Mona Kavitha Luis adalah anak yatim piatu.
Orang tuanya meninggal karena kecelakaan pada saat dia berusia 18 tahun, tetapi Mona yakin jika orang tuanya meninggal karena suatu kesengajaan, papanya meninggalkan sebuah perusahaan besar kepadanya. Mona selalu ingin menyelidiki kecelakaan yang menimpa orang tuanya tetapi selalu dilarang oleh tantenya. Mona sekarang tinggal bersama adik papanya bernama Dewi Felicya Luis. Tantenya ini sangat baik dan sayang terhadap Mona.
Apakah disini tantenya terlibat atas kecelakaan orang tuanya Mona atau Rekan bisnis papanya yang tidak menyukai keluarga mereka yang berhasil??
*****
Suatu hari Mona terpaksa menikah dengan supir pribadinya dikarenakan suatu kesalah pahaman, tetapi supir itu sendiri juga menyimpan suatu rahasia.
Siapakah supir itu, Mona tidak mengetahuinya dan bagaimana Mona akhirnya bisa menerima supir itu sebagai suaminya.
Silakan dibaca teman2
Semoga kalian suka.
Terima kasih
🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lie_lili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
06. Pesan Lewat Mimpi
Mona sudah siap untuk segera naik keatas kasur empuknya yang berukuran king size dengan warna biru laut, warna kesukaannya.
Tidak perlu waktu lama Mona pun tertidur.
Tiba-tiba saja tidur Mona mulai gelisah, dan dia pun terbangun. Kemudian dia menangis lagi.
"Papa, mama, Mona kangen" lirih batin Mona.
Mona melihat kearah jam dindingnya menunjukkan pukul 2 pagi.
Mona pun bangun untuk berdoa berharap kedua orang tuanya selalu tenang dan bahagia diatas sana.
4 jam kemudian.
Matahari pagi sudah menembus kearah kamar Mona, dia pun terbangun dan segera membuka tirai jendelanya.
"Pagi yang indah" gumamnya melihat keluar dari jendela, karena disana terdapat taman peninggalan mamanya.
Mona sangat menyayangin taman tersebut, karena baginya itu kenangan dari mamanya, bahwa masih ada keindahan yang bisa dilihatnya.
Mona telah siap dengan pakaian yang kasual untuk pergi ke kantor, dia menurunin anak tangga dengan perlahan.
Dimeja makan Dewi telah lebih dulu sarapan.
"Maaf Mona, tante makan dulu soalnya sudah lapar dan tante ada urusan penting juga, tante mau keluar negeri hari ini ya, mau bertemu teman tante yang sudah lama sekali tante tidak temui" ucap tante Dewi, melihat kehadiran Mona.
"Hah, tante mau keluar negeri, jadi Mona sendirian donk!" Jawab Mona.
"Enggak lama kog!" Jawab Dewi.
"Ya sudah, perlu diantar Gavin?" Mona menawarkan jasa Gavin.
"Tidak, tante sendiri saja!" Senyum tantenya.
Pelayan pun datang menghampiri Mona.
"Non, mau sarapan apa, biar bibik buatkan segera!" Tanya asisten rumah tangga bernama Surti.
"Susu saja dan roti panggang saja bik!" Jawab Mona dengan lembut.
"Baik Non" bik Surti pun segera kedapur untuk menyiapkan apa yang Mona pesan.
Bik Surti adalah asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja dengan keluarga Luis dari Mona kecil.
"Tante ada lihat asisten Friska?" Tanya Mona.
"Tidak" mengeleng-gelengkan kepalanya.
Tiba-tiba saja Friska datang menenteng tas ranselnya.
"Halo tante Dewi, halo bos!?" Sapa asisten Friska.
Asisten pribadi Mona ini sudah sangat dekat sekali dengan keluarga Luis, dia seumuran dengan Mona.
"Panjang umur, barusan saja aku tanyakan sama tante, sudah nonggol saja!" Seloroh Mona.
"Iya donk, enggak boleh terlambat nanti bosku marah!" Jawab asisten Friska.
"Gimana liburan mu Fris?" Tanya Tante Dewi.
"Seru tan, walau cuma 2 hari saja" sambil cenggir kuda Friska menjawabnya.
"Ayo sarapan?!" Ajak Mona.
"Tidak, tadi sudah sarapan dijalan!" Sambil tersenyum.
Mona pun langsung melanjutkn sarapannya dan segera pergi kekantor, diluar Gavin telahe menunggu Mona keluar kemudian diikutin Friska.
"Nona sudah siap?" Tanya Gavin.
"Siap"
Gavin pun segera menjalankan mobilnya menuju kantor. Didalam mobil mereka bertiga hanya keheningan saja yang menemanka mereka.
Sesampainya dikantor, Gavin segera turun membukakan pintu mobil untuk Mona turun.
"Kog, aku enggak dibukakan!" Canda Friska.
"Buka sendiri" jawab Gavin ketus.
Gavin pun segera pergi untuk memarkirkan mobilnya.
Mona meminta Friska untuk keruangannya lansung, karena ada yang mau disampaikan.
Friska didalam ruangan Mona, menunggu Mona membuka suaranya.
"Fris, ini rahasia kita saja yang tinggal dirumahku ya"
Friska mengangguk menandakan mengerti.
"Aku dan Gavin sudah menikah"
"Apaaa, kog bisa" kaget Friska.
"Apa yang terjadi dengan kalian?!" Penasaran Friska.
Akhirnya Mona menceritakan semua yang terjadi, Friska sebagai assiten pribadi Mona pun mengerti, dia pun akan membantu menjaga rahasia ini.
Friska kepikiran soal dia berkata begitu tadi pagi ke Gavin, biasa memang jika Friska bercanda dengan Gavin, dia akan membalas dengan candaan juga, tetapi tadi memang sikap Gavin berbeda, mungkin bagi Friska, saat ini Gavin menjaga perasaan Mona.
"Lalu, apa Nona mencintainya?!" Tanya Friska penasaran.
"Tidak?!" Senyum Mona.
"Aku hanya menjalaninnya saja, aku hanya ingin menikah seumur hidup 1 kali saja!" Seakan mengerti arti raut wajah Friska.
"Aku jalanin saja!"
Friska mengerti dan tidak ingin bertanya lebih lagi karena takut menjadi beban Mona.
Mereka pun bekerja seperti biasanya.
Sore menjelang, sang supir pun sudah bersiap untuk mengantar mereka pulang.
Sesampainya Mona di istananya, Friska lebih dulu masuk kedalam rumah.
"Gavin, mulai hari ini kamu tinggal dirumahku!" Ucap Mona tegas.
"Tapi apa tidak apa-apa Mona?" Tanya Gavin.
"Ini perintah" kata Mona lagi.
"Baiklah" akhirnya Gavin memilih mengikuti apa yang dikatakan Mona.
"Pa, ma, Mona sudah menurut perkataan kalian!" Mona memandang kelangit dan tersenyum.
Semalam Mona bermimpi bertemu dengan papa, mamanya.
"Anak papa sayang, Gavin sekarang suamimu perlakukan dia layaknya suamimu dan dia akan menjadi pelindung mu!" Kata papa Mona.
"Mona tidak mengerti pa,ma!?"
"Papa, mama jangan tinggalkan Mona lagi!" Mohon Mona.
"Kami tidak meninggalkan mu nak, kami disini" mama Mona menunjukkan ke hati Mona dengan meletakkan tangannya.
Mona tersenyum mengerti.