Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,
" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.
" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."
" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersetubuh Dengan Genderuwo
Beberapa bulan kemudian kelakuan pak tarjo semakin menjadi.
" Ibu tolong aku, aku tidak mau menikah dengan juragan tarjo, kakak saja meninggal pasti di tumbal kan oleh juragan tarjo." ucap nunung seraya meng isak dan memohon agar sang ibu tidak menerima lamaran dari pak tarjo, Nunung adalah adik bungsu nia,
" Terus ibu harus bagai mana nak, kalau ibu tidak menerima lamaran dari nya maka kita akan di bunuh, demi keselamatan nyawa kita tolong nak terima lamaran dari pak tarjo." ucap ibu nya nunung sedih.
Mau tidak mau nunung pun menerima lamaran dari pak tarjo, setelah di lamar dua hari kemudian nunung pun sudah sah menjadi istri pak terjo, Tentu saja membuat pak tarjo bahagia karena lagi lagi pria berusia lima puluh lima tahun itu mendapat kan seorang wanita yang masih perawan.
Malam ini adalah malam pertama pak tarjo dan nunung tentu saja membuat pak tarjo sangat bersemangat, tapi tidak dengan nunung ia sangat ketakutan, ia hanya duduk terpaku di sisi ranjang mewah nya,
" Nunung." panggil seorang wanita, Tentu saja membuat nunung terkejut.
" Kamu siapa.?" Tanya nunung karena seingat dia di kamar itu hanya seorang diri karena pak tarjo sedang mandi,
" Kamu tidak usah tahu siapa aku, yang pasti aku akan membantu mu, tapi kamu harus ikuti apa mau ku, bukan kah kamu tidak mencintai pak tarjo." ucap wanita yang memakai cadar itu.
Nunung pun menautkan dahi nya, Tentu saja ia sedikit lega " jangan kan mencintai nya menyukai nya pun aku tidak yang ada aku sangat membenci nya." ucap nunung,
Wanita itu pun tersenyum penuh arti di balik cadar nya.
" Lalu aku harus bagai mana kak, aku mohon tolong aku, aku tidak sudi memberi kan kesucian ku pada pria tua itu, dia orang jahat aku yakin dia juga yang membunuh kak nia." ucap nunung,
" Tentu saja pak tarjo yang membunuh kakak mu nunung, nia dan calon bayi nya telah di tumbal kan dan kamu pun tinggal nunggu waktu saja." ucap wanita di itu,
" Kurang ajar sudah ku duga itu, terus apa yang harus aku lakukan." ucap nunung.
Wanita itu pun membisikan sesuatu kepada nunung,
" kak, Apa tidak bahaya untuk ku."
" Tenang saja aku akan selalu memantau mu nung, nanti saat pak tarjo ingin bersetubuh." wanita itu kembali membisikan rencana nya,
" Baik lah aku percaya kepada mu, masa depan ku saat ini ada di tangan mu kak." ucap nunung,
" Percaya lah kepada ku, dan sekarang cepat lakukan apa yang sudah kita rencana kan, aku akan sembunyi tenang saja aku masih ada di sekitar sini."
" Baik kak." ucap nunung patuh,
Pak tarjo betapa terkejut nya saat masuk ke kamar nunung, ia pikir nunung akan ketakutan karena malam ini adalah malam pertama, justru nunung hanya mengenakan kain jarik menutupi bagian dada ke bawah nya saja, rambut panjang nya sengaja ia ikat agar terlihat jelas belahan dada nya, Tentu saja membuat pak tarjo menelan air liur nya,
" Nunung tidak di sangka kamu sangat menggoda juga." ucap pak tarjo seraya menghampiri nunung.
" Tentu saja kakang bukan kah ini yang di sukai kakang." ucap nunung seraya tersenyum menggoda,
" Tentu saja sayang dan kamu akan menjadi istri kesayangan ku." ucap pak tarjo seraya menindih tubuh nunung.
" Mati aku semoga kakak tadi menolong ku." batin nunung,
" Kenapa sayang kamu takut ya, dada mu berdetak kencang sekali."
" Tentu saja kan ini yang pertama untuk ku kang." sahut nunung.
