NovelToon NovelToon
Dosa Di Balik Jas Putih: Mempelai Terbuang Dan Skandal Malam Terlarang

Dosa Di Balik Jas Putih: Mempelai Terbuang Dan Skandal Malam Terlarang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom / Romansa Fantasi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Briella hanyalah "sampah" di kediaman megah keluarganya—anak haram yang lahir dari perselingkuhan ibunya. Saat ia nyaris tewas disiksa oleh saudari tirinya, Prilly, sebuah pelarian berdarah membawanya ke pelukan pria asing di sebuah hotel remang-remang. Satu malam panas mengubah segalanya. Pria itu adalah Geovani, dokter bedah jenius berdarah dingin yang ternyata merupakan tunangan Prilly. Kini, Briella kembali bukan sebagai korban, melainkan sebagai wanita yang membawa benih sang dokter. Di bawah bayang-bayang balas dendam, Briella memulai permainan berbahaya: Merebut pria milik musuhnya, meski ia harus mempertaruhkan nyawa di atas meja operasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terjebak

​Lantai marmer ruang tengah mansion terasa seolah membeku di bawah telapak kaki telanjang Briella. Ia baru saja hendak melangkah menuju dapur untuk mengambil segelas air saat sebuah suara mekanis yang sangat ia kenali memecah keheningan. Bunyi bip pendek dari panel pintu utama menandakan sebuah kunci cadangan baru saja dimasukkan ke dalam slot biometrik.

​Briella membeku di posisinya, tepat di tengah ruangan yang terbuka lebar tanpa ada tempat untuk bersembunyi dalam jangkauan cepat. Jantungnya berdegup kencang, menghantam rongga dadanya dengan ritme yang menyakitkan. Pintu baja besar itu berayun terbuka dengan perlahan, membiarkan cahaya matahari siang menyusup masuk ke dalam temaram mansion.

​Sesosok wanita dengan balutan gaun merah menyala dan kacamata hitam mahal berdiri di sana. Prilly Adijaya melangkah masuk dengan keangkuhan yang biasa ia pamerkan, tumit sepatu hak tingginya berdenting tajam menghantam lantai. Ia tampak tidak memedulikan etika privasi, seolah rumah tunangannya ini adalah wilayah kekuasaannya sendiri.

​"Geovani? Sayang, kau di rumah?" suara Prilly melengking tinggi, memantul di langit-langit ruangan yang luas.

​Briella menahan napas, tangannya gemetar hebat di sisi tubuhnya. Ia sedang mengenakan salah satu gaun sutra pemberian Geovani yang sangat tipis dan mengekspos lekuk tubuhnya dengan jelas. Tidak ada waktu untuk lari ke koridor laboratorium atau naik ke lantai dua tanpa terlihat oleh mata tajam Prilly yang kini mulai menyapu ruangan.

​Prilly melepas kacamata hitamnya, matanya menyipit saat ia melihat siluet seseorang yang berdiri tidak jauh dari meja makan mewah di ruang tengah. Ia terdiam selama beberapa detik, mencoba mencerna pemandangan di depannya. Briella bisa melihat perubahan ekspresi di wajah wanita itu, dari kebingungan menjadi amarah yang membara.

​"Kau? Bagaimana mungkin kau ada di sini?" tanya Prilly dengan nada yang penuh kebencian dan ketidakpercayaan.

​Briella mencoba mengeluarkan suara, namun tenggorokannya terasa tersumbat oleh ketakutan yang mencekam. "Prilly, aku... ini tidak seperti yang kau bayangkan."

​Prilly melangkah maju dengan cepat, jarak di antara mereka kini hanya terpaut beberapa meter. Matanya menatap tajam ke arah perut Briella yang sedikit menonjol di balik kain sutra halus tersebut. Kilatan kemarahan di matanya berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap saat ia menyadari apa yang sedang terjadi.

​"Kau jalang kecil! Jadi selama ini Geovani menyembunyikanmu di sini? Di mansion pribadinya?" teriak Prilly sambil menunjuk wajah Briella dengan jari yang gemetar karena emosi.

​"Aku tidak punya pilihan, Prilly. Geovani yang membawaku ke sini," Briella berusaha mundur, namun punggungnya segera menyentuh pinggiran meja makan yang keras.

​Prilly tertawa sinis, suara tawanya terdengar sangat mengerikan di dalam ruangan yang sunyi itu. "Tidak punya pilihan? Lihat dirimu, mengenakan pakaian mahal dan tinggal di puncak bukit Etheria. Kau pasti sangat menikmati peranmu sebagai simpanan tunanganku, bukan?"

​"Itu tidak benar! Aku adalah tawanan di sini!" balas Briella, mencoba membela diri meski ia tahu kata-katanya tidak akan berarti apa-apa bagi wanita di depannya.

