NovelToon NovelToon
Dekapan Maut Gadis Manja

Dekapan Maut Gadis Manja

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:110
Nilai: 5
Nama Author: Cloud_berry

Crystal Kusuma sih bungsu dari keluarga Kusuma yang terobsesi pada sang daddy sejak bayi.
Sedari dalam kandungan bayi mungil berusia dua tahun tersebut selalu ingin berada dekat dengan Jimmy Kusuma sang daddy.
Mereka pikir itu hanya ketertarikan biasa putri kecil pada daddynya. Siapa sangka obsesi tersebut malah berubah menjadi dosa terlarang selama belasan tahun?

Dosa terlarang dimana sang daddy Jimmy Kusuma pun tidak menyadarinya.

Selama ini kematian-kematian pegawai di kantor hukumnya, jimmy kira semata hanya kecelakaan biasa.

Tapi mereka salah, semua itu adalah dosa yang dilakukan Crystal kecil.....

Lalu dosa apa itu? Apa yang bisa dilakukan oleh bayi berusia dua tahun?

Saksikan eklusif disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cloud_berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 06 : Fangirl

​"Eeittss.....jangan begitu dong princessnya daddyy....." Jimmy cemberut pura-pura bersedih.

​"Putrimu tidak mau minum susu," selah Alice mengadu pada suaminya.

​"Lihatlah apa yang dilakukan putrimu," menunjukkan pecahan botol susu di lantai.

​"Mommyy...." Rengut Crystal tak suka mommynya mengadukan perbuatan buruknya pada sang daddy.

​"Crystal tidak boleh gitu, yah!" Tegas Jimmy pada putri kecilnya.

​"Dadddyyy....mau sama daddy...." Puppy eyes.

​"Ckkk....jangan mencoba merayu daddy, yah. Tidak mau makan, daddy tidak akan pulang hari ini," ancam Jimmy pada bayi perempuannya. Lantas gadis kecil itu langsung merengek minta makan pada Alice, takut sang daddy tidak akan pulang ke rumah.

​"Mommyyy.....makan.....mau makan," rengeknya menatap mommynya lembut.

​"Dasar Fangirl," cibir Alice untuk sekian kalinya, mematikan sambungan telepon secara sepihak. Hatinya dongkol, darahnya mendidih, kepalanya terbakar amarah melihat bayi perempuannya yang sangat patuh pada suaminya.

​Cuma diancam sedikit saja putrinya langsung ketakutan dan patuh begitu saja. Coba ia yang mengancam tidak akan pulang, bukannya takut, bayi perempuan di gendongannya itu malah bertepuk tangan bahagia.

​Namun mau bagaimanapun Alice harus tetap bersabar menghadapi putrinya. Jika tidak, hak istimewanya tidak melayani suaminya di atas ranjang bisa hilang seketika. Jujur, Alice tidak sanggup melayani suaminya di tempat tidur. Selain Alice sangat membenci suaminya, kemampuan suaminya di atas ranjang sangatlah hebat luar biasa. Melayani suaminya sekali saja bisa membuat tubuhnya tak berdaya sampai berhari-hari.

​Oleh sebab itu, Alice tidak pernah merasa cemburu saat suaminya mencari wanita penghibur di club malam. Bagi Alice, lebih baik suaminya Jimmy pergi ke club malam guna menuntaskan hajatnya, ketimbang Alice sendiri yang harus melayani suaminya.

​Alice meletakkan putrinya di kursi lalu membuat susu lagi. Tapi kali ini Alice tidak menggunakan botol susu, melainkan menggunakan gelas keramik dua telinga supaya putrinya tidak minta digendong saat minum susu.

​"Ayo minum susunya." Alice memberikan segelas susu pada putrinya.

​"Thank you, mommy," memegang kedua telinga gelas keramik bermotif kelinci tersebut.

​Fuuuu......Fuuu......Fuuuuu........

​Crystal meniup pelan susu hangat di tangannya, persis seperti yang diajarkan oleh mommynya. Meminumnya pelan sedikit demi sedikit. Yakin putri kecilnya bisa minum susu sendiri, Alice meninggalkan putrinya seorang diri.

​Menghangatkan Bubur Jagung buatannya di atas kompor. Berencana menyuapi putri kecilnya bubur jagung buatannya, berharap putri kecilnya menemukan makanan baru yang cocok di lidahnya.

​Sedari anak-anaknya berusia 6 bulan, Alice belajar memasak berbagai jenis MPASI dan makanan anak-anak. Ke tujuh putranya makan dengan penuh semangat dan sangat lahap karena Alice memang ahli dalam memasak. Andai bukan karena dibutakan oleh cinta dan berakhir tragis sepuluh tahun silam, kini Alice pasti sudah menjadi koki nomor satu dunia.

