NovelToon NovelToon
My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Balas Dendam
Popularitas:932
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Bagaimana perasaan mu jika kau terpaksa harus menikah muda? Terutama dengan orang yang usianya jauh lebih tua dari mu? Inilah yang terjadi dengan Clara Adeline Ferguson. Ia adalah putri tunggal keluarga Ferguson yang terkenal kaya. Papa nya juga adalah salah satu donatur terbesar sekolah SMA Citra Kirana di kota X.

Kenapa? Scandal apa yang telah dia lakukan sehingga ia harus menikah begitu dini? Ya. Jawaban nya adalah. Clara itu sangat nakal dan juga tidak pernah mendengarkan kedua orang tuanya,ia bahkan bisa di bilang anak manja dengan perilaku buruk, tidak jarang ia membuat onar di sekolah, ia bahkan selalu mendapat nilai merah di raport nya dan terancam tidak naik ke kelas tiga karena sering bolos sekolah.

Sementara itu Zidan, adalah seorang guru laki-laki termuda di sekolah SMA Citra Kirana yang katanya adalah keponakan kepala sekolah, namun identitas Zidan ini tidak lah akurat seperti sedikit tertutup dan tidak ada yang tau tentang keluarga nya kecuali sang paman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode #11

Malam harinya.

Setelah selesai mandi, Clara hanya berbaring dan meringkuk di atas ranjang king size yang ada di dalam kamar tersebut, rasanya mental Clara sudah di hantam oleh batu besar karena pernikahan ini.

Clara berfikir mungkin semuanya akan baik-baik saja jika suaminya bukan Zidan, laki-laki galak yang memiliki tatapan seperti elang itu benar-benar membuat seorang Clara tidak bisa memaklumi nya.

Sementara itu di dapur villa.

"Tuan muda, nona muda tidak ingin turun makan malam," kata maid menghampiri Zidan yang tengah malam sendiri seolah tak terjadi apapun.

"Bawakan saja makanan ke kamar nya," kata Zidan lagi.

"Baik tuan muda," maid tersebut pun bergegas membawakan makan malam ke kamar Clara.

Tok ... Tok ... Tok ...

Setelah mengetuk pintu beberapa kali sang maid pun masuk ke dalam kamar Clara, gadis itu tidak bergeming ia terus diam dan bersembunyi di dalam selimut.

"Nona, ini makan malam anda, kalau begitu saya permisi dulu, jangan lupa di makan," ucap sang maid yang kemudian kembali keluar.

Maid tersebut mengelengkan kepala nya dengan pelan merasa iba melihat keadaan Clara.

Keesokan harinya ...

Tok ... Tok ... Tok ...

Terdengar kembali ketukan pintu di depan pintu kamar milik Clara.

"Iya sebentar," ujar Clara yang tengah bersiap-siap hendak pergi ke sekolah.

Clara mengambil tas nya, dia sudah kelihatan sedikit lebih baik dari pada semalam meskipun mata nya masih meningalkan bengkak di sekitaran mata.

Ia pun kemudian berjalan menuju pintu kamar lalu membuka nya.

"Nona, tuan muda menunggu untuk sarapan bersama di ruang makan villa," kata seorang Maid yang saat ini berdiri di depan pintu kamar Clara.

"Baik bik," kata Clara singkat dan kemudian berjalan mendahului sang main, setapak demi setapak ia menuruni satu persatu anak tangga hingga pada saat nya dia akhirnya tiba di ruang makan villa.

Terlihat Zidan yang sedang makan sendirian di meja makan yang lumayan besar.

"Duduk dan segera habiskan sarapan mu," katanya tampa menoleh ke arah Clara.

Clara yang mendengar itu merasa kesel karena di atur dan di perintah oleh Zidan orang yang dia sama sekali tidak suka dan selalu ia benci di sekolah akibat terlalu galak.

Clara pun segera duduk berjauhan dengan Zidan ia segera memakan apa yang sudah di sediakan di dalam piring untuk nya dengan pelan ia menikmati makanan tersebut sambil sesekali melirik ke arah Zidan.

"Lima menit, jika tidak selesai makan, saya akan tinggalkan kamu dan kamu harus sekolah jalan kaki," ujar Zidan lagi dengan tatapan tajam nya ke arah Clara.

"Apa! Bapak gila ya? Mana bisa makan lima menit cuma lima suap doang ini bisa nya!" ucap Clara berdiri dari duduknya dan menatap Zidan penuh rasa kesal.

