NovelToon NovelToon
Terjerat Obsesi Tuan Muda

Terjerat Obsesi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir / CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Be___Mei

Sepucuk surat mengundang Syaheera untuk kembali ke kota kelahirannya. Dalam perjalanan ke kota tersebut, dia bertemu Gulzar Xavier, pria baik hati yang menolongnya dari pria mesum di kereta.

Kedatangan Syaheera disambut baik oleh ayahnya dan keluarga barunya. Namun, siapa sangka, ternyata sang ayah berniat menjodohkan dirinya dengan Kivandra Alistair, Tuan Muda lumpuh dari keluarga Alistair.

Cinta Syaheera pada ayahnya membuat gadis ini tak ingin membuatnya kecewa. Namun, pada malam pertemuannya dengan Kivandra, takdir kembali mempertemukan dirinya dengan Xavier, dan sejak itu benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.

Xavier yang hangat, atau Kivandra yang dingin, akan kepada siapa Syaheera menjatuhkan pilihan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Be___Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Syaheera part 5

...🫀Ternyata Kita Cinta 🫀...

...-Kenapa cinta harus setara?...

...Sebab fisik akan menua,...

...Keindahan akan memudar-...

...***...

Memiliki alis hitam dan lebat, jua sepasang mata yang membuat Syaheera terpana ketika beradu pandang dengannya.

Pria besar di hadapan Syaheera adalah putra rekan bisnis sang ayah.

"Kivandra, kau bisa memanggilku Kiv." Bernada rendah dan berat, suaranya seperti menyimpan beban, tapi --- akh! Syaheera lekas menepikan dugaan itu. Mungkin saja Kiv hanya sedang tidak mood bersosialisasi.

"Aku Syaheera, kau bisa memanggilku Heera," ujar gadis ini. Seperti biasa, ia akan melempar senyum ketika berkenalan.

"Hem," gumam Kiv. Tak ada senyum di wajahnya, ia bahkan menyapukan pandangan ke arah lain, asal tidak pada Syaheera.

Dalam pikiran Heera, ia dan Kiv akan berkumpul bersama ayah-ayah mereka pada meja yang sama, ternyata itu salah.

Pada kenyataannya mereka kini berada di meja yang berbeda dengan dua orang tua itu. Mata besar Heera menatap Kiv lekat, karena pria itu tak bicara, Heera hanya bisa ikut diam.

"Baru sekarang aku melihat tahi lalat di wajah pria," bisik hati Heera. Ya, selain mancung, Kiv juga punya tahi lalat pada batang hidungnya.

"Kenapa kau menatapku terus? Apa ini kali pertamamu melihat seseorang duduk di kursi roda?"

Seperti jarum yang jatuh di telapak tangan dari ketinggian tak seberapa, meski tak meninggalkan luka dalam, namun, terasa menggigit kulit, "Ah, ti-tidak. Bukan seperti itu ----"

Ck! Syaheera tergagap, ucapan Kiv mengusir semua kosa kata dari otaknya.

"Maaf. Kau hanya diam, aku jadi tidak tahu harus melakukan apa." Akhirnya Heera mengucap kata maaf, ia sadar telah bersikap tidak sopan pada Kiv.

"Untuk apa kau meminta maaf?"

Semula, Heera menundukkan wajah setelah tertangkap basah menatap Kiv lekat, kini ia mengangkat pandangan karena pertanyaan pria itu lagi, "Karena ... aku sudah lancang menatapmu secara langsung."

Kiv mengerutkan kening. Apa yang sedang dibicarakan wanita ini?!

"Berapa usiamu?" Tiba-tiba saja pertanyaan ini Kiv lontarkan.

"22 tahun."

"Apa kegiatanmu sekarang?"

"Aku ---" Heera merasa sedang melamar pekerjaan. Atau memang seperti ini cara orang-orang di Lumina saat mencari teman?

Sebentar! Berteman? Sikap Kiv bukan seperti orang yang ingin berteman. Lantas, apakah rencana Peter mencarikannya teman akan gagal? Tapi, bukankah pertemuan ini sudah direncanakan? Dirinya dan Kiv bertemu atas rencana Peter dan Raffan, 'kan?

Pikiran ini terus berputar dalam kepala Heera, seperti pusaran air yang perlahan menelan kata-katanya.

Kiv mengetuk meja, "Nona Heera, apa kau masih di sini? Atau jiwamu sudah bergentayangan entah kemana."

Bergentayangan! Apa dia pikir aku hantu?!

