NovelToon NovelToon
Dua Sisi Sangkar Emas

Dua Sisi Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Lampu kristal yang menggantung di ruang tengah kediaman keluarga Arkatama tidak pernah benar benar mampu menghangatkan dingin yang membeku di antara Kyna dan Julian. Lima tahun pernikahan seharusnya menjadi perayaan tentang kesetiaan namun bagi Kyna itu adalah lima tahun pengabdian dalam sunyi yang mencekam. Tepat pada malam peringatan pernikahan mereka sebuah kebenaran pahit terkuak melalui celah pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Di sana di bawah kucuran air yang menderu Kyna mendengar suaminya menggumamkan satu nama yang selama ini menjadi hantu tak kasat mata dalam hidup mereka yakni Elara sang cinta pertama yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air.

Julian adalah pria yang membangun tembok es di sekeliling hatinya namun bagi Elara pria itu bersedia menjadi api yang menghangatkan. Setiap kali Julian pergi dengan alasan membantu seorang teman yang sedang kesulitan Kyna hanya mampu menjawab dengan seulas senyum tipis dan kata kata pendek yang menyembunyikan luka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6

Rasa sakit terkadang memiliki cara tersendiri untuk mematangkan jiwa manusia.

Di dalam ruang restoran yang dipenuhi aroma hidangan pedas yang menyengat, Kyna memanggil nama suaminya dengan suara yang tercekat di kerongkongan.

Julian menatapnya dengan sepasang mata yang melembut, sebuah tatapan yang seketika melemparkan ingatan Kyna pada malam kecelakaan lima tahun lalu di depan ruang operasi.

Kala itu, kelembutan Julian terasa seperti obat penawar bagi kakinya yang hancur, namun butuh waktu setengah dekade bagi Kyna untuk menyadari sebuah kebenaran pahit bahwa untaian perhatian seorang pria tidak akan pernah bisa bertukar rupa menjadi cinta yang murni.

Dengan bibir yang bergetar namun tatapan yang lurus, Kyna meluncurkan kalimat yang seketika membekukan gerakan tangan Julian di atas meja, sebuah permintaan untuk mengakhiri pernikahan mereka.

Julian mengernyitkan dahi, menganggap ucapan istrinya hanyalah bentuk luapan emosi sesaat yang tidak rasional.

Pria itu dengan tenang mengambil mangkuk bersih, memisahkan duri dari daging ikan dengan sangat telaten, seolah sedang menjinakkan seorang anak kecil yang sedang merajuk.

Julian bahkan mempertanyakan bagaimana Kyna akan melanjutkan hidup dan bertahan sendirian di luar sana tanpa topangan harta dan statusnya, sebuah pertanyaan meremehkan yang selama ini selalu menjadi stigma bahwa Kyna adalah mahluk lumpuh yang tidak berdaya.

Pertahanan Kyna nyaris runtuh oleh penghinaan yang halus itu, namun ia memaksakan diri untuk menegaskan bahwa ia mampu berdiri di atas kakinya sendiri.

Julian hanya mengulas senyum tipis, memerintahkan Kyna untuk menghabiskan makanannya dan melarangnya untuk kembali mengungkit masalah perceraian.

Julian mengingatkan betapa besarnya pengorbanan yang ia lakukan hari ini dengan membatalkan beberapa rapat penting demi menemani Kyna, sebuah pembelaan diri yang berlanjut pada pembelaan terhadap posisi Elara di dalam lingkaran pertemanan mereka.

Bagi Julian, Elara adalah sosok wanita baik-baik yang ingin berteman dengan Kyna, sebuah kemunafikan yang langsung ditolak mentah-mentah oleh Kyna hingga memicu kilatan amarah di wajah suaminya.

Kyna memilih untuk diam dan melanjutkan makannya bukan karena ia menyerah, melainkan karena ia tahu bahwa ia membutuhkan energi fisik yang cukup untuk mempersiapkan pelariannya yang sesungguhnya.

Setelah perjamuan yang hambar itu selesai, Julian bersikeras membawanya ke sebuah pusat perbelanjaan mewah, sebuah tempat yang sangat jarang mereka kunjungi bersama selama lima tahun ini.

Di bawah siraman lampu mal yang teramat terang, Kyna berjalan mengekor di belakang tubuh tegap Julian sambil mendekap tasnya yang berisi dokumen ujian dengan sangat erat, merasa tidak nyaman dengan tatapan orang-orang di sekitar mereka.

