NovelToon NovelToon
Cerai Dengan Istri Move On Pada Anak Tiri

Cerai Dengan Istri Move On Pada Anak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Wuna.Chanz

Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?

Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.

Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.

Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!

[Karya Official Wulan.Chanz]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Selingkuhan

...Renzo menghela nafas, terpaksa menuruti walau masih ingin membentuk Nias kesempatan walau seperti nya Nias tidak akan berubah, Jhonson berbicara lagi dengan lebih lembut....

..."Oh ya, nanti Ayah dan Bunda bakal ke sini seminggu sekali, oke?", Renzo tersenyum lembut, menjawab dengan bingung dan heran....

..."Tumben banget emang nya kenapa?", Vione tersenyum lebih ramah, menghampiri Zelia lalu memegang kedua pipi nya Zelia dengan kedua tangan Vione, berbicara dengan penuh kasih sayang....

..."Oh tentu aja karena kita berdua mau tau keadaan Zelia setiap Minggu nya!", Renzo terkekeh kecil, menjawab dengan tidak heran lagi....

..."Oh iya? yaudah kalau gitu", Tiba-tiba ada suara berlari-lari dari tangga, Renzo, Zelia, Jhonson dan Vione menoleh ke tangga, melihat Nias yang berlari-lari sembari tersenyum, berhenti di anak tangga terakhir berbicara dengan bahagia....

..."AKU HAMIL!!!", Renzo, Jhonson dan Vione tercengang tidak percaya dengan berita tiba-tiba itu, sedangkan Zelia hanya terlihat bingung, Renzo berbalik sepenuh nya ke Nias, bertanya dengan tidak percaya tetapi juga takut....

..."Bohong! kamu benar-benar hamil?!", Nias tertawa kecil, mengangguk-anggukkan kepala nya, Jhonson segera berdiri berjalan dengan terburu-buru ke Nias bersama Vione, Jhonson bertanya dengan tegas....

..."Hamil? benar-benar hamil?", Nias mengangguk lagi, Vione memasang wajah khawatir tetapi bahagia juga dan bingung dengan informasi tiba-tiba ini, sebelum berbicara dengan lega....

..."Ah .. akhirnya kamu hamil, udah hampir tiga tahun gak hamil-hamil", Nias tersenyum bahagia juga, memeluk Renzo dengan erat, tetapi Renzo tidak membalas pelukan nya, hanya diam saja, jelas bingung dengan berita Nias yang kata nya hamil, Renzo melepaskan diri dengan tegas sedikit mendorong Nias dengan lembut, Jhonson dan Vione terkejut melihat aksi Renzo yang malah bersikap kasar, Renzo berbicara dengan serius dan marah....

..."Nias, jangan bohong, aku gak lakuin itu sama kamu beberapa bulan terakhir, kamu gak mungkin hamil", Nias jadi agak gugup dan takut, tapi berhasil menyembunyikan nya dengan baik, menjawab dengan nada yang mencoba membuat Renzo tenang....

..."Iih sayang... aku jujur, aku hamil loh...", Jhonson mulai curiga saat mendengar kata-kata Renzo, lalu Jhonson bertanya pada Nias dengan lebih serius....

..."Mana test pack nya? tes kehamilan itu, mana?", Nias jadi sedikit tegang tapi tetap bersikap tenang, menjawab dengan mencoba jujur....

..."Ada di kamar mandi, gak aku bawa", Vione menghela nafas jadi tidak percaya lagi dengan berita Nias hamil itu, tetapi Vione berbicara lagi dengan agak khawatir....

..."Nias, kamu bohong?", Nias menjawab dengan lebih serius dan teguh....

..."Aku jujur Bunda!", Jhonson menghela nafas berbalik untuk kembali duduk di sofa, berbicara dengan kesal....

..."Cukup drama nya malam ini, semua nya pergi tidur, dan besok... kita cari tau tentang kehamilan nya Nias", Renzo mengangguk setuju, merangkul Zelia dengan erat, Nias agak tegang mendengar pengumuman nya Jhonson, sedangkan Vione hanya tersenyum setuju tentang pengumuman nya Jhonson, Renzo menatap ke Jhonson, bertanya....

..."Jadi, Ayah sama Bunda mau menginap aja di sini?", Jhonson menatap ke Renzo sebelum menatap ke Vione, meminta untuk pendapat nya Vione, tapi Jhonson langsung menatap ke Renzo dan menjawab....

..."Iya, kita mau menginap aja", Renzo mengangguk, lalu menatap ke para pelayan, berbicara dengan memerintah....

