Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
"Sial! Rencana kita berantakan!" ucap Eliano dengan penuh amarah.
Tangannya terkepal kuat, kakinya menendang sebuah batu kecil di dekatnya. Saat ini, dia sedang berduaan bersama Jihan di sudut belakang gedung mewah yang seharusnya menjadi saksi kebahagiaannya hari ini tempat di mana dia dan Devina seharusnya mengikat janji suci pernikahan beberapa jam yang lalu.
"Tapi dia menemui siapa, El? Siapa yang sudah menghancurkan acara pernikahan ini?!" tanya Jihan dengan nada penasaran.
Dia sangat kesal, rencana yang telah disusun dengan matang tiba-tiba hancur begitu saja dalam sekejap.
Eliano menggelengkan kepala. "Aku tidak tahu. Aku pasti akan mencari tahu siapa orang itu, untuk memberikan pelajaran padanya."
Jihan berkata dengan serius, "Tapi kamu harus mencari cara agar tetap menikah dengan Devina. Jangan sampai rencana kita gagal."
"Tentu saja, aku pasti akan melakukannya," jawab Eliano dengan penuh keyakinan.
...****************...
Sementara itu, di Mansion Pratama.
"Ma-maksudmu..."
Devina berhenti bicara, matanya terbelalak, saat Abian tiba-tiba memiringkan wajahnya, hingga bibir pria itu menyentuh bibirnya. Seketika membuat jantungnya seakan mau copot.
Devina tersentak hebat. Dia refleks ingin memberontak, tangannya berusaha mendorong dada bidang pria itu agar menjauh. Namun, bukannya melepaskan, Abian justru semakin menekan lebih dalam, memperdalam ciumannya. Pria itu melu-mat bibirnya dengan begitu liar, membuat Devina kewalahan.
Apakah pria itu tidak sadar, dia telah mencuri ciuman pertamanya? Bahkan Eliano sebagai pacarnya saja yang beberapa kali meminta ingin menciumnya, Devina tak pernah mengizinkannya. Tapi Abian, dengan tanpa permisi telah membuat bibirnya tidak suci lagi.
Dengan perasaan kesal, Devina segera menginjak kaki Abian dengan high heels yang dia kenakan, membuat pria itu seketika langsung melepaskan ciuman, lalu meringis.
"Shhhh...! Kamu berani menginjak kakiku?" tanya Abian dengan nada kesal.
"Tentu saja aku berani. Bahkan aku bisa berbuat lebih dari ini jika kamu berbuat macam-macam lagi padaku!" ucap Devina sambil menujukan tinju mungilnya untuk mengancam Abian.
Setelah berkata begitu, Devina segera pergi dari ruangan tersebut, meninggalkan Abian yang masih memegangi kakinya yang kesakitan.
Begitu masuk ke dalam mobilnya dan menutup pintu rapat-rapat, Devina langsung meraih tisu di dasbor. Dia mengelap bibirnya berulang kali, sangat kasar hingga kulit bibirnya memerah dan terasa perih. Sungguh, dia sangat merasa bersalah kepada Eliano.
Seharusnya hari ini adalah hari yang paling bahagia di dalam hidupnya. Hari di mana dia akan bersanding dengan Eliano, pria yang dia cintai, dan mengikat janji suci pernikahan. Namun, Abian telah menghancurkan semuanya.
"Apa dia masih dendam padaku gara-gara dulu kita sering bertengkar? Makanya dia ingin menciptakan neraka untukku, karena itu dia ingin menikahiku?" gumam hati Devina.
"Lebih baik aku jatuh miskin dari pada harus menikah dengan dia."
Namun, tiba-tiba dia membayangkan jika perusahaan Buana bangkrut, lalu dia dan keluarganya hidup menjadi gembel. Mereka akan hidup kelaparan dan penuh penderitaan. Penampilannya pasti kucel dan kumel. Devina merasa ngeri membayangkannya.
Dia segera menarik kata-katanya kembali. "Gak, aku gak mau hidup miskin. Hidup di dunia ini harus realistis, tidak ada yang mau hidup miskin. Karena itu aku akan berusaha sekeras mungkin untuk mencari investor baru. Aku pasti bisa melakukannya."
"Dan aku pastikan tidak akan pernah bertemu lagi dengan cowok brengsek itu!"
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