Dalam sekejap identitas pribadinya diganti oleh kekasih suaminya. Ia dituduh melakukan berbagai kejahatan.
Kejahatan apa yang dituduhkan oleh kekasih suaminya hingga dirinya harus menebus kejahatan itu dibalik jeruji besi? apakah Kiara mampu melepaskan jeratan permainan orang-orang hebat yang menghancurkan hidupnya dalam sekejap? apakah ada yang bisa membantunya untuk melewati semua ujian hidupnya itu? ikuti cerita gadis cantik nan jenius bernama Kiara...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Menolak
Tiba didepan pintu apartemen, Amanda hendak masuk namun tubuhnya di dorong oleh Kiara. Keduanya saling menatap dengan tatapan protes.
"Apa-apaan kau...! aku mau tinggal....-"
"Di sini hanya ada aku dan suamiku. Kau hanya penganggu," sinis Kiara dengan tatapan dingin seakan menguliti tubuh Manda.
"Tapi aku sedang hamil anaknya dan kami butuh perhatian Evert," balas Amanda yang butuh validasi dengan kehamilannya.
"Ada banyak wanita hamil diluar nikah bisa melewati masa kehamilannya tanpa suami. Aku rasa kamu bisa dan aku tidak ingin suamiku berzina denganmu untuk kesekian kalinya," ucap Kiara.
Evert tidak bisa berkata apapun pada kedua wanita yang sedang merebutkan dirinya. Entah mengapa ia sangat kagum dengan pendiriannya Kiara.
"Manda, pulanglah ke apartemenmu sendiri. Perkataan Kiara benar adanya. Aku tidak mau ribut dengannya karena masa depanku ada ditangannya. Kamu pahamkan apa yang aku maksud?" timpal Evert berusaha netral.
"Sialan....! awas saja kau ingkar janji untuk menceraikannya setelah tiga bulan pernikahan kalian," ancam Amanda.
"Oh iya, aku lupa mengatakan kepadamu kalau perusahaan kakek Hilman akan dialihkan pada Evert jika aku sudah melahirkan cicit untuk mereka. Sampai sini kamu paham, hmmm?" senyum kemenangan tampak menghiasi Kiara yang membuat Amanda syok.
"Evert, dia bohongkan? kamu janji padaku tidak akan menyentuh dia bukan?" tegas Manda.
"Aku....-" sebelum Evert menjawab, Kiara sudah menarik tangan suaminya lalu menutup pintu itu dengan cepat.
Amanda menggedor pintu dengan kuat dan memencet bel berkali-kali namun pintu itu sama sekali tidak dibuka.
"Dasar wanita sialan...!" umpat Amanda.
"Tolong jaga sikapmu Kiara...! Amanda sedang hamil anakku...!" tegur Evert.
"Aku hanya sedang mempertahankan milikku walaupun hanya sebagai istri kontrak. Tolong jangan langgar batasmu sampai pernikahan ini berakhir sesuai kontrak diantara kita," ucap Kiara menahan gemuruh didadanya.
"Baiklah. Aku menghargai keputusanmu. Tapi jangan pernah melarangku untuk menemui Amanda karena janinnya adalah tanggungjawabku," ucap Evert.
"Lakukanlah keinginanmu tapi tidak di rumah ini atau di depanku. Aku tidak mau kebawa sial ulah kalian," ucap Kiara menahan airmatanya yang hampir tumpah. Bukan hatinya yang sakit tapi harga dirinya sebagai istri yang membuatnya terganggu.
"Di dalam sini ada dua kamar. Terserah kamu mau tidur dikamar mana," ucap Evert.
Kiara mengambil kamar yang dekat dengan pintu utama. Dengan begitu ia bisa melihat tamu yang datang. Setibanya dikamar Kiara menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur dan menangis disana.
"Ya Allah. Jangan biarkan aku jatuh cinta pada pria berengsek itu....!" Kiara mengambil ponselnya untuk menghubunginya. Sejak tadi ia lupa mengabari ibunya kalau mereka sudah tiba di Amerika.
"Hallo bunda..!" sapa Kiara diikuti salam.
"Nak. Apakah kamu sudah tiba di Amerika?" tanya nyonya Rubby.
"Sudah bunda. Kami sudah di apartemen. Sekarang lagi musim dingin jadi Kiara mungkin tidak bisa keluar untuk jalan-jalan," ucap Kiara.
"Baguslah. Dengan begitu kalian lebih banyak menghabiskan waktu dikamar dan bunda cepat punya cucu," canda nyonya Rubby membuat Kiara hanya menghela nafas berat.
"Ya Allah bunda, andai saja bunda tahu pernikahan ini hanya kontrak mungkin bunda tidak punya impian untuk melihat cucu. Tapi Kiara janji akan mendapatkan suami lebih hebat dari Evert dan aku akan memberikan bunda banyak cucu," batin Kiara sempat melamun.
