NovelToon NovelToon
Malaikat Yang Tersakiti

Malaikat Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bullying dan Balas Dendam / Bullying di Tempat Kerja / Putri asli/palsu / Nikah Kontrak / Pernikahan rahasia
Popularitas:31.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yenny Een

Keheningan malam yang gemuruh memeluk kota Topaz. Sinar gelap menerobos kegelapan dalam penantian panjang. Sunyi riuh memeluk hati yang gaduh merenung diri. Dhona, wanita berusia 22 tahun, dikurung di dalam ruangan sempit di salah satu rumah sakit jiwa.

Apakah dia gila? Tentu saja tidak. Dhona sengaja dibuat gila oleh saudara angkatnya agar dia bisa diusir dari rumah orang tuanya.

Semenjak kehadiran saudara angkatnya, kehidupan Dhona berubah. Dhona yang berhati bak malaikat, dimanfaatkan kebaikannya oleh Alia, anak angkat yang ditemukan ayahnya di sebuah panti asuhan.

Dhona dijadikan pembantu, difitnah, dibully.
Dalam keputusasaan, Dhona lelah menjadi orang baik. Dhona mematahkan julukan malaikat yang selama ini melekat. Dhona dipengaruhi ilmu hitam.

Apakah Dhona benar-benar terjebak dalam lingkaran kebencian?

Terus ikuti jalan ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

🌑 Kota Opal

Setelah 5 jam menempuh perjalanan, Zayyan dan Dhona tiba di kota Opal. Zayyan memarkirkan mobilnya di halaman rumah yang luas. Dhona melihat Mavisha, Athar dan seorang pria yang tidak Dhona kenal berdiri di depan pintu.

Mavisha menggandeng lengan Dhona dan langsung membawanya masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah dipenuhi dengan banyak orang. Pria, wanita, tua, muda membaca surah Yasin. Dhona melihat di tengah rumah ada orang yang terbaring ditutupi kain panjang.

"Maaf Tan, siapa yang meninggal?" tanya Dhona pada Mavisha.

"Dia ibumu," bisik Mavisha.

Dhona terperanjat. Dhona dipegangi Mavisha duduk di samping jenazah Phia. Mavisha membuka penutup kain yang menutupi wajah Phia.

Memang benar, orang yang terbaring di sana adalah Phia. Phia sudah dimandikan, dipakaikan kain kafan.

Dhona menatap Phia untuk yang terakhir kalinya. Dhona meneteskan air mata. Dhona dalam hatinya mengucapkan maaf kepada Phia karena terlambat datang ke rumah. Dhona terkurung di rumah sakit jiwa.

Dhona juga mengucapkan terima kasih atas semua kasih sayang yang Phia berikan kepadanya. Dhona ikut membacakan surah Yasin bersama.

Satu persatu para tamu pulang. Dhona ditemani Mavisha, Athar, Zayyan, Rendra dan Haikal selaku tuan rumah yaitu suami dari Mavisha.

Dhona sangat berterima kasih karena mereka telah mengabulkan keinginannya untuk bertemu dengan Phia untuk terakhir kalinya. Dhona juga bertanya mengapa mereka baik padanya.

Mavisha memeluk erat Dhona. Mavisha juga berterima kasih kepada Phia karena sudah membesarkan Dhona seperti anak kandungnya sendiri.

"Tante mengenal Ibu?" tanya Dhona.

"Sayang, ini Bunda. Bunda yang melahirkan kamu," Isak Mavisha.

Dhona hanya diam. Dhona tidak tahu apakah saat ini Dhona harus bahagia ataukah membenci Mavisha. Selama ini, yang Dhona dengar dari Ardian, ibu kandungnya tidak sudi melihat Dhona karena itu lah ibu kandungnya pergi meninggalkan Ardian.

Alia juga pernah bilang, Ibu kandung Dhona mengalami ganguan mental. Dhona diragukan apakah benar anak kandung Ardian karena ibu kandungnya sering melakukan hubungan terlarang dengan banyak pria.