" Jangan takut dong akang pasti pelan pelan kok." ucap pak tarjo seraya melumat leher nunung, Tentu saja membuat nunung semakin ketakutan, nunung membuka mata nya dan tidak di sangka wanita bercadar itu sudah berdiri di di samping lemari.
" Kang kenapa lampu nya tidak di matikan saja aku malu kang." ucap nunung,
" Oh baik lah." ucap pak tarjo seraya menekan saklar yang ada di dinding persis di hadapan nya.
Kamar itu pun gelap tapi masih ada cahaya dari lampu tengah ternyata pak tarjo tidak menutup pintu kamar itu dengan rapat.
" Kang tunggu aku mau melepas kan kain ku dulu." ucap nunung seraya sedikit mendorong tubuh pak tarjo,
" Oke akang juga mau melepas kan celana dulu." ucap pak tarjo.
" Kang aku sudah siap ayo kang aku sudah tidak sabar ingin mencoba nya." ucap nunung, Tentu saja pak tarjo langsung gas tanpa berpikir apa pun.
Setelah selesai melakukan hajat nya, pak tarjo pun langsung bangkit dan keluar dari kamar nunung, dengan tubuh sempoyongan seperti nya sangat lelah, Saat tiba di kamar nya, pak terkejut karena sosok genderuwo itu pun sudah berbaring di atas kasur nya tanpa sehelai benang pun,
" Ngapain kamu kesini, ini kan belum waktu nya bersama mu." ucap pak tarjo.
" Kenapa kamu membawa istri mu ke rumah ini." ucap genderuwo itu dengan tatapan seram nya,
" Lah itu hak ku dia istri ku dan ini rumah ku, lebih baik kamu pergi sana." ucap pak tarjo,
" Tidak mau kamu harus melayani aku dulu, pokonya setiap kamu habis bersetubuh dengan istri mu kamu juga harus melayani ku." ucap genderuwo itu seraya merubah wujud nya, Tentu saja ia berubah wujud mirip dengan wajah Sarti, dan seketika pak tarjo pun langsung birahi, dan ia pun melakukan hajat nya lagi bersama genderuwo itu.
Hari demi hari pak tarjo tidak henti henti nya minta jatah kepada nunung, dan tentu saja ia pun harus melayani genderuwo peliharaan nya juga, jika tidak genderuwo itu tidak segan segan ingin membunuh pak tarjo.
Pak tarjo pun menemui sang dukun.
" Ki aku sangat kecewa dengan genderuwo itu, tiap malam ia selalu minta jatah padahal sesuai perjanjian aku harus melayani nya hanya setiap malam jumat saja." keluh pak tarjo.
" Tapi kamu menikmati nya juga bukan, suruh siapa kamu minta agar dia berbuah menjadi wanita yang kau sukai." ucap pak dukun itu,
" Oh jadi kalau aku tidak minta agar ia berubah seperti Sarti dia gak akan minta jatah terus." ucap pak tarjo seraya mengusap punggung nya yang terasa nyeri,
" Mungkin saja, kenapa punggung mu,? ."
" Tidak apa apa." sahut pak terjo,
" Tapi apa mungkin burung ku bisa bangun kalau genderuwo itu tidak berubah wujud mirip seperti Sarti, lihat wajah nya saja aku sudah mual, mata besar wajah buruk rupa mulut lebar mana tubuh nya sangat bau." batin pak tarjo.
Tapi mana mungkin ia memutuskan perjanjian nya dengan genderuwo itu, karena berkat genderuwo itu kini ia sudah tidak di teror kuntilanak lagi, dan harta nya pun semakin melimpah tanpa harus ia bekerja keras, Tarjo mana dua gadis itu aku masih menunggu nya,
" Iya ki ica dan fani tiba tiba saja hilang bak di telan bumi, anak buah ku sudah mencari nya ke mana mana, tenang saja aku pasti menemukan ica dan fani." ucap pak tarjo.
" Aku tidak mau tahu dua gadis itu harus kau bawa ke mari dalam waktu satu pekan ini, kalau tidak lihat saja akan terjadi hal buruk bagi diri mu tarjo."
" Sial pakai ngancam aku segala." batin pak tarjo sebetul nya dukun pak tarjo tidak hanya satu saja