NovelToon NovelToon
Antara Dua Pilihan Hati

Antara Dua Pilihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Misteri / Perjodohan / Romantis / Pengantin Pengganti / Komedi
Popularitas:621
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 ADPH

Digedung mewah berpagar hitam dengan cat dinding putih, bertemakan catur. Ada patung catur juga yang terpajang diarea taman dihalaman belakang rumah itu.

Hening rumah itu bantal berpenghuni hanya saja kebetulan Ratna sedang ada dirumah, tidak ada para pelayang maupun penghuni lainnya.

Prasha Aluna dan Arden masuk ke rumah itu, Arden langsung berkata " Mengapa anda menyuruh orang menculik teman kami?."

Ratna menoleh dengan gestur tubuh yang begitu tenang. "Saya tidak pernah menyuruh siapapun untuk menculik."

"Tapi nama anda sempat di sebut."

"Ya,.. nama saya siapapun bisa disebut."

"Bu, ini bukan saatnya merangkai kata ataupun kalimat Bu."

"ini waktu yang tepat nak."

"Aku hanya menyuruh mereka memantau dan mengawasi."

"Ini bukan perkara soal saham tapi juga hutang."

"Hutang?."

"Ya, hutang bukan hutang secara finansial tapi hutang nyawa."

"Ayah mereka menyelamatkan nyawa suamiku, tapi ada satu korban yang tiada."

"Siapa Bu?."

"Ibu kandung kamu."

Degh

Prasha tidak habis pikir mengapa kasusnya jadi serumit ini. pada akhirnya ibu Ratna pun membongkar semuanya memberitahukan kebenaran pada mereka.

"Jadi kak Adhikara tidak tahu soal ini Bu?."

"Tidak, dia hanya tahu marah, dan tidak bisa mengendalikan emosinya."

"Jika sampai rahasia ini terbongkar ayah kalian akan terseret, dan perusahaan tambang akan runtuh."

"Ayah kalian sengaja mengubah laporan demi perusahaan agar tetap terkendali."

"Lalu bagaimana Adhikara, apa yang harus kita lakukan. Pada Adhikara."

"Kalian harus bertindak cepat dan hati hati, karena sedikit saja kalian melakukan kecerobohan maka Aluna akan jadi korban dan dua perusahaan akan runtuh."

Ya meskipun perusahaan Ayah Arden yang lain memang sudah dijual karena terdesaknya kebutuhan , tersisa hanyalah dua perusahaan yang sedang di urus oleh Prasha dan keluarganya.

Sementara itu diluar sana Adhikara banyak mengumpulkan arsip lama.

"Jadi ini ternyata." ucapnya sambil tersenyum smirk.

Tak lama kabar tersiar begitu cepatnya. Arden dan Prasha berusaha keras untuk mengendalikan semuanya agar tidak meluas.

Lola ikut sibuk dengan jari tangannya yang begitu lihat mengotak Atik keyboard dalam menjebol data. Sementara aesen dan Arden mengendalikan di area lapangan.

Mereka selalu berkirim kabar mengenai lonjakan yang terjadi. "Gila, Adhikara benar benar buatku gila."

"dia sudah tau apa yang menjadi kelemahan kita.

Masih fokus Lola masih terus berusaha semaksimal mungkin agar semua bisa terkendali. Tak lama Ratna muncul lagi dan memberikan sebuah flashdisk pada Prasha.

"Ini semoga membantu."

"Terimakasih Bu."

Ratna pergi dari tempat itu, dan merebahkan tubuhnya dikamar pribadinya, memijat pelipisnya begitu lelah rasanya menghadapi hal seperti ini.

"Kak, gimana?."

"Tenang, sabar, semua pasti akan cepat terkendali."

Sambil fokus menatap layar laptop memperhatikan pergerakan Adhikara saat itu. Tanpa mereka ketahui ada seseorang yang membantu mereka membuat Adhikara tak berdaya.

Tak lama banyak yang meliput perihal bobroknya Adhikara, dan banyak penggelapan dana yang dilakukannya.

Semua terbongkar tuntas oleh Mr X, yang menyelamatkan mereka. Siapa Mr X itu?. Mereka saja tidak tau siapa, kini perusahaan sudah terkendali.

Dan semua menarik nafas lega, meski masih ada beberapa yang masih tersisa. Dan Adhikara dibekuk saat dia lengah dan mengalami kecerobohan dalam tindakannya tersebut.

