NovelToon NovelToon
The Predator’S Possession

The Predator’S Possession

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / CEO
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Callalily

Benedict Franklin, pemilik Equinox Ventures dan pemimpin organisasi Veto, adalah pria yang hanya percaya pada angka dan kekuasaan. Baginya, emosi adalah kelemahan, dan tatapan matanya mampu meruntuhkan siapapun dalam hitungan detik. Namun, hidupnya yang penuh kendali berubah saat ia bertemu dengan Zara Clarance Harrison. Bagi Zara, hidupnya sudah cukup indah hanya dengan aroma tepung dan manisnya gula di toko kue kecil miliknya. Namun, dunianya yang tenang, hancur dalam semalam ketika ayahnya, David Harrison, menggunakan dirinya sebagai jaminan hutang kepada Benedict Franklin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Callalily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

Zara terperanjat. “Apa? Tapi baru semalam……..bagaimana mungkin?”

Benendict berhenti merapihkan dasinya. “Neraka sudah menantinya, sudah waktunya ia kembali.”

Zara tercengang mendengar jawaban Benedict. Ia kira dua pria itu mempunyai hubungan yang cukup baik. Zara merasa tatapan Benedict menyiratkan sesuatu yang sangat gelap.

Setelah Zara mengganti pakaiannya, mereka bergegas menuju lokasi pemakaman yang tidak begitu jauh.

Puluhan pria dengan setelan jas hitam berdiri kaku di antara nisan-nisan. Begitu Benedict dan Zara turun, semua mata tertuju pada mereka.

Di depan peti mati yang terbuka, Zara melihat wajah Don Jericho untuk terakhir kalinya. Satu per satu anggota keluarga mendekat untuk memberikan penghormatan.Seorang pria tua mendekati Benedict.

“Don Jericho sangat menyukai istrimu. Sayang sekali dia tidak sempat melihat kalian lebih lama.” Ucapnya dengan nada sedih yang dibuat-buat.

Benedict menatap pria itu datar. “Dia sudah melihat apa yang perlu dia lihat, Alex. Itu sudah cukup untukku.”

“Benarkah?” Alex tersenyum tipis. “Banyak orang bertanya-tanya bagaimana jantungnya bisa berhenti begitu mendadak setelah mengadakan perjamuan yang begitu meriah.”

“Beberapa orang memang lebih beruntung bisa mati dalam tidur daripada mati dengan peluru di kepala,” balas Benendict datar.

Telinga Zara terpaksa mendengar itu, ia merasa napasnya tertahan di kerongkongan. Ia yakin Benedict sedang bermain api.

“Beruntung?” Alex mendengus pelan. “Bukankah ini terlalu kentara? Kita semua tahu Jericho tidak akan pernah melepas jalur utara selama ia masih bernapas, Benedict. Dan sekarang, dia sudah tidak bernapas.”

“Dunia terus berputar, Alex. Jika kau ingin membahasnya, tunggu sampai tanah ini kering,” sahut Benedict datar.

“Sekarang, menyingkir dari jalanku. Bau kematian ini sungguh mengganggu hidungku” lanjut Benendict.

Rahang Alex mengeras, namun ia perlahan mundur memberi jalan. Ia tahu menyerang Benendict saat ini juga adalah tindakan ceroboh.

Benedict menuntun Zara pergi dari kerumunan tanpa menoleh lagi ke arah peti mati. Sepanjang pejalanan, Benendict diam. Namun sesekali sudut bibirnya terangkat, membentuk senyum tipis yang terlihat menyeramkan di mata Zara.

“Kenapa kau tersenyum?” tanya Zara akhirnya, meski suaranya gemetar. “Seseorang baru saja dikuburkan. Rasanya aneh melihatmu tersenyum seperti itu.”

Benedict menoleh, membiarkan senyum itu tetap menghiasi wajahnya saat ia menatap Zara. Tatapannya kelam, seolah menelanjangi keberanian Zara.

“Jangan tertipu oleh air mata palsu yang kau lihat di pemakaman tadi.” Sahut Benedict.

“Kau…..kau membunuhnya?.”

Benendict tertawa kecil, ia mencondongkan tubuhnya, mengikis jarak hingga Zara bisa mencium aroma sisa tembakau yang melekat pada jas nya.

“Ada orang-orang yang merasa dirinya Tuhan hanya karena mereka berhasil menutupi dosanya. Jericho adalah salah satunya. Tangannya berlumuran darah orang-orang yang seharusnya aku jaga.”

Jari-jari pria itu menyentuh pelipis Zara, menyelipkan seuntai anak rambut yang berantakan ke belakang telinga Zara dengan gerakan yang sangat lembut. Ia membisikkan kalimat selanjutnya.

“Dan, aku mengirimnya untuk menemani ayahmu. Membusuklah mereka di neraka.”

Zara mematung. Kata-kata itu menghantamnya dengan keras. Oksigen di dalam mobil seakan tersedot habis.

“Ayahku?” Bisik Zara, suaranya pecah. “Apa hubungannya dengan ayahku?.”

