NovelToon NovelToon
Dulu Pemulung Kini Raja Dua Dunia

Dulu Pemulung Kini Raja Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Berawal dari ketidaksengajaan darahnya mengenai gagang pintu berukir naga di tumpukan rongsokan, Raka Mahesa mendadak memiliki akses gerbang penembus dua dunia. Berbekal barang murah modern yang menjadi pusaka di dunia kuno dan herbal purba yang bernilai miliaran di Jakarta, pemulung melarat ini mulai membangun kerajaan bisnisnya untuk merajai kedua dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Bima berjalan di depannya memegang pistol melindungi bos besarnya itu dari segala arah.

"Raka! Kau tidak apa-apa?" teriak Sasa berlari kecil menghampiri pemuda jalanan tersebut.

Langkah Sasa berhenti mendadak saat melihat tiga orang pembunuh bayaran Grup Naga Mas sudah pingsan tak berdaya di tanah.

"Saya tidak apa-apa Nona Sasa, cuma sedikit berdebu saja habis main petak umpet," jawab Raka tersenyum santai.

Bima berjongkok memeriksa denyut nadi ketiga pembunuh itu dan melihat bekas luka bakar kecil di leher mereka.

"Mereka cuma pingsan Nona Sasa, sepertinya terkena sengatan listrik voltase super tinggi," lapor Bima dengan nada tidak percaya.

Sasa menatap Raka dari atas ke bawah seolah melihat monster jenis baru yang menyamar jadi manusia biasa.

"Kau melumpuhkan tiga pembunuh elit bersenjata api sendirian tanpa terluka sama sekali?" tanya Sasa masih syok berat.

"Saya kan sudah bilang tadi di telepon, sopir mobil putih ini kebal terhadap kematian," goda Raka menepuk kap mobil Range Rovernya.

Sasa menghembuskan nafas lega yang sangat panjang hingga kakinya terasa sedikit lemas kehilangan tenaga.

Wanita arogan itu nyaris terkena serangan jantung mengira aset penghasil ginseng seratus miliarnya akan mati malam ini.

"Ikat mereka bertiga dan lempar ke dalam bagasi sekarang, kita akan menginterogasi mereka di markas," perintah Sasa pada anak buahnya dengan suara dingin.

Belasan bodyguard itu langsung bergerak cepat mengamankan para pembunuh bayaran tersebut tanpa banyak tanya.

Sasa melipat kedua tangannya di dada lalu menatap Raka dengan tatapan mata yang sangat serius dan tajam.

"Kali ini kau beruntung Raka, tapi Kevin tidak akan berhenti hanya karena kehilangan tiga anjing pelacaknya."

"Saya juga tidak berniat berhenti Nona Sasa, saya malah semakin bersemangat menunggu mainan baru dari anak manja itu."

"Kau ini benar-benar gila ya, ancaman kematian malah kau jadikan bahan lelucon," desah Sasa memijat pelipisnya yang mendadak pusing.

"Oh ya Nona Sasa, ngomong-ngomong saya mau minta tolong satu hal yang cukup mendesak besok pagi."

Sasa mengerutkan dahinya bersiaga mendengar permintaan aneh dari partner bisnisnya yang tidak bisa ditebak ini.

"Tolong carikan saya pemasok bahan bangunan borongan seperti semen, besi beton, dan kawat duri dalam jumlah yang sangat besar."

"Bahan bangunan? Untuk apa kau beli bahan bangunan sebanyak itu mendadak? Mau bikin proyek perumahan elit?" tanya Sasa kebingungan.

"Bisa dibilang begitu, saya mau bikin perumahan yang sangat aman dari jangkauan hama pengganggu seperti mereka ini," jawab Raka penuh rahasia.

Di dunia kuno sana, Karta dan warganya hanya mengandalkan benteng pagar kayu biasa untuk bertahan.

Raka sadar pagar kayu bisa dibakar dengan mudah oleh kawanan bandit lain di masa depan jika dibiarkan.

Jadi ia berencana membangun benteng beton modern di dunia kuno agar wilayah kekuasaannya tidak bisa ditembus pasukan primitif manapun.

"Baiklah, aku punya banyak kenalan di pabrik semen nasional. Besok pagi semua daftarnya akan ada di email barumu," putus Sasa tidak mau pusing memikirkan tingkah Raka.

"Terima kasih Nona Sasa, Anda memang partner bisnis yang paling bisa diandalkan sedunia."

Raka berjalan masuk ke dalam Range Rover putihnya dan menyalakan mesinnya yang masih menderu halus.

"Biarkan anak buahku mengawalmu sampai ke rumah Pondok Indah malam ini, aku tidak menerima penolakan," ancam Sasa tegas menunjuk mobil Raka.

"Silakan saja kalau mau buang-buang bensin Nona, saya pulang duluan ya mau tidur."

Mobil Raka melaju pelan keluar dari area proyek diikuti oleh dua mobil SUV hitam milik Sasa di belakangnya menjaga jarak aman.

Di waktu yang sama di ruang VIP klub malam elit milik Grup Naga Mas.

Kevin sedang melempar gelas kaca mahalnya ke dinding hingga pecah berkeping-keping karena emosi memuncak.

Prang!

"Apa maksudmu mereka bertiga hilang kontak? Mereka itu mantan tentara bayaran elit bukan preman pasar!" bentak Kevin pada asisten pribadinya.

