NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

Kekaisaran Zhao – Ibu Kota Naga Hitam.

Tirai energi tebal berwarna emas kemerahan menyelimuti seluruh ibu kota. Sejak Zhao Xuan jatuh koma setelah memusnahkan tiga komandan Ascendant, Jue Ying segera mengaktifkan formasi. Formasi Segel Sembilan Naga Tertutup dihidupkan pada tingkat maksimal, mengunci ibu kota dari dunia luar. Tidak ada seekor burung pun yang diizinkan masuk atau keluar.

Di dalam Istana Kekaisaran, suasananya terasa berat dan suram. Keangkuhan kemenangan harus dibayar dengan harga yang luar biasa mahal.

Di sebuah paviliun penyembuhan yang tenang dan dipenuhi aroma teratai es, sesosok raksasa terbaring di atas ranjang batu giok raksasa. Dada perunggunya naik turun dengan lambat. Retakan-retakan mengerikan di kulitnya yang tercipta akibat menahan serangan God King dan tebasan Ascendant mulai menutup perlahan.

Di tepi ranjang, Xin'er duduk dengan anggun. Jubah putihnya yang biasanya tak bernoda kini sedikit kotor oleh sisa debu pertempuran. Wajahnya yang selalu sedingin es abadi kini memancarkan kelembutan yang belum pernah dilihat oleh siapa pun.

Tangan ramping Xin'er dengan telaten mengoleskan Salep Esensi Embun Beku ke atas luka di bahu Long Chen. Hawa dingin dari salep itu menetralkan sisa-sisa Qi ketiadaan yang mencoba menggerogoti daging sang Raksasa Naga.

"Nnnggg..."

Long Chen mengerang berat. Alisnya berkerut, dan mata merahnya perlahan terbuka. Pandangannya yang buram menangkap sosok cantik yang sedang membungkuk di dekatnya. Aroma teratai es yang menenangkan seketika meredakan insting buasnya.

"Aku... belum di neraka?" suara Long Chen luar biasa serak, mencoba menggerakkan lengannya.

"Berhenti bergerak, Raksasa Bodoh," tegur Xin'er dengan nada ketus, namun tangannya dengan lembut menekan dada Long Chen agar pria itu kembali berbaring. "Kau nyaris mati. Jika Guru tidak datang tepat waktu, tulang-tulangmu sudah menjadi abu."

Long Chen menatap wajah Xin'er. Ketegasan di mata gadis itu, dipadukan dengan sentuhannya yang hati-hati, membuat Hati Dao Long Chen yang selalu dipenuhi gairah pertempuran tiba-tiba berdetak dengan ritme yang aneh. Di Alam Dewa, ia hanya mengenal pertarungan dan darah. Baru kali ini ada seseorang yang merawat lukanya dengan begitu tulus.

"Kau tahu, Gadis Es..." Long Chen menyeringai lemah, memperlihatkan taringnya. "Untuk seseorang yang auranya bisa membekukan lautan, tanganmu terasa sangat hangat."

Wajah Xin'er sedikit merona, namun ia segera memalingkan wajahnya dan menekan luka Long Chen sedikit lebih keras hingga raksasa itu mengaduh pelan.

"Simpan rayuan konyolmu itu, Long Chen," desis Xin'er, meski sudut bibirnya sedikit terangkat. "Tugasmu adalah memulihkan diri. Saat kau sembuh nanti, kau harus mengajariku bagaimana caranya menahan serangan yang bisa membelah langit."

Long Chen tertawa tertahan. "Dengan senang hati... asalkan kau berjanji akan terus menjadi perawat pribadiku."

Sang naga liar dari Alam Dewa akhirnya menemukan pawangnya di benua fana. Di tengah kehancuran yang membayangi, sebuah ikatan yang lebih kuat dari baja kosmik mulai terbentuk di antara mereka.

Sementara itu, di kedalaman ruang rahasia bawah tanah istana, ketegangan berada di puncaknya.

Zhao Xuan berbaring tak bergerak di atas ranjang es kristal berusia sepuluh ribu tahun. Wajah sang Tiran sepucat kertas putih. Tidak ada fluktuasi Qi yang memancar dari Dantian-nya. Pembakaran Esensi Jiwa yang brutal telah membuat jiwanya retak dan menyebar layaknya kabut yang kehilangan wadahnya.