"Duduk dan habiskan dalam lima menit mulai dari sekarang, ingat di sini tidak ada yang namanya bus, Taxi atau mobil pribadi untuk mu, kau hanya bisa berangkat bersama ku ke sekolah jika kau tidak mau maka kau akan pergi sekolah jalan kaki," jelas Zidan lagi terdengar halus namun menusuk hati Clara.

Mau tidak mau Clara pun kembali duduk dan makan dengan cepat, dia makan sambil mengumpat Zidan di dalam hatinya.

Sementara itu Zidan yang sudah selesai makan masih mengawasi nya di sana.

Tak terasa lima menit pun berlalu, Clara pun telah usai menghabiskan sarapan nya, meskipun beberapa kali ia mengalami tercekik makanan atau mual karena mulut terlalu penuh.

"Udah," ucap Clara berdiri dari duduknya.

Zidan yang melihat itu menarik senyum miring dan kemudian berjalan meningalkan Clara.

Clara yang mengerti pun segera pergi mengikuti nya sambil menyandang tas sekolah nya ia terus berjalan di belakang Zidan.

"Senyuman macam apa itu? Sangat dingin dan cuek, kenapa orang seperti ini harus hidup?" batin Clara mengomeli sikap suaminya.

Tak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di mobil, Zidan masuk ke dalam mobil dan mulai menyalakan mesin mobil nya.

Clara yang melihat itu segera masuk ke dalam di kursi bagian belakang.

"Kamu pikir saya sopir kamu? Duduk di depan," ucap Zidan tiba-tiba.

Clara yang awalnya sudah duduk di belakang pun seketika kesal mendengar ucapan Zidan, ia tak ingin keluar dari mobil namun tatapan Zidan seperti membuat nya tak boleh banyak melawan.

Ia pun kembali keluar dan akhirnya pindah tempat duduk di kursi bagian depan tepatnya di samping Zidan.

"Masih pagi gini kok, ngapain buru-buru tadi," batin Clara sambil melihat ke luar jendela mobil.

Zidan menoleh ke arah Clara namun dia tidak mengatakan apa-apa dan kemudian melajukan mobilnya pergi dari villa menuju sekolah.

Sepanjang perjalanan tidak sedikit pun ada obrolan, jangan kan mengobrol, Clara bahkan tidak ingin menoleh ke arah Zidan sedikit pun.

Satu jam lebih perjalanan, mereka pun akhirnya akan segera tiba di sekolah hanya berjarak beberapa meter lagi.

"Berhenti!" kata Clara yang membuat Zidan reflek memberhentikan mobilnya.

"Apa yang kamu lakukan?" kata Zidan terlihat geram.

"Saya mau turun di sini aja, kan kita nikah nya gak ada yang tau saya gak mau ada yang tau kalau saya udah nikah," kata Clara bicara jujur dari lubuk hati nya yang paling dalam.

"Terserah kamu," kata Zidan tidak tertarik dengan ocehan istri kecil nya itu.

Clara pun tersenyum karena tau Zidan tidak menolak keinginan nya, dia pun segera mengambil tas yang ada di kursi bagian belakang dan kemudian keluar dari mobil.

Setelah Clara keluar Zidan pun segera melajukan mobilnya dan pergi ke sekolah duluan.

Selang sepuluh menit Clara pun tiba di gerbang sekolah dengan sedikit ngos-ngosan karena ini pertama kalinya dia jalan kaki beberapa meter membuat nya sangat lelah.

"Lah, non Clara tumben jalan kaki non, mobil nya ke mana?" Kata pak satpam yang menjaga gerbang sekolah yang sudah terbiasa akrab dengan Clara.

"Mobil lagi di perbaiki pak, dan Clara juga mau nya olahraga jadi gitu deh, Clara masuk dulu ya," kata Clara yang kemudian berjalan masuk ke dalam gerbang sekolah.

"Clara!" teriak seseorang yang semuanya pasti sudah tau siapa dia.

Clara seketika bersemangat saat melihat Nola sang sahabat yang berlari menghampiri dirinya.

"Ah capek banget gue," kata Clara sambil mengelap keringat.

"Kenapa? Lo jalan kaki?" kata Nola langsung menebak.

"Ya gitu deh, olah raga aja sih," ucap Clara sambil tersenyum kecut.

Nola tidak ingin banyak tanya soal itu karena masih ada pertanyaan penting yang paling ingin dia tanyakan.

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!