NovelToon NovelToon
Not Our Time

Not Our Time

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyesalan Keluarga
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku lahir dari puncak sebuah ego yang membara, Tapi aku dikunci rapat oleh darah dan rahasia maut di malam badai.
Aku membuat dua orang yang saling mencintai menatap dengan tatapan es,
Dan aku terukir abadi sebagai garis pucat di perut sang wanita. Siapakah aku?"

Enam tahun lalu, ego memisahkan mereka.
Sebuah kecelakaan maut yang merenggut nyawa Amara, sahabat dari Vexana Valerio Dan Landon Dasmon—mengubah cinta membara menjadi kebencian pekat yang saling menyalahkan.

Kini, takdir memaksa Vexana dan Landon kembali berhadapan di koridor kampus yang sama.

Di antara dendam yang membakar dan penyesalan yang terlambat, mampukah mereka mengungkap kebenaran malam badai itu, atau justru hancur bersama puing-puing masa lalu?

~~~~~~
Happy reading 🦋🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

Vexana melangkah mendekat dengan sisa-sisa keberanian yang ia miliki. Setiap ketukan sepatu hak tingginya di atas lantai marmer terdengar seperti hitungan mundur menuju penghakiman. Ia berhenti tepat di ujung meja kaca, mendekap map dokumen proyeknya erat-erat di depan dada, seolah benda itu bisa menjadi perisai dari tatapan tajam sang ayah.

"Duduk, Vexa," ucap Maximilian.

Suaranya tidak membentak, namun ada nada berat yang sarat akan kekecewaan yang mendalam—sesuatu yang jauh lebih menakutkan bagi Vexana daripada sebuah makian.

Vexana menurut perlahan. Ia duduk di sofa tunggal yang berseberangan dengan kedua orang tuanya.

Matanya melirik ke arah Amieyara—sang mommy. Wanita yang melahirkannya itu kini duduk dengan gelisah, jemarinya bertautan erat di atas pangkuan, menatap Vexana dengan pandangan mata yang dipenuhi rasa cemas sekaligus kesedihan yang mendalam.

Dan hari ini, raut wajah sang ibu menunjukkan bahwa badai besar telah resmi bergeser dari kampus menuju ke dalam rumah mereka.

"Ada apa, Daddy?" Vexana mencoba membuka suara, menahan getar di tenggorokannya.

Maximilian mengembuskan napas panjang, lalu meraih sebuah ponsel pintarnya yang tergeletak di atas meja.

Pria paruh baya yang biasanya selalu bersikap hangat, pengertian, dan menjadi pelindung nomor satu bagi Vexana itu perlahan memajukan tubuhnya.

"Satu jam yang lalu, Dekan Fakultas Seni UCLA menghubungi kantor pusat Valerio Corporation," ucap Maximilian, suaranya mulai bergetar oleh amarah yang tertahan.

"Beliau menuntut penjelasan dari Daddy mengenai kelakuan putrinya di Laboratorium Teknik Elektro. Beliau bilang, putrinya—Kimberly—pulang dalam kondisi histeris setelah mendengar perdebatan antara kau dan seorang dosen muda bernama Landon Desmon."

Deg.

Darah Vexana seolah berhenti mengalir. Wajahnya yang sudah pucat kini menjadi sewarna kertas.

"Maximilian..." Amieyara menyentuh lengan suaminya dengan lembut, mencoba menenangkan. "Tenang dulu, biarkan Vexa menjelaskan—"

"Bagaimana aku bisa tenang, Yara?!"

BRAK!

Maximilian menggebrak meja kaca di depannya hingga cangkir kopi di atasnya berdenting keras.

Pria paruh baya itu berdiri dari sofanya, wajahnya memerah sempurna karena amarah yang akhirnya meledak setelah bertahun-tahun ia pendam demi kebaikan putrinya.

Ini adalah pertama kalinya Vexana melihat ayahnya yang penyayang itu mengamuk sedahsyat ini.

"Aku telah melakukan segalanya untukmu, Vexana!" seru Maximilian, suaranya menggelegar, memenuhi setiap sudut ruang tengah yang luas.

"Dua tahun! Dua tahun penuh kau terbaring koma di rumah sakit di balik properti mewah ini! Aku menyuap media, aku membuat rumor palsu bahwa kau kuliah di luar negeri, aku menyembunyikan fakta bahwa kau melahirkan seorang anak dalam kondisi mati... semuanya demi apa? Demi melindungimu dari aib! Demi melindungimu dari keluarga Desmon yang bajingan itu!"

