NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:591
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal pertikaian

Di tempat lain.

Zian membersihkan baju seragamnya yang terkena tumpahan minuman yang di genggam nya tadi di bantu oleh Satria.

Wajahnya yang masih saja tampak marah masih terlihat begitu menyeramkan sampai kedua alisnya saling bertautan.

"Sat, lo pasti belain cewek tadi kan? Lo sama Ajun pasti sama-sama berpihak sama dia." Keluhnya begitu Satria mulai menyalakan air keran di wastafel.

"Lo ngomong apa sih?" Elak Satria yang tidak ingin terlihat ketara.

"Udahlah, nggak usah sok-sokan nggak ngerti, gue tau kok, kalo lo nggak belain cewek itu, ngapain lo tadi langsung narik gue, nggak biasanya juga lo se care ini sama gue."

" Gue cuek sama lo salah, gue berbuat baik sama lo juga salah, dah lah, lo bersihin aja sendiri baju lo." Satria yang merasa sedikit kesal karena pertanyaan mendesak dari Zian pun langsung berlalu pergi begitu saja, dan saat dirinya sudah ingin melewati pintu toilet, ia berpapasan dengan Ajun.

"Mau kemana lo Sat? Si Zian gimana? " Tanyanya.

"Lo aja yang urus, males gue..." Satria pun kembali melangkahkan kakinya pergi begitu saja.

Ajun tampak sedikit bingung, lalu kemudian akhirnya dia pun masuk ke dalam toilet. " Zian?? " Panggilnya.

"Hmmm..."

"Udah belom? "

"Udah nih...si Satria udah cabut?"

"Udah, tapi kenapa dia tiba-tiba pergi?"

"Gue cuma nanya soal cewek itu, terus dia tiba-tiba marah, makin yakin gue kalo cewek yang sering nabrak gue itu cewek yang lagi di taksir Satria."

"Mirra maksud lo?"

"Iya, siapa lagi..."

"Oh..." Kini Ajun mulai menatap ke arah raut wajah Zian, dan dia sudah tidak terlihat terlalu kesal, Ajun pun dengan berhati-hati mulai bertanya pada Zian." Zian...lo sempet liat Angkasa? " Tanyanya dengan sangat berhati-hati.

Zian pun langsung menoleh ke arah Ajun, dan raut wajahnya pun kembali terlihat kesal." Ngapain lo bahas dia?"

'Ah...berarti tadi Zian nggak liat Angkasa, apa Satria liat Angkasa ya? Ntar lah gue tanya Satria juga.' Batinnya.

Ajun sedikit menaikkan sebelah alisnya." Kayaknya Angkasa sekolah di sini..." Jawabnya.

Kedua mata Zian terbelalak dengan begitu lebarnya." Lo jangan becanda ya..."

"Gue nggak becanda, tadi gue liat dia lagi bareng sama Mirra, lo kayaknya nggak liat karena terlalu fokus sama Mirra yang lo marah-marahin tadi."

Kedua tangan Zian pun langsung mengepal, dia terlihat sangat geram dan marah. " Sial, berani-beraninya dia sekolah di sini." Geram nya.

"Tenang Zi...jangan kepancing emosi, gue rasa dia sekarang jadi adek kelas kita, kayaknya dia nunda setahun gara-gara kecelakaan setelah kelulusan setahun yang lalu. Dan jangan dulu samperin dia, gue nggak mau aja lo berantem-berantem nggak jelas sama dia."

"Ya, gue bisa kontrol emosi gue, lo tenang aja. " Ucapnya lalu setelah itu Zian pun mulai berjalan untuk meninggalkan toilet diikuti Ajun yang juga mulai berjalan di sampingnya.