​Prilly mendekat dan tiba-tiba tangannya melayang, mendaratkan tamparan keras di pipi Briella hingga gadis itu tersungkur ke lantai. Rasa panas dan perih menjalar di wajah Briella, namun ia lebih mengkhawatirkan bayi di dalam kandungannya. Ia segera memeluk perutnya dengan kedua tangan, berusaha melindungi benih itu dari amukan Prilly.

​"Berani-beraninya kau bicara padaku seperti itu! Kau hanyalah sampah distrik bawah yang seharusnya sudah membusuk di gudang!" Prilly menjerit, wajahnya memerah karena luapan emosi yang tidak terkendali.

​"Hentikan, Prilly! Kau akan menyesal jika melakukan sesuatu padaku sekarang," ujar Briella dari lantai, matanya menatap Prilly dengan keberanian yang muncul dari keputusasaan.

​"Menyesal? Aku adalah ratu di Etheria, dan kau hanyalah noda yang harus kuhapus!" Prilly meraih sebuah vas bunga kristal dari atas meja, mengangkatnya tinggi-tinggi seolah hendak menghantamkannya ke kepala Briella.

​Tepat saat vas itu hampir diayunkan, sebuah suara bariton yang dingin dan menggelegar terdengar dari arah koridor laboratorium. Geovani muncul dengan jubah bedahnya yang masih terpasang, wajahnya tampak sangat gelap dan mematikan. Ia melangkah dengan cepat, menangkap pergelangan tangan Prilly sebelum vas itu jatuh.

​"Apa yang kau lakukan di rumahku, Prilly?" tanya Geovani dengan nada yang sangat rendah, namun sanggup membekukan atmosfer di ruangan itu.

​Prilly tersentak, ia melepaskan vas tersebut hingga jatuh ke karpet tebal tanpa pecah. "Geovani! Jelaskan padaku kenapa jalang ini ada di sini! Kenapa kau menyembunyikannya dan membiarkannya mengenakan pakaian seperti itu?"

​Geovani tidak melepaskan cengkeramannya pada pergelangan tangan Prilly, ia justru menekannya sedikit lebih kuat. "Kau masuk ke rumahku tanpa izin menggunakan kunci cadangan yang seharusnya kau kembalikan bulan lalu. Kau baru saja melanggar privasiku secara kasar."

​"Privasi? Kau bicara tentang privasi saat kau menghamili mahasiswi darah kotor ini di belakangku?" Prilly menunjuk Briella yang masih terduduk lemas di lantai dengan tatapan jijik.

​Geovani melirik ke arah Briella sejenak, memastikan gadis itu tidak mengalami luka yang serius. "Dia adalah objek penelitianku, Prilly. Aku sudah mengatakannya berulang kali di depan media. Kondisi medisnya sangat unik dan memerlukan pengawasan dua puluh empat jam."

​"Jangan membodohiku dengan alasan medis sialan itu! Aku melihat cara kau menatapnya, Geovani! Kau menjadikannya pelacur pribadimu di sini!" teriak Prilly, air mata mulai mengalir di pipinya karena rasa cemburu yang menghancurkan harga dirinya.

​"Jaga bicaramu, Prilly. Jika kau terus berteriak seperti orang gila di rumahku, aku tidak akan segan untuk memanggil keamanan dan menyeretmu keluar secara paksa," ancam Geovani, matanya berkilat penuh otoritas.

​Briella berusaha bangkit dengan bantuan kaki meja, ia menatap konfrontasi antara sepasang tunangan itu dengan perasaan campur aduk. Ia terjebak di tengah peperangan dua monster Upper-Chrome, dan ia tahu satu langkah salah saja bisa membuatnya kehilangan segalanya. Aroma parfum Prilly yang menyengat bercampur dengan bau ketegangan di udara.

​"Kau membelanya? Kau membela sampah ini di depan tunangan sahmu?" Prilly bertanya dengan suara yang pecah, ia tampak tidak percaya dengan kedinginan Geovani.

​"Aku tidak membela siapa pun. Aku hanya menjaga aset penelitianku agar tidak rusak oleh kemarahanmu yang tidak berdasar. Sekarang, tinggalkan mansion ini sebelum aku melakukan sesuatu yang akan kau sesali seumur hidupmu," ujar Geovani sambil mendorong tangan Prilly menjauh.

​Prilly mundur beberapa langkah, ia menatap Geovani dan Briella bergantian dengan sorot mata penuh dendam. "Ini belum selesai, Geovani. Aku akan memberitahu ayahku tentang ini. Aku akan memastikan seluruh Etheria tahu bahwa kau menyimpan wanita simpanan di laboratoriummu!"

​"Lakukan saja jika kau ingin melihat saham keluarga Adijaya hancur dalam semalam karena skandal yang kau ciptakan sendiri," balas Geovani dengan senyum tipis yang sangat meremehkan.