Di sisi ranjang, Mu Bai berdiri dengan wajah dibanjiri keringat dingin. Di tangannya, sebuah kompas formasi berputar dengan kecepatan gila. Sepuluh tungku alkimia kecil melayang di udara, terus-menerus memurnikan pil spiritual untuk dimasukkan ke dalam meridian Zhao Xuan melalui uap.

"Ini tidak masuk akal," gumam Mu Bai frustrasi. "Fisik Guru menyerap semua energi pil, namun jiwanya tidak merespons! Seperti ada lubang ketiadaan di dalam Lautan Kesadaran-nya yang menyedot kesadarannya sendiri!"

Di seberang ranjang, Su Qingxue duduk bersila. Wajahnya sama pucatnya dengan Zhao Xuan. Gadis itu meledakkan seluruh kekuatan Konstitusi Teratai Kematian-nya.

Di atas dahi Zhao Xuan, sebuah bunga teratai ilusi berwarna abu-abu terus berputar, memancarkan energi Yin kuno.

"Bertahanlah, Tuan Mu Bai!" ucap Su Qingxue dengan napas tersengal. "Kekuatan Tuan Zhao terlalu besar. Jiwanya sedang mencoba membentuk ulang hukum alam di dalam Dantian-nya sendiri. Aku menggunakan Konstitusiku sebagai jembatan untuk mengikat pecahan-pecahan jiwanya agar tidak memudar ke dalam siklus reinkarnasi!"

"Kerja bagus, Su Qingxue," Mu Bai mengertakkan gigi, merapal segel formasi baru. "Kita hanya perlu menahan jiwa Guru tetap utuh. Jika fondasi jiwanya stabil, Darah Asura di dalam nadinya akan membangunkan kesadarannya secara alami. Kita tidak boleh membiarkan cahaya teratai itu padam!"

Keduanya bekerja tanpa lelah siang dan malam. Nasib Zhao Xuan, dan nasib seluruh Kekaisaran, kini bertumpu pada keahlian alkimia Mu Bai dan konstitusi aneh sang Saintess pelarian.

Di Luar Kekaisaran Zhao – Perbatasan Benua Fana Tianyun.

Keheningan di dalam istana sangat kontras dengan badai yang sedang terbentuk di luar.

Pertarungan yang merobek langit beberapa hari yang lalu tidak bisa disembunyikan. Jutaan mata kultivator di berbagai penjuru Benua Tianyun menyaksikan bagaimana pedang-pedang raksasa membelah awan, dan bagaimana energi kematian menyapu Ibu Kota Naga Hitam.

Meski Zhao Xuan berhasil memusnahkan pasukan Tujuh Penghancur Surga, sisa-sisa ledakan kekuatan itu meninggalkan jejak yang jelas. Terlebih lagi, mata-mata dari berbagai sekte fana yang bersembunyi di sekitar ibu kota melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana kelima murid Asura berlumuran darah, dan bagaimana Pangeran Zhao yang selama ini ditakuti jatuh pingsan dari langit.

Kabar itu menyebar layaknya api liar di musim kemarau.

Zhao Xuan terluka parah! Kelima penguasa fana kehabisan tenaga! Kekaisaran Zhao mengunci pintu mereka karena ketakutan!

Bagi sekte-sekte yang selama ini ditundukkan oleh dominasi Zhao Xuan dan Kekaisaran Zhao, berita ini bukanlah sebuah tragedi, melainkan anugerah dari langit. Keserakahan yang selama ini ditekan oleh rasa takut kini meledak keluar.

Di Puncak Gunung Pedang Patah, ribuan mil dari Ibu Kota, para pemimpin faksi raksasa dari seluruh Benua Tianyun telah berkumpul.

Sisa-sisa Tetua dari Sekte Pedang Langit, Leluhur Sekte Harimau Api, hingga Penguasa Lembah Racun Yin semuanya duduk melingkar. Mata mereka memancarkan kelicikan dan keserakahan yang tak terbendung.

"Langit telah membuka matanya!" seru Leluhur Sekte Harimau Api, seorang lelaki tua tingkat Nascent Soul Puncak. "Gembel berjubah hitam yang merampas tanah kita dan mengangkat dirinya sebagai dewa itu kini sedang meregang nyawa!"

