NovelToon NovelToon
Setelah Anak Ke 6 Aku Menyerah

Setelah Anak Ke 6 Aku Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga / Konflik etika
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Uul Dheaven

"Apa? Anak perempuan lagi? Jika begini terus, maka kamu harus kembali hamil dan melahirkan anak laki-laki untuk ku."

"Tapi.."

"Tidak ada tapi-tapi. Sebagai seorang istri yang baik, kamu harus menuruti semua perkataan suami mu ini."

"Ya. Baiklah."

Nasib baik tidak berpihak pada seorang wanita yang bernama Seruni. Ia di tuntut untuk terus melahirkan anak oleh suami nya. Di karenakan, ia belum bisa melahirkan anak laki-laki. Suami nya sama sekali tidak pernah membantu nya. Dengan lima anak perempuan yang masih kecil, wanita itu berjuang sendirian. Hingga akhir nya anak ke 6 lahir dan malapetaka itu pun terjadi. Seruni menyerah. Ia pergi dengan anak-anak nya meninggalkan sang suami yang sibuk dengan wanita lain.
Bagaimana kah perjalanan Seruni dan anak-anak nya?
Jangan lupa berikan komentar supaya author nya tambah semangat.
Terima kasih dan selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Adelia datang hari itu untuk membahas kelanjutan kasus perceraian yang akan dilakukan oleh Seruni. Namun, wajah Seruni sama sekali tidak seperti biasa nya. Ia tampak murung dan sedih. Ia bahkan tidak membuat kue seperti biasa nya.

Ketika Adel datang, Seruni masih saja termenung. Entah apa yang ia pikirkan. Bahkan ketika anak nya menangis, ia sama sekali tidak sadar.

"Kak Runi, ada apa?"

"Del, seperti nya kakak tidak bisa bercerai dengan suami kakak."

"Hah! Bagaimana mungkin? Kenapa bisa begini? Apa kakak mau membatalkan semua nya?"

"Del, kakak hamil lagi. Dua bulan yang lalu, Bang Hamdan meminta hak nya ketika mabuk. Ia berkali-kali mendapatkan kepuasan nya di malam itu."

"Kak, sejak kapan suami kakak mabuk?"

"Sejak mengenal janda anak satu yang bernama Susan. Bang Hamdan semakin tidak tahu diri dan mengabaikan kami. Bagi nya, urusan Susan dan anak nya lebih penting dari pada kakak dan anak-anak."

"Kalau begitu, kita bisa mencari bukti lainnya agar persidangan di mudahkan."

"Entah lah. Kakak tidak tahu harus berbuat apa. Bang Hamdan masih berharap jika anak kakak ini berjenis kelamin laki-laki. Entah bagaimana jika anak ini terlahir perempuan lagi."

" Kak, fokus lah pada kehamilan kakak saat ini. Perempuan atau laki-laki, sama saja. Dan jika kakak tidak mampu untuk merawat nya, aku mau kok mengadopsi nya."

"Terima kasih, Adel."

Seruni saat itu bisa sedikit lega setelah mencurahkan isi hati nya pada Adel. Selama ini, hanya wanita itu yang setia pada nya. Sedangkan para tetangga, karena mereka takut pada Hamdan, mereka tidak pernah mau ikut campur dengan urusan rumah tangga mereka.

"Yasudah, Adel balik dulu. Tadi ke sini cuma mau minta tolong sama kakak. Minggu depan ada acara di rumah. Adel mau pesan kue buatan Kakak."

"Insyaallah ya, Del. besok Kakak kabari lagi bisa atau enggak."

Adelia pun pulang setelah itu. Kini Seruni kembali menatap anak-anak nya yang saat ini ada di hadapan nya sambil bercanda.

Merawat lima anak bukan lah hal yang mudah. Apalagi umur mereka sangat dekat satu sama lain. Bersyukur ia selalu di limpahkan kesehatan dan juga tubuh yang kuat hingga saat ini.

Seruni tidak berharap banyak pada kehamilan nya kali ini. Yang penting anak itu selamat dan sehat saja sudah cukup. Semoga saja, semua akan baik-baik saja setelah anak ke enam nya lahir nanti.

*******

Beberapa bulan kemudian.

Kandungan Seruni sudah masuk bulan ke sembilan. Selama hamil, Hamdan sangat lah perhatian. Akan tetapi, kebiasaan nya masih sama seperti yang dulu.

