NovelToon NovelToon
Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.

Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.

Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.

Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Murka Sang Ketua Yayasan

Sinar matahari pagi yang hangat menyusup masuk melalui celah dinding kayu kamar kontrakan yang sempit itu.

Bayu membuka matanya perlahan, merasakan ada beban ringan namun nyaman yang menimpa lengan kanannya.

Di sampingnya, Bu Rina masih tertidur pulas dengan wajah yang menyembunyikan senyum tipis.

Rambut panjang guru biologi itu sedikit berantakan, menutupi sebagian bahu putihnya yang terekspos di balik selimut tipis.

Bayu menatap wajah wanita dewasa itu dengan tatapan tenang.

Sisa-sisa air mata kebahagiaan masih membekas di sudut mata Bu Rina akibat badai hasrat yang mereka lewati semalaman.

Hanya dalam satu malam, wibawa dan kesombongan wanita itu sebagai seorang guru telah runtuh sepenuhnya di bawah kendali Bayu.

Eugh.

Bu Rina melenguh pelan, matanya perlahan terbuka dan langsung menangkap wajah tampan Bayu dari jarak sangat dekat.

Semburat merah seketika menjalar di kedua pipi wanita itu.

Bukannya menjauh, Bu Rina justru semakin merapatkan tubuh sintalnya ke dada bidang Bayu layaknya seekor anak kucing yang mencari kehangatan.

"Pagi, Bayu," bisik Bu Rina dengan suara yang sangat lembut dan serak.

Nada suaranya tidak lagi terdengar seperti seorang guru yang sedang memerintah muridnya.

Itu adalah nada suara seorang wanita yang telah menyerahkan seluruh tubuh dan hatinya kepada pria yang memegang kendali mutlak atas dirinya.

"Sudah bangun? Waktunya kita berangkat ke sekolah," balas Bayu santai sambil mengusap pelan puncak kepala wanita itu.

Bu Rina mengangguk patuh.

Dia bangkit dari kasur dengan hati-hati, tidak lagi mempedulikan rasa malunya saat tubuh indahnya terekspos di depan mata Bayu.

Dengan cekatan, wanita itu menyeduhkan segelas kopi hitam menggunakan air panas dari termos tua milik Bayu.

Dia bahkan membantu merapikan kerah seragam kemeja putih Bayu yang sudah lusuh sebelum pemuda itu berangkat.

"Ibu akan pulang ke rumah dulu untuk mengganti pakaian, nanti kita bertemu di kelas ya," ucap Bu Rina sambil merapikan dasi Bayu dengan senyum manis yang belum pernah dia tunjukkan pada siapa pun di sekolah.

Bayu hanya mengangguk pelan, menyesap kopi hitamnya, lalu melangkah keluar dari gang kumuh itu menuju sekolah elitnya.

...

Suasana pagi di SMA elit itu terasa jauh lebih tegang dari hari-hari biasanya.

Baru saja Bayu melangkahkan kakinya melewati gerbang utama, semua mata langsung tertuju padanya.

Murid-murid bergerombol di sepanjang koridor, berbisik-bisik sambil menunjuk ke arahnya dengan tatapan meremehkan.

Teng! Tong! Teng!

Suara bel dari pengeras suara sekolah berbunyi nyaring, memecah kebisingan di koridor.

"Pengumuman ditujukan kepada seluruh siswa dan staf pengajar."

Suara berat dan serak dari Wakil Kepala Sekolah menggema di setiap sudut gedung melalui pengeras suara.

"Berdasarkan hasil rapat komite kedisiplinan pagi ini, kami mengumumkan bahwa siswa bernama Bayu dari kelas tiga belas IPA resmi dikeluarkan dari sekolah."

Langkah Bayu sama sekali tidak terhenti, dia terus berjalan santai seolah pengumuman itu tidak ada hubungannya dengan dirinya.

"Siswa tersebut terbukti melakukan pelanggaran berat berupa pencurian aset laboratorium bernilai puluhan juta rupiah."

"Mulai detik ini, seluruh hak beasiswanya dicabut dan dia dilarang menginjakkan kaki di area sekolah."