​Prilly menggeram, ia menyambar tas mahalnya dan berbalik menuju pintu utama dengan langkah yang menghentak. Sebelum keluar, ia sempat menoleh ke arah Briella dan memberikan tatapan yang menjanjikan kematian. Pintu besar itu terbanting tertutup, meninggalkan kesunyian yang mencekam di dalam ruang tengah.

​Geovani segera menghampiri Briella, ia berjongkok dan memeriksa pipi Briella yang memerah akibat tamparan tadi. "Apakah kau terluka di bagian lain? Bagaimana dengan janinnya?"

​Briella menepis tangan Geovani dengan kasar, ia berdiri dengan sisa-sisa kekuatannya. "Kau hampir terlambat, Dokter. Kau membiarkannya masuk ke sini dan menyiksaku lagi. Apakah ini bagian dari perlindungan yang kau janjikan?"

​"Aku tidak menyangka dia masih menyimpan kunci cadangan itu. Aku akan mengganti seluruh sistem keamanan malam ini juga," sahut Geovani sambil berdiri, matanya menatap pintu dengan pikiran yang tampak bekerja keras.

​"Dia tahu, Geovani. Dia sudah melihat segalanya. Rahasia ini tidak akan bertahan lama lagi," bisik Briella, rasa takut kini mulai berganti menjadi keinginan untuk segera membalas dendam.

​Geovani menatap Briella dalam diam selama beberapa saat, lalu ia menarik napas panjang. "Maka kita harus bergerak lebih cepat dari rencananya. Jika dia ingin bermain api, aku akan memastikan dia adalah orang pertama yang hangus terbakar."

​Briella menyentuh pipinya yang masih berdenyut nyeri, ia teringat kembali pada saat-saat ia disiksa di gudang keluarga Adijaya. Kehadiran Prilly hari ini telah membangkitkan monster di dalam dirinya yang selama ini ia coba tekan. Ia tidak ingin lagi menjadi korban yang hanya bisa meringkuk di lantai.

​"Gunakan aku, Geovani. Lakukan apa pun yang kau mau dengan tubuh dan identitasku, asalkan kau membantuku menghancurkan Prilly dan keluarganya sampai tidak ada yang tersisa," ujar Briella dengan nada yang sangat dingin dan penuh tekad.

​Geovani tersenyum, kali ini senyumnya terasa sangat serasi dengan kegelapan di dalam hati Briella. "Itulah yang ingin kudengar darimu, Little One. Sekarang, kembalilah ke kamarmu. Aku harus menangani masalah ini sebelum Prilly sempat menghubungi ayahnya."

​Briella melangkah menuju tangga, namun ia berhenti sejenak dan menoleh ke arah Geovani. "Jangan pernah biarkan dia masuk ke sini lagi. Jika dia menyentuhku sekali lagi, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri, apa pun konsekuensinya."

​Geovani hanya mengangguk pelan, ia membiarkan Briella menghilang di balik pintu lantai atas. Sang dokter bedah saraf itu kemudian berjalan menuju panel kontrol keamanan, jemarinya menari di atas layar transparan untuk menghapus akses kunci cadangan lama dan memperketat pengawasan di sekitar mansion.

​Di dalam kamarnya, Briella terduduk di tepi ranjang, menatap tangannya yang masih gemetar. Kejadian tadi telah menyadarkannya bahwa mansion ini bukan lagi sekadar penjara, melainkan garis depan peperangan yang sesungguhnya. Ia terjebak, namun kali ini ia tidak akan membiarkan dirinya menjadi satu-satunya yang hancur.

​Matahari mulai terbenam di Etheria, memberikan warna jingga yang menyerupai darah di ufuk barat. Di dalam mansion yang terisolasi itu, sebuah aliansi baru yang lebih gelap mulai terbentuk. Briella menyadari bahwa untuk mengalahkan iblis, ia harus merangkul iblis yang lebih besar yang kini sedang menguasai hidupnya.

​"Prilly Adijaya ... hari-harimu sebagai ratu akan segera berakhir," bisik Briella pada kegelapan yang mulai merayap masuk ke dalam kamarnya.

​Sementara itu, di laboratorium bawah tanah, Geovani menatap layar monitor yang menampilkan data medis Briella. Ia menyadari bahwa variabel emosional dalam penelitiannya kini telah berubah menjadi senjata yang sangat mematikan. Dan ia tidak sabar untuk melihat bagaimana senjata itu akan menghancurkan tatanan sosial yang selama ini menindas tawanannya.

1
𝐀⃝🥀Weny
secangkir kopi untuk mu thor
𝐀⃝🥀Weny: sama²🤗
total 2 replies
𝐀⃝🥀Weny
kutunggu next episodenya thor
𝐀⃝🥀Weny
waah... kebetulan yang sangat bagus😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!