NovelToon NovelToon
Karma Datang Dalam Wujudmu

Karma Datang Dalam Wujudmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Teman lama bertemu kembali / Office Romance
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: diamora_

Cayra Astagina, sudah terlalu sering patah hati. Setiap hubungan yang ia jalani selalu berakhir dengan diselingkuhi.
Saat ia hampir menyerah pada cinta, seorang peramal mengatakan bahwa Cayra sedang menerima karma dari masa lalunya karena pernah meninggalkan seorang cowok kutu buku saat SMA tanpa penjelasan.

Cayra tidak percaya, sampai semesta mempertemukan mereka kembali.

Cowok itu kini bukan lagi si kutu buku pemalu. Ia kembali sebagai tetangga barunya, klien terpenting di kantor Cayra, dan seseorang yang perlahan membuka kembali rahasia yang dulu ia sembunyikan.

Takdir memaksa mereka berhadapan dengan masa lalu yang belum selesai. Dan Cayra sadar bahwa karma tidak selalu datang untuk menghukum.
Kadang, karma hadir dalam wujud seseorang yang menunggu jawaban yang tak pernah ia dapatkan.

Kisah tentang kesempatan kedua, kejujuran yang tertunda, dan cinta yang menolak untuk hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diamora_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Perjalanan ke Candraloka

Kadang, untuk menemukan diri sendiri, kita harus tersesat lebih dulu-bahkan ke tempat yang tak masuk akal.

...Happy Reading!...

...*****...

Ponselku bergetar pelan dari dalam saku jaket.

Suaranya tidak mengganggu, tapi cukup untuk membuatku membuka mata dengan enggan.

Nama yang muncul di layar langsung membuat kepalaku pening.

Tasha Ardelia.

Rekan kerja sekaligus sahabat cerewet dua tahun lebih muda yang hobi menelepon berkali-kali.

Sudah kutolak panggilannya beberapa kali sejak tadi.

Cit.

"Aduh," gumamku sambil memegangi jidat yang baru saja mencium kursi elf karena rem mendadak.

Kalau kalian membayangkan aku sedang tidur cantik di kasur empuk, kalian salah besar.

Aku sedang tertidur di kendaraan umum murah meriah - dan barusan aku mencium sandaran kursi seperti orang kesurupan.

Manis banget, kan?

Aku tertidur karena kelelahan.

Jam belum genap pukul sembilan pagi, tapi aku sudah berada di dalam elf, menempuh perjalanan absurd.

Biasanya di jam segini aku sedang di kantor.

Tapi kali ini berbeda. Aku sedang dalam misi rahasia.

Perjalanan misterius.

Tingkat keabsurdan yang bisa bikin Mama pingsan kalau tahu.

Percakapan dua perempuan di angkringan semalam masih terngiang-ngiang di kepala.

Begitu kuat, sampai aku tidak bisa tidur.

Dan seperti orang yang sudah kehilangan akal sehat, aku memutuskan melakukan hal paling tidak masuk akal dalam hidupku:

pergi ke peramal.

Sendirian.

Diam-diam.

Tanpa pamit siapa pun.

Kalau ketahuan, riwayatku tamat.

Aku, yang selama ini dikenal paling logis, tiba-tiba berbalik arah demi cinta.

Namaku bisa jadi meme viral di X dengan caption: "Ketika cinta sudah masuk angin."

...*****...

Ponsel kembali bergetar.

Kali ini, dengan sisa kewarasan yang kumiliki, aku angkat.

"Cayra Astagina, lo di mana?"

Suara Tasha langsung menembus gendang telinga.

Tingkat cemprengnya cukup bikin burung merpati ganti arah.

"Di jalan," jawabku pelan.

"Jalan mana? Si Yudha udah nyariin lo dari tadi. Jangan-jangan lo bolos kerja?"

"Ngapain nyari? Gue udah izin semalam ke Mbak Rania."

"Emang udah dapet izin resmi? Di kantor lagi ribet. Ada klien baru yang pengin ketemu lo langsung, tapi lo malah hilang!"

Semalam aku memang kirim pesan ke Mbak Rania, founder agensi tempat kerjaku.

Baru subuh tadi beliau balas.

Aku bilang sedang sakit dan butuh konsultasi.

Tidak bohong, kan?

Sakit hati juga tetap sakit.

