NovelToon NovelToon
Mereka Kebahagiaanku

Mereka Kebahagiaanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Penyelamat / Keluarga / Teen School/College / Teen / Anak Yatim Piatu
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: FZR

ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************

Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.

ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.

hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.

siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MK 6 |KEDATANGAN KELUARGA KANDUNG|

    Meski belum genap satu bulan, Feyza dan Fayren tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi di lingkungan baru nya, namun mereka juga masih takut untuk meminta sesuatu yang sangat mereka inginkan pada Eltav.

     Beruntung Eltav sangat peka jadi ia langsung membelikan apa yang mereka inginkan, namun ia juga memberi mereka nasehat agar tidak boros dan membeli sesuatu yang di perlukan saja.

    Kedua nya pun mengerti karna memang dulu mama nya pernah bilang seperti itu meski mereka belum paham sepenuh nya.

    Pagi hari nya, seperti biasa Eltav memandikan dan memakaikan pakaian kedua anak nya setelah itu baru lah diri nya yang mandi dan bersiap untuk sekolah.

    Setelah bersiap, ia pun turun dan langsung menuju ke dapur untuk membuatkan susu untuk kedua anak nya. Meskipun mereka hanya lah anak angkat nya, ia tetap ingin menyiapkan sendiri kebutuhan kedua nya kecuali saat waktu nya benar benar tidak sempat untuk melakukan nya maka ia akan meminta tolong pada para abang nya.

"ini susu nya, yuk sarapan" ucap Eltav sambil memberikan segelas susu pada Feyza dan dot susu pada Fayren.

"telima kacih daddy" ucap Feyza.

"maacih" ucap Fayren.

"sama sama"

     Mereka pun sarapan bersama dengan tenang dan sesekali Eltav juga memperhatikan kedua anak nya yang sedang makan sendiri hingga belepotan sana sini membuat Eltav tersenyum lalu mengambil tisu dan melap mulut mereka.

    Selesai sarapan, Eltav dan kedua abang nya berpamitan untuk pergi ke sekolah dan restoran, Eltav juga memberi pesan pada kedua anak nya.

"baik baik di rumah oke, kakak jaga adek ya dan jangan bikin repot oke"

"baik daddy"

"kok lesu, daddy cuma sekolah bentar kok nanti siang juga udah pulang"

"bu nitip anak anak ya, kalo ada apa apa hubungin El"

"iya, hati hati ya nak"

     Eltav berjalan seperti biasa, namun ia juga melirik ke sekitar dan menemukan seseorang yang mengawasi nya, dengan gerakan cepat bahkan orang yang mengawasi nya tidak bisa membaca gerakan nya hingga tiba tiba Eltav sudah berada di dekat nya sambil menodongkan pistol di tengkuk nya.

"suruhan siapa?" tanya Eltav dingin.

"keluarga Baxter" jawab nya.

"saya siapa mereka? Kalo saya bagian dari mereka maka datang ke rumah nanti malam, jika tidak maka jangan salahkan saya kalo tembak mati anda dan yang lain ny yang mengawasi saya"

DOR

     Tidak sekali dua kali Eltav menembak orang yang mengawasi nya kecuali ia sudah kenal dekat dengan orang yang menyuruh mereka, meski pun begitu ia tidak pernah menembak mati mereka kecuali mereka adalah musuh.

    Pengawas yang ia tembak lengan nya tadi pun langsung pergi dari sana dan melapor pada majikan nya.

✴✴✴

    Di mansion keluarga Baxter, Darion dan Lyora sedang berada di ruang keluarga sambil melihat hasil tes dna milik putra bungsu nya yang baru saja tiba hingga salah satu anak buah mereka yang mereka perintahkan untuk mengawasi putra bungsu mereka datang menghampiri mereka.

"permisi tuan nyonya"

"loh lenganmu kenapa kok di perban? Di tembak juga?" tanya Darion.

"iya tuan"

"ya sudah, kamu istirahat saja dulu"

"oh ya tuan, tuan muda bilang kalo tuan muda bagaian dari keluarga Baxter, kalian di minta untuk datang ke rumah nya nanti malam dan kalo tidak datang yang lain nya akan di tembak mati"

"baiklah nanti malam kami akan datang ke rumah nya, terima kasih ya"

"sama sama tuan, kalo gitu saya permisi dulu tuan nyonya"

"mas, kita belanja yuk, aku mau beli sesuatu buat putra bungsu dan kedua cucu kita"

"iya ayo, kasih tau kakak juga kalo nanti malam kita ke rumah nya"

"iya"

✴✴✴

     Saat istirahat, Divya melihat ponsel nya dan terlihat notif pesan dari sang mommy kemudian ia membalas nya setelah membaca nya.