Ia tidak mau membawa Seruni ke bidan dan juga dokter kandungan. Ia sama sekali tidak ingin tahu apa jenis kelamin anak itu hingga bayi itu terlahir ke dunia.

"Runi, hari ini Abang mau ajak anak-anak jalan-jalan." Ucap Hamdan tiba-tiba. Demi apa, Seruni tidak menyangka jika Hamdan sudah berubah.

"Jalan-jalan? Memang nya kemana?"

"Ke pantai. Ada cara dengan orang kantor. Tapi, Abang cuma bisa bawa dua anak. Dan maaf, kamu tidak bisa ikut."

"Ya deh. Tak apa. Yang penting mereka bisa jalan-jalan. Kamu tanya aja siapa yang mau ikut."

"Aku ajak Sari sama Nasha ya."

"Tapi, mereka masih kecil. Kamu akan kesulitan menjaga mereka, Bang. Kenapa tidak membawa Rima dan dan adik nya saja?" Tanya Seruni merasa heran. Pasal nya Hamdan malah ingin membawa anak ke empat dan juga kelima mereka yang masih kecil.

"Tidak apa. Justru mereka lebih enak di jaga daripada yang sudah besar. Rima terkadang susah di menurut."

"Oh, yasudah lah kalau begitu. Yang penting, kamu harus menjaga mereka dengan baik. Ingat, dua anak itu masih kecil, Bang."

"Ya. Kamu tenang aja. Kan di sana nanti akan ramai dengan teman-teman ku yang lain."

"Baiklah kalau begitu. Aku akan menyiapkan pakaian mereka terlebih dahulu."

Setelah bersiap-siap, Hamdan dan dua anak kecil nya pun pergi. Nasha yang sudah sudah tidak minum asi lagi, membuat Hamdan tidak perlu membawa istri nya ikut.

Seruni menatap sedih mobil suami nya yang pergi itu. Entah mengapa ia merasakan hal yang aneh saat itu. Mungkin karena selama ini ia tidak pernah jauh dari anak-anak nya.

Akan tetapi, Seruni sangat bahagia karena suami nya mau berubah untuk dekat dengan anak-anak yang ia benci.

Setelah kepergian dua anak nya, Seruni kembali beraktivitas. Rima dan adik-adik nya hanya diam dan tidak bertanya apapun tentang kepergian adik-adik mereka. Mereka tahu, jika mereka dan Ayah mereka selama ini tidak lah dekat.

"Aduh, kok tiba-tiba sakit ya." Ucap Seruni. Ia merasa jika perut nya mulas. Dan tidak lama kemudian, air ketuban pun membanjiri ruangan itu.

Seruni langsung menghubungi suami nya. Namun, nomor ponsel nya tidak aktif. Karena ia takut, Seruni pun meminta tolong pada Rima anak sulung nya untuk memanggil bidan yang tidak jauh dari rumah nya.

Bidan datang tidak lama kemudian. Namun, pada saat ini, Seruni memiliki kesulitan untuk melahirkan. Bayi nya sungsang dan terlilit tali pusat. Seruni di bawa ke rumah sakit tidak lama kemudian setelah beberapa jam di tangani di rumah.

Seruni juga meminta tolong pada Rima untuk terus menghubungi ayah mereka. Namun nomor Hamdan seperti menghilang begitu saja. Bahkan, keluarga nya juga tidak bisa di hubungi.

Akhirnya, karena sudah tidak tahu lagi harus menghubungi siapa, Rima malah menghubungi Adelia. Adelia datang ke rumah sakit dalam keadaan khawatir.

"Bagaimana ibu kalian? Dan mana ayah kalian?"

"Tante, Ayah pergi membawa adik-adik jalan-jalan. Nomor ayah tidak aktif."

"Lalu, nenek kalian?"

"Semua nya tidak bisa di telpon. Tapi Rima udah kirim pesan."

"Sudah lah. Tak apa. Ada tante Adel di sini. Kalian tenang dan jangan panik."

Rima membawa adik-adik nya duduk di kursi yang ada di depan ruang bersalin.Wajah nya memperlihatkan ketakutan. Ia tidak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu pada ibu nya.

Tidak lama kemudian, dokter pun keluar dari ruangan itu.

"Keluarga Bu Seruni."

"Saya adik nya, dokter."

"Kami sudah melakukan segala cara. Tapi, bayi nya tidak bisa di selamatkan. Jika saja Bu Seruni cepat di tangani, pasti tidak akan seperti ini."

"Jadi, bagaimana keadaan kakak saya?"