Pergerakannya sudah tercium media masa hingga pihak kepolisian, kini ia masih menjalani pemeriksaan terhadap nilai mata uang yang ia keruk habis habisan dari setiap proyek yang dijalankan yang menyebabkan kerugian pada perusahaan.

Bukan lagi skala kecil kecilan, bahkan ia sudah banyak menipu hampir banyak investor diberbagai wilayah di ibu kota dan salah satu negara sebelah.

***

Keserakahan Adhikara membuatnya menutup mata, mana benar dan salah tidak lagi dia pikirkan. Semua bukti yang ada di flashdisk sudah diserahkan ke pihak berwajib yang menambah Adhikara mendapatkan hukuman berlapis.

Meski begitu rasa tidak tega Prasha pada kakaknya tidak bisa dibohongi. Ia jadi banyak diam, masih menahan rasa sakit sesekali demam dialaminya. Namun Prasha tidak banyak mengeluh, hanya saja wajah yang pucat dan lemahnya tubuh tidak bisa dibohongi.

Aluna perhatikan Prasha sejak kemarin malam tidak menyentuh makanan sesendok pun, hanya bilang iya terimakasih tapi tidak disentuh sama sekali.

Masih berdiam diri dikamar dengan selimut tebalnya, tidak keluar kamar seharian membuat semua menjadi khawatir. Kebetulan semua menginap dikediaman Prasha dalam beberapa hari terakhir semenjak mereka melakukan misi penting tersebut.

"Kak, kok mas Prasha enggak keluar kamar ya dari kemarin."

"Sana gih kamu cek takutnya dia kenapa napa."

"Tapi kak, nggak enaklah kak."

"Lun, kakak perhatikan sedari kemarin itu tidak ada yang mempan memanggil Prasha, coba sama kamu siapa tau dia keluar."

"Kok harus aku sih kak, kan ada Arsen sama kembaran kakak tuh."

"Hust kamu ini, nama kita aja yang sama Luna, kembar dari mananya, ganteng juga kakak kali."

"Yasudah kalau begitu, Luna panggil."

Arden Sanjaya hanya geleng kepala, dengan ketidak pekaan Luna. Arden mendekati kak Arden, "bro adik kamu ya sampai kapan sih dia enggak peka begitu."

"Keliatan kali tuh si Prasha naksir berat sama dia."

"Dia belum.pernah pacaran Den, dia belum sadar sama sikapnya dia, biarkan saja aku tidak mau memaksanya."

"Baiklah kalau begitu." Arden Sanjaya ngeloyor sambil menepok bahu Arden Maharana.

Tok!

Tok!

Tok!

Pintu diketuk berkali kali namun tidak juga dibuka, mau tidak mau dengan sangat terpaksa Aluna membuka pintu yang ternyata tidak dikunci.

Aluna melihat ke sekeliling kamar Prasha yang begitu manly, arsitektur yang begitu minimalis tapi masih nampak mewah.

"Dimana tuh orang." celetuknya.

Melihat ke arah kasur yang begitu besar, membuat Aluna membeku dan tak lama ia langsung panik melihat Prasha menggigil penuh keringat.

"Mas Prasha kenapa mas?, ya ampun panas banget lagi, mas demam, pantes enggak keluar luar dikira Luna mas lagi ngerem."

Disaat seperti ini masih bisa bisanya aluna nyeletuk yang bikin Prasha sedikit tersenyum. "Aku tidak apa lun santai saja." ucap Prasha dengan suara seraknya.

"Enggak apa apa gimana sih mas ini demam tinggi banget, bentar Luna ke warung dulu beli tablet pereda panas rasa jeruk yang biasa Luna minum.

Mendengar suara gaduh di kamar membuat Arden, Arsen dan arden kaka Luna langsung masuk ke kamar Prasha.

Mendengar Aluna berkata demikian, serentak semua menjawab dengan kompaknya.

"BUKAN OBAT YANG ITU ALUNAA."

"Hah emang beda ya?."

"Yaiyalah, ini bukan bayi, bukan juga anak anak, ini mah bayi bangkotan Luna, astagah."

Arden tak kuasa menahan tawanya, dari muncul setelah tau jika majikannya sedang sakit akhirnya ia berinisiatif membelikan obat herbal untuk Prasha.

Serentak semua tepok jidat dua kali melihat kerandoman Darto yang bikin elus dada.

"Bukan ini juga Dartooo, ini jamu buat buang air."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!