Mavisha melepaskan pelukannya. Dhona sedikit menjaga jarak. Dhona lebih memilih berbaring di samping jenazah Phia karena malam ini malam terakhir mereka bertemu.

Haikal meminta Mavisha sabar. Mavisha harus memberikan waktu kepada Dhona. Saat ini Dhona terlalu banyak mendapatkan musibah. Athar juga menenangkan Mavisha.

Zayyan dan Rendra perlahan duduk di samping Dhona. Zayyan dan Rendra sengaja pergi ke kota Topaz untuk mencari Dhona atas permintaan Mavisha. Selama ini Mavisha dilarang Ardian untuk menemui Dhona.

Zayyan dibantu Rendra mencari informasi tentang Dhona. Mereka menemukan kediaman Ardian dan mencari tahu apa saja kegiatan keluarganya. Selama beberapa waktu, mereka hanya melihat satu anak perempuan di rumah itu.

Sampai akhirnya Zayyan mendapatkan informasi dari orang kepercayaannya, anak pertama Ardian mengalami gangguan mental dan dikirim ke rumah sakit jiwa.

Sewaktu rumah sakit jiwa itu terbakar, Zayyan dan Rendra ada di sana. Mereka mencari keberadaan Dhona. Zayyan hampir putus asa mencari Dhona. Dan bersyukurnya, Zayyan tanpa sengaja membantu Dhona pada saat terjadinya kecelakaan.

Setelah Dhona menghilang di rumah sakit, Zayyan terus mencari Dhona. Dan lagi-lagi Zayyan menemukan Dhona saat Zayyan meminta bantuan sahabatnya Fajar.

Adapun yang memberitahukan meninggalnya Phia di rumah sakit juga dari Fajar. Rendra langsung menuju rumah sakit. Keluarga Ardian sama sekali tidak mengurusi jenazah Phia. Ardian menyerahkan semuanya kepada pihak rumah sakit.

Rendra berhasil bekerja sama dengan pengurus kamar jenazah untuk menukar jenazah Phia dengan jenazah yang tidak ada identitasnya. Rendra segera mengirim jenazah Phia lewat jalur udara ke kota Opal.

Mavisha dan Haikal merelakan rumahnya melaksanakan fardhu kifayah untuk Phia. Mereka juga menyediakan tempat pemakaman untuk Phia. Ucapan terima kasih mereka karena Phia sudah menjaga Dhona selama ini.

"Dhona, Tante Mavisha selama ini selalu mencari cara menemuimu. Ayahmu lah yang melarang Tante menemuimu. Dia sering mengancam Tante Phia. Aku berani bersumpah, aku tidak bohong," kata Zayyan.

Dhona lagi-lagi hanya diam. Kali ini Dhona menyimpan amarah. Ternyata selama ini dia tinggal bersama orang yang tidak berperikemanusiaan. Apa maksud Ardian melarang Mavisha bertemu dengannya. Apa tujuan Alia memfitnah Mavisha.

Yang pasti, Dhona belum pernah merasakan sebelumnya kemarahan yang begitu besar. Kebaikan yang dia berikan dengan tulus tidak bisa meluluhkan hati Ardian. Kasih sayang sebagai saudara yang dia beri untuk Alia tidak ada artinya.

Memori saat Ardian pilih kasih, sering memukul, mengurung dan mengancam jika tidak patuh dia akan dipisahkan dari Phia saat ini melintas di benaknya. Momen di mana Alia sering berbuat jahat, Dhona dibully saat di sekolah juga memenuhi isi kepalanya.

Tidak hanya itu, Dhona merasa kebaikannya selama ini tidak pernah dihargai siapapun. Dhona juga dimanfaatkan oleh teman-temannya di kantor sampai difitnah atasannya.

Dhona berdiri meninggalkan ruang tengah menuju teras rumah Haikal. Dhona duduk di kursi depan sambil berusaha tegar. Zayyan menyusul Dhona keluar.