Riuh rendah suara murid-murid langsung meledak di seluruh penjuru sekolah.

Ada yang tertawa mengejek, ada yang mencibir, namun tidak sedikit juga yang merasa kasihan.

Tiba-tiba, dari arah berlawanan di koridor utama, sekelompok orang berjalan mendekati Bayu dengan angkuh.

Di barisan paling depan, Kevin tersenyum sangat lebar hingga memperlihatkan giginya.

Di samping Kevin, berdiri seorang pria paruh baya berwajah garang dengan setelan jas mahal dan perut sedikit buncit.

Pria itu adalah Baskoro, ayah Kevin sekaligus salah satu donatur terbesar di yayasan sekolah tersebut.

Di belakang mereka, Wakil Kepala Sekolah mengekor dengan postur membungkuk layaknya pelayan yang patuh.

"Hahaha! Kudengar kau mau pamer kekuatan lagi hari ini, gembel?" ejek Kevin dengan suara lantang.

Kevin melipat kedua tangannya di depan dada, menatap Bayu layaknya menatap seekor kecoa yang siap diinjak.

"Sekarang kau bukan siapa-siapa lagi di sini."

"Sebaiknya kau segera pulang ke gubukmu dan mulai mencari kardus bekas untuk menyambung hidup."

Bayu menghentikan langkahnya, memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya dengan tenang.

Tatapan matanya sedingin es, menatap lurus ke arah Baskoro yang sedang menghisap cerutu di area bebas rokok sekolah.

"Jadi ini badut tua yang semalaman sibuk menyusun fitnah murahan?" sindir Bayu dengan nada yang sangat datar.

Wajah Baskoro langsung berubah merah padam mendengar hinaan terang-terangan dari seorang murid miskin.

"Jaga mulut kotormu, anak haram!" bentak Baskoro, menghembuskan asap cerutunya dengan kasar.

"Hanya dengan satu jentikan jariku, masa depanmu bisa hancur berantakan."

"Kau pikir kau bisa melawan kekuatan uang dan kekuasaan di kota ini?"

Wakil Kepala Sekolah langsung maju selangkah, menunjuk wajah Bayu dengan kasar.

"Jangan kurang ajar pada Pak Baskoro!"

"Cepat bereskan barang-barang rongsokanmu dari kelas dan angkat kaki dari sekolah ini sekarang juga!" usir Wakil Kepala Sekolah itu menjilat.

Tepat saat suasana semakin panas, suara ketukan sepatu hak tinggi terdengar berlari tergesa-gesa dari ujung lorong.

"Tunggu! Ini semua tidak benar!"

Natasha menerobos kerumunan murid dengan napas tersengal, wajah cantiknya memerah karena marah dan panik.

Gadis primadona itu langsung berdiri di depan Bayu, merentangkan kedua tangannya seolah ingin melindungi pemuda itu.

"Pak Baskoro, Anda tidak bisa mengeluarkan murid tanpa bukti yang jelas!" protes Natasha dengan suara jernih dan berani.

"Bayu sama sekali tidak mencuri apa pun, ini murni fitnah yang dibuat oleh Kevin karena dia kalah berkelahi!"

Semua orang di koridor itu terkesiap kaget melihat putri dari Ketua Yayasan membela seorang murid beasiswa miskin mati-matian.

Kevin menggertakkan giginya menahan cemburu yang membakar dadanya.

Mengapa gadis yang selalu dia puja justru merendahkan dirinya demi membela sampah jalanan ini?

Baskoro menatap Natasha dengan senyum sinis yang meremehkan.

"Nona Natasha yang terhormat, saya tahu Anda orang yang berhati lembut."

"Tapi tolong jangan ikut campur urusan orang dewasa."

"Kakek Anda sedang sakit keras di rumah sakit, jadi sementara waktu, keputusan komite sekolah berada di bawah kendali para donatur utama seperti saya."

1
syarif ibrahim
👍👍👍💪
syarif ibrahim
tidak perlu jendral, karena cucumu sdh jadi milikku... 🤣🤣🤣🤣🤣
syarif ibrahim
terbalik bab nya
Yui: Terimakasih atas koreksinya kak😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!