NovelToon NovelToon
Sistem Mancing Mania Mantap

Sistem Mancing Mania Mantap

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:27.7k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Arga, seorang pemuda yatim piatu miskin yang berjuang hidup sebagai nelayan sampan, harus menelan pil pahit saat dihina habis-habisan oleh mantan teman-teman sekolahnya di sebuah acara reuni.

Merasa putus asa dan tidak terima dengan ketidakadilan takdir, ia melampiaskan emosinya dengan memancing di tengah malam, namun kailnya justru menarik sebuah umpan logam berkarat misterius yang menyerap darahnya dan membangkitkan Sistem Mancing Mania Mantap.

Berbekal sistem aneh yang menggunakan emosi sebagai umpan dan menunjukkan lokasi pancing yang tidak masuk akal, Arga tidak lagi sekadar memancing ikan biasa, melainkan menarik harta karun dimensi lain, pusaka kuno, hingga kekuatan gaib yang akan memutarbalikkan nasibnya dari pemuda rendahan menjadi sosok kaya raya yang ditakuti semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Arga berjalan keluar dari restoran daging panggang dengan perut yang sangat kenyang.

Dia baru saja menghabiskan hampir dua juta rupiah hanya untuk makan siang sendirian.

Arga masuk ke dalam mobil SUV hitamnya dan menyalakan mesin pendingin ruangan.

'Gue butuh kapal motor berukuran sedang buat pergi ke tengah laut malam ini,' batin Arga sambil memegang setir.

'Sampan tua di Muara Angke udah pasti hancur kalau gue pakai buat narik tangkapan dari umpan tingkat tinggi.'

Arga mengarahkan mobilnya menuju kawasan dermaga Marina Ancol yang menyewakan kapal laut pribadi.

Satu jam perjalanan membelah kemacetan sore Jakarta akhirnya membawa Arga tiba di pelabuhan tersebut.

Deretan kapal motor pesiar dan kapal pancing cepat bersandar rapi di sepanjang dermaga beton.

Arga turun dari mobil dan berjalan menghampiri sebuah pos penyewaan kapal yang dijaga oleh seorang pria paruh baya.

Pria itu sedang duduk santai sambil meminum kopi hitam dari gelas plastik.

"Sore Pak, saya mau sewa kapal pancing buat malam ini ke perairan lepas," sapa Arga ramah.

Pria paruh baya itu menatap Arga sekilas lalu meletakkan gelas kopinya di atas meja.

"Sore Mas, kenalin saya Johan kapten kapal di sini," jawab pria itu berdiri menyambut Arga.

"Mas mau sewa buat berapa lama dan perginya sejauh apa dari pesisir Jakarta?"

"Saya Arga Pak Johan, saya mau sewa semalaman penuh sampai besok pagi," jelas Arga menjabat tangan Johan.

"Saya mau mancing agak jauh ke tengah sampai gak kelihatan lampu kota sama sekali."

Johan mengerutkan dahinya mendengar permintaan rute pelayaran dari pemuda di depannya ini.

"Cuaca malam ini diprediksi agak berangin Mas Arga, ombak di tengah laut juga lumayan tinggi," peringat Johan.

"Tarif sewa kapal cepat untuk rute sejauh itu harganya sepuluh juta rupiah semalam dan itu harus dibayar di muka."

Johan sengaja menyebutkan harga sewa paling mahal untuk mengetes keseriusan calon penyewanya.

Arga sama sekali tidak terkejut mendengar angka sepuluh juta tersebut.

Dia langsung mengambil ponsel dari sakunya dan membuka aplikasi perbankan digital.

"Saya transfer lima belas juta sekarang juga ke rekening Pak Johan," ucap Arga dengan nada santai.

"Lima juta sisanya itu uang tip buat bapak asal bapak nurut sama semua aturan saya selama di kapal nanti."

Mata Johan langsung membelalak lebar melihat nominal transfer yang ditunjukkan oleh Arga di layar ponselnya.

"Wah terima kasih banyak Mas Arga, uangnya sudah langsung masuk ke rekening saya," kata Johan dengan suara bergetar girang.

"Aturan apa saja yang Mas Arga mau selama kita berlayar nanti malam?"

"Aturannya gampang Pak Johan, saat saya mulai mancing di tengah laut nanti bapak harus diam di dalam kabin kemudi," jelas Arga menatap tajam mata Johan.

"Bapak gak boleh keluar kabin atau merekam apa pun yang saya lakukan di geladak belakang kapal."

Johan mengangguk cepat beberapa kali tanpa berniat membantah sedikit pun.

"Siap Mas Arga, saya jamin privasi Mas Arga aman seratus persen sama saya," janji Johan menepuk dadanya.

"Kalau begitu kita berangkat jam tujuh malam pas ya Pak, saya mau ambil tas pancing saya dulu di mobil," kata Arga berbalik badan.

Tepat pukul tujuh malam, langit Jakarta sudah berubah menjadi gelap gulita tanpa bintang.

Kapal motor cepat yang dikemudikan oleh Johan mulai bergerak membelah ombak laut pesisir utara.

Arga duduk di kursi geladak belakang sambil memeluk tas olahraga hitamnya.

Angin laut malam berhembus sangat kencang menerpa wajah dan rambutnya.

Suara mesin kapal menderu keras memecah kesunyian lautan yang kelam.