"Dhona, jangan sungkan berbagi masalah dengan kami. Kami semua di sini keluargamu," ucap Zayyan.

"Bagaimana caranya membalas dendam?" Dhona menatap Zayyan.

Zayyan menghela napas. Zayyan membalas menatap Dhona. Sangat jelas terlihat kemarahan di wajahnya.

"Ayahmu punya kekuasaan. Jika kamu ingin membalasnya, kamu juga harus punya kekuasaan."

Dhona mengalihkan pandangannya. Dhona menunduk. Dhona sadar diri, dia tidak punya kekuasaan. Ardian punya kekuasaan, Ardian dengan mudah memerintahkan orang mengurungnya di rumah sakit jiwa tanpa menjalani pemeriksaan kesehatan.

Saking berkuasanya Ardian, Dhona mendapatkan fitnah paling kejam dalam hidupnya. Dhona menjadi buronan pembunuh ibunya.

"Dhona, sebenarnya aku dan kamu dijodohkan dari kecil oleh kedua orang tua kita. Tante Mavisha dan Mama bersahabat. Dan aku juga sejak pertama kali melihatmu, aku suka."

Dhona memandangi Zayyan. Dhona mencoba mencari kebenaran. Dhona tidak ingin Zayyan memanfaatkan keadaan. Dhona dan Zayyan baru beberapa bertemu. Dhona tidak ingin tertipu.

"Dhona, menikahlah denganku. Manfaatkan aku untuk membalas dendam. Keluargaku punya kuasa."

"Maaf, pernikahan bukan permainan. Kita baru saja bertemu."

"Dhona aku benar-benar ingin menikah denganmu. Aku rela menunggu sampai kamu menerimaku."

"Zayyan, aku tidak mudah jatuh cinta."

"Baiklah, jika kamu mau, kita bisa nikah kontrak. Semua terserah padamu. Kamu bisa membalas dendam. Aku akan membantumu."

Dhona tidak habis pikir dengan Zayyan. Sebegitu cintanya kah Zayyan sehingga rela nikah kontrak hanya untuk membantunya balas dendam. Dhona juga berpikir, seberapa besarnya kekuasaan keluarga Zayyan, apakah bisa membantunya balas dendam.

"Beri aku waktu untuk berpikir," kata Dhona.

Zayyan mengangguk. Zayyan membiarkan Dhona duduk sendirian di teras. Zayyan masuk ke dalam rumah. Dhona memejamkan mata. Dhona bicara dalam hati.

Devi, bagaimana ini? Haruskah aku menerima lamaran Zayyan? tanya Dhona dalam hati.

Devi tidak bisa memprediksi masa depan. Zayyan benar, Dhona harus bisa memanfaatkan Zayyan.

"Dhona, nikahi Zayyan. Itu hanya nikah kontrak. Kamu juga tidak akan rugi," bisik Devi.

Dhona terlalu lelah untuk berpikir. Dhona menyenderkan kepalanya di kursi panjang. Dhona mulai memejamkan mata. Dhona ingin melupakan sejenak masalah yang memenuhi isi kepala. Emosinya yang hampir meledak. Dhona tertidur pulas di teras rumah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Al!f
Lanjut
Al!f
Dhona yg nabrak 😱
Al!f
😭
Al!f
/Panic/
Fang
Mungkinkah ini Devi?
Queen
Jgn², Devi
Queen
Astaga 😱
Queen
Dikira digebukin 🤭
Khong
yg nabrak ternyata komplotan Alia
Fang
😱😱
Fang
😱
Fang
Maklum belum honeymoon 😄
Al!f
Seru, salaj paham keluarga. Apakah Zayyan digebukin? 🤣
Al!f
Doa mau tidur 🤣
Al!f
Mantap 😍
Al!f
😱😱😱😱
Al!f
Wawwwwwe
Fang
Mukul tembok akhirnya 🤣
Fang
😱😱😱😱
Na!
Dhona ngaku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!