​Tapi sayangnya, sih bungsu Crystal tidak pernah mau makan sama sekali. Mencicipi saja ia tak mau. Padahal semua orang sangat menyukai masakan Alice. Awalnya Alice pikir putrinya hanya tidak menyukai masakannya. Akan tetapi, saat Alice mencoba memesan makanan dari luar, Crystal tetap tidak mau makan. Walau makanan tersebut berasal dari restoran bintang lima.

​Nyatanya Crystal tetap tidak mau makan. Putri kecilnya itu hanya mau makan buah-buahan saja. Terutama buah matoa, buah berukuran kecil dengan kulit keras dan daging buah yang manis khas Indonesia. Rasanya yang manis membuat Crystal kecanduan. Sangking sukanya Crystal pada buah matoa, ia bisa menghabiskan berkilo-kilo matoa dalam sehari seorang diri jika Alice sampai lupa menyimpan kotaknya di tempat yang tinggi.

​"Crystal ayo coba bubur jagung buatan mommy. Mommy baru saja mencoba resep baru," ujar Alice penuh semangat. Matanya mendelik terperanjat kaget melihat putri kecilnya sudah tidak ada di tempat. Padahal ia cuma memanaskan bubur selama tiga menit.

​"Crystal.....Crystal.....Crystal....." Teriak Alice panik buru-buru meninggalkan buburnya, bergegas mencari keberadaan putri kecilnya.

​"Gegee....." Terdengar dari kejauhan suara manja Crystal memanggil salah satu kakaknya dalam bahasa Mandarin.

​Alice sendiri sebenarnya bukanlah keturunan asli Indonesia. Orang tua Alice adalah keturunan Tionghoa asli yang menetap di daratan China. Alice dan Jimmy bertemu di Shanghai sepuluh tahun silam. Agar tidak terlalu merindukan suasana kampung halaman, Alice mengajarkan anak-anaknya berbahasa Mandarin, terutama dalam penyebutan anggota keluarga.

​"Crystal....." Ujar Grady dengan suara tertekan.

​"Erge....." Berusaha menyempil di dada milik kakak keduanya, Grady.

​"Crystal...! Berhenti mengangguku! Aku mau membaca buku!" Nadanya meninggi karena kesal.

​"Gegeee....paopao me..." Bukannya menyerah, Crystal malah semakin berusaha menempel padanya. Sebab Grady memiliki aroma yang paling mirip dengan Jimmy di antara keenam kakaknya yang lain.

​"Hishhh.....menyebalkan sekali..." Mendorong pelan adiknya.

​"Gegee....." Masih tidak mau menyerah.

​"Meimei....." Ketus Grady dengan nafas yang mulai memburu.

​"Huhhhh......" Crystal mendengus kesal membalikkan badannya. Meninggalkan Grady yang asyik membaca buku, menghampiri Grant di sebelahnya.

​Lalu menyenderkan kepalanya manja di bahu Grant. Benar-benar nyaman pikir Crystal yang merindukan daddynya. Namun baru beberapa detik, sih empunya sudah menunjukkan penolakan.

​"CRYSTAL....." Rahangnya mengeras kesal.

​"San ge...." Nada lembut.

​"Crystal pergilah jangan menggangguku!" Usir Grant pada adik bungsunya.

​"Gege....hug me please...." Mengedip-ngedipkan matanya lembut. Berharap Grant akan luluh melihat keimutannya.

​"Crystal berhentilah bersikap seperti bayi!" Tuturnya sinis.

​"Aku kan memang bayi," sungutnya tak terima.

​"Hufffff......." Menghela nafas panjang.

​"Cupp...." Crystal mencium paksa Grant.

​"CRYSTAL......KUSUMA......!!!" Teriak kencang tak terima pipinya dikecup oleh adiknya.

​"Paopao mee...paopao me...." Teriak Crystal penuh kecerian. Bukannya takut, Crystal malah bertambah semangat.

​"Tidakkk....aku tidak mau! Kamu tidak lihat aku sedang apa?!" Teriak Grant kesal setengah mati.

​"Gegee....." Rengek Crystal menghiba. Grant yang merasa terganggu kegiatan mewarnainya pun membuang muka dan menggeser posisi duduk.

​Akibat merindukan sang daddy, Crystal mendekati kakak-kakaknya yang lain. Berharap ada yang mau memeluknya. Sayangnya, tidak ada seorang pun yang mau. Mereka menolak Crystal mentah-mentah.

​Crystal meringkuk sedih di sudut sofa menitihkan air mata. Para kakaknya tega sekali padanya. Awas saja nanti Crystal akan membalas mereka semua.

