" menikahlah dengan ku dan jadilah ibu untuk putriku, apa kamu mau ?"
" apa om meminta ku hanya untuk menjadi ibu untuk anak om bukan istri om ?"
Apa jadinya jika di lamar secara mendadak oleh duda dingin yang bahkan baru Mala temui dimana bukan menjadi istrinya tapi hanya menjadi ibu dari anaknya ?
Apakah Mala akan menerima pinangan duda dingin itu ?
Dan apakah cinta itu akan tumbuh saat keduanya masih memiliki luka yang di sebabkan karena cinta orang di masa lalu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyibak Luka Lama
" maaf jika apa yang saya tanyakan sedikit sensitif, apa kamu ?" Mala menatap tajam ke arah Darrel karena Mala tau apa yang akan Darrel tanyakan pada dirinya saat ini.
" mungkin tubuh saya penuh lebam dan hati saya begitu terluka karena orang orang di masa lalu saya tapi kesucian itu tetap saya jaga sampai saat ini karena bagi saya kesucian saya hanya untuk suami saya " ucap Mala penuh keyakinan.
" lalu dari mana luka luka itu ?" tanya Darrel yang belum tau apapun tentang Mala.
" dari orang orang yang tak pernah menyayangiku dan menganggap ku hanya beban untuk mereka " ucap Mala dengan tatapan dingin namun menusuk.
" jadi jika om ingin menikahi ku tak perlu mencari wali untuk ku karena aku tak memiliki siapapun lagi di dunia ini selain diriku sendiri " ucap Mala yang tak ingin lagi berurusan dengan ayah, ibu tiri dan juga Abang tirinya
" tapi bukan kah kamu masih punya ayah dan ayah mu berhak tau jika aku akan menikahi anak perempuan nya ? " ucap Darrel yang tetap ingin menikahi Mala dengan cara yang benar.
" jika dia masih ayah ku, dia tak akan membiarkan luka luka ini datang silih berganti di tubuh ku dan dia tak akan pernah membiarkan Abang berulang kali mencoba melecehkan ku " ucap Mala dengan amarah yang begitu membara tapi coba Mala tahan hingga hanya ada bara di hati Mala saat ini tapi sayang Darrel bisa melihat dengan jelas amarah di matanya itu.
Darrel tertegun dengan cerita singkat Mala yang ternyata jauh lebih kelam dan berat dari yang iya dan Cantika alami saat ini tapi diamnya Darrel malah di salah artikan oleh Mala.
" jika om takut Mala akan melakukan apa yang pernah mereka lakukan pada Cantika, om tenang saja "
" Mala tau bagaimana sakitnya semua itu jadi Mala tak akan pernah mau Cantika dan anak anak Mala lainnya mengalami apa yang Mala alami dulu " ucap Mala yang kini sudah berubah jauh lebih lembut lagi tatapannya.
" hanya orang orang yang pernah mengalami luka itu yang tau bagaimana rasanya dan Mala tak ingin hal itu kembali terulang pada siapapun yang Mala sayangi " ucap Mala.
" maaf jika pertanyaan ku malah membuat kamu membuka luka yang mungkin coba kamu kubur dan kamu lupakan " ucap Darrel tak enak hati.
Mala hanya bisa tersenyum mendengar ucapan maaf Darrel karena Mala sadar Darrel berhak tau semua itu karena sejatinya tak akan ada seorang ayah yang rela anaknya di sakiti orang lain sekalipun dengan alasan mendidik.
" boleh saya bertanya ?" tanya Mala yang merasa berhak tau satu hal ini sebelum mereka benar benar menikah.
" dimana ibu kandung Cantika ?"
" apa dia masih hidup ?" tanya Mala yang merasa harus tau dimana ibunya Cantika berada saat ini.
" aku tidak tau dia masih hidup atau sudah tiada tapi bagiku dan bagi Cantika dia sudah tiada " ucap Darrel tapi Mala bisa melihat kerinduan amarah dan kebencian yang menjadi satu di mata Darrel saat ini.
" jika suatu hari dia kembali dan meminta maaf atas semua kesalahannya, apa om akan kembali padanya ?" tanya Mala yang hanya ingin menjaga hatinya dari luka hati karena berharap pada pernikahan yang tanpa adanya landasan cinta ini.
" satu hal yang harus kamu ingat, jangan pernah membahas dia terutama di hadapan Cantika ingat itu " ucap Darrel yang merasa tak ada yang perlu di bahas lagi antara dirinya dan Mala dan merasa tak perlu menjawab pertanyaan yang malah lontarkan.
