. Ketiga kakaknya mengelola bisnis legal keluarga tanpa menyentuh dunia kelam Yakuza. Itachi yang pendiam, Shisui si ramah yang jomblo abadi sekaligus sahabat karib Kakashi, hingga Sasuke si playboy cap kadal yang selalu tebar pesona—semuanya sangat menyayangi Yoona sebagai adik bungsu yang harus dijaga.

Namun, di balik layar, sang ayah menyerahkan keselamatan Yoona sepenuhnya kepada Hatake Kakashi—tangan kanan paling berbahaya di dunia Yakuza yang bertindak sebagai bodyguard rahasia Yoona sejak kecil. Kakashi adalah dinding pembatas agar Yoona bisa hidup normal tanpa tersentuh bau darah.

Tapi bagi Yoona dan Kakashi, ikatan mereka jauh lebih dalam dari sekadar pengawal dan nona muda. Jiwa mereka terikat kutukan reinkarnasi empat kehidupan. Jiwa mereka selalu saling mencari, jatuh cinta, dan hancur oleh tragedi yang sama.

Hanya di balik pintu kamar Yoona yang terkunci rapat, es Antartika itu benar-benar mencair. Yoona menyandarkan tubuhnya pada dada bidang Kakashi, menikmati usapan lembut tangan Kakashi di rambutnya. Tangan yang sama yang beberapa jam lalu sanggup mencabut nyawa musuh tanpa berkedip.

"Masih ketus sama abang-abangmu, Nuna?" bisik Kakashi lembut, menyandarkan dahinya di dahi Yoona.

Yoona tersenyum tipis—sebuah pemandangan langka yang cuma berhak dilihat Kakashi. "Itachi terlalu kaku, Sasuke konyol dengan cewek-ceweknya, dan Shisui cuma sok tahu. Cuma kamu yang tahu cara bikin aku meleleh."

Sentuhan Kakashi terasa begitu akrab, membawa ingatan samar dari tiga kehidupan mereka yang lalu. Kakashi paham betul, mencintai kartu truf Uchiha sama saja menantang takdir. Tapi baginya, memeluk Yoona bukan lagi tugas dari Yakuza, melainkan janji jiwa yang sudah diikatnya selama ratusan tahun.

...----------------...

Suara decit lantai kayu koridor luar terdengar makin mendekat, disusul dering ponsel Sasuke yang terus berbunyi nyaring. Dalam hitungan detik, kehangatan yang menyelimuti kamar Yoona menguap begitu saja. Kakashi bergerak tanpa suara—kecepatan khas seorang eksekutor kelas atas Yakuza—melepaskan dekapan lembutnya dan melangkah mundur, melebur sepenuhnya ke balik bayangan tirai tebal dan sudut gelap lemari kayu.

Yoona menarik napas panjang, mengubah raut wajahnya secara instan. Topeng Antartika yang membeku kembali terpasang rapi di wajah cantiknya, menggantikan senyum tipis yang baru saja menghilang.

Pintu geser kayu kamar Yoona terdorong agak kasar. Sasuke berdiri di ambang pintu dengan kemeja kampus yang dua kancing atasnya sudah terbuka, memegang jaket di bahu dan membawa aroma parfum feminin yang cukup menyengat.

"Oi, Nana. Lu belum tidur?" Sasuke menyandarkan bahunya di kusen pintu, memutar-mutar kunci mobil di jarinya dengan cengiran konyol. "Bagi kabel charger dong, punya gua ketinggalan di apartemen cewek yang gua antar balik tadi."

Yoona bahkan tidak menoleh dari buku tebal di mejanya. Tatapannya menancap dingin pada lembaran kertas di depannya. "Beli baru atau ambil sendiri ke mobilmu, Sasuke. Aku bukan minimarket."

"Elah, ketus amat jadi kembaran. Pantesan di kampus kagak ada cowok yang berani dekat-dekat lu," cibir Sasuke sambil melangkah masuk satu pijakan, matanya menyapu sekeliling kamar Yoona yang sangat rapi. "Sepi amat ini rumah. Si Kakashi mana? Bukannya tadi dia pamit mau cek keamanan rumah utama?"

Di balik bayangan gelap, ritme napas Kakashi tetap teratur tanpa desah sedikit pun, namun matanya mengawasi gerak-gerik Sasuke dengan kewaspadaan penuh.

"Sedang patroli area luar," jawab Yoona datar, mengibaskan tangan tanpa minat. "Keluar sekarang. Kamu bau parfum murah, bikin mual."

"Songong banget, heran," dengkus Sasuke sambil merotasikan matanya, meski akhirnya dia mundur dan menggeser pintu kembali rapat. Suara langkah kakinya perlahan memudar menuju kamarnya di ujung koridor sebelah barat.

Suasana kembali hening. Kakashi melangkah keluar dari sudut gelap tanpa menimbulkan ketukan suara sama sekali. Dia mendekati Yoona, menyentuh lembut bahu gadis itu dari belakang.

"Aktingmu makin bagus, Nuna," bisik Kakashi tepat di samping telinganya, memecah ingatan masa lalu itu.

...----------------...

FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.

Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!