NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:427
Nilai: 5
Nama Author: Eka Nawa

Arumi gadis yang sebelumnya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya harus menelan pil pahit yang mana ia harus kehilangan suaminya.

Di tambah lagi dia harus menikah dengan pria yang membuat suaminya tiada karena hamil dengan pria itu

Akan kah pernikahan mereka bertahan lama, dan bagaimana kehidupan Arumi setelah menikah dengan kenan Dirgantara

happy reading 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 6

Di sebuah ruangan keluarga di kediaman Dirgantara mereka berkumpul untuk membahas pengakuan Kenan yang membuat satu keluarga syok dan mencari jalan keluarnya.

"Lalu di mana wanita itu? Maksud papi Arumi. Apa dia berniat untuk melaporkan mu ke polisi atas meninggalnya suaminya?" cecar Arsyad.

"Di Mension ... Soal itu aku tidak tau. Kalaupun dia ingin melaporkan ku aku akan menerima nya karena memang itu kesalahan ku.

Tiara yang mendengarnya tidak terima, putra kesayangannya harus mendekap dipenjara dan merasa khawatir nanti akan ada berita di luar sana yang bisa mencoreng nama baik keluarga.

"Kau tidak sengaja, mungkin saja suaminya yang salah arah jalan hingga ia menabrak mobilmu yang memang arah jalan yang benar," ujar Tiara yang sangat tidak terima.

Kenan terdiam sejenak diikuti yang lainnya, ia mulai berpikir omongan sang mami ada benarnya. Tak terpikirkan sebelumnya karena memang pihak kepolisian belum ada yang mengusutnya.

Kenan lupa menanyakan pada Jimmy karena ia yang mengurusnya,"Nanti aku tanyakan pada Jimmy karena saat itu dia yang mengurusnya," ujar Kenan.

"Baiklah, kita akan mengurusnya segera papi hanya pesan padamu lebih baik pernikahan mu itu disembunyikan dulu nanti setelah jelas kita tanyakan pada Arumi apa selanjutnya yang akan ia lakukan terhadap mu," putus Arsyad.

"Pih, aku tidak setuju denganmu!" protes Tiara.

"Mih, sudah jangan protes terus. Jika itu terjadi sama aku anak perempuan mami bagaimana perasaan mami?" balas Riana.

Semua pandang mata tertuju pada Riana, tidak disangka Arsyad jika putrinya yang selama ini ia rasa seperti anak kecil bisa merasakan penderitaan orang lain.

Dreett

Dreett

"Baik aku akan kesana,"

Kenan pamit pergi dan tidak mengatakan akan kemana, Tiara merasa kesal dan ingin mengejarnya, tetapi dihalangi oleh Arsyad.

"Kenapa kau menghalangiku," seru Tiara.

"Jangan campuri urusan Kenan, biarkan dia menyelesaikan urusannya sendiri," ujar Arsyad.

Merekapun pergi meninggalkan ruangan dan hanya tinggal Tiara seorang diri. Wanita itu merenung sejenak mengapa semua ini terjadi pada putranya tapi ia juga memikirkan ucapan putrinya.

Bagaimana jika ini terjadi pada Riana, mungkin sama hancurnya dengan Arumi.

****

Braak

Suara meja terdengar sangat keras seseorang melempar sebuah berkas perjanjian di hadapan Kenan yang saat ini sedang duduk di kursi kebesaran nya.

"Apa kau sudah tidak waras, Kenan. Perjanjian macam apa itu!" teriak Jimmy seraya menatap tajam Kenan yang dengan santai mengambil file yang dilempar Jimmy.

Dia membukanya dan membacanya, Kenan hanya menarik sudut bibirnya lalu menutup kembali fail itu lalu diletakkan di meja. Dahi Jimmy mengerut melihat respon sahabat nya itu.

Kemudian ia duduk berhadapan dengan Kenan berusaha menetralkan emosinya, menarik napas panjang lalu ingin berkata lagi, tetapi baru saja ia membuka mulutnya Kenan langsung bicara.

"Turuti saja maunya, kau tidak akan mengerti. Ikuti perintah ku dan jangan banyak bertanya!" Kenan beranjak dari duduknya ia memutuskan pergi setelah menyelesaikan pekerjaan nya yang sempat tertunda.

"Tunggu!" panggil Jimmy yang menghampiri Kenan.

Pria itu menghentikan langkahnya dan berbalik seraya memasukkan kedua tangannya ke dalam saku,"Apa yang terjadi sebenarnya, Kenan? Kau tau kan yang kau ajak kerjasama itu siapa?" tanya Jimmy dengan penuh penekanan.

Kenan hanya mengangguk,"Narendra, sahabat kita," jawab Kenan santai.

"CK, apa yang sudah dia katakan hingga kau menyetujui kerjasama itu. Perusahaan bisa bangkrut Kenan. Pikirkan lagi aku mohon,"

Jimmy memohon karena dia sangat tau siapa Narendra pria egois, ya memang mereka sahabat tapi semenjak kehadiran seorang wanita yang mana membuat Narendra langsung jatuh cinta padanya tapi cintanya tidak terbalas malah wanita itu memilih Kenan. Padahal Kenan tidak pernah merespon wanita itu ia memilih persahabatan nya.

