NovelToon NovelToon
Simpul Mati Amora Gayana

Simpul Mati Amora Gayana

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

"Kau hanya beban yang menghancurkan reputasiku, Amora!"

Kalimat itu menghujam jantung Amora lebih dalam daripada fitnah sedarah yang sedang mengepung mereka. Hamdan Tarkan—pria yang dulu berjanji melindunginya dengan gelang rumput sederhana—kini berubah menjadi dinding es yang tak tertembus.

Dipaksa tinggal di dalam penjara emas Mansion Tarkan, Amora harus menghadapi skandal yang menyebut dirinya adalah saudara tiri pria yang ia cintai. Di tengah intrik kasta tertinggi dan kemunculan musuh dari masa lalu, Amora menyadari satu hal: Hamdan menyembunyikan kebenaran yang jauh lebih gelap.

Apakah Hamdan benar-benar ingin melindunginya, atau Amora hanyalah kunci untuk menguasai aset terakhir Dinasti Klan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Pelampiasan di Bawah Rembulan

Malam itu, Mansion Tarkan terasa mencekam meski perjamuan telah usai. Amora duduk di tepi tempat tidurnya, namun pikirannya masih tertinggal di paviliun taman. Kata-kata Hamdan yang rendah dan penuh ancaman itu terus terngiang, menciptakan getaran aneh yang tak bisa ia jelaskan.

Ia berjalan menuju balkon, mencari udara segar untuk mendinginkan wajahnya yang panas. Di bawah sana, permukaan air kolam renang yang biru gelap tampak berguncang hebat.

Hamdan ada di sana.

Pria itu tidak lagi mengenakan jas mahalnya. Ia hanya memakai celana renang hitam, membiarkan punggung lebarnya yang penuh otot terpapar udara malam yang menggigit. Hamdan membelah air dengan gerakan yang brutal. Setiap kayuhannya seolah-olah sedang menghantam sesuatu, melampiaskan amarah yang tidak bisa ia keluarkan lewat kata-kata.

Amora memperhatikan dari kegelapan balkon. Ia melihat bagaimana otot-otot lengan Hamdan menegang setiap kali ia mencapai ujung kolam dan berbalik dengan tendangan kuat. Ada keindahan yang liar sekaligus menyakitkan dalam cara pria itu menyiksa dirinya sendiri dengan air dingin.

Tiba-tiba, Hamdan berhenti di tengah kolam. Ia berdiri—air setinggi dadanya—dan menyugar rambutnya yang basah ke belakang. Napasnya terlihat berat, membentuk uap tipis di udara dingin. Tanpa diduga, Hamdan menoleh dan menatap langsung ke balkon kamar Amora.

Ia tahu Amora ada di sana.

"Turunlah, Amora," suara Hamdan terdengar pelan namun tegas, bergema di kesunyian malam. "Atau aku yang akan naik ke sana dan menjemputmu."

Amora membeku. Jantungnya berpacu cepat. Dengan ragu, ia menyambar jubah tidurnya dan berjalan menuruni tangga menuju area kolam.

Saat Amora sampai di pinggir kolam, Hamdan sudah keluar dari air. Ia berdiri dengan handuk yang tersampir di bahunya, sementara tetesan air mengalir di lekuk perutnya yang keras. Aroma klorin dan maskulinitas yang kuat menyelimuti udara di antara mereka.

"Kenapa kau belum tidur?" tanya Hamdan tanpa menoleh, matanya menatap lurus ke arah kegelapan taman.

"Aku... aku tidak bisa tidur," jawab Amora jujur. "Hamdan, soal tadi di taman—"

"Lupakan," potong Hamdan cepat. Ia akhirnya menoleh, menatap Amora dengan mata yang kini terlihat jauh lebih lelah daripada marah. "Aku tidak ingin membahas pria Turki itu lagi."

Hamdan melangkah mendekat, membuat Amora secara refleks mundur hingga tumitnya berada tepat di bibir kolam. Hamdan segera menangkap pinggang Amora agar gadis itu tidak jatuh ke dalam air.

"Hati-hati," bisik Hamdan.

Posisi mereka sangat intim. Amora bisa merasakan dinginnya kulit Hamdan yang basah menembus jubah tipisnya, namun panas dari tubuh pria itu justru terasa membakar.

"Kau sangat keras kepala," gumam Hamdan, tangannya masih menetap di pinggang Amora. "Kau membuatku melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang Tarkan. Kau membuatku merasa... tidak terkendali."

Amora mendongak, matanya bertemu dengan mata cokelat gelap Hamdan yang kini penuh dengan kerentanan. "Lalu kenapa kau tidak membiarkanku pergi saja? Jika aku hanya beban bagimu, lepaskan aku."

Tangan Hamdan berpindah ke tengkuk Amora, menariknya sedikit lebih dekat hingga kening mereka bersentuhan. "Karena melepaskanmu adalah satu-satunya hal yang tidak akan pernah bisa kulakukan, bahkan jika itu harus menghancurkanku."