..."Siapkan kamar", Para pelayan mengangguk dan segera jalan cepat ke lantai atas untuk menyiapkan kamar untuk Jhonson dam Vione, bukan kamar tamu biasa, tapi kamar Elite juga sama seperti kamar nya Renzo dan Nias....

...****************...

...Tengah malam nya, Zelia sedang di dapur, membantu pelayan dapur, yaitu Pia, Alen dan Jane, Zelia membantu memotong sayur dengan lihai, Pia menghampiri Alen lalu berbisik pada Alen dengan suara yang kagum....

..."Eh, ini Nona Zelia beneran bantu kita masak, gak kayak Nyonya Nias yang cuek bebek aja", Alen mengangguk setuju, Jane memukul meja dapur dengan keras....

...BRAKKK!!!!...

...Zelia ikut terkejut dan membuat Zelia sedikit menyayat jari dengan pisau masak itu, Pia segera kembali ke kompor masal, dan Alen langsung fokus membumbu makanan nya, Zelia menaruh pisau dan memegang luka nya dengan tangan yang lain, meringis sedikit, tiba-tiba ada suara Renzo dari pintu dapur....

..."Baby?", Zelia tersentak, lalu berbalik ke pintu dapur, menyilangkan kedua tangan nya di belakang punggung untuk menyembunyikan luka sayatan itu, tersenyum, menjawab dengan semangat karena kehadiran nya Renzo....

..."Di sini Daddy!", Renzo menoleh ke Zelia, tersenyum lalu tersadar Zelia menyembunyikan sesuatu di belakang punggung nya, lalu Renzo segera berjalan masuk, berdiri di hadapan Zelia, bertanya dengan lembut sembari membelai rambut Zelia....

..."Baby kenapa di sini?", Zelia tersenyum, menjawab dengan agak tegang....

..."Bantu masak aja kok Daddy", Renzo mengangguk, lalu tangan yang membelai rambut Zelia perlahan turun ke pipi, leher, bahu, lengan, dan menarik lengan nya Zelia dengan lembut tapi tegas, walau lembut, Zelia tetap terkejut dengan aksi yang awal nya lemah lembut tiba-tiba menarik lengan nya, Renzo melihat tangan kanan nya, lalu menarik tangan kiri nya dan melihat luka sayatan itu, Renzo menjadi khawatir lalu bertanya ke Zelia dengan tatapan yang terpaku pada jari Zelia....

..."Ini karena aku salah potong, hehe", Jelas Zelia tidak mau menyalahkan Jane yang membuat nya terkejut hingga melukai jari nya, Renzo menghela nafas, menjawab dengan lebih khawatir....

..."Baby... hati-hati lah", Zelia tersenyum gugup, mengangguk paham, Jane menatap itu lalu menghampiri mereka berdua, bertanya dengan khawatir....

..."Ada apa Tuan dan Nona?", Renzo menoleh ke Jane yang datang, memberikan perintah dengan tegas....

..."Ambilkan kotak P3K setelah itu kembali masak", Jane mengangguk patuh lalu berbalik pergi untuk mengambil kotak P3K dengan terburu-buru, Renzo kembali menatap ke Zelia, memegang pipi nya dengan lembut lalu berbicara dengan penuh kasih sayang....

..."Baby, kalau mau bantu masak, kasih tau Daddy, ya? biar Daddy yang mengawasi kamu", Tiba-tiba ada suara Nias dari pintu dapur, membuat Renzo, dan Zelia menoleh, sedangkan Pia dan Alen tidak menoleh, fokus pada masakan mereka....

..."Sayang?! aku mau main keluar dulu sebentar!", Renzo menghela nafas frustasi, jelas sudah sangat muak pada Nias yang gak patuh sama hukuman yang Renzo berikan, Renzo melepaskan Zelia dengan lembut sebelum berbalik sepenuh nya ke Nias, menjawab dengan kesal....

..."Bukan nya kamu bilang kamu hamil ya? kenapa kamu mau pergi main?", Nias berdiri di hadapan Renzo, sudah berpakaian rapih dan siap untuk pergi main, Nias memasang wajah tidak patuh, Renzo yang sudah melihat wajah tidak patuh itu langsung berbicara lagi....

..."Jangan mengira karena kamu bilang kamu hamil hukuman yang aku kasih udah gak berlaku sama kamu, itu masih berlaku, kembali ke kamar", Nias cemberut marah, menghentakkan kedua kaki nya ke lantai secara bergantian, sebelum berbicara dengan kesal....