Dua jam pelayaran berlalu dan daratan kota Jakarta kini sudah tidak terlihat sama sekali dari pandangan mata.

Hanya ada kegelapan pekat dan gulungan ombak laut dalam yang mengelilingi kapal mereka.

Arga membuka layar peta sistem di matanya dan melihat sebuah titik merah besar berkedip tidak jauh di depannya.

"Pak Johan, matikan mesin kapalnya dan lempar jangkar di koordinat ini sekarang," teriak Arga melawan suara angin.

"Siap Mas Arga, mesin saya matikan sekarang," balas Johan dari dalam kabin kemudi.

Mesin kapal langsung mati meninggalkan suara ombak yang terus membentur lambung kapal.

"Sesuai janji kita tadi, bapak masuk ke dalam kabin dan kunci pintunya rapat-rapat," perintah Arga mendekati pintu kabin. "Bapak tidur aja di dalam dan jangan keluar sampai saya ketuk pintunya besok pagi."

"Baik Mas Arga, kalau ada keadaan darurat Mas tinggal teriak saja ke arah jendela kaca ini," pesan Johan sebelum menutup pintu kabin.

Klak.

Suara kunci pintu kabin diputar dari dalam terdengar sangat jelas.

Kini Arga benar-benar sendirian di geladak belakang kapal di tengah lautan lepas yang menakutkan.

Dia membuka tas olahraganya dan mulai merakit joran karbon elit miliknya.

Setelah jorannya terpasang sempurna, Arga membuka sistem ruang inventaris di kepalanya.

"Sistem, pasang Umpan Emosi Tingkat Tinggi ke ujung kail gue sekarang," perintah Arga memusatkan pikirannya.

Sebuah cahaya merah darah tiba-tiba muncul dan membungkus ujung mata kail Arga.

Cahaya merah itu berdenyut perlahan seperti sebuah jantung manusia yang sedang berdetak.

Aura mengerikan langsung menyebar dari umpan tersebut membuat bulu kuduk Arga berdiri tegak.

"Umpan Emosi Tingkat Tinggi siap digunakan Host," lapor suara mekanis sistem memecah kesunyian.

"Peringatan, umpan ini berpotensi menarik entitas penjaga dari dimensi bawah laut yang berbahaya."

Arga menelan ludah mendengar peringatan bahaya yang diucapkan oleh sistem barusan.

Namun rasa penasarannya jauh lebih besar daripada rasa takutnya saat ini.

Dia berjalan mendekati pagar pembatas kapal dan mengayunkan jorannya sekuat tenaga ke arah laut gelap.

Swosh.

Kail bercahaya merah darah itu melayang membelah angin malam.

Plup.

Air laut memercik tinggi saat kail itu menembus permukaan dan tenggelam dengan sangat cepat.

Arga menahan napas dan memegang gagang joran dengan posisi kaki sedikit terbuka lebar.

Peningkatan Fisik Tingkat Dasar miliknya membuat kuda-kuda Arga sekuat pilar beton di atas dek kapal.

Lima menit berlalu dalam ketegangan yang sangat menyiksa saraf Arga.

Tiba-tiba permukaan air laut di sekitar kapal mulai berbuih hebat dan berputar membentuk pusaran kecil.

Joran karbon di tangan Arga langsung melengkung hampir menyentuh air laut.

Tarikan dari dalam air ini jauh lebih gila dari gabungan tarikan koper dan brankas logam sebelumnya.

"Sistem, ini tarikannya gila banget, apa lengan gue sanggup nahan bebannya?" teriak Arga menahan rasa sakit di bahunya.

"Fokuskan energi fisik Host ke telapak tangan dan terus putar penggulung benang tanpa henti," instruksi sistem dengan nada datar.

1
Kasma Wati
💪💪💪💪💪
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
Kasma Wati
👍👍👍👍👍
Marthen
preman pasar kelas kampungan yg nyasar 😄😄😄
cynth
Mancing lele di selokan aja malunya nembus layar, apa lagi ini. Astaga...
Gege
nasahhh... ceritanya enteng..ngalir.. menyajikan hiburan bacaan yang bikin candu...
Momen'to
mimpi basah author 😹
Magane
menunggu sistem kurir mbg
Yofu
kok bisa kepikiran sih/Sweat/
Yofu
mancing mania mantap🗿
Dhewa Shaied
crazy up thorr.. imajinasinya gak ngotak 💪💪💪 😍😍😍😍
Yuliana Tunru
syuuuka bgt hari.ini crezy up thorrr 💪💪 up ..arga waktu x cari wanita special ya jgn sampe dpt tipe rina 😄😄😄
dhani satria
tomatkah?
dhani satria: owhhhhh.....,crazy up...,mantap ceritanya
total 2 replies
dhani satria
taline panjang bgt ya 3000 meter
Gege
berat bener cerita sistem bertema mancing ini..pikir ceritanya ringan, Nemu ikan dikembangkan hasilin duit milyaran, hidup enak wanita banyak.. sampe ratusan episode...🤣🤭
Yui: makasih idenya, habis konflik ini lah bisa diterapin /Smile/
total 1 replies
dhani satria
aquamen....
dhani satria
tongkat zeus
Yui: Poseidon lebih tepatnya/Facepalm/
total 1 replies
dhani satria
CEO WIJAYA ni
Yuliana Tunru
nalasan yg setimpal 😄😄
dhani satria
hahahhahhaha.....,lha gemblung yak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!