"Maaf, apa yang tadi kau tanyakan?"

"Kesibukanmu sekarang apa? Bekerja, kuliah, atau hanya menganggur saja," tanya Kiv lebih rinci.

"Aku baru lulus kuliah dan sekarang memang sedang menganggur," jawab Heera. Jika Kiv bisa bersikap dingin, tidak ada salahnya bersikap seperti itu juga, 'kan.

Terlihat Kiv menganggukkan kepala. Ia mengambil daftar menu dan menyerahkan pada Heera. "Silakan, pilih apa yang kau mau."

"Apa saja, asal bukan udang," ujar Heera. Jujur saja, berhadapan dengan pria tampan memang mendebarkan, tapi Heera yakin ini bukan debaran cinta. Sikap Kiv membuatnya tidak nyaman. Ia tiba-tiba bertanya tentang ini dan itu, menggali informasi tentang Heera tanpa basa-basi.

"Semua? Sayuran pahit juga?"

Heera mengangguk. Ia menatap meja Peter dan Raffan, dua orang tua itu terlihat menikmati kebersamaan mereka. Pasti mereka sedang membahas bisnis, sebab Heera mendengar Tuan Raffan mengucapkan nominal uang yang tak sedikit kemudian disambung gelak tawanya dan Peter. Ck! Andai dia bisa bergabung bersama mereka, setidaknya ia bisa ikut tertawa meski tak mengerti apa yang mereka bicarakan.

Kiv memesan beberapa makanan dan menatap Heera. "Berapa tinggi badanmu? Juga berat badanmu?"

Sebuah pertanyaan berbahaya! Heera menarik napas membalas tatapan pria di depannya ini. "Kau tidak ragu menanyakan hal itu?"

"Aku perlu mengetahuinya, apa yang harus aku ragukan?"

"Kau --- kau tidak berperasaan! Itu pertanyaaan mematikan yang tidak akan dijawab seorang wanita!" desis Heera. Akhirnya emosi gadis ini memuncak, wajahnya terlihat merah dan dadanya turun naik dengan cepat.

Kiv kembali mengerutkan kening, seolah apa yang dia lakukan adalah hal wajar.

"Aku harus ke toilet."

Kiv mempersilakan Heera untuk pergi dari ruangan itu.

Rasa lega sangat terasa ketika ia meninggalkan ruangan, kesal di dada terasa hilang begitu saja.

Sesampainya di toilet, Heera membasuh tangan dan sedikit merapikan riasan. Wajahnya terasa terbakar mengingat sikap Kiv padanya. Entahlah, apakah orang seperti Kiv ada banyak di kota ini, yang jelas Heera merasa ragu menjalin pertemanan dengannya.

Keluar dari toilet, Heera melihat seseorang yang tak asing baginya. Ia berdiam sejenak menatap orang tersebut yang sedang berada di area karyawan restoran.

Kebanyakan manusia memang memiliki kepekaan terhadap pandangan menelisik. Pria itu merasakan tengkuk yang meremang, ia mengedarkan pandangan hingga tatapannya dan Heera bertemu.

Seulas senyum terbit di wajah sang pria, ia keluar dari area karyawan dan mendatangi Heera. "Hai, Nona. Kita bertemu lagi."

"Ah, ternyata benar kau."

"Ya, ini aku. Kita bertemu di kereta cepat dari Viola ke Lumina," jelas lawan bicara Heera.

Tanpa ragu Heera mengulurkan tangan. "Kita belum sempat berkenalan, aku Syaheera Hazura Jason."

Sang pria langsung menyambut uluran tangan Heera. "Aku Gulzar Xavier."

"Dan aku bisa memanggilmu Vier," sambut Heera membuat Vier tertawa kecil.

"Ternyata kau memang menanyakan namaku pada pengawalmu."

Heera mengangguk. "Tentu saja. Aku harus tahu siapa orang baik yang telah menolongku."

"Terima kasih untuk bantuanmu hari itu," ucap Heera. Akhirnya ia bisa berterima kasih secara langsung.

"Sama-sama. Aku senang bisa membantu," sahut Vier.

Ada binar indah yang memancar dari mata dua insan ini. Mereka saling pandang untuk beberapa saat disertai bibir tersungging.

"Apa yang kau lakukan di sini?"

"Menemani Ayahku bertemu rekan bisnis," jawab Heera.