Konsultasinya? Ya, ke peramal di lereng gunung.

Sebenarnya aku juga mulai flu.

Untuk jaga-jaga, aku pakai jaket tebal. Tempat yang kutuju katanya dingin. Dataran tinggi.

Anginnya menusuk harga diri, iman, dan motivasi hidup.

Aku tidak yakin apa yang sebenarnya kucari.

Tapi aku cuma ingin merasa diperjuangkan.

Bahkan kalau itu lewat jalur mistis.

Mungkin ini bukan soal nasib buruk, tapi energi dari masa lalu yang belum selesai.

Kalau semua itu bisa dibersihkan, mungkin aku bisa hidup normal.

Bisa menikah. Bisa bilang aku bahagia tanpa merasa sedang bohong.

Bisa makan bakso tanpa ditanya, "Kapan nyusul?"

"Caca, lo denger nggak sih gue ngomong?"

"Iya, denger kok. Mbak Rania bahkan bilang semoga cepat sembuh."

"Sakit apa emangnya?"

Aku diam.

Kalau aku jawab sakit hati, dia pasti tahu aku habis putus.

Dan bisa ditebak, Tasha langsung bikin rencana balas dendam.

Tasha punya insting pemburu.

Waktu aku putus terakhir kali, dia hampir tonjok mantanku di parkiran minimarket.

Padahal aku sudah bilang biarkan saja.

Tapi Tasha tidak suka melihat temannya disakiti.

Apalagi oleh laki-laki yang mukanya kayak hasil filter gagal.

Sampai sekarang aku masih suka menertawakan diriku sendiri.

Aku bisa tunangan hanya karena membalas DM kacang hijau.

Dan baru sadar, aku adalah selingkuhan.

Plot twist-nya begitu indah, aku layak jadi tokoh utama drama jam sembilan malam.

"Caca, lo ngilang atau kuping lo cuti bareng logika lo?"

"Maaf, Sasaku sayang. Tadi sinyalnya hilang," jawabku sambil tertawa hambar.

Dia tidak langsung membalas.

Tapi samar-samar, aku dengar dia bicara pada seseorang.

Suara itu... familiar, tapi bukan dari orang kantor.

"Gue tutup dulu ya. Besok lo harus masuk. Ada klien penting," katanya sebelum menutup telepon.

Aku menghela napas, membuka WhatsApp, lalu membaca deretan pesan yang masuk.

Puluhan. Dari teman kantor, Papa, Kak Raka, Elan, bahkan Mama.

Kompak sekali.

Biasanya, paling Papa saja yang ingat aku masih hidup.

Aku malas membalas.

Ponsel langsung kumasukkan ke saku.

Mataku beralih ke jendela.

Pemandangan mulai berubah. Sawah, bukit, dan pepohonan menyambut pandangan.

Warna hijau di mana-mana.

Udara terasa segar, tapi juga asing.

Desa Candraloka.

Tempat tinggal Mbah Sarmini, peramal yang katanya bisa memperbaiki cinta.

Bukan cinta-cintaan remaja, tapi urusan rumah tangga, perselingkuhan, bahkan jodoh yang belum muncul.

Setelah elf, aku masih harus lanjut naik ojek.

Jalan menuju desa tidak bisa dilewati mobil.

Sinyal sering hilang. ATM tidak ada.

Tapi katanya ada warung nasi Padang buka sampai malam.

Masih cukup modern untuk ukuran desa di kaki gunung.

Semua perjuangan ini rasanya sudah bikin capek duluan.

Tapi aku sudah sampai sejauh ini. Masa mundur?

Semoga hasilnya sesuai ekspektasi.

Atau minimal aku tidak pulang sebagai cuplikan di acara Dunia Lain Spesial Gunung Tungguljati.

"Kalau untuk sembuh aku harus datang ke tempat ini, percaya pada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan, lalu apa salahnya?"

Mungkin ini bukan kelemahan.

Mungkin ini caraku belajar untuk percaya lagi.

Pada cinta.

Pada diri sendiri.

Dan kalau ternyata bahagia dimulai dari lereng gunung dan dupa mistis... ya sudah.

Setidaknya, aku tidak menyerah.

Setidaknya... aku masih mencoba.

Dan mungkin... aku akan pulang dengan versi diriku yang baru.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!