" oh ya, saya akan mengurus berkas permohonan pernikahan untuk kita dan pernikahan itu akan terjadi dalam waktu satu Minggu " ucap Darrel.
" saya tak membawa data apapun karena semalam saya kabur dari rumah " ucap Mala apa adanya.
" baiklah, nanti sore kita akan ke rumah mu dan akan mengambil apa yang benar benar kamu perlukan sisanya tak perlu kamu bawa " ucap Darrel yang bagaimana pun akan meminta izin pada ayah kandung Mala sebelum mereka menikah.
Mala tak mengatakan apapun karena Mala sadar jika Darrel tipe laki laki yang menjunjung adab dan Marwah seorang wanita dan Darrel pun ingin meminta dirinya secara langsung pada ayahnya jadi Mala hanya berharap ayah, ibu tiri dan juga Abang tirinya tidak akan berbuat atau meminta macam macam pada Darrel.
Berbeda dengan yang terjadi di sebuah rumah yang terbilang sederhana dimana mereka tak bisa menemukan anak gadis mereka yang biasa mereka jadikan pembantu, budak dan juga samsak hidup di keluarga mereka.
" apa kamu sudah mencari Mala ke sekitar komplek ini ?" tanya seorang wanita yang usianya tak lagi muda yang sering di sebut Bu Reva pada anak sulungnya Okta.
" sudah Bu, bahkan sejak semalam Okta mencarinya tapi Mala belum ketemu " ucap Okta sambil menghisap sebatang rokok di sela sela jari tangannya.
" apa kamu melakukan sesuatu yang membuat gadis itu pergi dari rumah ?" tanya Bu Reva penuh curiga pada putra sulungnya.
" tidak Bu " ucap Okta sedikit gugup.
" apa kamu yakin ?" tanya ulang Bu Reva yang tak percaya begitu saja pada putra sulungnya.
" dia mungkin bodoh tapi dia begitu menjaga kesuciannya " ucap Okta yang tiba tiba saja kesal dengan apa yang terjadi kemarin malam antara dirinya dan juga Mala malah membuat Mala kabur dari rumah.
" tunggu, apa maksud mu dengan menjaga kesuciannya ?" tanya Bu Reva penasaran.
" jangan bilang kamu kembali mencoba melecehkannya tapi dia kabur dari sini demi menjaga hal itu ?" tanya Bu Reva kesal yang entah kekesalannya itu iya tujukan untuk alasan apa.
" siapa yang coba Okta lecehkan ?" tanya laki laki yang usianya tak jauh dari Bu Reva siapa lagi jika bukan pak Darmo ayah kandung Mala.
" apa Mala sudah kembali !" tanya pak Darmo lagi.
Sejenak pak Darmo diam termenung merangkai apa yang iya dengar dan apa yang baru saja iya tanyakan lalu menyambungkan dengan hilangnya putrinya membuat amarah pak Darmo memuncak.
" apa kamu mencoba melecehkan adik mu sendiri ?" tanya pak Darmo dengan penuh amarah.
" tidak yah, mana mungkin Okta tega melakukan hal itu pada adiknya sendiri " ucap Bu Reva membela anak laki lakinya.
" mungkin saja Mala yang mencoba menggoda Okta agar mau menyentuhnya " tuduh Bu Reva.
" Okta laki laki baik, dia tidak akan mungkin melakukan hal menjijikan seperti itu apalagi pada adiknya sendiri " ucap Bu Reva lagi.
" lalu dimana Kemala ?"
" kenapa sejak semalam Kemala tak kunjung pulang ?" tanya pak Darmo yang tetap saja ada setitik rasa sayang di hatinya untuk Kemala putri yang iya sia siakan selama ini.
" bukan kah ayah membencinya lalu kenapa sekarang ayah khawatir saat tau Kemala tak pulang ?"
" mungkin saja dia sudah mencari jalan hidupnya sendiri !"
" atau mungkin juga Kemala sudah menemukan laki laki yang bisa menjamin hidupnya " ucap Bu Reva bertubi tubi.
" apa maksudmu laki laki yang menjamin hidupnya ?" tanya pak Darmo penasaran.
✍️✍️✍️ apa maksud dari ucapan ibu tirinya Kemala ? Apa kebencian pak Darmo adalah hasutan dari istri barunya ? Lalu bagaimana reaksi pak Darmo saat Kemala datang bersama Darrel untuk meminta izin menikah ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya.
Love you moreee 😘 😘 😘
terus si Reva dan si Okta diusir dari rumah itu😏