Kehilangan arah di tengah kepungan gerai barang mewah, Kyna berjalan tanpa tujuan hingga langkah kakinya terhenti di depan sebuah konter jam tangan desainer ternama.

Di sana, di antara kilauan kaca kristal, ia melihat sosok Elara yang sedang ditemani oleh William untuk memilih barang berharga fantastis.

Kyna mematung di balik pilar saat telinganya menangkap percakapan manis antara kedua orang itu tentang kartu debit tambahan milik Julian yang kini berada di dalam dompet Elara.

Elara berpura-pura sungkan untuk menggunakan fasilitas tersebut, namun William terus meyakinkannya bahwa Julian memberikan kartu itu dengan ketulusan penuh dari seorang pria yang ingin menepati janji masa kuliahnya.

Kilatan kebenaran yang mengerikan seketika menghantam kesadaran Kyna saat melihat model jam tangan yang sedang dicoba oleh Elara di pergelangan tangannya.

Jam tangan itu adalah model yang sama persis dengan sepuluh jam tangan yang tersimpan di dalam laci kamar tidurnya, hadiah yang selama ini ia kira sebagai bentuk perhatian Julian di setiap hari pernikahan mereka.

Ternyata, sepuluh jam tangan itu bukanlah sebuah hadiah melainkan sisa-sisa dari sebuah janji lama yang Julian buat untuk wanita lain, sebuah ritual penebusan rasa bersalah yang keliru di mana Kyna hanyalah menjadi tempat penampungan bagi memori masa lalu suaminya.

Di belahan koridor yang lain, Julian tampak berjalan mendekat ke arah konter bersama seorang rekan bisnis penting yang tidak sengaja berpapasan dengannya.

Kyna bergegas menyembunyikan tubuhnya lebih dalam di balik pilar beton saat Elara melambaikan tangan dengan riang, memanggil Julian untuk mendekat dan meminta persetujuan untuk membeli jam tangan idamannya.

Julian mengangguk dengan seulas senyum yang teramat manis dan penuh binar kehidupan, sebuah ekspresi yang tidak pernah sekalipun Kyna dapatkan di dalam rumah sepi mereka.

Elara memamerkan kartu tambahan itu dengan tawa kemenangan yang renyah sebelum melangkah menuju kasir.

Melihat kedekatan yang begitu intim di depan matanya, rekan bisnis Julian tersenyum hangat dan melontarkan sebuah pujian tentang betapa serasi dan mesranya hubungan sepasang suami istri di hadapannya tersebut.

Julian dan Elara sempat tertegun sesaat mendengar kesalahpahaman pria itu yang mengira Elara adalah istri sah dari sang presiden direktur.

Namun, keheningan berikutnya menjadi jawaban yang paling mematikan bagi Kyna, karena baik Julian maupun Elara sama-sama memilih untuk bungkam dan tidak menyangkal status pernikahan palsu itu demi menjaga muka di hadapan rekan bisnis mereka.

...***...

Kyna memejamkan mata di balik pilar, merasakan setetes air mata terakhirnya jatuh dan mengering di pipinya bersamaan dengan hilangnya seluruh rasa cinta yang pernah ia miliki untuk Julian.

Namun, sebelum ia sempat berbalik untuk meninggalkan area mal tersebut, ponsel di dalam tasnya yang semula mati mendadak bergetar karena sebuah pesan otomatis dari sistem perbankan pusat.

Pesan itu adalah sebuah notifikasi transaksi penarikan dana global dalam jumlah yang sangat besar dari rekening pribadi Kyna, sebuah rekening yang seharusnya hanya diketahui oleh dirinya dan pihak universitas luar negeri.

Kyna menatap layar dengan jantung yang berhenti berdetak, menyadari bahwa seseorang baru saja memanipulasi identitas finansialnya untuk menggagalkan seluruh rencana keberangkatannya ke Eropa malam ini.

1
falea sezi
sejauh ini. muter doank ini novel🤣 pret rugi baca nya gue😒
falea sezi
jahat bgt si bangsat😒
falea sezi
bukannya Julian kok jd andrian
Emi Sudiarni
bgusvsib ceritanya. tpi bingung bacanya kerna bolak balik dsk beraturan
Emi Sudiarni
sdih bngat ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!