"dari siapa Vy?" tanya Davin.

"mommy, Eltav ngundang keluargaku buat datang ke rumah nya nanti malam" jawab Divya.

"oh, jadi kepo gimana reaksi Eltav nanti"

"iya, ya udah yuk ke kantin"

    Mereka pun pergi ke kantin sambil bergandengan tangan membuat para siswa siswi yang melihat menjadi iri tapi juga mendukung hubungan mereka kecuali satu siswi yang sangat kesal melihat kemesraan mereka apalagi teman nya terus memanasi nya membuat nya langsung menghadang mereka dan tidak peduli lagi bahwa yang di hadang nya merupakan kakak kelas nya.

"cih jadi cewek kok kecentilan sih, udah lah ngerebut pacar orang malah tambah di goda lagi, pake pelet apasih sampe kak Davin nempel banget sama lo" sinis Mifa Evelyna.

"maksud lo apa ya? Adek kelas aja belagu, ngaku ngaku jadi pacar Davin lagi" ejek Divya.

"lo gak tau malu ya, udah gue tolak berkali kali masih aja ngejar ngejar gue. Gak sudi gue pacaran sama cewek gatel kayak lo" ucap Davin yang langsung menusuk ke hati Mifa.

    Mifa terdiam karna tidak tau harus membalas ucapan kakak kelas nya bagaimana, sedangkan teman nya yang berada di samping nya hanya diam saja sedari tadi tanpa berniat membantu, tapi pikiran nya tidak berhenti membuat rencana untuk orang yang menganggap nya teman itu.

    Divya dan Davin pun meninggalkan mereka begitu saja, sedangkan Mifa tidak berniat menghadang mereka lagi.

    Di sebuah pohon besar yang tak jauh dari sana, seseorang yang sedang duduk di sana melihat Mifa dengan tatapan yang sulit di artikan dan memandang curiga ke arah teman Mifa yang masih setia di samping nya.

(gak akan gue biarin lo mencelakai nya meskipun gue belum tau apa yang lo rencana in Inay Limeyra) batin nya dan langsung berlalu pergi.

"sudah Mif, kita cari cara lain untuk membuat mereka putus atau melakukan sesuatu yang membuat merema berpisah" ucap Inay Limeyra.

"sudah cukup, sebenar nya aku hanya kagum pada kak Davin" ucap Mifa lirih.

"lo gak bisa nolak Mifa, karna lo dalam kendali gue"

"lo jahat Nay, lo manfaatin gue cuma buat kesenangan lo sendiri"

"hahahaha selagi Eltav belum suka gue, lo akan tetap gue kendalikan hahahaha"

     Tidak ada yang mengetahui hubungan mereka yang sebenar nya, yang para murid tahu adalah mereka hanya berteman biasa namun para murid juga menatap benci mereka terutama Mifa yang sangat sering menggoda para siswa dan lagi Mifa selalu memakai pakaian ketat hingga memperlihatkan lekuk tubuh nya.

✴✴✴

     Malam hari nya, para maid dan bodyguard di rumah Eltav sedang bersiap karna mereka akan kedatangan tamu penting majikan nya dan semua nya sudah sesuai dengan intruksi Eltav termasuk hidangan yang akan di hidangkan nanti nya, tapi untuk hidangan penutup nya Eltav sendiri yang membuat nya.

     Eltav sedang berada di kamar nya bersama kedua anak nya, tentu saja ia mendandani mereka dan memakaikan pakaian santai karna memang mereka bukan mengadakan acara resmi atau bisa di katakan hanya penyambutan keluarga.

Tok tok tok

"Eltav, tamu lo udah datang" ucap Joy.

"iya, tolong antar mereka sampai ke ruang makan, kita akan makan malam dulu"

"oke, lo segera lah turun"

    Joy pun menyambut tamu nya bersama Veer dan Zandy lalu menuntuk mereka ke ruang makan karna mereka akan melakukan makan malam lebih dulu.