"Bu Seruni baik-baik saja. Saya permisi."

Adelia masuk dan melihat kondisi Seruni. Sungguh malang sekali nasib wanita itu. Adelia membantu nya untuk mendapatkan ruangan di sana supaya bisa beristirahat.

Seruni di pindahkan ke ruang rawat inap untuk sementara. Anak-anak nya pun di bawa ke sana untuk bisa lebih leluasa beristirahat.

Namun, suara ponsel milik Seruni membuat Adelia langsung melihat siapa yang menghubungi wanita yang sedang berduka itu.

"Halo, Bang Hamdan dimana?"

"Seruni, Nasha dan Sari hanyut di pantai. Tubuh mereka belum di temukan. Kamu yang sabar ya. Abang akan menyuruh orang-orang untuk mencari mereka."

Deg.

Jantung Adel tidak bisa di kondisikan. Ia tidak tahu harus bicara apa pada Seruni. Adelia dilema. Harus kah ia jujur saat ini? Sedangkan Seruni baru saja kehilangan bayi nya di sini. Dan anak nya yang lain......

1
Bunda Miarmaret437
sangat luar biasa ceritanya dan bisa di ambil hikmahnya dalam hidup kita...tuk kak author truslah berkarya n tetap semangat dan sukses selalu 🙏💪🥰🌷🌹🌹🌷💝💝
Ma Em
Semoga Seruni usahanya makin sukses agar Seruni menjadi pengusaha kuliner yg kaya banyak uang tunjukan pada si Hamdan bahwa tanpa Hamdan Seruni bisa juga kaya .
Kar Genjreng
Kakak Author jih sering menggunakan bahasa baku 😁dadi ketok le Jawa banget
Kar Genjreng: bahasa baku banget tak kiro asli jawa ,,
total 2 replies
Kar Genjreng
pak restu sebenarnya siapa apa laki laki di masa lalu suka dengan seruni tapi diam diam
Kar Genjreng
😮😮Hamdan mampus di kira wanita yang sudah tersakiti. lantas diam saja oh tidak makanya lngsung melejit punya penghasilan ,,nyesel kapok ham babi
Kar Genjreng
sabotase
Arda Aldi
jadi penasaran siapa pak restu di kehidupan lamanya seruni
Arda Aldi: penasaran kak
total 2 replies
Kar Genjreng
bertemu terus karena Hamdan memejejerr di kantor itu makanya somse 😮biarlah ga usah di anggap lama lama juga capai sendiri dan malu sendiri,,,
Kar Genjreng
😆 Hamdan baru rasa ya selama ini matamu ketutup ,,, makanya ga pernah menyadari selama ini ga perduli dengan darah dagingnya sendiri,,, justru menyayangi anak dari orang lain belum tentu wanita itu tulus lihat saja nanti
Uul dheaven: ke tutup tayik 🤭🤭🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
Hamdan makin terpuruk bentar lagi sedang janda nya makin melambung
bersinar 😮
Kar Genjreng
👍👍bawa Mak dan BPK nya jadi ada yang menjaga anak anak anak nya
Kar Genjreng
kakak masukan sedikit ya,,,apa bila anak berkata kepada ibunya Jangan menggunakan kata kamu,,, kalau berbicara tentang orang tua,, ucapkan kata beliau ya jangan mereka tapi beliau
Uul dheaven: terima kasih saran nya. pas di cek ternyata typo. Mau nulis kami jadi nya kamu 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
gampar saja seruni mulut lancang laki laki nyinyir
Uul dheaven: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
😮😮 ayah' tak punya adab dasar penghianat pindahin sekolah jangan satu sekolah maneh ga due Rai hamdan
Kar Genjreng
Alhamdulillah seruni dapatkan kehidupan yang nyata jadi tinggal 4anaknya 👍
Ma Em
Alhamdulillah Seruni setelah berpisah dgn Hamdan hdp nya makin sukses , semoga Seruni mendapatkan pengganti Hamdan lelaki yg lbh baik dan kaya , biar Hamdan kehidupannya hancur setelah berpisah dari Seruni .
Uul dheaven: pasti nya. 😊😊😊
total 1 replies
Eny
upx kok gak rutin kak
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Kar Genjreng
👍 setelah jadi janda justru Alloh limpahkan rezekinya buat anak anakmu seruni,,dan tidak memikirkan laki laki rusakk yang bisanya hanya mengancam,,
Uul dheaven: betul sekali. karena setiap anak memiliki rejeki nya masing-masing
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!