NovelToon NovelToon
Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

PERINGATAN!! HANYA UNTUK DEWASA.

Mina terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berbaring di atas ranjang empuk dan lembut, perlahan Mina pun menyadari jika dirinya telah menjalani transmigrasi seutuhnya pada tubuh seorang wanita yang menjadi ibu tiri jahat.

Mina yang memiliki hati selembut Hello Kitty mana berani melakukan kekerasan pada anak kecil, apalagi pada anak lucu yang menjadi anak tirinya, Mina pun mengambil keputusan jika dirinya akan menjadi ibu tiri yang baik untuk mengambil hati anak tirinya, nyatanya bukan hanya anak tirinya yang terpikat. Bahkan suami dari pemilik tubuh ini malah terpikat padanya, Mina yang maniak pria tampan jadi bingung dengan posisinya saat ini.

Apa yang harus Mina lakukan? Tanpa sadar suaminya telah terpikat pada Mina, padahal tujuan Mina hanyalah mengambil hati anak tirinya bukan suaminya itu? Ikuti kisah selanjutnya, selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencoba Dekat

Mina melangkah keluar dari kamar tidurnya dengan dagu terangkat dan langkah yang sengaja dibuat anggun, meniru gaya berjalan para bangsawan di komik yang sering dibacanya. Pikirannya sudah melayang ke mana-mana, membayangkan kastil megah, pesta dansa dengan gaun berlapis emas, atau mungkin kekuatan sihir tersembunyi yang akan bangkit di dalam tubuh barunya.

"Sarah," panggil Mina kepada pelayan paruh baya yang tadi menunggunya di koridor. Mina berusaha menjaga suaranya agar terdengar berwibawa.

"Tolong antarkan saya ke ruangan... Grand Duke. Saya rasa saya harus menyapanya pagi ini." ucapnya percaya diri.

Sarah, yang sedang merapikan beberapa pajangan di koridor, langsung menoleh dengan dahi berkerut dalam. Dia menatap Mina dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan bingung yang sangat kentara.

"Nyonya... maaf?" Sarah tampak ragu-ragu.

"Grand Duke siapa yang Anda maksud?" tanyanya bingung.

Mina mendengus pelan, berpikir kalau pelayan ini mungkin sedang mengujinya atau ingatan pelayan ini agak bermasalah.

"Ya suami saya dong, Sarah. Grand Duke Killian. Siapa lagi?" ucapnya kesal.

Keheningan melanda koridor mewah itu selama beberapa detik. Sarah berkedip beberapa kali, lalu tiba-tiba wajahnya memerah menahan tawa, meskipun dia buru-buru menutup mulutnya dengan sopan.

"Maafkan saya, Nyonya, tapi... Anda ini bicara apa?" Sarah terkekeh pelan.

"Grand Duke Killian? Itu kan karakter utama dari drakor fiksi ilmiah-fantasi yang kita tonton di televisi dua hari lalu? Suami Anda adalah Tuan Arsenio, seorang pengusaha. Dan kita sekarang berada di penthouse pusat kota, bukan di kekaisaran mana pun." jelas Sarah sopan meskipun dia ingin tertawa karena tingkah lucu nyonya nya.

Mina membeku di tempatnya. Kalimat Sarah barusan terasa seperti sambaran petir di siang bolong yang langsung menghancurkan seluruh fantasi indahnya.

"Bentar, bentar..." Mina memegangi kepalanya yang mendadak kembali pening.

"Televisi? Drakor? Penthouse? Berarti... ini bukan dunia abad pertengahan?!" tanyanya syok.

"Tentu saja bukan, Nyonya," jawab Sarah, kini menatap Mina dengan tatapan khawatir.

"Apakah kepala Anda terbentur sesuatu saat tidur? Ini tahun 2026, Nyonya Alicia. Zaman modern." balas Sarah sopan.

Mina menelan ludah dengan susah payah. Rasa kecewa yang amat sangat langsung melingkupi dadanya. Dia ingin berteriak protes kepada tuhan karena telah menipunya mentah-mentah. Kenapa pelayan ini tadi memakai baju hitam-putih klasik? Kenapa dia menyebut kata 'tabib istana' tadi? Oh, ingatan Mina kembali berputar, sepertinya Sarah tadi hanya bercanda atau menyindirnya yang bangun kesiangan seperti putri tidur!