Maximilian melangkah mendekati Vexana, menatap putrinya dengan pandangan mata yang berkaca-kaca oleh rasa frustrasi yang luar biasa.

"Dan hari ini, kau kembali ke sarang Desmon itu? Kau berteriak tentang pengaman yang robek? Kau membahas urusan ranjangmu dengan Landon di depan anak seorang Dekan?! Kau menghancurkan seluruh dinding perlindungan yang aku dan Mommy mu bangun dengan darah dan air mata selama enam tahun ini, Vexa!"

Air mata Vexana akhirnya pecah. Map di tangannya terlepas, jatuh begitu saja ke atas lantai.

"Aku tidak bermaksud begitu, Daddy... Landon yang memancingku, dia menggunakan tugas kuliah ini untuk menyudutkanku—"

"Lalu kenapa kau melayaninya?!" potong Maximilian kejam. "Kenapa kau tidak mundur? Kenapa kau harus kembali padanya setelah apa yang dia lakukan padamu di malam itu? Dia membuangmu, Vexa! Dia mengusirmu dalam kondisi kau sedang mengandung darah dagingnya hingga kau mengalami kecelakaan maut itu!"

Amieyara ikut berdiri, air matanya ikut meluncur membasahi pipinya yang mulai berkerut. Ia melangkah mendekati Vexana, berlutut di depan putrinya dan menggenggam kedua tangan Vexana yang sedingin es.

"Vexa, dengarkan Mommy, Nak," bisik Amieyara dengan suara parau yang menyayat hati. "Kami merahasiakan AJ darimu saat kau baru bangun dari koma, kami membiarkan AJ memanggilmu 'Kakak' selama empat tahun ini, bukan karena kami jahat. Kami hanya tidak ingin jiwamu yang baru pulih terguncang lagi jika ingatan tentang malam itu bangkit. Kami melakukan ini karena kami mencintaimu, Sayang."

Amieyara menatap suaminya, lalu kembali menatap Vexana. "Tapi jika Landon sampai tahu AJ hidup... jika keluarga Desmon tahu ada penerus mereka yang berada di tangan Valerio, mereka akan merebut AJ darimu, Vexa. Mereka memiliki kekuasaan hukum yang sama besarnya dengan kita. Apa kau mau kehilangan anakmu?"

"Tidak... tidak boleh!" jerit Vexana histeris. Ia menggelengkan kepalanya dengan liar, mencengkeram erat tangan Amieyara.

"AJ anakku! Hanya anakku! Landon mengira aku sudah menggugurkannya di luar negeri, Mom. Dia mengira anak itu sudah mati!"

Maximilian tertawa hambar, sebuah tawa penuh kehancuran atas kebodohan situasi ini.

"Dia mengira anak itu mati karena kau yang mengatakannya, bukan? Tapi sampai kapan, Nak? Landon Desmon bukan pria bodoh! Dia memiliki otak genius. Berapa lama lagi waktu yang dia butuhkan sampai dia melihat wajah AJ di sekitar kampus atau mendeteksi garis keturunan Desmon pada fisik AJ?!"

Maximilian membalikkan badannya, memandangi jendela besar yang menghadap ke halaman rumah dengan napas yang memburu berat.

"Hari ini, harga diri keluarga kita dipertaruhkan. Dekan Seni itu bisa saja melaporkanmu atas tindakan tidak menyenangkan, atau lebih buruk lagi, mengungkap masa lalumu dengan Landon ke publik. Aku tidak akan membiarkan masa depanmu dan AJ hancur karena obsesi gilamu pada pria Desmon itu."

"Aku tidak mencintainya lagi, Daddy! Aku membencinya!" teriak Vexana di sela tangisnya yang pecah, mencoba meyakinkan ayahnya, namun lebih kepada meyakinkan hatinya sendiri yang baru saja bergetar hebat di dalam laboratorium tadi.

"Jika kau membencinya, kau tidak akan membahas masalalu, Nak," ucap Maximilian dengan nada suara yang mendadak merendah, namun terdengar sangat dingin dan final.

Pria itu memutar tubuhnya kembali menghadap Vexana, memberikan keputusan yang mengunci seluruh kebebasannya.

"Mulai besok, kau tidak boleh lagi menginjakkan kakimu di Fakultas Teknik. Daddy akan mengurus pemindahan dosen pembimbing proyekmu ke dosen lain di Fakultas Bisnis melalui Rektor langsung. Dan jika Landon Desmon kembali mendekatimu atau mencoba mencari tahu tentang AJ..."