"Hallo nak...!" panggil nyonya Rubby beberapa kali.
"Rubby, biarkan mereka bulan madu, tolong jangan diganggu terus," tegur Sarah membuat nyonya Rubby tersipu.
"Maafkan saya bu, " ucap Rubby lembut sambil mematikan ponselnya.
Kiara yang ingin bicara lagi tapi ibunya sudah tidak bereaksi. " Ya mati," gumam Kiara.
Gedoran kamar terdengar. Kiara bangkit lalu membuka pintu itu dengan cepat.
"Aku sudah memesan makan malam. Ayo kita makan bersama....!" ucap Evert.
Kiara keluar dari kamar menuju meja makan. Ia membuka bungkusan makanannya yang ternyata hamburger, ayam goreng dan kentang goreng.
"Aku maunya makan nasi," rengek Kiara.
"Besok kita belanja dan beli beras di supermarket. Malam ini makan yang ada dulu," ucap Evert.
Keduanya menikmati makan malam tanpa banyak obrolan yang berarti. Entah kenapa Evert terus menatap wajah Kiara lalu bibir Kiara yang sangat membuatnya tergoda. Naluri seorang pria normal merindukan kehangatan wanita. Ia sudah terbiasa bercinta dengan banyak wanita dan terakhir kali dengan Amanda. Namun sayang Amanda hamil anaknya padahal dirinya sudah memakai pengaman.
Usai makan Kiara segera membereskan sampah di meja sisa bungkusan makanan mereka. Evert menghampiri Kiara yang begitu kaget saat kedua tangan kekar itu melingkari pinggangnya.
"Hei, apa yang kamu lakukan....? lepaskan aku...!" Kiara berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Evert.
"Kiara aku menginginkanmu, sayang. Aku sudah tidak kuat," bisik Evert penuh gairah membuat Kiara merinding. Walaupun dirinya adalah istri sah Evert namun pernikahan mereka hanya status kontrak bukan selamanya.
"Tidak. Jangan menyentuhku...! Kau sudah berjanji untuk tidak menyentuhku. Kenapa jadi begini?" ucap Kiara ketakutan.
"Kau istriku. Sudah kewajibanmu melayaniku. Kau juga melarangku tinggal bersama Amanda. Bagaimana caraku melampiaskan gairahku?" protes Evert membuat Kiara serba salah.
"Aku tahu aku istrimu. Nikah kontrak tidak lebih dari sebuah permainan. Dan aku tidak ingin hanya menjadi budak nafsumu," ucap Kiara dengan nada datar penuh penekanan.
Gairah Evert langsung drop mendengar pernyataan dingin istrinya. Evert tahu perkataan Kiara benar adanya. Iapun melepaskan pelukannya pada Kiara lalu berjalan gontai menuju kamarnya. Kiara menahan airmatanya agar tidak terlihat lemah di hadapan Evert.
"Jika saja tidak ada perjanjian antara kita, mungkin aku akan melakukan tugasku sesungguhnya tanpa paksaan darimu, Evert," Kiara masuk ke kamarnya dengan pikiran carut marut saat ini. Ada rasa kasihan pada suaminya namun memikirkan masa depannya yang tidak pasti membuat ia harus bersikap egois.
Tidak lama kemudian Kiara akhirnya tertidur namun tidak dengan Evert yang langsung keluar mencari Amanda. Ia menghubungi wanitanya itu terlebih dahulu sebelum ia ke apartemen wanitanya itu. Suara berisik terdengar di ujung telepon sana. Evert mengernyitkan keningnya menahan kesal.
"Wanita sialan....! kau di mana hah...?!" bentak Evert membuat Amanda panik setengah mati karena ia tidak melihat nama si penelepon tapi langsung mengangkatnya.
"Evert. Apakah itu kau sayang?" tanya Amanda seraya menjauhi club malam itu.
"Jangan bilang kalau kau saat ini berada di club, jika berani kamu melanggar perintahku lupakan apa yang pernah ku janjikan padamu untuk menikahimu," omel Evert.
"Tidak Evert . Aku hanya menemani Lisa karena ia baru putus dari pacarnya. Tolong jangan marah sayang aku akan pulang sekarang," rayu Amanda lalu membuang puntung rokoknya.
"Pulang sekarang...! aku membutuhkanmu dan jangan banyak tanya...!" titah Evert dan Amanda bergegas masuk ke dalam mobil.
"Hei Manda....! kamu mau ke mana sayang?" tegur Alex selingkuhan Amanda. Ponsel yang belum ditutup itu terdengar oleh Evert.
"Sayang....?" gumam Evert dengan dada bergemuruh menahan kesal pada kekasihnya itu.
sampe punya anak dan cucu dan alat alat canggihnya yg bs menghilang dll.
aq penggemar author dari cerita nenek amina lupa namanya🤭