NovelToon NovelToon
Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

ini adalah part 2 dari novel "Diremehkan Karena Miskin Ternyata aku punya sistem analisis nilai"

disarankan baca part 1 terlebih dahulu
**

setelah mendapatkan kemampuan sistem, kehidupan Rahmat Pratama berubah drastis. Dia yang awalnya dihina, miskin, dan terlilit hutang, kini telah berdiri di puncak .

Namun, kejayaan itu hanyalah awal dari badai yang sesungguhnya.

Saat Rahmat merasa telah menguasai segalanya, sebuah serangan siber mematikan dari organisasi misterius bernama Black Spider nyaris menghapus seluruh asetnya.

Sertifikat Galeria yang ia bangun dengan darah dan keringat hampir saja berpindah tangan dalam hitungan detik.
Black spider kembali menyerang, bukan dengan fisik melainkan dengan serangan dari dalam.

Rahmat juga menyadari satu kenyataan pahit: Sistem Analisis Nilai miliknya bukan

sekadar keberuntungan jatuh dari langit.
Ada sejarah gelap yang ditinggalkan oleh sang pemilik pendahulu, dan mengenai sang pencipta asli yang kini datang untuk menagih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4.5—Sujud Minta Maaf ala Monster IT

“itu sudah lebih dari cukup.”

 Rahmat merogoh saku, mengambil beberapa lembar uang. “Ini hanya sedikit tapi bayaran atas kerja kerasmu, anggap bayaran awal.”

“Eh?”

Itu adalah kumpulan uang ratusan ribu paling banyak yang pernah dia lihat, Sebagai anak sekolah yang uang jajannya biasanya dihitung pas-pasan untuk seporsi bakso dan es teh, melihat tumpukan lembaran merah di depan mata membuat napas Maya seolah terhenti.

"K-kamu ... ini... ini terlalu banyak," bisik Maya, tangannya bergetar saat menerima uang itu. Matanya membelalak.

Tangannya yang gemetar nyaris menjatuhkan gepokan uang yang baru saja diletakkan Rahmat di atas meja kerja. Ia menghitungnya pelan, dan setiap kali jarinya menyentuh lembaran merah itu, jantungnya berdegup makin kencang.

Satu juta... dua juta... lima juta... Dua puluh juta rupiah!!

Baru juga dua hari kerja disini itupun dianggap sebagai main.

"Yakan! K-kamu ... ini... ini pasti salah hitung ya?" Suara Maya mencicit, matanya berkaca-kaca menatap tumpukan uang

Bagi orang lain mungkin itu angka kecil, tapi bagi Maya, ini adalah hasil nyata pertama dari kemampuannya yang selama ini dianggap "aneh" oleh teman-teman sebayanya.

Rahmat hanya mengibaskan tangan santai. "Itu cuma uang bensin. Bayaran profesional mu nanti kalau sistem bayangannya sudah jalan. Lagipula..."

Rahmat menggantung kalimatnya, matanya melirik ke arah layar monitor yang masih menampilkan barisan kode buatan Maya. "...orang berpotensi sepertimu tidak boleh dibayar pakai ucapan terima kasih saja. Haruslah kamu lebih percaya diri lagi!”

Maya menunduk, menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah. Ia mendekap uang itu di dadanya. Ada rasa bangga yang membuncah, sekaligus rasa aman yang aneh.

"Terima kasih... aku... aku akan buatkan sistem terbaik yang pernah ada," janji Maya dengan nada yang jauh lebih mantap dari sebelumnya. “Dan akan ku jaga ucapan baik itu.”

Rahmat menghela napas, ada satu hal yang membuat dia agak jengah dengan gadis ini.

Sejak mereka bertemu bahkan dua hari bekerja sama, dia cuma panggil dia “kamu”

“Kamu-kamu terus … aku juga punya nama ..”

“A-ah … maaf! Aku gak biasa panggil orang dengan nama, hehe.” Dia kembali canggung dan kaku.

Rahmat terkekeh. “Gak perlu minta maaf. Kita perkenalan ulang, kenalin aku Rachmat kelas 11 Ipa 2.”

Hening.

Dunia seolah berhenti berputar bagi Maya. Visualisasi di kepalanya mendadak retak-retak seperti layar monitor yang pecah. Kalimat "Aku kelas 11" bergema di telinganya dengan efek gema yang horor.

"Ke... Kelas... Sebelas?" bisik Maya pelan.

“Yup. Ada masalah?”

Detik berikutnya, sistem pertahanan mental Maya runtuh total. Wajahnya yang tadi merah karena senang, sekarang berubah jadi putih pucat, lalu biru, lalu ungu—mirip indikator suhu prosesor yang overheat.

