Seorang gadis cupu bernama Kiara dibully habis -habisan disekolah,tapi siapa sangka dibalik diamnya dia menyimpan sisi gelap yang mengerikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu part ll
..."Ehh, ada si Cup... Ehm ... Kiara, Lo kerja di sini yah? Tapi kayaknya Lo salah meja deh, disini gak ada yang pesan jus mangga," ucap Angel sinis, tatapan tak suka jelas terlihat dari matanya....
...Kiara tertegun melihat Angel yang ternyata anak dari klien Papanya, dia ingin pergi dari sana namun dia ingat pesan Papa nya untuk tetap bersikap baik dan berkelas....
..."Angel, kamu disini? Ini bukan jus pesanan kok, ini memang jus punya aku," jawab Kiara pelan, dia langsung duduk di sebelah Papanya....
..."Eh, kok Lo duduk di situ sih! Ini itu acara penting, om ini klien penting Papa gue, jadi Lo jangan keterlaluan sampe duduk di situ," ujar Angel sewot, dia sudah tidak memperhatikan mimik wajahnya....
..."Angel kamu kenal sama dia?" Tanya Pak Dermawan....
..."Iya pa, dia itu teman sekelas ku," jawab Angel....
..."Terus kok kamu begitu, apa seperti itu yang Papa ajarkan sama kamu kalau bertemu dengan teman mu?" Tanya Pak Dermawan dengan tegas, matanya menatap Angel tajam....
..."Sudah dong, Pa, jangan marahin Angel di depan banyak orang, malu pa," ucap Bu Sonya membela Angel....
..."Maaf, Pa, Angel cuma gak mau kalau dia akan menggangu dan mengacaukan rapat papa," jawab Angel pelan....
..."Dia tidak akan menggangu, karna dia anak saya," ucap pak Robert tegas....
...Dia memang sedikit terganggu dengan sikap Angel kepada Kiara, anaknya. Dari tatapan Angel, Pak Robert sangat tau jika Angel tidak suka terhadap Kiara....
...Apalagi Bu Delina, dia sudah tak nafsu makan saat Angel dengan sinis nya berbicara pada Kiara. Namun, dia harus menahan emosinya, karena bagaimana pun dia harus tetap profesional dalam pekerjaannya....
..."Apaaa?!" Angel sampai berteriak saking kagetnya....
..."Angel, kenapa reaksi mu seperti itu?" Pak Dermawan menatap aneh Angel....
..."Eng-enggak papa, Pa," jawab Angel gugup. Dia menatap Kiara lekat....
..."Bukan nya Lo anak orang miskin ya, kenapa sekarang jadi anaknya om Robert?" Tanya Angel tak suka....
..."ANGEL! Apa-apaan kamu?" Pak Dermawan berdiri ingin menyeret putri nya, tapi lagi-lagi Bu Sonya mencegah nya....
..."Aku gak pernah bilang aku orang miskin," jawab Kiara santai sambil meminum jus nya....
...Wajah Angel memerah, entah menahan marah ataupun malu....
..."Maafkan anak saya, Pak Robert, Bu Delina, dia memang sedikit kurang sopan," ucap pak Dermawan sungkan....
..."Jadi, kamu yang ngebully Kiara di sekolah?" Tanya Bu Delina sambil menatap tajam pada Angel....
...Tubuh Angel gemetaran, dia tak sanggup menatap mata Bu Delina yang setajam silet itu....
..."Bully? Emang Kiara di bully di sekolah?" Tanya Pak Robert yang kini memandang anak satu-satunya itu....
..."Angel, apa yang sudah kamu lakukan?!" Teriak Pak Dermawan....
..."Sudahlah, Pa, jangan marahi Angel terus menerus, malu Pa." Bu Sonya memeluk Angel yang sudah menahan tangisnya....
..."Maafkan saya Bu, saya, saya menyesal," ucap Angel terbata-bata....
...Bu Delina hanya melengos, dia ingin sekali mencakar wajah Angel, namun dia menahannya karena tak ingin di cap bad attitude....
..."Maafkan kesalahan putri kami, Pak, Bu. Saya sangat menyesal. Nak maafkan Angel ya," ucap Pak Dermawan sambil menatap Pak Robert, Bu Delina, dan Kiara bergantian....
..."Iya Om, gak papa kok, lagian Angel itu kan teman sekelas ku, jadi sudah sewajarnya kami tidak saling bermusuhan," ucap Kiara dengan polosnya, Angel masih memandang sinis ke arah Kiara di balik tangisnya, dia tak akan mau berbaikkan dengan Kiara. Namun, dia harus berpura-pura di depan orang tua Kiara dan juga Papanya....