Namun, saat kejadian suatu waktu sudah sangat lama Narendra salah paham dan murka pada Kenan membuat persahabatan nya pun selesai menurut Naren, panggilan untuk sahabatnya itu.

"Aku percaya dia sudah melupakan kejadian waktu itu maka dari itu ia mengajak ku kerjasama. Jadi, kau tenang lah," hanya itu yang bisa diucapkan Kenan seraya menepuk sekilas punggung Jimmy yang menatap sendu dan sangat khawatir dengan Kenan yang memang sangat baik, dia tidak pernah dendam walaupun Narendra pernah menyakiti nya, mempermalukannya.

saking baiknya bahkan jika sudah mencintai pria itu akan kehilangan akal dan selalu mengikuti perasaannya, buktinya cintanya pada Arumi semenjak kuliah dulu dia sangat setia dan yakin jika Arumi akan menjadi miliknya.

***

Mobil mewah baru saja memasuki rumah mewah dengan gerbang yang menjulang tinggi. Pria tampan dengan jas hitam ditangannya itu perlahan turun setelah pelayan membukakan pintu mobil.

Kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya menambah kesan elegan tapi tetap terlihat gagah.

"Di mana dia?" tanya Kenan sambil melangkah masuk di ikuti pelayan wanita.

"Di kamar, tuan tapi dia belum mau makan dan ..." ucapnya terhenti berbarengan langkah Kenan yang penasaran lalu ia berbaik menatap pelayannya itu dengan tatapan sulit diartikan.

Yang lebih membuatnya heran pelayan tersebut tersenyum malu membuat Kenan bingung,"Kau kenapa, Nina?" tanya Kenan.

"Tuan lihat saja sendiri ke kamar,"

Kenan mengerut kan keningnya ia menggaruk pelipis matanya walaupun tidak gatal. Nina memang sedikit centil ia pun meninggalkan Kenan dengan tingkah nya yang seperti gadis yang tengah tersipu malu.

"Huh, kalau bukan pekerjaannya yang sangat bagus ingin rasanya aku mengganti pelayan di mansion ku," gerutu Kenan yang tidak suka dengan wanita modelan Nina.

Dengan rasa penasaran Kenan melangkah kan kakinya menuju kamar atas tempat Arumi berada. Dia merasa lega akhirnya Arumi bersedia pulang dengan sendirinya walaupun ia harus mengerahkan beberapa bodyguard nya untuk memantau keberadaan Arumi yang lari meninggalkan nya saat di pemakaman.

Cekleek

Pintu perlahan terbuka, tetapi kamar itu sangat gelap hanya ada pencahayaan dari lilin yang berada di atas meja tepatnya di tengah sedikit berdekatan dengan meja rias.

Kenan terus melangkah masuk ia sangat penasaran mengapa kamar Arumi seperti itu,

kamar itu seperti taman yang dipindahkan dengan ke dalam ruangan, isinya di penuhi kelopak bunga yang berserakan di beberapa tempat.

Wangi yang memenuhi kamar perpaduan lembut bunga mawar yang bertebaran di lantai dan juga melati yang berada di setiap sudut kamar menambah rasa penasaran Kenan yang terus mencari keberadaan wanita yang ia khawatir kan seharian ini.

Bruugh

Tubuh Kenan terjatuh ke atas ranjang setelah seseorang mendorongnya dari belakang membuat kacamata hitam yang berada di kepalanya pun ikut jatuh.

Kenan berbalik wajahnya pucat pasi, terdiam dengan tatapan terpesona melihat wanita yang sedang berdiri di hadapannya memakai baju dinas selayaknya seorang istri yang siap untuk menyerahkan segalanya untuk suaminya seorang.

"Kau kemana saja? Kenapa lama sekali datangnya," ucap Arumi dengan sangat lembut.

Kenan menelan ludah ketika Arumi mulai mendekatinya, tubuhnya tiba-tiba bergetar dan langsung saja ia memundurkan badannya seolah menghindari Arumi yang terus saja mendekatinya bahkan ingin duduk di atas pangkuannya.

Arumi tersenyum semrik, ia terus saja melancarkan aksinya membuat Kenan berkeringat padahal suhu di kamar tersebut cukup dingin karena pendingin di kamar tersebut berkerja dengan sangat baik.

"HENTIKAN, ARUMI!" pekik Kenan dan menghentikan tangan Arumi yang mana ia berusaha membuka tali dress nya itu hingga terlihat sedikit apa yang ada di dalamnya.

Arumi tertawa melihat Kenan ketakutan lalu ia menepis tangan Kanan yang memasangkan kembali tali dress nya dengan cepat Arumi membuka pakaiannya di hadapan Kenan.

Dengan cepat pula Kenan mengambil selimut lalu menutupi tubuh Arumi dengan mata yang tertutup,"Aku mohon jangan lakukan itu, Arumi," lirih Kenan.

"Bukankah ini yang kau inginkan dariku, Tuan Kenan?" balas Arumi.

"Akkkhh ...," Arumi berteriak saat Kenan menarik tubuhnya ke dalam pelukannya lalu ia mendekatkan wajahnya ke telinga Arumi.

"Ya, kau benar. Jadi, bersiaplah," bisik Kenan menjatuhkan tubuh mereka berdua di atas ranjang.

Degh

*

*

Bersambung.

1
Shōyō
uwwwww calon
Shōyō
hayolohh
Shōyō
njayyy sapa nichh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!