"Aduh, sialan..." gumam Mina lemas, bahunya langsung merosot.

"Gue udah pede banget bakal pakai sihir atau naik kereta kuda, taunya malah zaman modern lagi. Terus buat apa gue dapet bodi seksi begini kalau ujung-ujungnya masih harus mikirin bayar tagihan listrik?!" dumelnya cemberut.

"Nyonya? Anda baik-baik saja? Anda terus bergumam sendiri," tanya Sarah, melangkah mendekat.

"Saya gak apa-apa, Sarah. Cuma agak... syok sama diri sendiri," jawab Mina asal-asalan, tidak peduli lagi dengan tata bahasa formal yang tadi sempat dia usahakan.

"Jadi, intinya gue—eh, saya, adalah istri dari Tuan Arsenio, seorang pengusaha kaya raya? Dan kita tinggal di penthouse?" tanyanya kembali seolah memastikan.

"Benar, Nyonya."

Mina menghela napas panjang. Dia mencoba mengingat-ingat semua komik atau novel yang pernah dia baca. Namun, sebanyak apa pun dia memutar otak, dia tidak ingat pernah membaca cerita dengan latar belakang modern yang persis seperti ini. Dia benar-benar buta. Tidak ada sistem yang tiba-tiba muncul memberikan jendela status layar melayang, tidak ada panduan web, tidak ada apa-apa! Dia menempati tubuh seorang wanita bernama Alicia di dunia modern, itu saja fakta yang dia punya.

Namun, lamunan Mina terputus saat sebuah suara tangisan kecil terdengar dari arah ujung koridor. Tangisan itu terdengar sangat lirih, tertahan, dan penuh ketakutan.

"Hiks... hiks... ampun... janan pukul Ino... hiks..."

Mina menajamkan pendengarannya. Jantungnya mendadak berdegup kencang, kali ini bukan karena syok, melainkan karena rasa iba yang mendalam.

"Sarah, itu suara siapa?" tanya Mina ragu.

Wajah Sarah yang tadinya ramah langsung berubah menjadi tegang dan agak pucat. Dia menundukkan kepalanya dalam-dalam, menolak menatap mata Mina.

"Itu... Tuan Muda Gino, Nyonya. Dia mungkin baru bangun tidur." jawab Sarah takut.

Mina menyipitkan matanya, menyadari perubahan sikap Sarah yang drastis. Rasa penasaran di dalam dirinya mulai berkecamuk. Ingatan samar yang bukan miliknya tiba-tiba berkelebat di kepalanya. Itu adalah kilasan memori dari Alicia yang asli, tangan yang terangkat untuk menampar, suara bentakan yang kasar, dan seorang anak kecil bertubuh mungil yang meringkuk ketakutan di sudut kamar.

"Gila... jadi Alicia yang asli ini ibu tiri jahat yang suka nyiksa anaknya?!" batin Mina berteriak ngeri. Anak kecil sekecil itu?!

"Di mana kamar Gino?" tanya Mina tegas.

"N-Nyonya..." Sarah tampak ketakutan, dia meremas celemeknya.

"Tolong jangan hukum Tuan Muda Gino lagi pagi ini. Dia masih berusia tiga tahun, Nyonya. Dia tidak sengaja menjatuhkan mainannya kemarin..." Sarah terlihat seperti ingin menangis.

Mina tertegun melihat reaksi Sarah. Seburuk itu kah kelakuan Alicia yang asli sampai para pelayan pun trauma? Rasa bersalah yang sebenarnya bukan miliknya membuat dada Mina terasa sesak. Sebagai Mina yang ceria dan penyayang, dia tidak habis pikir bagaimana ada orang yang tega menyiksa balita berusia tiga tahun.

"Sarah, saya tidak akan menghukumnya," kata Mina, mencoba melembutkan suaranya agar pelayan itu tenang.

"Tolong tunjukkan saja di mana kamarnya."

Dengan tangan gemetar, Sarah menunjuk ke sebuah pintu kayu putih di ujung koridor. Tanpa membuang waktu, Mina langsung melangkah lebar menuju kamar tersebut dan membuka pintunya perlahan.

