NovelToon NovelToon
Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: premier MT

Di Kota Chang’an zaman modern, hiduplah seorang pemuda bernama Mu Chen. Ia berusia 22 tahun, bertubuh tegap dan gagah, tapi dikenal sebagai kutu buku yang haus akan pengetahuan sejarah dan filsafat Tiongkok kuno. Suatu sore di pasar loak, ia menemukan sebuah batu giok berwarna hijau pucat yang diukir pola Yin-Yang. Tanpa sadar, ia membawanya pulang. sebuah perjalanan yang merubah hidupnya dari jaman modern ke jaman kuno hidupnya para dewa Dewi dan iblis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon premier MT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 TERSESAT DIHUTAN QINLING

Setelah memastikan keadaan, Mu Chen memutuskan berjalan menuju arah asap tipis yang terlihat di kejauhan. Menurut apa yang ia baca di buku sejarah, biasanya di dekat hutan akan ada desa atau pemukiman penduduk.

Namun, apa yang tidak ia sadari: jalan yang dipilihnya justru masuk semakin dalam ke Hutan Qinling — hutan legendaris yang dikenal sebagai tempat tinggal binatang buas dan makhluk roh, sangat berbahaya bagi orang biasa sekalipun kultivator pemula.

Semakin ia berjalan, pepohonan semakin rapat dan tinggi hingga menutupi sinar matahari. Suasana menjadi agak gelap dan hening, sesekali terdengar suara gemerisik dedaunan yang membuat bulu kuduknya meremang.

"Wah... kayaknya aku salah jalan deh. Di buku tertulis hutan ini luas sekali, banyak binatang besar. Semoga saja tidak bertemu harimau atau serigala," gumamnya pelan sambil terus berjalan hati-hati.

Karena tidak tahu teknik pernapasan atau cara memanfaatkan energi Qi seperti orang lain, ia hanya bisa mengandalkan akal sehat dan pengetahuannya. Ia mematahkan dahan kayu seukuran lengan sebagai tongkat penyangga.

Tiba-tiba, dari semak-semak melompat keluar seekor hewan berbulu tebal berwarna abu-abu, bertaring tajam dan mata menyala — itu adalah Serigala Roh Tingkat Satu, binatang buas yang kecepatannya dua kali lipat serigala biasa.

Mu Chen kaget setengah mati, lalu tanpa sadar berteriak:

"Wah! Kamu serigala? Kenapa matamu bisa bersinar kayak senter? Apakah di perutmu ada baterai?!"

Serigala itu terdiam sejenak, seolah bingung mendengar ucapan aneh, lalu menggeram siap menyerang.

"Tidak bisa bernegosiasi ya? Baiklah, aku punya strategi!"

Ingat pelajaran sejarah tentang cara mengusir binatang buas, Mu Chen segera mengumpulkan ranting kering, menyalakan api dengan cara menggesekkan dua batu keras — teknik yang ia pelajari dari buku penjelajahan.

Begitu api berkobar, serigala roh itu mundur ketakutan. Binatang di dunia ini memang takut pada api, apalagi bau asapnya terasa asing dan menyengat hidungnya. Ia menggeram pelan lalu kabur masuk semak-semak.

Mu Chen tertawa lega sambil menepuk dada:

"Lihat itu! Api adalah penemuan terhebat umat manusia. Bahkan makhluk roh pun takut! Ilmu pengetahuan tidak pernah salah!"

 

Namun bahaya belum selesai. Saat ia ingin melanjutkan perjalanan, langkahnya terhenti. Di depannya terbentang jurang sempit tapi dalam, dan di sekelilingnya mulai tumbuh tanaman menjalar berwarna ungu dengan bunga beracun — Ranting Penyengat, yang bisa melumpuhkan tubuh jika terkena kulit.

"Wah, jalan buntu. Kalau memaksa lewat ranting itu, nanti badanku bengkak kayak bola sepak. Tidak boleh!"

Ia memutar otak. Di dunianya, orang membuat jembatan darurat dari batang pohon. Ia mencari pohon yang batangnya lurus dan panjang, lalu mencoba menebangnya dengan batu tajam — butuh waktu lama dan tenaga sampai tangannya pegal, tapi akhirnya berhasil juga.

Saat sedang berusaha menggeser batang pohon itu ke seberang jurang, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari arah lain.

"Cepat tangkap dia! Jangan sampai lolos!"

Muncul tiga orang berpakaian compang-camping dengan senjata tajam di tangan — mereka adalah perampok yang sering berkeliaran di pinggiran hutan untuk merampas barang orang yang lewat.

Pemimpinnya tertawa sinis melihat Mu Chen sendirian berpakaian aneh:

"Hahaha! Seorang anak muda sendirian di sini? Pakaianmu aneh, pasti membawa barang berharga. Serahkan semua yang kamu punya, dan kami biarkan hidup!"

Mu Chen menarik napas dalam-dalam, lalu tersenyum miring — ingat strategi perang Sun Wu: "Jika kekuatan tidak seimbang, gunakan akal dan keadaan sekitar."

Ia berdiri di atas batang pohon yang belum terpasang sempurna itu dan berkata keras:

"Teman-teman, kalian mau barang berharga? Lihat saja di seberang sana! Ada gua penuh emas dan batu permata, tapi jalannya hanya bisa lewat batang ini saja!"

Para perampok serakah langsung maju. Begitu dua orang pertama menginjak batang pohon, Mu Chen dengan cepat menginjak ujung lainnya — karena tidak terikat kuat, batang itu terbalik! Kedua perampok itu berteriak histeris dan tergelincir jatuh ke tumpukan dedaunan lunak di dasar jurang, meski tidak terluka parah tapi tidak bisa naik lagi dengan cepat.

Pemimpinnya yang tersisa marah besar hendak menyerang langsung. Tapi sebelum ia melangkah, kakinya terinjak tanah yang telah dilonggarkan Mu Chen sebelumnya — jebakan sederhana yang disamarkan dengan daun kering! Ia terjatuh tersungkur tepat di dekat tanaman Ranting Penyengat, dan langsung menjerit kesakitan saat kulitnya tersengat.

"Aduh! Panas! Sakit sekali!"

Mu Chen melangkah mundur dengan tenang sambil berteriak:

"Ini bukan sihir! Ini disebut memanfaatkan lingkungan! Ingat, otak lebih tajam dari pedang!"

Tanpa menunggu mereka bangun, ia segera mengatur batang pohon itu menjadi jembatan darurat yang aman, lalu menyeberang ke sisi lain. Ia membuang ranting penyangganya agar tidak bisa disusul.

Setelah merasa aman, ia kembali melanjutkan perjalanan. Langit mulai berwarna jingga pertanda senja. Hutan Qinling semakin gelap dan dingin.

"Baiklah, aku berhasil lolos dari binatang buas dan perampok... tapi di mana sebenarnya jalan keluarnya? Semoga malam ini aku tidak bertemu makhluk yang lebih aneh lagi," gumamnya sambil memeluk lutut di dekat api kecil yang ia buat untuk menjaga keamanan.

Ia belum sadar, bahwa di balik semak-semak di kejauhan, ada sepasang mata cerah yang sedang mengamatinya — bukan mata binatang buas, tapi mata seorang gadis muda yang juga sedang dalam perjalanan.

Mohon dukungannya teman teman

1
premier MT
mantap
Riekcy Rachmat
lanjut trus🙏
Riekcy Rachmat
menarik sekali, semoga updatenya banyak nnti
Riekcy Rachmat
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!