..."Tapi--", Renzo tidak membiarkan Nias berbicara lagi, menunjukkan ke arah lantai atas dengan jari telunjuk nya sebelum berbicara dengan nada keras kali ini....

..."KE KAMAR!!!", Zelia, Pia, dan Alen sedikit terlonjak kaget dengan nada Renzo yang keras, Jane berlari masuk, bingung melihat Nias yang marah dan Renzo juga yang marah, Renzo menurunkan tangan nya, lalu menoleh ke Jane, bertanya dengan nada yang lebih rendah, walau sebenarnya masih ada rasa kesal yang tersisa....

..."Kemari", Renzo mengulurkan tangan nya ke Jane untuk menerima kotak P3K, Nias cemberut lalu berbalik pergi dengan langkah yang keras, Zelia berbicara dengan polos nya....

..."Ih... Mommy kayak anak kecil", Pia, Alen dan Jane menatap terkejut mendengar perkataan Zelia yang seharusnya tidak boleh di ucapkan, Renzo menoleh ke Zelia, terkekeh kecil, menjawab dengan nada yang lebih lembut....

..."Kamu benar Baby...", Zelia tertawa kecil, Renzo mulai membuka kotak P3K dan membersihkan luka Zelia dengan kapas dan alkohol medis, Zelia meringis kesakitan, membuat kedua kaki nya gemetar, Renzo yang menyadari itu lalu menghentikan pengobatan nya, menarik pinggang Zelia lalu mengangkat tubuh kecil Zelia yang ringan dengan mudah dengan tangan kiri nya, sedangkan tangan kanan nya memegang kotak P3K, Zelia terkejut dengan aksi Renzo, lalu bertanya dengan agak malu....

..."Daddy... aku berat tau", Renzo tertawa geli mendengar ucapan Zelia sebelum menjawab dengan nada geli juga....

..."Baby? kata siapa kamu berat? kamu sangat ringan", Zelia tidak percaya, lalu turun dari lengan Renzo dengan paksa, tetapi Renzo menahan tubuh nya setelah Zelia menginjak lantai, tidak membiarkan Zelia berjalan saat terluka, Zelia berbicara....

..."Kata Ibu ku aku itu sangat berat karena banyak makan", Renzo mengerutkan kening nya mendengar Zelia berbicara seperti itu, lalu Renzo menjawab dengan tidak terima....

..."Baby, itu dulu, sekarang kamu kan sudah dewasa dan semakin cantik, lihat tubuh kamu, sekarang kan kamu udah langsing, kamu gak berat untukku Baby, Daddy ini kuat loh", Zelia tersenyum, menjawab dengan pengertian....

..."Iya Daddy, Baby tau, tapi Baby gak mau ngerepotin Daddy, ayo kita jalan berdua aja", Renzo tersenyum lembut, lalu mengangguk, tidak mau memaksa Zelia, dan itu pikiran awal Renzo yang tidak mau memaksa Zelia, tapi Renzo malah menggendong paksa Zelia dengan sengaja untuk bercanda, Zelia terkejut saat terangkat dan di gendong di bahu nya Renzo, Zelia menghela nafas pasrah, Renzo tidak merasa bersalah dan hanya tertawa santai....

...****************...

...Nias yang sedang di dalam kamar tamu, tidak bisa menelpon Gavin untuk meminta bantuan nya, Nias menghela nafas frustasi, jelas tidak tau harus apa, tapi Nias memilih untuk menyelinap keluar dari mansion walau belum berpengalaman dan harus belajar dari Arka yang memang ahli memanjat tebing dan mansion, Nias berjalan ke balkon, melihat ke tepi-tepi balkon, mencari celah untuk memanjat turun dari lantai kamar dua ini, tapi Nias tidak memiliki nyali yang kuat dan besar untuk menaruhkan nyawa nya malam ini, Nias berbicara dalam hati dengan jantung berdebar-debar karena takut....

...* I-Ini harus gimana weh... gue cari telpon genggam aja kali ya? *...

...Lalu Nias mau berbalik tapi ada suara teriakan nya Arka dari bawah....

..."Nias!!! woy!!!", Nias menoleh ke bawah, tersenyum lega melihat Arka yang mulai memanjat tembok dengan ahli nya dari beberapa garis bangunan, lalu sampai di area balkon, tersenyum manis, bertanya dengan khawatir....

..."Lo kemana aja wey? kok gak jawab telpon gue sih?"....

...-Bersambung-...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!