Amora bisa merasakan detak jantung Hamdan yang kuat dan cepat melalui dadanya yang bidang. Keheningan malam itu hanya dipecah oleh suara gemericik air kolam dan deru napas mereka yang saling memburu.

"Kau bilang ingin melindungiku," bisik Amora, suaranya bergetar. "Tapi siapa yang akan melindungiku darimu, Hamdan?"

Hamdan tertegun. Jarinya yang tadi berada di tengkuk Amora kini perlahan naik, mengusap pipi Amora yang merona karena suhu dingin dan kedekatan mereka. "Aku pun menanyakan hal yang sama pada diriku sendiri setiap malam, Amora."

Hamdan perlahan melepaskan pegangannya, memberikan ruang bagi Amora untuk bernapas. Pria itu mengambil napas panjang, mencoba memulihkan kendali dirinya yang hampir hancur. Ia mengambil handuk kering yang ada di kursi santai dan menyampirkannya ke bahu Amora.

"Masuklah. Jika Ibu melihatmu di sini dalam keadaan seperti ini, dia akan memiliki alasan lebih kuat untuk mengirimmu pergi," ujar Hamdan, kembali ke nada suaranya yang dingin dan berwibawa, meski matanya masih menyiratkan badai emosi.

Amora menarik handuk itu erat-erat, menghirup aroma maskulin Hamdan yang tertinggal di sana. "Kenapa kau peduli pada apa yang Ibu pikirkan? Kau adalah Tuan di rumah ini."

Hamdan menatap ke arah bangunan utama mansion yang megah. "Ada rahasia di rumah ini yang lebih gelap dari malam ini, Amora. Dan aku tidak ingin kau terseret di dalamnya sebelum kau benar-benar siap."

Sebelum Amora sempat bertanya lebih jauh, Hamdan sudah berbalik dan berjalan menuju ruang gym pribadinya, seolah-olah latihan fisik adalah satu-satunya cara baginya untuk benar-benar "dingin".

Amora kembali ke kamarnya dengan perasaan yang campur aduk. Ia berdiri di depan cermin, menatap dirinya yang masih mengenakan handuk milik Hamdan. Di sudut meja riasnya, ia melihat kartu nama emas yang ia remas di pasar tempo hari.

Ia mulai menyadari bahwa Hamdan Tarkan bukan sekadar pria arogan yang ingin menguasai hidupnya. Ada beban berat di pundak pria itu, sebuah beban yang entah bagaimana berkaitan dengan masa lalu Amora yang hilang.

Keesokan paginya, Amora terbangun oleh suara ketukan di pintu. Zahra masuk dengan wajah panik sambil membawa sebuah kotak besar yang dibungkus kertas kado mewah berwarna emas dan hitam.

"Amora! Ini baru saja sampai untukmu," ucap Zahra setengah berbisik.

"Dari siapa?"

"Farr Burhan. Dan masalahnya... Abang sudah melihat kurir itu di depan gerbang tadi. Wajahnya terlihat seolah dia siap membakar seluruh kota."

Amora membuka kotak itu dengan ragu. Di dalamnya terdapat sebuah gaun sutra indah khas Turki dan seuntai kalung berlian berbentuk mawar. Ada sebuah kartu kecil bertuliskan: "Untuk Mawar yang terjebak di dalam es. Sampai jumpa di museum sore ini."

Amora menelan ludah. Ia tahu, jika kemarin Hamdan hanya "hangat" karena cemburu, hari ini pria itu akan benar-benar meledak.

To be continued...

1
Wawan
Salam kenal buat Amora 😍
Yu
Semangat!
Yu
Luarbiasa
Rabi Salim
Semangat author nulisnya!!!!
Iki Riat
Lanjut kak. Semangat nulisnya!!
Tisa
Asyiknya... 🤩🤩
Naura
Hamdan 😍
Andy Rajasa
kelanjutannya mana?
Salma.Z: ditunggu aja kak
total 1 replies
Guntur
Cinta yang posesif
Reni
Semangat kak!! lanjutkan ceritanya...
Nayla
Berdebar-debar saat membaca. Cerita yang menggebu-gebu.
Hana Unil
Next...lanjut
Hana Unil
Hmmm...
Hana Unil
Lanjut kak..lanjut🙏
Rara Lani
Ceritanya bagus hanya saja masih sedikit peminatnya. Tetap semangat author. Lanjutkan!
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Sari
Semangat!! Lanjutkan!
Ika Yani
Cinta yang dramatis...
Cantika
Alurnya bikin gemes🤭
Andy Rajasa
Amora dan Hamdan punya chemistry yang bisa buat diriku meleleh 😍
udin sini
Cintanya mewah, tapi lukanya lebih mahal. Semoga saja happy ending.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!