NovelToon NovelToon
Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Pelakor jahat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Jihan Fahira memergoki suaminya selingkuh dengan sahabatnya. saat dia kembali dari rumah sakit. Saat itu suami dan sahabatnya sedang melakukan hubungan yang tidak pantas di dalam sebuah villa.

Saat itu Jihan tewas di tangan suami dan sahabatnya sendiri. Namun keajaiban muncul dalam hidupnya. Dia di beri kesempatan kedua. Jihan kembali hidup ke enam tahun yang lalu.

Kesempatan kedua untuk membalas dendam dan mengubah kembali takdir tragis yang akan terjadi di masa depan.

Mampukah Jihan membalas dendam dan mengubah takdir tragis yang akan menimpanya ?

Follow Ig: Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Jihan kemudian mengambil kotak obat. Dia membasuh luka di tangan direktur Hans, lalu mengoleskan obat luka di tangan direktur Hans yang terbakar.

" Sst..." rintih direktur Hans menahan perih, saat Jihan mengoleskan obat luka di tangannya.

"Maaf pak! Gara-gara saya tangan bapak jadi terluka! Pasti sangat perih ya pak..!" ucap Jihan yang mengoleskan obat luka di tangan direktur Hans.

Dia melihat wajah direktur Hans yang tampak merasa kesakitan. Jihan merasa sangat bersalah.

Jihan ingat di kehidupan sebelumnya, saat dia membuatkan kopi untuk atasnya pak Toni. Tangannya yang seharusnya yang terluka karena teko yang berisi air mendidih saat itu.

Namun di kehidupan kali ini berbeda dengan sebelumnya. Justru yang terluka adalah direktur Hans!. Di kehidupan sebelumnya direktur Hans tidak pernah terlibat di kehidupan nya. Mereka tidak banyak berbicara. Dan direktur Hans juga tampak dingin kepada semua karyawan termasuk dirinya.

" Sekali lagi terima kasih pak!" ucap Jihan dengan perasaan penuh rasa bersalah.

Jihan selesai mengoleskan obat luka di tangan direktur Hans, dirinya menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap wajah sang direktur.

" Sudah, tidak apa-apa! Lain kali kamu harus lebih hati-hati! " ucap direktur Hans, melihat Jihan menundukkan kepalanya.

" Ia pak! Lain kali saya akan lebih hati-hati lagi!" ucap Jihan dengan suara yang sedikit serak.

" Kamu lanjut saja pekerjaan mu!" ucap direktur Hans. Kemudian pergi meninggalkan Jihan, kembali ke ruangannya.

Jihan melihat direktur Hans pergi. Kemudian dia memasak air lagi, dan membuat kopi untuk atasnya. Dia kemudian lebih berhati-hati lagi setelah kejadian tadi.

Namun masih ada yang mengganjal dalam pikirannya. Yang seharusnya dia yang terluka namun justru orang lain yang terluka. Namun Jihan masih belum menyadarinya.

Setelah selesai membuatkan kopi untuk atasnya. Dia membawanya dengan sangat hati-hati. Jihan kemudian masuk kedalam ruang rapat dengan membawa kopinya.

"Permisi pak! Ini kopinya" ucap Jihan, menaruh kopi tersebut di meja sang atasan.

"Kamu lama sekali... Dari mana saja kamu...?" tanya pak Toni. Dirinya merasa kesal menunggu Jihan datang membawakan kopi untuknya. Sambil menunjuk Jihan.

"Kamu... Kamu itu seharusnya menjadi contoh yang benar sebagai karyawan lama disini...!" tambah pak Toni, dirinya kemudian melihat seluruh karyawan divisi.

" Dengar... Seharusnya kamu itu seperti Regina! Walaupun dia karyawan baru namun dia lebih baik dari pada kamu!" ucap pak Toni, sedikit merendahkan Jihan dan memuji Regina.

Jihan hanya menundukkan kepalanya, saat dirinya di marahi. Jihan kemudian hendak mengatakan alasannya.