"H-HIIIIIIIIII!"

Maya langsung melompat dari kursinya dan melakukan dogeza alias sujud syukur—maksudnya sujud minta maaf—di lantai kantor yang untungnya sudah dilapisi karpet bulu.

"MAAFKAN SAYA, KAK RAHMAT! SAYA SUDAH LANCANG! SAYA TIDAK TAHU! TOLONG JANGAN PECAT SAYA! JANGAN PENJARAKAN SAYA KARENA TIDAK SOPAN!"

teriaknya sambil menunduk dalam-dalam sampai dahinya hampir mencium lantai. Tubuhnya gemetar hebat, persis seperti Bocchi yang sedang mengalami serangan panik sosial.

“Eh kenapa tiba - tiba woi!?”

Rahmat kaget bukan main melihat reaksi ekstrem itu. "Woi! Bangun! Jangan sujud di situ, nanti dikira aku lagi ritual pesugihan!"

"T-Tapi saya sudah panggil Kakak dengan 'Kamu' berkali-kali! Saya bahkan sempat nyuruh Kakak ambilkan kopi kaleng kemarin!"

Maya mulai meracau dengan kecepatan 100 kata per detik.

"Aduh, gimana ini... reputasiku sebagai adik kelas yang baik sudah hancur... aku pasti bakal di- bully di grup chat OSIS... Kak Rahmat pasti diam-diam benci aku..."

Maya mulai berguling-guling di karpet, membungkus dirinya sendiri dengan jaket hoodie-nya sampai menyerupai kepompong depresi.

 "Aku mau pulang saja... mau jadi lumut di pojokan kamar..."

Rahmat memijat pangkal hidungnya, menahan tawa yang nyaris meledak.

"Maya, berhenti jadi drama queen. Emang dirimu bochi dari kartun bochi the rock? Tenang saja, Aku nggak marah. Justru aku suka kamu santai. Kalau panggil 'Kak' malah kerasa tua tahu."

Maya mengintip dari balik hoodie-nya, matanya yang berkaca-kaca menatap Rahmat dengan ragu. "

Beneran... nggak marah, Kak Rahmat?"

"Iya, beneran. Tapi ya mulai sekarang panggil Kak saja biar nggak kualat," jawab Rahmat sambil mengulurkan tangan untuk membantu gadis "monster IT" itu berdiri.

Maya menerima uluran tangan itu dengan gerakan patah-patah seperti robot rusak.

 "I-iya... Kak Rahmat. Maaf ya, Kak Rahmat. Permisi, Kak Rahmat. Saya... saya mau lanjut coding lagi, Kak Rahmat!"

Rahmat tertawa lepas. "Satu-satu panggil 'Kak'-nya! Jangan borongan gitu!"

Sambil kembali duduk di depan komputer, Maya masih berkomat-kamit sendiri, berusaha membiasakan lidahnya. Meskipun suasana jadi sedikit canggung karena status senior-junior, ada senyum kecil di bibir Maya.

 Ternyata, "monster" yang memberinya 20 juta itu adalah kakak kelasnya sendiri yang super santai.

[ Ding! ]

[ Hubungan dengan Rekan Tim "Maya" Meningkat: Senior-Junior Dynamic Unlocked ]

[ Karisma Anda meningkat +5 poin di mata Maya ]

Rahmat melihat notifikasi itu dan menggelengkan kepala. Karisma sih naik, tapi dia jadi kayak liat hantu tiap kali aku lewat, batinnya geli.

[Ding!]

[Sekarang anda resmi memiliki bawahan!]

[Kemampuan Empire Aura aktif ]

[Orang yang bekerja di bawahmu akan mendapatkan peningkatan kecerdasan/keberuntungan +20%]

[Peningkatan kepintaran dan keberuntungan Maya +20% siap bekerja dengan anda]

Rahmat tersenyum bawahan dia juga akan makin jadi monster sekarang.

Setelah Maya pulang untuk bersiap-siap mengikuti seleksi OSIS, Rahmat menyandarkan punggungnya di kursi gaming yang baru ia beli. Ruangan yang tadinya penuh suara ketikan kini sunyi, hanya deru kipas CPU yang terdengar.

Rahmat memejamkan mata.

[ Ding! ]

Suara notifikasi sistem yang hanya bisa didengar olehnya bergema di kepala.

[ Misi Tersembunyi Selesai: Rekrutmen Jenius Terasing ]

[ Evaluasi: Sempurna ]

[ Menghitung Hadiah... ]

Rahmat menyeringai. Inilah saat yang paling ia tunggu.

