Lin Xiu returned to civilization confident and proud after training with a master who cannot be named on a celestial island cut off from the real world. In his quest to uphold justice, he courageously picks fights with elites in the community wreaking havoc among the rich and the powerful. Be it ghosts, spirits, or seniors of the daoist association, he is fearless. Will the little girl Xiao Tong stay a little girl as she accompanies him on his journey to track down the rest of his friends from the orphanage they once shared?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27.badai darah Pengawal bayangan
Suara tetesan air hujan yang menghantam atap genteng emas Istana Pangeran Long terdengar kian bising, berbaur dengan kepulan debu putih dari reruntuhan gerbang yang dihancurkan oleh Lin Xiu. Udara di dalam aula agung itu mendadak menjadi sangat dingin dan kering. Tekanan spiritual yang dipancarkan oleh dua orang di dalam ruangan ini begitu dahsyat, membuat api dupa kuno yang berada di dalam wadah perunggu di sepanjang dinding langsung padam seketika.
Pangeran Long berdiri dengan tangan bersedekap di balik jubah tenun kuning tuanya. Wajahnya yang tampak awet muda sama sekali tidak menyiratkan kepanikan. Sebagai seorang praktisi kuno yang berhasil mempertahankan jiwanya melalui metode reinkarnasi rahasia faksi mistis, dia telah menyaksikan runtuhnya berbagai dinasti dan kematian ribuan jenderal hebat selama ratusan tahun. Baginya, Lin Xiu tak lebih dari sekadar pemuda berbakat yang beruntung mendapatkan warisan murni, namun terlalu terburu-buru didorong oleh dendam masa lalu.
"Memastikan tidak ada tanah yang tersisa tanpa berlumuran darahku?" Pangeran Long mengulangi perkataan Lin Xiu dengan senyum tipis yang sarat akan penghinaan. "Bocah kecil, kau mungkin bisa bersikap sombong setelah menghancurkan anjing peliharaanku, Huo Tianba. Namun, kau harus tahu bahwa kekuatan faksi dalam Klan Naga Hitam itu kuperoleh hanya dari sisa-sisa remah energi yang kubuang dari istana ini. Di hadapan fondasi ribuan tahun kekaisaran, kau hanyalah sebutir debu yang mencoba menantang badai."
Pangeran Long perlahan mengangkat tangan kanannya, lalu menjentikkan jarinya satu kali di udara.
*TIK.*
Bunyi jentikan jari yang pelan itu bermanifestasi menjadi gelombang kejut frekuensi rendah yang menyebar ke seluruh penjuru kompleks istana. Seketika itu juga, dari balik bayang-bayang pilar batu giok, langit-langit aula, hingga dari bawah lantai yang retak, puluhan sosok manusia berpakaian mantel hitam legam muncul dengan gerakan yang sangat cepat bagai hantu malam.
Mereka adalah **Pengawal Bayangan Kekaisaran (Shadow Guards)** faksi terdalam. Ada sekitar lima puluh orang yang kini mengepung Lin Xiu dalam formasi melingkar sempurna. Berbeda dengan para praktisi Klan Naga Hitam yang mengandalkan uap racun dan energi kasar, setiap Pengawal Bayangan ini memancarkan aura yang teramat sunyi, dingin, dan efisien. Mereka adalah mesin pembunuh berdarah dingin yang masing-masing telah mencapai ranah *Setengah Dewa* (*Half-Deity Realm*) berkat ramuan esensi jiwa yang diberikan oleh Pangeran Long.
Di tangan mereka, tergenggam sepasang belati pendek bermata dua yang dilapisi oleh energi hitam pekat pembusuk meridian (*Meridian Corroding Qi*). Tidak ada suara teriakan perang, tidak ada gertakan; hanya ada tatapan mata yang kosong dan mati di balik topeng emas mereka yang berkilat dingin.
"Bunuh dia. Ambil danyuan emasnya, dan bawa kepalanya ke hadapanku," perintah Pangeran Long datar sembari berjalan mundur, kembali duduk dengan anggun di atas kursi singgasana berukir naga emasnya di ujung aula.
*WUSH! WUSH! WUSH!*
Tanpa ada aba-aba verbal, lima puluh Pengawal Bayangan itu bergerak serempak dengan sinkronisasi yang teramat sempurna. Tubuh mereka melebur dengan kegelapan malam, menyisakan puluhan garis hitam yang melesat dari segala penjuru mata angin menuju titik-titik mati di tubuh Lin Xiu—leher, jantung, dantian, dan urat nadi di pergelangan kakinya. Kecepatan mereka telah melampaui batas penglihatan manusia biasa, bahkan sanggup menciptakan distorsi udara yang menghasilkan suara siulan tajam.
Lin Xiu berdiri di tengah-tengah kepungan maut tersebut tanpa mengubah posisinya sedikit pun. Dia baru saja selesai menggulung lengan kemeja hitamnya hingga ke siku, memperlihatkan lengan yang kokoh dengan garis-garis pembuluh darah yang perlahan menyala keemasan.
"Kekuatan yang dibangun dari keputusasaan dan jiwa-jiwa yang diperbudak," ucap Lin Xiu dengan nada yang sangat rendah, hampir seperti bisikan dari malaikat maut. "Kalian semua... sudah tidak memiliki esensi manusia lagi di dalam tubuh kalian."
Tepat ketika ujung belati hitam milik tiga Pengawal Bayangan terdepan berada hanya beberapa milimeter dari kornea mata dan tenggorokan Lin Xiu, pemuda itu akhirnya bergerak.