" Pak! Sebenarnya saya tadi-..." ucap Jihan kemudian tidak melanjutkan perkataannya.

"Sudah saya tidak mau mendengar alasan mu sekarang kamu keluar saja! kamu tidak usah ikut rapat..." ucap pak Toni. Memotong perkataan Jihan dan menyuruhnya keluar dari ruangan.

Jihan tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa mengikuti perintah atasannya itu. Dia kemudian berjalan keluar dari dalam ruangan.

" Baik pak!" ucap Jihan dengan suara yang serak dan pelan, kemudian berjalan keluar dari ruangan.

Regina saat itu tersenyum gembira di dalam hatinya, melihat Jihan yang di tegur oleh atasannya.

"Mampus kamu Jihan, aku sangat senang melihat mu di perlukan seperti itu! Hahaha...!" ucap Regina sambil tertawa dalam hati.

Regina kemudian mencari muka kepada atasannya itu, untuk membiarkan Jihan tetap masuk dan ikut rapat bersama mereka.

" Pak.! Tolong supaya Jihan tetap ikut rapat. Jihan itu orangnya memang sedikit pelupa, mohon di maklumi pak...!" ucap Regina, kemudian mengedipkan mata kanannya.

Atasannya pak Toni di kenal sebagai atasan yang genit dan mudah terbujuk oleh wanita muda yang cantik seperti Regina.

Saat melihat Regina mengedipkan matanya. Dia tidak bisa untuk tidak menuruti permintaan Regina.

Jihan yang mendengar perkataan Regina. Sejenak dirinya bergumam apa yang ada di dalam pikiran Regina saat itu.

"Regina! Apa yang sebenarnya kamu inginkan dari ku?" gumam Jihan dalam hati.

Pak Toni kemudian memanggil Jihan yang hendak keluar dari ruangan. Walaupun sebenarnya dia tidak suka dengan Jihan. Karena Jihan berpotensi untuk menyaingi nya di perusahaan.

" Jihan, kamu tidak dengar perkataan Regina? Sekarang kamu bisa bergabung... Kamu harus berterima kasih sama dia...!" ucap pak Toni, sedikit jengkel melihat Jihan.

"Baik pak!" ucap Jihan, kemudian berjalan menuju kursi kosong di sebelah Regina.

"Jihan kamu pergi kemana... Kenapa lama sekali...?" tanya Regina dengan suara pelan kepada Jihan.

"Aku tidak pergi kemana-mana... Hanya saja tadi ada masalah saat aku membuat kopi untuk pak Toni" jawab Jihan.

Saat itu atasan mereka. Pak Toni memulai rapat.

...•••☘☘☘•••...

Di dalam ruangan direktur. Direktur Hans melihat luka bakar di lengannya. Rasa perih akibat luka bakar masih terasa perih. Kemudian melepas jas nya dan memeriksa dokumen perusahaan. Kemudian seseorang mengetuk pintu dari luar.

🚪Tuk...! Tuk...! Tuk...!

" Masuk..." ucap direktur Hans. Sambil tanpa menoleh dan terus memeriksa dokumen yang dia pegang.

Hendrick masuk membawa dokumen berisi laporan penjualan produk perusahaan. Dia kemudian menyerahkan laporan tersebut kepada direktur Hans.

" Permisi pak, ini laporan penjualan Minggu ini yang bapak minta. " ucap Hendrick, memberikan dokumen itu kepada Direktur Hans.

Saat itu alis direktur Hans mengkerut saat melihat Hendrick.

"Pak Hendrick...!" ucap Direktur Hans, mengerutkan alisnya.

" Ia pak..." ucap Hendrick, melihat direktur Hans yang melihatnya sambil mengerutkan alisnya.

"Saya ingin bertanya, apa ada masalah antara kamu dan Jihan...?" tanya direktur Hans dengan nada formal.

" Tidak ada pak." jawab Hendrick.

" Oh... Tidak ada. Ya sudah kamu bisa kembali sekarang." ucap direktur Hans.