..."Terima kasih, nak..?" Tanya pak Dermawan...
..."Nama ku Kiara, Om" jawab Kiara....
..."Ohhh, terima kasih, nak Kiara," ucap Pak Dermawan sambil tersenyum....
...Kiara hanya mengangguk dan menghabiskan sisa jus nya....
..."Sebenarnya saya masih merasa kesal dengan kejadian ini, apalagi setelah tau anak Pak Dermawan membully anak saya di sekolah, saya sangat keberatan. Namun, karena Kiara sudah memaafkan Angel, dan juga masalah ini tidak boleh di campur aduk dengan masalah kerjaan. Maka, saya akan tetap menandatangani kontrak kerja sama kita, berhubung juga, kontrak yang Pak Dermawan ajukan juga sudah saya teliti dan hasilnya bagus," ucap Pak Robert panjang lebar....
..."Terima kasih, Pak. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk kerja sama ini," ujar Pak Dermawan, dia terkejut dengan keputusan Pak Robert yang masih mau menandatangani kontrak dan menjalin kerja sama dengannya, padahal dia tadi sudah pasrah dan hilang semangat....
..."Sama-sama, mari kita menjalin kerja sama dengan baik," ucap pak Robert sambil mengulurkan tangannya, dan langsung di sambut hangat oleh Pak Dermawan....
..."Terima kasih sekali lagi, Pak Robert," ucap pak Dermawan senang....
...Dia memang sangat menanti kerja sama ini, perusahaan nya yang hampir bangkrut tak akan bisa berdiri lagi jika kerja sama ini tak terjadi....
..."Baiklah kalau begitu, kami masih ada urusan, jadi kami permisi terlebih dahulu," ucap Pak Robert mengakhiri pembicaraan nya....
..."Baik, Pak, hati-hati!" ujar Pak Dermawan....
...***...
...Pak Robert, Bu Delina, dan Kiara langsung pergi dari restoran itu setelah membatalkan pesanan mereka. Wajah kedua orang tua Kiara sangat tidak bersahabat, Kiara di buat bingung sendiri jadinya....
..."Pa, Ma, kok cemberut aja sih?" Tanya Kiara akhirnya....
..."Mama itu sebel, kenapa kamu tidak tarik aja rambutnya, Mama pengen cakar-cakar itu wajahnya yang sok polos tapi busuk," ujar Bu Delina sambil meremas-remas tas nya....
..."Iya, Papa juga kesel, kamu di bully kok gak bilang-bilang Papa? Papa bisa ratakan sekolah kamu itu sekarang juga!" Wajah Pak Robert memerah menahan amarahnya....
..."Udah deh, aku bisa atasin sendiri kok, aku kan bukan anak manja yang selalu bergantung sama Mama dan Papa, selama aku bisa mengatasinya, aku tidak akan minta bantuan dari Mama dan Papa. Jadi, Papa ku yang ganteng ini dan Mama ku yang cantik ini gak usah khawatir ya," ucap Kiara sambil menggoda orang tuanya....
..."Iya deh, siapa sih yang bisa menawar omongan kamu, tapi kamu harus janji, kalau butuh apa-apa langsung beritahu Mama ataupun Papa, kamu ngerti kan?" Tanya Bu Delina sambil menengok ke belakang....
..."Siap Bu boss dan Pak boss," jawab Kiara, tangannya di angkat ke kepala seperti memberi hormat....
...Akhirnya mereka tertawa kembali....
...Oh iya, kita mau jalan-jalan ke mana sekarang?" Tanya Pak Robert...
..."Ke taman hiburan enak kali ya?" Bu Delina menatap anak dan suaminya meminta persetujuan. Namun, mereka diam saja....
..."Ma, aku laper, kan tadi belom makan," ucap Kiara sambil memajukan bibirnya berusaha untuk bertingkah imut....
..."Apaan sih, jangan sok imut gitu deh." Bu Delina dan Pak Robert tertawa terbahak bahak melihat tingkah aneh Kiara....
..."Ihh! Aku kan pengen kayak boneka Barbie gitu Ma, imut imut," Ucap Kiara yang juga ikut tertawa....
..."Oke-oke, kita ke restoran sekarang, putri kita yang imut ini sudah sangat lapar sayang," seloroh Pak Robert pada istrinya....
..."Papaaa!!" Teriak Kiara malu....
...Mereka justru semakin tertawa....
...Bersambung........