Dia tidak menghindar. Dia hanya mengentakkan kaki kanannya ke atas lantai batu giok putih dengan kekuatan yang terukur.
*BOOOM!!!*
Energi *Zhenqi* Sembilan Matahari murni meledak keluar dari bawah telapak kakinya, membentuk gelombang melingkar berwarna emas murni yang menghantam lantai istana hingga hancur berantakan. Gelombang kejut itu melesat horizontal dengan kecepatan absolut, menghantam dada tiga puluh Pengawal Bayangan yang berada di lapisan pertama pengepungan.
*CRACK! CRACK! CRACK!*
Bunyi patahnya tulang rusuk dan hancurnya pelindung dada logam mereka terdengar serempak. Tiga puluh pembunuh elit itu terlempar ke belakang dengan sangat keras, menabrak pilar-pilar batu giok hingga retak sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Hebatnya, sebagai mesin pembunuh tanpa rasa sakit, beberapa dari mereka yang tulangnya telah menembus kulit masih berusaha merangkak maju dengan belati di tangan.
"Keras kepala," desis Lin Xiu dingin.
Lin Xiu membuka telapak tangan kanannya. Kali ini, dari dalam saku celananya, lima puluh jarum perak berkilau terbang keluar secara otomatis, mengambang di sekeliling telapak tangannya seperti kawanan kunang-kunang emas yang menari. Ini adalah teknik **Jarum Medis Suci Pemutus Benang Jiwa**—teknik yang biasanya digunakan Lin Xiu untuk membunuh sel-sel kanker mematikan di dalam tubuh pasiennya, namun kini digunakan untuk membersihkan kanker dunia mistis.
"Pergi," Lin Xiu mengibaskan telapak tangannya ke depan dalam gerakan setengah lingkaran.
*PING! PING! PING!*
Lima puluh jarum perak itu melesat dengan kecepatan yang melampaui kecepatan peluru senapan runduk, membelah tirai hujan dan debu aula. Setiap jarum perak membawa seutas benang energi emas murni yang teramat tipis namun memiliki ketajaman yang sanggup memotong baja tebal kekaisaran.
*SLIT! SLIT! SLIT!*
Dalam waktu kurang dari tiga detik, suara desingan jarum itu berhenti. Lima puluh Pengawal Bayangan Kekaisaran yang menjadi faksi pertahanan terkuat Istana Pangeran Long mendadak membeku di posisi mereka masing-masing. Ada yang sedang melompat di udara, ada yang sedang mengayunkan belati, dan ada yang baru saja akan mengeluarkan senjata rahasia.
Sedetik kemudian, garis-garis merah tipis muncul di leher, pergelangan tangan, dan dada mereka.
*CRASH!!!*
Tubuh lima puluh pembunuh ranah Setengah Dewa itu serempak terpotong-potong menjadi beberapa bagian, jatuh berantakan di atas lantai batu giok putih yang kini dengan cepat dibanjiri oleh aliran darah hitam pekat yang berbau busuk. Tidak ada satu pun dari mereka yang sempat mengeluarkan jeritan; teknik jarum Lin Xiu telah menghancurkan sistem saraf dan mengunci jiwa mereka bahkan sebelum rasa sakit itu sempat mencapai otak.
Bau anyir darah yang teramat pekat langsung memenuhi seluruh aula utama istana yang kini telah hancur berantakan. Lin Xiu berdiri di tengah-tengah genangan darah tersebut, kemeja hitam dan wajahnya tetap bersih tanpa ternoda oleh setetes darah pun dari para pengawal tersebut. Sepasang mata emas murninya perlahan beralih, menatap lurus ke arah Pangeran Long yang kini perlahan-lahan mulai berdiri dari kursi singgasananya dengan ekspresi wajah yang tidak lagi seangkuh sebelumnya.
"Lima puluh pengawal bayanganku... kau menghancurkannya dalam hitungan detik menggunakan teknik jarum medis tingkat rendah?" Pangeran Long menatap potongan-potongan tubuh bawahannya dengan rahang yang mengeras. Aura di sekeliling tubuhnya mulai bergolak hebat, memancarkan warna ungu kehitaman yang pekat, memanifestasikan bayangan naga berkepala tiga yang mengerikan di belakang punggungnya.
"Sekarang," Lin Xiu melangkah maju, melewati genangan darah hitam dengan tenang, tatapannya mengunci mata Pangeran Long. "Hanya tersisa kau sendirian, Pangeran Long. Katakan di mana letak makam suci yang kau cari, dan bagaimana Ibu panti kami bisa terlibat dalam konspirasi kotor kalian tiga belas tahun yang lalu... sebelum aku memotong seluruh meridian di tubuhmu."
Pangeran Long tertawa getir, suaranya kini dipenuhi oleh energi spiritual kuno yang membuat seluruh distrik barat Ibukota Imperial yang terisolasi mengalami gempa bumi kecil.
"Bocah keparat! Kau pikir kau sudah menang hanya karena membunuh budak-budakku?!" Pangeran Long meraung, jubah kuning tuanya robek hancur berkeping-keping akibat ledakan energinya sendiri, memperlihatkan tubuhnya yang dipenuhi oleh rajahan tato aksara kuno yang menyala merah darah. "Hari ini, aku akan memperlihatkan kepadamu kekuatan sesungguhnya dari **Ranah Dewa Puncak (Peak Deity Realm)** yang telah kusempurnakan selama tiga kehidupan!"