NovelToon NovelToon
LAST TRIP EXPRESS

LAST TRIP EXPRESS

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / TKP
Popularitas:623
Nilai: 5
Nama Author: AnnaYoung

​Damar hanya ingin satu hal dalam hidupnya, pekerjaan kantoran yang tenang, duduk di belakang meja tanpa harus berhubungan dengan banyak orang. Namun, akibat terlilit utang dan tergiur gaji fantastis, si pemuda introvert dan penakut ini malah salah menandatangani kontrak kerja gaib di agen travel misterius bernama Last Trip Express.

​Tugas Damar bukanlah membawa turis biasa, melainkan menjadi tour guide untuk rombongan hantu! Dari hantu penari yang histeris, hantu bapak-bapak yang lupa meletakkan kunci brankas, hingga hantu artis yang minta dibuatkan acara fansign terakhir—Damar harus memandu mereka mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan TKP kematian demi menyelesaikan urusan terakhir mereka sebelum berpindah ke alam selanjutnya.

​Di bawah ancaman bosnya yang cantik, modis, sarkastik, dan super galak—Madam Helga—Damar harus memutar otak mengatasi kehebohan para arwah, teror dari makhluk halus jahat, dan kepanikan dirinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 06 - Misi Mencari Kunci

Isak tangis Pak Tejo terdengar makin memilukan, memantul di antara dinding-dinding beton rumah tua yang retak.

Hantu bapak-bapak berkumis tebal itu duduk berselimut bayangan malam di pekarangan, mengusap matanya yang terus menerus meneteskan embun gaib.

Rombongan hantu lainnya mengamati dari jauh dengan wajah prihatin—atau setidaknya wajah semampu mereka yang tidak utuh lagi.

Damar berlutut perlahan di samping Pak Tejo, berusaha tak menghiraukan hawa dingin membekukan yang memancar dari tubuh arwah tersebut.

"Pak Tejo ... tenang dulu, Pak," kata Damar pelan, memasang nada bicara selembut mungkin. "Pelan-pelan ceritain ke saya. Tabungan rahasia apa yang bikin Bapak kepikiran sampai kayak gini?"

Pak Tejo menengadahkan kepalanya. Kumis tebalnya bergetar hebat.

"Mas Tour Guide ... saya ini waktu hidup bukanlah orang kaya. Saya cuma pensiunan PNS yang membesarkan anak tunggal saya, Dimas, sendirian setelah istri saya meninggal. Sebelum saya kena serangan jantung mendadak lima tahun lalu, saya berhasil mengumpulkan uang duka, asuransi, dan tabungan emas seumur hidup saya. Jumlahnya cukup buat Dimas bayar utang kuliah dan memperbaiki rumah ini."

Damar mengangguk-angguk paham.

"Terus, uang dan emas itu ada di mana sekarang?"

"Di dalam brankas besi kecil di bawah ubin kamar utama!" seru Pak Tejo emosional. "Tapi masalahnya, brankas itu terkunci kombinasi tiga angka dan butuh kunci fisik manual! Nah, kuncinya itu ..." Pak Tejo menepuk jidatnya sendiri dengan bunyi plak! yang cukup keras. "...kuncinya lupa saya taro di mana!"

Damar tertegun. "Lupa?"

"Gara-gara serangan jantung itu datang mendadak, Mas!" tangis Pak Tejo kembali pecah, tangannya meremas-remas rumput liar. "Waktu dada saya sesak, saya cuma sempat nyembunyiin kunci itu di tempat yang saya pikir 'aman banget'. Tapi pas jiwa saya keangkat dari badan ... saya mendadak lupa kuncinya diselipin di sebelah mana! Dimas nggak tahu apa-apa! Dia pikir saya nggak ninggalin peninggalan apa-apa selain utang pengobatan saya!"

Rombongan hantu di belakang mulai berbisik-bisik heboh.

"Duh, kebiasaan bapak-bapak banget deh," celetuk hantu wanita bergaun putih. "Nyimpan barang rahasia disangka pinter, eh pas mati malah menyiksa diri sendiri."

"Iya tuh, mending kayak saya. Duitnya habis dipakai foya-foya sebelum ditabrak truk," timpal hantu pemuda berkulit biru dari barisan belakang.

Damar memegang pelipisnya yang mulai merasa pening. Kesedihan Pak Tejo terasa sangat nyata dan tulus.

Sebagai sesama pria yang pernah merasakan tertekan akibat masalah keuangan, Damar bisa memahami rasa bersalah yang menghancurkan jiwa bapak tua ini.

"Pak Tejo ... coba Bapak ingat-ingat lagi," bujuk Damar sabar. "Tempat yang paling sering Bapak pakai buat nyimpen barang berharga selain lemari apa? Di bawah kasur? Di balik bingkai foto? Atau di dalam vas bunga?"

Pak Tejo memiringkan kepalanya, matanya berputar-putar mencoba menggali ingatan masa hidupnya.

"Saya ... seingat saya, waktu itu saya lagi benerin radio tua kesayangan saya di meja kerja. Terus pas rasa sakit di dada muncul, saya panik. Kunci itu saya masukin ke dalam ... ke dalam ...." Pak Tejo memegang kepalanya sambil mengerang. "Aduh! Lupa lagi! Pokoknya kunci itu masih ada di rumah ini ... atau mungkin udah terbawa ke rumah baru tempat Dimas tinggal sekarang!"