Maximilian menjeda kalimatnya, matanya memancarkan kilat kegelapan seorang penguasa Valerio. "...Daddy sendiri yang akan memastikan karier akademis dan seluruh proyek robotika Desmon Group di kota ini musnah tanpa sisa. Ini peringatan terakhirku, Vexana."

Maximilian melangkah pergi meninggalkan ruang tengah, meninggalkan Vexana yang menangis tergugu di dalam pelukan hangat Amieyara.

Di atas lantai, kertas-kertas proposal proyek yang berserakan seolah menjadi saksi bisu dari keruntuhan total hidup Vexana, di mana masa lalu yang vulgar dan masa depan yang penuh rahasia kini saling mengunci lehernya tanpa ampun.

1
Mei TResna Rahmatika
ngakak bangett🤣dady maximilian ada aja idenya ngerjain landon🤣
Ros 🍂: susuai reques pembaca 🤭😭😭😭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
satu kata buat pak Desmon"MAMPUSSS" ketawa jahat dulu aku Thor hahahahaha aduh sampai kering ini gigi ketawa Mulu dari tadi🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: huhuhu terharu loh aku kak, Kalo Cerita bikin ketawa 🤭🤣🤣🤣
btw ini kenapa pada musuhan sama bapak Desmon 😭
total 1 replies
nayla tsaqif
Baru bogem daddy max nihh,,, mana nih grandpa kensingtone,, gk mau kasih salam bogem jg,, 😌
Ros 🍂: entah kenapa Saya sulit menghadirkan para Tetua kak 🤭🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
belum puas cuma tiga kali doang harusnya sampai masuk UGD🤭🤣🤣
Ros 🍂: kak astagaaa 🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Vibesnya kayak ketemu musuh bebuyutan waktu masa kcil lihat mommy Eleanor dan daddy max,, 🤣
Ros 🍂: Udahlah kak Author nggak tanggung-jawab sama mereka 🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Hukumannya ringan itu,, harusnya larinya pake baju balet warna pink,,,!!
Ros 🍂: kak😭 ngakak aku kak🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
aaah cuma sepuluh kali doang harusnya hukumannya yg lebih berat misal nyapu halaman mansion,nyabutin rumput mansion🤭🤣🤣🤣🤣🤣 itu terlalu ringan Thor mohon tambahkan hukuman pak Desmon🤭🤣
Ros 🍂: hahaha sesuai request para Reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
emaknya Mr. Desmon kocak asli🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: Reader suka nggak ?🤭😅
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
akhirnya😍 gak sia" perjuangan landon🤣
Ros 🍂: Wkwkw 🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Nunggu daddy max ngasih bogem dan khotbah sama landon,, 😌
Ros 🍂: wah ide bagus itu kak🤭 sesuai request 🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh landon siap bertarung ngadepin daddy max
Ros 🍂: semangatin kak🤭🤣
total 1 replies
Agus Hidayat
jreng jreenngggg akhirnya pak Desmon bisa liat jagoannya juga😍😍😍
Ros 🍂: Yahoooo🤭🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya bomnya meledak juga
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Yunie
akhirnya mulai terungkap
Ros 🍂: iya kak🫶
total 1 replies
Yunie
ada apa selama 2 tahun?
Vanni Sr: ohh Aj ank ny vexa dn london , tp daddy ny nutupin seolah itu makam ank mereka , mkny london benci vexa.
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
pliss thorr abis ini bkin mereka sama" mengakui masih cinta😭 nyesek bangett baca dr bab 1 nangisin mereka mulu
Ros 🍂: huhuhu Maafkan author yaa kak 🤭🙏🏻 nanti dibuat sesuai request 😅
total 1 replies
N I S
kak ceritamu bagus banget😍
Ros 🍂: ma'aciww ya Kak 🫶🥰
total 1 replies
Thee-na Tooth
ayoo kak up maraton 🤭
Ros 🍂: siap ya kak🫶
total 1 replies
Kristina NellaWara
semngt up thorrr
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Kristina NellaWara
lnjut thor
Ros 🍂: siap kak 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!