#Flashback

Satu tahun yang lalu, saat kelulusan sekolah, Zian, Ajun, Satria dan Angkasa di SMP Melati, pada saat itu tiba-tiba saja Sandra, wanita yang sudah selama tiga tahun berpacaran dengan Zian memutuskan hubungannya dengan sepihak, dia bilang kalau sebenarnya selama ini Sandra hanya memanfaatkan Zian untuk bisa dekat dengan Angkasa, pria yang selama ini di kaguminya.

Sandra mengutarakan segalanya dan mengakui semua kesalahannya, dia juga meminta maaf kepada Zian karena selama mereka berpacaran, Sandra lebih sering bersama dengan Angkasa karena mereka berada di satu ekstrakurikuler yang sama.

Dan setelah Sandra mengakui kesalahannya kepada Zian, tidak lama kemudian Sandra mengutarakan perasaannya pada Angkasa, Sandra berpikir jika mungkin saat ini Angkasa sudah mulai memiliki perasaan kepadanya, karena perhatian yang di berikan Angkasa kepadanya.

Namun ternyata itu hanya dugaan Sandra, Angkasa menolak Sandra dan mengatakan jika Sandra sudah membuatnya kecewa.

"Sa, aku suka sama kamu, selama ini perasaan aku tulus sama kamu." Ungkap Sandra, dan ternyata Zian berada di balik pintu sambil mendengar percakapan antara Angkasa dan Sandra.

"Suka sama gue? Lo gila ya? Lo kan pacarnya Zian? Bisa-bisanya lo suka sama gue. ".

"Dari awal orang yang aku suka kamu Sa...dan aku tau, kamu akhir-akhir ini perhatiin aku kan? Kamu pasti udah mulai ada rasa sama aku. "

Angkasa benar-benar tidak habis pikir, dan saat Sandra meraih tangan Angkasa, tiba-tiba saja Angkasa menepis tangan Sandra.

"Lo mau apa? "

"Kenapa kamu kasar Sa? Aku cuma mau pegang tangan kamu. "

"Buat apa? Lo ternyata cewek murahan ya San...gue nggak nyangka, bisa-bisanya lo ninggalin Zian gitu aja terus lo malah ungkapin perasaan lo sama gue."

"Sa...tega banget kamu ngomong gitu!!! Aku udah bilang, dari awal orang yang aku suka kamu Sa...kamu..." Sandra mulai meneteskan air matanya sehingga Zian yang bersembunyi di balik pintu pun mulai keluar dan menghampiri Angkasa.

Buaaaagghhhhhh!!!! Satu pukulan melayang tepat di wajah Angkasa, Angkasa terlihat begitu terkejut, lalu dia mulai menatap ke arah Zian.

" Zian!!! Lo apa-apaan??? Kenapa lo mukul gue??" Tanya Angkasa sambil memegangi wajahnyanya yang sudah mulai memar.

"Jaga mulut lo ya Sa!!! Berani-beraninya lo ngatain cewek gue!!! " Bentaknya.

"Zian!!! Buka mata lo!!! Sandra cuma manfaatin lo!! Dan dia barusan nyatain perasaannya sama gue, lo jangan di begoin sama cinta buta lo, Sandra nggak pantes dapetin perasaan lo!!!"

"Tutup mulut lo!!!!" Buagghhhhh...buaghhhhhh...buagghhhh!!!

Zian pun mulai memukuli Angkasa dengan bertubi-tubi, Sandra mencoba menghentikan Zian, namun Zian sudah terlanjur tersulut emosi. Dan pada saat itu, Satria dan Ajun datang untuk melerai keduanya.

"Sa...Zi...udah!!!" Bentak Satria dan Zian pun langsung menghentikan ayunan tangan nya.

" Liat Sa, gue bakal bikin perhitungan lagi..." Ancam Zian sambil meraih tangan Sandra dan membawa Sandra pergi begitu saja meninggalkan Angkasa, Satria dan juga Ajun.

Ajun dan Satria tampak kebingungan, lalu mereka mencoba bertanya pada Angkasa, namun Angkasa hanya diam dan tidak menjelaskan apapun pada kedua sahabatnya itu.