     Sang tamu yang tak lain adalah keluarga Baxter pun hanya menuruti permintaan tuan rumah yang ingin makan malam lebih dulu sebelum berbincang.

"rumah nya bagus ya pa, tertata rapi lagi semua perabotan nya" ucap Lyora lirih.

"iya mom, dia sepertimu yang selalu rapi dalam menata setiap ruangan termasuk perabotan nya" balas Darion.

      Tak lama terdengar suara langkah kaki yang mendekat membuat mereka mengalihkan pandangan ke arah sumber suara hingga terlihat lah pemilik suara langkah tersebut yang tak lain adalah Eltav selaku pemilik rumah sambil menggendong putra nya dan tangan kanan nya menggandeng gadis kecil.

     Kemudian Eltav meletakkan putra nya di kursi bayi di samping nya dan mendudukkan putri nya di kursi yang juga tepat di samping nya, setelah itu barulah diri nya yang duduk tepat di hadapan Darian.

"maaf, saya tidak ikut menyambut kalian" ucap Eltav datar namun masih sopan.

"tidak apa apa, saya berterima kasih karna telah mengundang kami"

"baiklah, mari kita makan lebih dulu nanti kita lanjutkan lagi obrolan nya"

     Mereka pun makan malam bersama dengan tenang dan seperti biasa Eltav selalu memperhatikan kedua anak nya dan hal itu tidak luput dari tatapan sebuah keluarga.

     Selesai makan malam, Eltav pun mengajak tamu nya untuk duduk di ruang tamu dan mengobrol di sana.

"ekhem...perkenalkan saya Darion, ini istri saya Lyora dan ini mungkin kamu sudah mengenal nya, tapi saya memperkenalkan nya kembali, dia Divya kakak kandungmu dan kami adalah orang tua kandungmu" jelas Darion.

"ada bukti?" tanya Eltav.

"ini bukti nya dan kalung yang kamu pakai juga bukti nya, kalung itu di buatkan oleh seseorang khusus untukmu jauh sebelum kamu lahir"

    Eltav membuka map coklat itu dan isi nya adalah hasil tes dna diri nya dengan keluarga nya, ia pun tersenyum tipis dan senyum itu dapat di lihat keluarga nya.

"siapa yang membuatkan kalungku?"

"dia sepupumu dan sekarang dia berkuliah di Ax university, nama nya tidak ingin kamu ketahui dan dia juga memintamu untuk mencari nya"

"bilang pada nya pa kalo Eltav akan segera menemukan nya"

"baik, eh tunggu, kamu memanggilku apa?"

"apa yang anda dengar, begitulah Eltav memanggil anda"

"akhir nya aku menemukan putra bungsuku" ucap Lyora.

     Darion pun menjelaskan bagaimana Eltav bisa terpisah dengan keluarga nya, begitu juga dengan Eltav yang menceritakan tentang kehidupan nya setelah berpisah dengan keluarga asli nya.

    Eltav memperkenalkan keluarga nya pada kedua anak nya sebagai oma opa dan tante mereka, Eltav juga memperkenalkan bu Ika yang selama ini merawat nya pada keluarga nya.

    Eltav tidak mengira bahwa keluarga nya sangat menerima kedua anak nya dan bu Ika.

    Karna Eltav tidak mau ikut mereka pulang ke mansion, alhasil mereka lah yang meminta untuk menginap di rumah Eltav. Beruntung Eltav sudah menyiapkan kamar untuk mereka.

Di lantai dua ada 10 kamar saling berhadapan dan 1 ruang kerja dan tepat di depan ruang kerja terdapat sebuah lorong, lorong itu tidak panjang jadi bisa di lihat bahwa di ujung lorong ada sebuah ruangan dan terlihat sebuah pintu.

Tidak ada yang di sembunyikan atau spesial di sana karna hanya kamar tidur dan memang hanya terlihat satu pintu bila di lihat dari depan, tapi bila berjalan hingga ujung lorong maka terlihat enam pintu lain nya jadi total nya 7 pintu kamar.

7 kamar tersebut di tempati Eltav, kedua anak nya, ketiga abang nya dan Regan. Tidak ada yang khusus, tapi ia sengaja membuat nya seperti itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

maaf kalo terlalu berbelit belit dan silahkan bayangkan sendiri bagaimana lantai dua rumah Eltav itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!