"Tunggu," Damar mengernyitkan dahi. "Rumah baru? Maksudnya Dimas udah nggak tinggal di rumah tua ini?"

"Nggak, Mas," jawab Pak Tejo lesu. "Karena rumah ini terbengkalai dan nggak ada biaya renovasi, Dimas menjual tanah ini dua tahun lalu. Dia sekarang tinggal di perumahan pinggiran kota bersama keluarganya ... dan membawa barang-barang peninggalan saya yang tersisa, termasuk radio tua itu."

Damar langsung menoleh ke arah Madam Helga yang sejak tadi berdiri tak jauh dari mereka, menyilangkan tangan di depan dada dengan raut wajah tanpa ekspresi.

"Madam ...," panggil Damar ragu-ragu. "Artinya ... kita nggak bisa cuma napak tilas di rumah tua ini. Kita harus nyari kunci itu di rumah anaknya Pak Tejo di dunia nyata?"

Madam Helga melangkah mendekat, sepatu hak tingginya mengetuk tanah dengan ketukan berirama. Matanya melirik clipboard di tangan Damar, lalu menatap Pak Tejo yang masih berderai air mata gaib.

"Skenario napak tilas Last Trip Express memfasilitasi penuntasan janji dan beban penyesalan," ujar Madam Helga dingin. "Kalau penyesalan arwah ini bersumber dari kunci yang terkunci di dunia manusia hidup ... maka memulihkannya adalah bagian dari paket perjalanan ini."

"B-berarti kita mau menyelinap ke rumah orang hidup malam-malam begini?!" Suara Damar melengking panik. "Madam! Itu namanya pembobolan rumah! Pencurian! Kalau ketahuan satpam perumahan, saya bisa dipukuli warga sampai jadi hantu beneran!"

Madam Helga mendesis pelan, menunjukkan tatapan penuh celaan.

"Kamu ini penakut sekali, Damar. Siapa yang suruh mencuri? Kita hanya akan melakukan 'pemeriksaan tak diundang'."

"Sama aja mencuri namanya itu!" batin Damar menjerit histeris.

"Selesai atau tidaknya kasus Pak Tejo malam ini tergantung fleksibilitasmu sebagai pemandu," lanjut Madam Helga tanpa peduli protesan Damar. Dia berpaling menghadap seluruh rombongan hantu yang menonton. "Perhatian semuanya! Karena ada penyesuaian itinerary, kalian semua diminta kembali ke dalam bus! Kita akan melakukan transit singkat ke pemukiman warga!"

"Horeee! Tur jalan-jalan ke perumahan orang hidup!" sorak hantu kakek-kakek gembira sambil melayangkan kepalanya tinggi-tinggi ke udara bak mengibarkan bendera.

"Asyik! Moga-moga di sana ada pohon beringin adem buat nongkrong!" tambah hantu es bersemangat.

Damar hanya bisa berdiri terpaku, menatap rombongan hantu yang berbondong-bondong naik kembali ke bus nomor 666 dengan riang gembira. Dia memegang dadanya yang rasanya makin sesak.

Pak Tejo bangkit dari rumput, menggenggam kedua tangan Damar dengan raut wajah penuh harapan.

"Mas Damar ... tolong bantu saya ya? Saya cuma mau Dimas bisa hidup layak dari uang yang saya kumpulkan berdarah-darah itu. Tolong bantu saya temukan kunci itu."

Melihat tatapan memohon dari seorang bapak yang amat mencintai anaknya, ketakutan di hati Damar mendadak luluh seketika. Rasa empati di dalam dirinya mengalahkan ketakutan konyolnya pada hukum manusia.

Damar menepuk pelan punggung tangan Pak Tejo yang dingin.

"Iya, Pak. Kita cari kunci itu sampai ketemu."

Madam Helga yang berdiri di tangga bus melirik interaksi tersebut. Sudut matanya menyempit tipis, mengamati bagaimana pemuda penakut itu perlahan mulai menjalankan perannya dengan kehangatan yang tak disangka-sangka.

"Jangan buang-buang waktu, Damar! Naik ke bus!" teriak Madam Helga memecah suasana haru. "Sopir! Tancap gas ke Perumahan Asri Indah Blok C!"

Tiiiiinnnnnn ...!

Klakson bus bergema lagi di tengah kegelapan malam. Damar menghela napas panjang, merapikan kemejanya, lalu melangkah menyusul naik ke atas armada gaib itu. Misi menyelinap ke dunia orang hidup ... baru saja dimulai.

1
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
selamat berpetualang di rumah orang tanpa undangan ,damar
😂
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
kunci nya , di belakang foto keluarga damarr.. ciee 🤣
mangkane ndak usah rahasiaan kepada keluarga pak tedjo yg belom mnjdi bejo ..krn penyesalan harta warisan yg tak sampai ke anak nya
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
cepet adaptasi nya Damar
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
lets go Damarr
tour kemana kita yakk
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
masih untung damar
ngga ngompol di tempat
😂😂
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
kontrak kerja Damar
serreemmm bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!