Sebenarnya mereka sudah bersahabat sejak dari bangku SMP, dan persahabatan mereka menjadi berantakan setelah Sandra mengakui perasaannya.

"Sa? Ada apa? " Tanya Ajun.

Angkasa hanya memalingkan wajahnya lalu pergi begitu saja meninggalkan kedua sahabatnya itu, dia juga langsung mengendarai motornya dengan suasana hati yang sudah dipenuhi rasa kekecewaannya terhadap Zian, dan begitu Angkasa keluar dari gerbang sekolahnya, tiba-tiba saja motornya kehilangan kendali lalu ada truck dari arah yang berlawanan sehingga Angkasa pun mengalami kecelakaan sampai dia harus mengalami koma selama beberapa bulan.

Setelah kecelakaan itu, Sandra memutuskan untuk pergi ke luar negeri, sementara Zian, dia mengatakan kepada Ajun dan Satria jika Sandra menyukai Angkasa dan Angkasa juga sebaliknya. Zian terpaksa berbohong kepada kedua sahabatnya karena dia takut jika nantinya dia akan di salahkan karena kecelakaan yang dialami Angkasa.

Dan sampai saat ini, Ajun dan Satria hanya tau jika Angkasa berkhianat pada Zian sehingga mereka merasa kecewa pada Angkasa dan ikut mengabaikan Angkasa saat Angkasa berada di rumah sakit kala itu.

#Flashback off

@Kelas 10 IPA 1.

Angkasa masuk ke dalam kelasnya, dengan raut wajah masamnya sehingga Mirra yang melihatnya masuk ke dalam kelas tidak lama setelah Mirra masuk pun merasa cukup heran.

"Lo juga nggak makan Sa?" Tanya Mirra kemudian.

Angkasa hanya menggelengkan kepalanya saja, dia menjadi tidak mood karena dia berpapasan dengan ketiga sahabatnya yang selama ini meninggalkannya begitu saja. Bukan hanya perasaan kecewa saja yang di rasakannya, namun dia merasa jika ketiga sahabatnya itu sudah benar-benar tidak peduli lagi dengannya tanpa tau alasan yang sebenarnya.

Mirra pun tidak melanjutkan pertanyaan nya dan hanya membiarkan Angkasa kembali ke tempat duduknya.

Dan tidak lama setelah itu, bel selesainya waktu istirahat pun di bunyikan, mereka juga kembali menghabiskan waktu belajar mereka sampai bel pulang sekolah di bunyikan.

Mirra sesekali masih mencuri-curi pandangannya menatap Angkasa yang terlihat begitu aneh sikapnya.

'Perasaan dia tadi nggak murung gitu, kok tiba-tiba dia jadi murung?' Batin Mirra sambil memasukkan buku ke dalam tas nya.

"Mirra, gue duluan ya..." Suara Raya sedikit membuyarkan lamunan Mirra.

"Iya Ray..."

"Gue juga duluan ya, apa lo mau bareng?" Lanjut Jeje.

"Gue balik sendiri aja, lo duluan aja Je."

"Oke, bye Mirr..."

Mirra kemudian mulai memakai tas ranselnya, dan tanpa di sengaja dia bersamaan melangkah ke arah pintu kelas dengan Angkasa, sehingga Mirra pun kembali memberanikan dirinya untuk bertanya pada Angkasa.

"Sa? Lo sakit? "

Angkasa menghentikan langkah kaki nya sejenak lalu menatap ke arah Mirra sambil menggelengkan kepalanya. " Enggak, kenapa lo tanya gitu?"

"Lagian muka lo dari tadi agak pucet, terus dari pas istirahat di tekuk aja, gue kira lo sakit. "

" Enggak kok...gue duluan ya..."

"Ya..."

Angkasa pun berlalu pergi begitu saja, dan pada saat itu juga Angkasa berpapasan dengan Zian dan kedua sahabatnya itu di lorong sekolah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!