[ Anda mendapatkan: Skill Pasif - "Digital Sovereignty" (Level 1) ]

[ Deskripsi: Meningkatkan kecepatan pemrosesan data otak pengguna sebesar 50% saat berinteraksi dengan perangkat digital. ]

[ Bonus Tambahan: Dana Pengembangan Infrastruktur sebesar Rp250.000.000 (Hanya dapat digunakan untuk kebutuhan IT dan Perangkat Galeri). ]

"Dua ratus Lima puluh juta?" Rahmat tertawa kecil. "Sistem ini benar-benar tahu cara memanjakan penggunanya."

Dengan dana sebesar itu, ia bisa mewujudkan semua daftar belanjaan "ekstrim" yang diminta Maya tadi tanpa perlu menguras tabungan pribadinya.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
hampir lupa belom komentar 🤣🤣🤣balik lagi pokoknya asik dah luu Rahmat keren
Manusia Biasa: tiba tiba jadi protektif jir wkwk, orang ada agensi yang mau nawarin malah🗿
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ajib banget mantappp dah udah sultan tampan skill music mumpuni walupun dapet dari sistem 🤭🤣🤣🤣😛
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
aduh kasian Alya namanya juga baru pertama kali perform maklumi lah
Manusia Biasa: tenang ada mc yang siap mengatasi semua
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mau ketawa lihat reaksinya Rozak parah 🤣🤣😭😭😭
Manusia Biasa: sampai pingsan 😭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wahhh ide Rahmat memang mantap sudah tau kalo di kuntit paparazi yang mau menjatuhkan mental Alya dan Kanaya🤭🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
selidiki itu Alfian ini keknya punya skill tersembunyi dia nih 🤭🤔
Manusia Biasa: oya tuh mencurigakan
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
apakah Alfian ini punya sistem juga kek Rahmat tapi sepertinya nggak deh 🤔
Manusia Biasa: yang jelas bukan orang biasa dan pasti penting😂
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
koplakkkk alias somplak nih jadi ketawa 🤣🤣🤣🤣dahlah kalian berdua siap siap jadi tim sorak pakai rumbai rumbai🤭🤣
Manusia Biasa: wkwkw yang nulis kemarin juga ngakak ngakak sendiri 😭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Rahmat edaaaan dikelilingi cewek cantik semua baru semuanya punya kelebihan masing-masing gileeee bener 🤣🤣🤣🤭
Manusia Biasa: namanya orang ganteng sama kaya sih kak bebas
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
pastinya Alya sudah jatuh cinta sama Rahmat kan dan bisa jadi memang nanti akan jadi calon mantu ibu Dewi mungkinnnnn🤭😛
Manusia Biasa: waduhh gimana ya. nantikan saja yang jadi pendamping siapa😂
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wesss pokoke semua skill apapun dikuasai oleh Rahmat wong punya sistem analisis sendiri 🤭
Manusia Biasa: serba bisa jadinya
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Rahmat emang keren 🤭🤣🤣🤣 akhirnya Kanaya sama Alya bisa jadi satu karena mereka akan perform bersama Rahmat juga trio wik wik🤭🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: efek wkp kak, bangun malam malam masak mie rebus😭 haha
total 3 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
nah pass bertiga sama Kanaya lah kan dia juga tadinya mau ngajak luu Mat🤭🤣🤣
Manusia Biasa: siap siap bikin geger para murid laki di sana😂😭
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
duhhh Rahmat hoki permintaan Alya sangat sederhana ternyata 🤭🤣🤣🤣
Manusia Biasa
HEI GAYS judul novel saya ganti jadi sistem analisis nilai : Bangkitnya sang penguasa bisnis karena masalah kontrak doaka semoga berjalan lancar agar novel ini bisa berlanjut, semoga kalian gak bingung kenapa judulnya tiba-tiba ganti
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ayo Rahmat semangat pasti Alya masih marah sama kamu wkwkwk usahain pakai rayuan apa kek 😛🤣🤣
Manusia Biasa: wkwkw harus sedia gombalan🗿
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ayahnya Alya pasti akan membantu Rahmat supaya ibu Dewi tak curiga anaknya melakukan pekerjaan ilegal🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kalo dikasih tau yang sebenarnya malah bingung nanti ibunya jadi dikasih penjelasan seperti tadi dapat bonus hadiah dari hotel dibelikan rumah buat ibu Dewi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
keren emang analisa Anissa ini cocok jadi anggota police iyalah bapaknya komandan 🤭🤣🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: wkwkw emang udah jalur takdir ya
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kasian deh luuu malah kau sendiri yang diusir keluar secara Rahmat itu owner hotel Al Faris dudul luu den🤣🤣🤣
Manusia Biasa: lagian belagu sih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!