Pria berjas rapi itu menundukkan kepalanya dalam-dalam tidak berani menatap mata Kevin yang menyala merah karena marah.

"GPS di mobil mereka dimatikan paksa di area proyek terbengkalai Tuan Kevin."

"Dan saat tim penyapu kita tiba di sana sepuluh menit lalu, tempat itu sudah bersih disapu orang Sasa tanpa sisa jejak."

Kevin menggertakkan giginya menahan amarah yang meledak-ledak membakar seluruh kesombongannya malam ini.

Raka Mahesa terbukti bukanlah gembel biasa yang kebetulan dapat lotere herbal seperti dugaannya semula.

"Pemuda itu ternyata punya bekingan pasukan yang sangat kuat atau dia memang agen terlatih yang disewa Sasa dari awal."

Kevin duduk kembali menghempaskan diri di sofanya lalu menyalakan sebatang cerutu impor untuk menenangkan diri.

"Batalkan semua serangan fisik padanya untuk sementara waktu, kita tidak boleh bertindak ceroboh memancing polisi."

"Lalu apa rencana kita selanjutnya Tuan Kevin untuk menghancurkan mereka?" tanya asisten itu ragu.

"Sasa pasti akan membawa pemuda itu ke acara pelelangan elit konglomerat minggu depan untuk memamerkan ginsengnya."

Kevin menghembuskan asap cerutunya ke udara dengan senyum sinis yang sangat licik mengukir wajah tampannya.

"Kita akan menghancurkan harga diri dan pondasi bisnis mereka berdua di depan semua petinggi konglomerat malam itu."

"Siapkan dana segar sebanyak mungkin dari kas utama, aku akan membeli semua barang lelang incarannya sampai dia mengemis bangkrut padaku."

Sementara itu Raka akhirnya tiba di rumah mewahnya di Pondok Indah dengan selamat tanpa gangguan lagi.

Pak Yanto buru-buru berlari membukakan gerbang lebar saat melihat iring-iringan mobil hitam yang menyeramkan itu.

Setelah mobil Raka masuk aman, dua mobil pengawal Sasa langsung putar balik kembali ke markas mereka tanpa mampir.

Raka memarkir mobilnya di garasi lalu melangkah masuk ke dalam rumah yang suasananya sangat damai dan tenang.

Ia melempar jaket kulitnya ke atas sofa ruang tamu dan berjalan malas menuju kamar mandi mewah di lantai dua.

Air hangat dari pancuran shower langsung melunturkan semua debu proyek dan rasa tegang di otot-otot tubuhnya.

"Dunia modern atau dunia kuno hukumnya tetap sama saja, yang kuat dan pintar yang akan berkuasa," batin Raka sambil memejamkan mata di bawah guyuran air.

Setelah mandi, Raka merebahkan tubuhnya di atas kasur super king size yang sangat empuk dan memejamkan mata.

Hari ini adalah hari yang paling panjang, berdarah, dan melelahkan sepanjang sejarah hidupnya.

Tapi ia sadar ini baru batu pijakan pertama dari kerajaan bisnis dua dunia yang akan ia bangun megah.

Besok pagi ia harus mulai memindahkan berton-ton bahan bangunan ke gudang utara untuk proyek benteng revolusioner di desa kuno.

Raka tertidur pulas mendengkur pelan tanpa beban mimpi buruk di bawah perlindungan mutlak rumah mewahnya.

1
Astiana 💕
🤣🤣Astaga, aku ngakak di bagian ini
kiyoe: hehehe 🙏👍
total 1 replies
Was pray
gak punya harta hidup sengsara karena sulit untuk makan, setelah kaya hidupnya gak semakin nyaman tapi semakin runyam, kamu terlalu mengumbar kekayaannya didepan publik Raka apa gunanya punya harta banyak tapi hidup selalu was was ? langkah awalmu di pelelangan gingseng dengan memunculkan identitas sebagai pemilik gingseng adalah kesalahan besar mu, sehingga kamu jadi incaran para mafia konglomerat,sifat Sik pamer adalah bumerang
Was pray
kuat dan pintar itu syarat utama sukses Raka. kaya aja gak cukup, otot dan otak bersinergi akan menghasilkan manusia tangguh
Was pray
satu keteledoran Raka lagi, membawa karung gingseng di depan publik
Was pray
aku kasih like kalau Raka udah cerdas gak blo'on lagi
Was pray
makanya belajar cerdas Raka, jangan miskin ganda , miskin harta dan miskin ilmu. harta mu akan musnah sia2 kalau kamu terlalu polos, kamu jadi ATM berjalan bagi orang yg rakus seperti sasa
Was pray
menang goblog si Raka ini, ngapain seratus gingseng langsung dikeluarkan bersamaan!? kalau langsung banyak ya kamu gak bisa main harga.... ah dasar jiwa miskin ya tetap miskin.... otaknya juga miskin
Was pray
kamu dibodohi dan diperalat Sasa gak nyadar kah Raka? berpikir mu terlalu pendek
Was pray
sasa lebih kejam dari preman pasar, dada mafia kelas kakap yg berkedok pengusaha kalau raka tetap polos tentang dunia mafia ya bisa mati jadi rempeyek...
Rifqy Channel
kok aku makin gak suka ya sama sasa itu selalu saja dipantau terus mana lagi disogok tuh 😒😒😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!