WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dua delapan
...Jeff menghela napasnya. "Lain kali, jangan pernah percaya dengan orang asing walaupun dia mengatas namakan aku. Kenapa kau begitu percaya setelah mendengar namaku, hm?" Jeff mengusap kepala Sabrina....
...Sabrina tertegun dengan sikap peduli Jeff. Perkataan Eric kembali berputar di pikirannya tentang Jeff yang menyukai dirinya. Apakah itu benar, pikir Sabrina....
..."Aku minta maaf karena sudah membuatmu khawatir, Jeff." Sabrina memegang punggung tangan Jeff. "Aku janji tidak akan begitu lagi meski merek menyebut namamu."...
...Jeff terdiam melihat tangannya yang Sabrina sentuh....
...Dengan cepat dia menarik tangannya dan meletakkannya di dadanya. "Akhir-akhir ini jantungku bermasalah. Aku harus segera pergi ke Dokter." gumam Jeff yang masih bisa di dengar oleh Sabrina....
..."Benar' kah? Coba aku periksa," Sabrina mendekatkan dirinya ke arah Jeff dan malah berhenti tepat di dada Jeff. Gadis itu berusaha mendengar detak jantung Jeff. "Ah, kamu benar. Dia berdetak semakin kencang sekarang."...
..."Shit!" Jeff mengumpat karena Sabrina malah semakin membuat jantungnya tak karuan....
..."Jeff, kamu tidak apa-apa?" tanya Sabrina mendongakkan kepalanya dengan posisi yang masih sama....
...Berada di dekat dada Jeff....
...Jeff segera memalingkan wajahnya. "Apa kau sedang menggodaku?"...
...Sabrina yang tersadar pun segera menarik dirinya. Dia segera kembali ke posisinya dan menatap ke arah jendela. "Oh, tidak. Aku akan terlambat sekarang!" Sabrina berpura-pura melihat jamnya yang membuat Jeff segera melajukan mobilnya....
...Di sepanjang perjalanan, mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing. Jeff masih terbayang akan wajah Sabrina yang begitu dekat dan gadis itu malah menempelkan dirinya ke dadanya untuk mendengar detak jantungnya....
...Sedangkan Sabrina, dia malah terbayang wajah Jeff yang begitu sempurna saat di lihat dari bawah dan begitu dekat. Sabrina menggigit jarinya sendiri. "Ini salah!" batin Sabrina karena terus memikirkan itu....
..."Em, jam berapa kelasmu selesai?" Jeff akhirnya...
...kembali membuka percakapan....
...Sabrina menoleh sebentar padanya. "Oh, jam tiga. Aku berniat untuk mampir ke suatu tempat dulu nanti."...
..."Aku akan mengantarmu,"...
..."Huh?" Sabrina kembali menoleh pada Jeff yang terlihat begitu gugup....
...Jeff menggaruk tengkuknya. "Maksudku, aku akan mengantarmu karena takut jika ada orang yang membawamu dan mengatas namakan aku lagi." Jeff tidak tahu mengapa tiba-tiba dia menjadi begitu canggung dengan Sabrina....
...Sabrina mengangguk kecil. "Baiklah." Hanya itu yang bisa Sabrina katakan....
...***...
..."Kabari aku jika kau sudah selesai." Jeff menatap Sabrina yang berdiri di luar mobilnya. Gadis itu sedang menunggu temannya untuk masuk bersama nanti....
...Sabrina mengangguk dan melambaikan tangannya. "Baiklah, kamu hati-hati di jalan."...
...Jeff tersenyum. Namun senyumnya seketika pudar saat melihat pria yang waktu itu merangkul Sabrina kini datang menghampiri Sabrina. Bahkan pria itu lagi dan lagi merangkul bahu Sabrina....
..."Sabrina, kamu sedang apa di sini?" tanya Max kemudian mengikuti arah pandang Sabrina yang tadi sedang melambaikan tangannya pada seseorang di dalam mobil....
...Max sedikit menundukkan kepalanya untuk melihat jelas siapa pria itu. "Dia siapa? Kenapa kamu melambaikan tangan padanya?"...
...Sabrina tersenyum ke arah Max. Hal itu membuat Jeff kesal karena Sabrina tersenyum pada pria lain. "Dia temanku," jawab Sabrina apa adanya....
...Max mengerutkan keningnya. "Aku tidak pernah melihat kamu berteman dengan seorang pria, apa dia pacarmu?" Max tertawa getir di akhir....
...Jeff mengepalkan tangannya. "Sabrina, nanti kabari saja jika sudah. Aku akan menjemputmu sesuai yang aku katakan tadi." teriak Jeff membuat Max kembali menatapnya. Jeff menarik sudut bibirnya melihat wajah max yang kebingungan. Lalu dengan cepat dia menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi....