" Kalau begitu saya permisi pak" ucap Hendrick, kemudian pergi dari ruangan direktur Hans.

Hendrick merasa bingung, kenapa direktur Hans bertanya tentang dia dan Jihan.

" Kenapa dengannya, tiba-tiba bertanya tentang masalah ku dan Jihan...?" gumam Hendrick setelah keluar dari ruangan direktur Hans.

Di dalam ruangannya direktur Hans masih memikirkan Jihan. Karena kemarin Jihan tiba-tiba saja pergi meninggalkan acara pertunangan nya dengan Hendrick, serta melihat tadi Jihan tampak melamun.

...•••☘☘☘•••...

Setelah rapat selesai Regina mengajak Jihan untuk makan siang di luar. Namun Jihan menolak ajakan Regina untuk makan siang di luar.

"Jihan... Kita makan siang di restoran yuk, sudah lama kita tidak makan siang di luar" ucap Regina.

"Maaf, aku sepertinya tidak bisa. Saat ini aku sedang tidak punya uang" ucap Jihan.

Hendrick yang baru saja keluar dari ruangan direktur menghampiri Jihan dan Regina, dia kemudian bertanya apa yang sedang mereka bicarakan.

"Hey-hey...! Sayang apa yang kalian bicarakan...?" tanya Hendrick kepada Jihan.

"Kak Hendrick... Kami sedang membicarakan makanan siang di restoran, tapi sayang. Katanya Jihan tidak punya uang" jawab Regina, dia tidak memberikan Jihan untuk berbicara.

" Kak Hendrick mau makan di luar...?" tanya Jihan kepada Hendrick, berharap dia mau makan di luar dan mengajak Jihan untuk pergi bersama.

Hendrick saat itu juga tidak membawa uang yang cukup untuk mereka makan di luar bersama. Dia akhirnya mengajak Regina dan Jihan untuk makan siang di kantin perusahaan.

" Tidak, bagaimana kalau kita makan siang di kantin saja?" ucap Hendrick.

"Aku juga, aku makan siang di kantin saja " ucap Jihan.

Regina saat itu tampak kesal karena mereka tidak menuruti keinginannya untuk makan siang di luar.

" Baiklah kita makan siang di kantin saja!" ucap Regina, dengan kesal dia terpaksa mengikuti keinginan Jihan dan Hendrick.

" Kalau begitu, ayo kita pergi ke kantin" ucap Hendrick, berjalan menuju kantin.

Regina kemudian mengikuti Hendrick di belakang. Sedangkan Jihan masih berdiri dia melihat mereka berdua pergi duluan.

"Regina... Aku tahu sekarang kamu pasti sangat kesal karena aku tidak mengikuti keinginan mu... Sekarang kita lihat apa yang akan kamu lakukan selanjutnya...!" ucap Jihan memandang mereka.

𝐵ℯ𝓇𝓈𝒶𝓂𝒷𝓊𝓃ℊ...ღ

1
Sandrina
cocok, emang munafik banget, sahabat macam apa itu 🤬🤬🤬
Sandrina
greget banget sama sahabat nya ini, playing fictim
Sandrina
astaghfirullah, baru baca udah di suguhin yg kayak gini 😭
Nana✨
Tabiat sahabatmu yang sangat kau percaya, Jihan🥺
Rahma
ini lagi
Rahma
astaga 😭 baru baru baca, udah di kasih yg becekbecek😭
Tina
Kopi untukmu Thor 🤗
Tina
Bisa²nya pembukaan aku langsung reflek istighfar 😭
Sishrye
ohhhhh......
Nana✨
Belahan jiwa maksudnya belahan suami apa gimana, jir!
한스Hans: , emm, makasih udah mampir kak🙏, pantai terus ya ceritanya, nanti ada
total 1 replies
Nana✨
Astaghfirullah😭😭
pojok_kulon
Jangan sampai Regina yang menjadi madunya 🤭🤭
한스Hans: 🤣 Kaka bisa aja🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!