Vier mengangguk, kemudian ia mengajak Heera untuk duduk dan melanjutkan obrolan. Namun, Syaheera menyadari dirinya harus segera kembali ke ruangan tadi. Ia bahkan membayangkan wajah menyeramkan Kiv ketika dirinya kembali setelah pergi terlalu lama.

"Aku memiliki waktu seminggu di Lumina. Kita bisa bertemu dan berbincang di lain waktu. Sekalian aku ingin mentraktirmu makan, sebagai ucapan terima kasih untuk waktu itu," ujar Heera.

"Ayolah, Nona. Aku bukan sedang menyelamatkan bumi waktu itu."

"Tidak! Itu bukan sekadar menyelamatkan bumi, kau menyelamatkan harga diriku sebagai wanita."

Tatapan Vier berubah menghangat setelah Syaheera berucap seperti itu. "Baiklah. Kita akan makan bersama di lain waktu."

Senyum seorang Syaheera seketika terbit, ia begitu cantik.

Mereka membuat janji temu di lain hari, pada pertemuan kali ini mereka bertukar nomor ponsel.

Meninggalkan Vier dan kembali menemui Kiv, kedatangan Heera disambut tatapan penuh tanya pria dingin itu.

"Ada apa?"

"Kenapa lama sekali perginya."

"Aku bertemu kenalan dan berbicara sebentar dengannya."

"Pria atau wanita?"

"Pria," sahut Heera.

Kiv mengepalkan tangan, ia langsung bicara pada Peter.

"Tuan Peter, apa anda tidak menjelaskan pada Nona Heera maksud pertemuan malam ini?"

"Pertemuan? Kita bertemu untuk menjalin pertemanan. Iya 'kan, Ayah?" sela Syaheera, alih-alih Peter yang bicara.

"Aku sudah menjelaskan padanya. Dia hanya belum mengerti," sahut Peter.

"Apa maksud Ayah?" Heera menatap Peter, dan orang tua itu hanya tersenyum hangat padanya.

"Kau harus menjelaskan padanya, Nak," sambung Raffan.

Syaheera kembali menghadap Kiv, perlahan ia duduk dan memandangi pria itu penuh tanya.

Tak ada senyuman di wajah Kiv, ia membalas tetapan Heera dengan tatapan tajam. "Kau ... dan aku ... dijodohkan."

...To be continued ......

1
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
ZasNov
Gimana keadaan Oza.. Duh semua kena.. 😭
ZasNov
Ah sediiihh.. Kasian Luke.. 😭😭😭
ZasNov
Tuh kan bener, Luke jadi tumbal.. 😭
Mana Xavier sama Syaheera juga belum tentu berhasil kabur..
ZasNov
Wah kepo nih..
ZasNov
Wah Jack udah beneran insyaf nih? tapi baku hantam masih ga bang? 😆
ZasNov
Hmm, ternyata target Kiv itu Zeter property, karena tujuan utamanya Syaheera..
ZasNov
Kiv berusaha menyelesaikan masalah setenang dan sesantai mungkin, tp kayaknya hatinya ga baik2 aja..
ZasNov
Coba nanti Xavier bilang didepan Kiv.. 😂🤣
ZasNov
Iya bener.. 🥺 Aku jd inget Luke. Dia pasti dapet hukuman..
ZasNov
Aduh Syaheera, kalian lg melarikan diri bukan piknik.. 😂🤣
ZasNov
Apa Xavier dan Syaheera berhasil kabur ya? Kiv kayaknya ga bakalan tinggal diam..
ZasNov
Xavier sama Syaheera udah mulai nekad nih.. Apa bisa Xavier bawa Syaheera pergi ya? Kalau iya, Luke bisa2 kena hukuman berat.. 😖
ZasNov
Aduh Luke, cari perkara aja nih. Aku khawatir Luke yang kena.. Meskipun Syaheera bisa bersama Xavier..
ZasNov
Mukbang kersen ternyata hanya mengalihkan kesedihan Syaheera sebentar saja.. 🥺 dia bneran kangen Vier..
ZasNov
Waduh Luke, berani banget.. Kalau sampe kedengeran Peter, Celia atau Rhea bisa kena hukuman itu.. 😖
ZasNov
Semua orang yang terlibat kena imbasnya.. 😖
ZasNov
Luke dan Syaheera memiliki keinginan yg sama, karena itulah mereka bisa saling mengerti.. 🥺
ZasNov
Astaga Kiv.. benar2 alasan yang sangat masuk akal untuk mempercepat pernikahan.. 😑
ZasNov
Sedih.. maunya mencintai dan memiliki.. 🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!