“Ayahmu bukan orang suci, Zara. Dia tidak lebih dari anjing pesuruh mereka”

“Siapa yang kau maksud dengan mereka, Benedict? katamu ayahku berhutang padamu, dan….itulah alasan kenapa aku disini.”

“Kau pikir ini soal uang? Bukan, Zara. Hutang itu adalah nyawa untuk nyawa.”

Zara merasa dunianya runtuh, hancur berkeping-keping di bawah kaki Benendict. Ia tidak pernah membayangkan akan masuk ke dalam pusaran yang sangat pelik.

Ada sebuah duri rasa bersalah yang menusuk relung hatinya. Ia teringat bagaimana ayahnya, David Harrison, sangat misterius, ia memperoleh kekayaan yang seolah jatuh dari langit, padahal ia hanyalah seorang pilot.

Jika benar ayahnya menghancurkan hidup Benendict, maka setiap kenyamanan yang Zara nikmati selama ini adalah hasil dari penderitaan pria di hadapannya.

“Jadi…..selama ini aku hidup atas reruntuhan hidupmu?” tanya Zara, suaranya parau.

Rahang Benedict mengeras, ia memalingkan mukanya. Diam nya pria itu sudah menjawab pertanyaan Zara.

Mobil akhirnya berhenti di depan sebuah gerbang raksasa yang terbuka perlahan, sebuah mansion berdiri angkuh di atas bukit pinggiran Roma. Begitu pintu mobil dibuka, sosok Luca sudah berdiri disana.

“Semua sudah sesuai posisi, Tuan,” lapor Luca saat Benedict turun dari mobil. “Akses jalur utara sudah ditutup, sesuai perintahmu.”

Benedict mengangguk puas. “Bawa dia ke kamarnya. Jangan biarkan dia keluar tanpa seizinku. Dan Luca……”

“Pastikan dia tidak memiliki akses ke alat komunikasi apa pun” lanjut Benedict.

Luca mengangguk patuh. “Mari, Nona.”

Zara menatap punggung Benedict yang menjauh dengan rasa putus asa yang memuncak.

“Kenapa aku masih hidup, Benedict? Jika benar ayahku mengambil sesuatu yang berharga bagimu, kenapa kau tidak mengambil nyawaku saja sebagai bayarannya?!”

Benedict berhenti melangkah di tengah lobi besar itu, namun ia tidka berbalik.

“Karena kematian adalah akhir yang terlalu mudah bagimu,” sahutnya dingin, suaranya memantul di dinding marmer yang sunyi.

Luca manarik lengan Zara, menuntunnya menaiki tangga menuju sayap timur mansion. Begitu mereka sampai di depan sebuah pintu, Luca membukanya dan memberi isyarat agar Zara masuk.

“Istirahatlah, Nona” ujar Luca. “Pelayan akan membawakan keperluanmu. Jangan mencoba melakukan hal bodoh.”

“Luca,” panggil Zara sebelum pria itu menutup pintu. Luca berhenti.

“Kau sudah bersama Benendict sejak lama, bukan? Kau tahu segalanya.”

“Aku tahu apa yang perlu aku tahu,” jawab Luca pendek.

“Benedict bicara soal hutang nyawa…..nyawa siapa yang dia maksud sebenarnya? Siapa yang ayahku ambil darinya sampai dia tega melakukan ini padaku?”

Luca menatap Zara sejenak, ia sedikit mengasihani gadis di depannya.

“Aku tidak berhak menyampaikannya padamu, tanyakan saja padanya jika kau punya cukup keberanian,” jawab Luca.

Klik.

Pintu terkunci dari luar. Zara merosot ke lantai yang dingin, memeluk lututnya yang gemetar. Pikirannya berputar liar. Bagaimana mungkin tangan hangat yang selama ini membelai rambutnya sebelum tidur bisa merenggut nyawa seseorang. Dan siapa? Saudara Benedict? Kekasihnya? Sahabatnya?.

Di lantai bawah, Benendict berdiri di balik jendela besar, gelas wiski di tangannya bergetar pelan karena cengkeramannya yang terlalu kuat.

“Dia bertanya tentang nyawa siapa yang kau maksud,” lapor Luca. “Kau belum memberitahunya?.”

“Belum,” sahut Benendict.

“Dia tampak sangat terguncang,” tambah Luca ragu.

Benedict terdiam sejenak, menatap sisa wiski dalam gelasnya sebelum meletakkannya di atas meja.

“Perketat penjagaan di sayap timur,” perintah Benedict. “Perintahkan orang-orangmu, pastikan setiap sudut di bawah kamarnya di jaga dua puluh empat jam.”

Luca mengangguk patuh, “Baik, Tuan. Akan ku pastikan tidak ada celah baginya untuk melangkah keluar.”

“Satu hal lagi, malam ini aku akan membersihkan jalur utara. Kau, persiapkan segalanya.”

1
rurry Irianty
novel dark romance favorit kuuu
Bude Yanti
aku suka lajut kan
Nanda
novel ini bagus, cocok dibaca sama orang yang suka genre dark romance
Nanda
KAK SEMANGAT UP NYAAA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!