...Max menatap mobil Jeff yang melaju begitu cepat....
..."Apa temanmu itu seorang pembalap?"...
...Sabrina hanya geleng-geleng kepala. Mereka akhirnya masuk setelah Thea datang....
...***...
...Jeff dan Sabrina sudah berada di dalam mobil Jeff lagi. Jeff benar-benar menjemput Sabrina dan mengantarnya ke suatu tempat....
..."Apa yang ingin kau beli? Biar aku saja yang membelikannya." Mobil Jeff berhenti di sebuah minimarket. Sabrina bilang dia akan membeli sesuatu sebelum berangkat untuk bekerja....
..."Ini rahasia wanita, aku tidak yakin jika kamu mau membelikannya." Sabrina juga sebenarnya ingin tetap di dalam mobil Jeff karena masalah bulanan membuatnya malas bergerak....
...Jeff menaikkan sebelah alisnya. "Katakan saja, aku akan membelikannya."...
...Sabrina memegangi perutnya yang terasa nyeri....
..."Tolong belikan aku pembalut." Sabrina menggigit bibir bawahnya. Dia begitu malu mengatakannya....
..."Kau tidak apa-apa? Kenapa kau terus memegangi perutmu?" Jeff tentu saja bingung melihat Sabrina seperti kesakitan....
...Sabrina semakin meringis. "Aku tidak apa-apa. Ini sudah biasa jika aku datang bulan. Tolong belikan aku pembalut dan pereda nyeri datang bulan. Ku mohon cepatlah....
..." Ini sudah hari ke tiganya dan perutnya masih begitu sakit. Sabrina memang sudah biasa merasakan ini, mungkin karena kesehatannya yang kurang baik dan mempengaruhi hormonnya....
...Jeff menggaruk tengkuknya. Dia sebenarnya tidak mengerti apa yang Sabrina maksud. Namun akhirnya ia segera keluar dari sana karena Sabrina terus mendesaknya....
..."Kau tunggulah di sini." Jeff menutup pintu mobilnya dan segera masuk ke dalam minimarket itu....
...Sabrina menghela napasnya. "Aku tidak yakin jika dia bisa membelinya."...
...Di dalam minimarket itu, Jeff berdiri di hadapan sebuah rak yang berisi pembalut. ...
...Dia sempat mendengar seorang wanita berbicara tentang datang bulan dan mengambil beberapa benda di rak itu. Jeff pun mengikutinya, dia menatap bingung karena banyaknya jenis barang yang Sabrina katakan....
..."Aku harus mengambil yang mana?" Jeff menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia akhirnya mengambil satu persatu setiap jenis pembalut itu dan memasukkannya ke dalam keranjang. ...
...Kemudian mendorong trolinya ke meja kasir.Beberapa pelanggan yang melihat Jeff membeli banyak benda itu menahan tawanya. Jeff bahkan menatap mereka dengan bingung....
..."Maaf, Tuan. Apa anda yakin ingin membeli semuanya?" tanya seorang pembeli yang mengantri di belakang Jeff....
...Jeff mengangguk dengan yakin. "Ya, gadisku mengatakan jika dia menyuruhku untuk membeli ini. Karena aku tidak mengerti, jadi aku ambil saja semuanya....
...Apakah ada masalah?"...
...Mereka tertawa kecil. "Anda sangat perhatian, tidak ada yang salah. Hanya saja itu terlalu banyak."...
..."Tidak masalah. Dia bisa menggunakannya di waktu lain nanti." timpal salah satu dari mereka....
...BRUKKK...
...Suara keras itu membuat seisi minimarket itu terkejut. Dan mereka segera berlari keluar saat melihat sebuah truk besar menabrak mobil yang sedang terparkir. Jeff juga melihatnya dan seketika matanya terbelalak saat menyadari jika itu adalah mobilnya....
..."Sabrina!" Jeff meninggalkan belanjaannya dan berlari keluar. Dia melihat mobilnya terpental cukup jauh karena tabrakan itu lumayan kuat....
..."Sabrina! Tidak!" Jeff mencoba membuka pintu mobil itu namun dia begitu panik hingga menjatuhkan kunci mobilnya entah dimana. Jeff semakin panik, dengan cepat dia memukul kaca mobil itu dengan tangannya sendiri.Darah mulai bercucuran dari tangannya akibat kaca mobil itu sedikit demi sedikit mulai retak. Dan akhirnya jeff berhasil memecahkan kaca mobilnya....
..."Sabrina," nafas Jeff memburu dengan rasa panik menjadi satu....
aku suka
aku suka🥰