​"Mau pelukk....." Gavin menghampiri adik bungsunya yang terlihat murung. Mencoba memeluk tubuh adiknya. Crystal menatap Gavin penuh tanda tanya, teringat ia masih punya satu kakak lagi, Gavin Kusuma kakak tertuanya.

​"Heummmmm....." Menganggukkan kepalanya pelan. Gavin memeluk tubuh Crystal penuh kasih sayang.

​"Crystal.......Crystal.....kamu tidak apa-apa?" Alice mengedarkan pandangan ke ruang bermain. Crystal menoleh mencari suara mommynya.

​"Mommyyy......" Melepaskan pelukan Gavin lalu berlari memeluk Mommynya.

​"Huffff......." Menghela nafas legah. Tadi ia sudah mencari sampai ke lantai tiga.

​"Tadi kenapa kamu meninggalkan mommy?" Tanya Alice lembut mengangkat tubuh putrinya.

​"Mau daddyyy......" Ujarnya polos.

​"Mommmyyy......daddyyy....." Puppy eyes.

​"Nanti tunggu daddy pulang," jawabnya pelan. Alice mencoba mengajak makan bubur jagung, tapi ditolak mentah-mentah. Crystal malah minta matoa.

​Alice menghela nafas panjang, membawa putrinya ke dapur dan memberikan sekotak matoa. Alice tersenyum melihat putrinya menikmati buah tersebut. Setelah itu, Alice membawa Crystal kembali ke ruang bermain dengan semangkuk matoa.

​Alice meninggalkan putrinya lagi untuk memasak makan siang. Namun siapa yang tahu apa yang akan terjadi?

​Crystal mendekati Grady, saudara favoritnya, menawarkan matoa. Grady menolak mentah-mentah. Tanpa Grady sadari, Crystal tengah bersiap menampol wajahnya menggunakan remasan buah matoa.

​Semuanya sudah terlambat. Tetesan air matoa mengenai buku bacaannya. Tangan mungil Crystal telah mendarat di wajahnya, meremas-remas wajah Grady dengan tangan penuh matoa yang hancur.

​Plakkk......plakkkk.........

​"CRYSTAL......HENTIKAANNNNN........." Teriak Grady kesal setengah mati.

​"Gegee........" Nyengir kuda.

​"CRYSTAL......!!" Bentaknya berang.

​"Paopao me," mengerjapkan matanya tanpa rasa bersalah. Crystal mengambil paksa buku bacaan Grady dan merobek-robeknya hingga menjadi hujan kertas.

​"CRYSTAL.......KUSUMA.......!!!!" Menjerit marah. Keenam putra Kusuma lainnya hanya menoleh sekilas lalu kembali fokus, tak sadar sebentar lagi giliran mereka.

​Darah Grady mendidih. Awas saja kalau Crystal menyerang mereka, ia tidak akan membantu!

​Tuuuukkkkkkkk..............

​Sampul buku hardcover mendarat tepat di kening Grant. Meninggalkan jejak kemerahan di sana.

​"Crystal....!" Grant menggosok jidatnya. Karma instan karena tidak mempedulikan Grady.

​"San Ge...." Crystal menghampiri Grant berniat meniup benjolan dikeningnya, meminta maaf. Tapi Grant malah mengusirnya.

​"Gege....I'm sorry." Meminta maaf.

​"Sana-sana pergi!"

​"Gege....matoa..." Menawarkan matoa sebagai permintaan maaf.

​"Crystal...!! Berhenti mengangguku!!" Ketus Grant. Crystal meremas matoa di tangannya, menatap nyalang kearah Grant.

​Plakkk.....plakkkk.....

​Aline meratakan remasan matoa di wajah kakak ketiganya sambil terkikik bahagia.

​"Uhhhhh....Crystal.....Kusuma...." Jerit Grant tertahan.

​Tukkk....tukkk....tukkk.....tukkk.....

​Crystal melompat bahagia menuju Findlay, kakak keempatnya yang sedang melukis bunga tulip di taman mansion Kusuma.

​"Waaa....ganteng banget....." Kagum Crystal dalam hati melihat Findlay yang memang paling tampan di antara saudara lainnya.

​"Findlay....Gege...." Menyender di bahu Findlay yang sedang melukis. Kuas di tangan Findlay goyang, menggores lukisan dengan warna yang salah.

​"CRYSTAL....!" Bentak Findlay tajam. Crystal mengerat takut sambil menunjukkan senyuman manisnya. Ia benar-benar tidak sengaja, hanya bosan ditinggal daddynya.

​"Gege....I'm sorry," mengerjap-ngerjapkan matanya, berharap dimaafkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!