Seorang Tetua dari Sekte Pedang Langit memukul meja batu di depannya. "Benar! Aku mendengar dari mata-mataku, dia membakar Esensi Jiwanya sendiri! Bahkan jika dia hidup, dia pastilah sudah cacat! Apalagi murid-muridnya... mereka hanyalah bocah yang baru saja beruntung menembus ranah Soul Transformation! Tanpa pemimpin mereka, mereka bukan apa-apa!"

"Gudang harta Istana Naga Hitam menyimpan kekayaan dari seluruh benua. Pusaka tingkat suci, metode kultivasi kuno... semuanya ada di sana!" tambah Penguasa Lembah Racun Yin sambil tertawa licik.

Dalam hitungan jam, kesepakatan iblis terbentuk.

Puluhan sekte tingkat atas dan ratusan sekte menengah menggabungkan kekuatan mereka. Jutaan kultivator fana, dari ranah Foundation Establishment hingga belasan monster tua Nascent Soul Puncak, mengangkat panji perang.

Mereka menamakan diri mereka Aliansi Pemusnah Iblis.

"Angkat senjata kalian! Kita gempur Formasi Sembilan Naga! Kita penggal kepala kelima murid Asura itu dan kita gantung mayat Pangeran Zhao di gerbang kota!"

Raungan jutaan kultivator fana menggetarkan daratan. Bagaikan sekawanan serigala yang mencium bau darah dari seekor singa yang sedang terluka, pasukan Aliansi Pemusnah Iblis mulai berbaris, membawa mesin-mesin pengepungan dan formasi penghancur menuju perbatasan Kekaisaran Zhao.

Gerbang Utama Ibu Kota Naga Hitam.

Di atas tembok kota yang luar biasa tinggi, angin bertiup kencang membawa debu dari kejauhan.

Jue Ying, Jian Yi, dan Tie Ba berdiri berdampingan. Zirah tempur mereka telah diganti baru. Luka luar mereka telah sembuh, namun meridian mereka masih terasa perih akibat pertempuran sebelumnya.

Mata tajam Jian Yi menatap cakrawala. Di ujung pandangannya, awan debu raksasa mengepul ke angkasa, menutupi matahari. Ribuan kapal perang fana dan jutaan pasukan Aliansi Pemusnah Iblis bergerak mendekat layaknya lautan semut yang tak berujung.

"Serigala-serigala bodoh," dengus Tie Ba, meludah ke samping. "Mereka mengira karena harimau sedang tidur, mereka bisa menari di atas wilayahnya."

Jue Ying menyilangkan kedua tangannya, tubuhnya perlahan menyatu dengan bayangan tembok kota. "Keserakahan membutakan Hati Dao. Mereka tidak tahu bahwa dengan menyerang ke sini, mereka hanya mengantarkan leher mereka sendiri."

Jian Yi mencabut pedangnya perlahan. Bunyi gesekan logam yang dingin bergema di udara. Niat Pedang Soul Transformation miliknya meledak, siap membasahi daratan dengan darah fana.

"Kita tidak akan membangunkan Guru untuk masalah sepele seperti ini," ucap Jian Yi dingin, matanya setajam elang. "Guru telah memberikan kita kekuatan untuk menembus langit. Hari ini... kita akan membuktikan bahwa lima murid Asura cukup untuk membantai seluruh benua fana!"

1
Andi Heryadi
akhir mati juga MCnya,sombong arogan lupa klo diatas langit msh ada langit
saniscara patriawuha.
semoga lekas sembuh mang otor sehat selalu...
Ghotam
kenapa Gu Tianxue jadi begitu ya. dan semoga Tuan mudanya menepati janjinya untuk menemukan tubuh yang tepat untuk Gu
saniscara patriawuha.
sayang inti monster nirwana puncak cuma naikin sampe ascendan menengah,, minimal ya nirwana awal lah mang otor....
Solihin Syamsuddin
Semoga lekas sembuh….
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍😍😄👍👍👍
Markinyo
kenapa tidak menguraa harta sekte & kerajaan yg telah menyerang? itu kn rampasan perang?
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!