Pemandangan di dalam kamar itu langsung membuat hati Mina mencelos. Di sudut ruangan, di samping sebuah tempat tidur kecil, seorang anak laki-laki berpipi tembam namun tampak pucat sedang meringkuk. Tubuhnya yang mungil bergetar hebat. Begitu mendengar suara pintu dibuka, anak itu langsung menyembunyikan wajahnya di antara kedua lututnya yang ditekuk, berusaha membuat dirinya sekecil mungkin.

"J-janan pukul Ino... Ino inta maaf... Ino idak nakal lagi... hiks..." suara cicitan anak itu terdengar sangat memilukan.

Mina merasakan matanya memanas. Sifat aslinya yang tidak tegaan langsung bergejolak. Persetan dengan image Alicia yang angkuh dan kejam, persetan dengan risiko orang lain curiga kalau dia kerasukan. Dia tidak akan membiarkan anak ini ketakutan lagi.

Mina berjalan mendekat dengan langkah sepelan mungkin, lalu berlutut di atas lantai di hadapan anak itu.

"Hei... Gino?" panggil Mina dengan nada suara paling lembut yang bisa dia keluarkan.

Mendengar suara yang tidak biasa dia dengar, anak itu, Gino perlahan mengangkat kepalanya. Matanya yang bulat besar digenangi air mata, menatap Mina dengan pandangan penuh horor dan trauma. Dia bergeser mundur sampai punggungnya menempel erat pada dinding.

"N-Nyonya..." bisik Gino terbata-bata, badannya masih gemetar.

Mina tersenyum manis, senyuman tulus yang belum pernah Alicia berikan seumur hidupnya.

"Gino, jangan takut. Mama... eh, Tante... maksudnya, aku gak bakal pukul kamu kok." Mina agak bingung harus menyebut dirinya apa, mengingat dia adalah ibu tiri.

Gino berkedip, air matanya menetes ke pipinya yang tembam. Dia tampak sangat bingung melihat perubahan drastis dari wanita yang biasanya selalu menatapnya dengan pandangan benci dan jijik.

"N-Nyonya idak malah?" tanya Gino cadel.

"Nggak, sayang. Mama gak marah sama sekali," ucap Mina, hatinya meleleh melihat betapa lucunya anak ini meskipun sedang ketakutan.

Mina perlahan mengulurkan tangannya, bergerak sangat lambat agar tidak mengejutkan Gino. Ketika tangannya menyentuh puncak kepala Gino, anak itu sempat memejamkan mata erat-erat, mengira dia akan dijambak. Namun, saat yang dia rasakan adalah usapan lembut yang menenangkan di rambutnya, Gino membuka matanya kembali dengan tatapan tidak percaya.

"Mulai hari ini, gak bakal ada yang pukul Gino lagi. Oke?" kata Mina, menatap lurus ke dalam mata bulat anak itu.

"Mama minta maaf ya atas semua kesalahan Mama yang dulu. Sekarang, kita temenan, yuk?"

Gino masih menatap Mina dengan sisa-sisa kewaspadaan, namun usapan lembut di kepalanya membuat tubuh mungilnya perlahan berhenti bergetar. Pikiran aneh di dalam diri Mina perlahan mengikis, digantikan oleh tekad yang kuat. Dia mungkin tidak masuk ke dunia komik fantasi romantis yang indah, dan dia mungkin terjebak di tubuh seorang ibu tiri yang dibenci. Tapi di sini, di dunia modern ini, Mina bersumpah akan menggunakan kesempatan kedua ini untuk melindungi anak tak berdosa ini dan mengubah takdir buruk yang membayangi mereka.

1
Dewiendahsetiowati
Mina bikin ngakak
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Terimakasih sih sudah mampir dan semoga suka yaa😍
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕☕
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪
Nadira ST
ntar Arsen cemburu Lo min
Potatoes 🥔
Semangat ya kak, suka banget 😍
Potatoes 🥔
Bagus kan
Nadira ST
bertahanlah mina punya suami kaya plus tampan🤣🤣🤣🤣
Nadira ST
udah bagus thor ceritanya gak bertele2💪💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Mila
ceritanya bagus,seru
semngat update lagi ya kak
It's me Ri🥕: Aaaa..... Makasih sudah mampir yaa... Senang banget di komen begini
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!