NovelToon NovelToon
Terminal Lucidity

Terminal Lucidity

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Permainan Kematian
Popularitas:16.3k
Nilai: 5
Nama Author: Gerimis Senja

Karena hukuman, akhirnya Eighar harus di pindahkan ke sekolah aneh yang berisi orang-orang yang aneh pula. Sekolah macam apa yang di maksud?? Tak ada yang khusus, kecuali murid-murid serta sistem sekolahnya yang terbalik. Lalu, apa yang mengganjal dari hal itu??
Baca lah sendiri!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gerimis Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Smart watches hitam

Karena keributan di pagi hari buta ini, seluruh warga yang rumahnya berada di sekitar tempat kejadian penangkapan pun keluar. Mereka menatap fokus, namun raut wajah mereka mengatakan kalau hal ini seperti sudah sering kali terjadi. Ya, mereka tidak keheranan lagi.

Usai melihat apa yang terjadi, mereka berbalik seolah ini hanyalah hal sepele yang membuang-buang waktu mereka. Namun, Eighar berusaha membuat mereka kembali.

"Hei, semua warga!! Tolong!! Saya di cegat!! Mereka semua penjahat!! Mereka menculik anak-anak!! Mereka penjahat yang berpura-pura jadi polisi!!" pekik Eighar hingga membuat beberapa orang terhenti dan mengernyit.

Mereka memang menormalisasikan kejadian seperti ini, karena A.K School memang setertutup itu dan juga misterius. Mereka yang berada di luar pun bertanya-tanya mengenai apa yang ada di dalam sekolah itu, dimana seluruh murid tinggal di asrama dan benar-benar full tinggal disana.

"Jahat?"

"Penculik anak?"

Gumam beberapa di antara mereka, mereka pun berbalik dan menatap ke arah Eighar yang terkepung dengan tangan yang terangkat ke atas. Eighar memasang wajah panik dan ketakutan, ia menatap mereka penuh harap, siapa tau mereka semua mau menolong dirinya keluar dari tempat aneh dengan jam aneh itu.

Keringat mengalir dari rambut, ke pelipis lalu terhenti di ujung dagu Eighar. Lelaki itu menelan ludah, bersamaan dengan keringat yang menetes, jatuh tepat ke atas aspal tempat Eighar berpijak.

"Apa bener itu?"

"Gue juga udah curiga sama tuh sekolah, rahasia banget. Semua anak yang masuk ke sana, gak pernah ada yang balik, bahkan yang udah lulus pun gak tau kemana."

"Bener juga, banyak juga yang lari dari sana. Kalau seandainya sekolah itu bagus, tentu aja kan mereka seneng dan gak bakalan kabur."

"Masuk di akal."

Kini raut wajah para warga yang awalnya masa bodoh, berubah menjadi lebih serius. Mereka sepertinya mendengarkan perkataan Eighar dengan seksama dan meyakini kebenarannya.

Para pihak kepolisian saling lirik dan berpandangan, merasa kalau sepertinya ini bisa menjadi sebuah ancaman.

Eighar yang tau kalau ia berhasil, menarik senyum perlahan, lalu sedikit mengeluarkan bunyi tawa dari mulutnya. Di sela-sela tawanya, tiba-tiba saja...

Blaaaarrr!!!

Sengatan dahsyat menghantam tangannya hingga Eighar terperangah. Asap keluar dari mulutnya dan Eighar mematung beberapa saat, lalu terhempas dengan perlahan, dimana lututnya tertekuk dan menyentuh tanah terlebih dahulu.

Para warga yang menyaksikan hanya bisa terperangah, lalu dua orang kepolisian berjalan mendekati para warga. "Maaf sudah mengganggu waktu kalian. Ini cuma kesalahpahaman, anak ini kabur dari asrama usai melakukan kesalahan. Ia anak yang baru di masukkan ke sekolah ini, jadi takut akan hukuman, padahal tidak ada hukuman sama sekali." terang seorang polisi.

Para warga menoleh dan menunjuk ke arah Eighar yang terkapar dengan tangan yang gemetaran. "T.. tapi anak itu ngapain tiba-tiba pingsan disitu? Masa' iya bukan karena hukuman?"

Para polisi menggeleng. "Bukan hukuman. Dia epilepsi."

"Oooooh." ucap para warga serentak. Mana ada epilepsi yang mulutnya mengeluarkan asap.

Tubuh Eighar pun di angkat, lalu kedua tangannya di bopong oleh dua orang polisi di pundak mereka. Kaki Eighar terseret karena ia lumayan tinggi, anak itu kehilangan kesadaran sementara, lalu tubuhnya di bawa ke mobil polisi.

.........

Sayup-sayup mata Eighar terbuka, melihat buram ke arah jalanan yang bergerak dan melaju kencang. Ada semak belukar di sekitar selokan yang kering kerontang, pepohonan yang daunnya melambai-lambai ke jalanan, sorot lampu yang memperjelas semuanya di kegelapan.

Eighar merasa ngantuk, tapi ia berusaha membuka matanya lagi. Dan kali ini matanya benar-benar terbuka lebar kala ia melihat sebuah gerbang dengan cat hitam yang megah. Ia terbelalak hingga tubuhnya terperanjat, membuat orang-orang yang berada di mobil tahu kalau ia sudah siuman.

Eighar melirik, melihat para polisi yang menatap fokus ke arahnya. Gerbang terbuka dari kejauhan, bersamaan dengan aktifnya smart watches di pergelangan tangannya.

Eighar menilik, membaca pesan dari smart watches menyebalkan. "Selamat datang kembali di A.K School. Eighar Riantama telah tercatat sebagai siswa di sekolah ini, dan dengan alasan apapun tak di perbolehkan meninggalkan area sekolah ini." tulisnya, membuat Eighar mendecak jengah.

"Apa alasan kamu kabur, dik? Rata-rata para siswa yang banyak kabur daripada siswi, itu mencerminkan kalau laki-laki gak suka di kekang, kan?"

Eighar menyelis ke arah polisi yang sedang menyupir di depannya, sementara dirinya di tengah di apit oleh dua orang polisi juga.

"Kalau kabur, artinya mereka manusia normal. Lagian siapa yang mau di atur-atur sama jam?" balas Eighar, terdengar mengeluh dan kesal.

"Smart watches itu jam pintar yang di desain dengan sistem terbaik untuk mendidik kalian. Peraturan itu penting dan harus ditaati, apa gunanya melawan kalau pada akhirnya bakalan ketangkep juga." balas sang polisi.

Eighar mendengkus. Kalau masalah aturan sih dia memang benar-benar tak memperdulikannya, yang membuatnya merasa risih karena jam ini telah mencuri privasinya, dan itu sangat menyebalkan dan juga mengerikan.

Sementara itu, di gedung sekolah beramai-ramai para siswa dan siswi keluar dari asrama, seolah menyambut kedatangan murid yang berusaha melarikan diri tersebut.

Mereka penasaran saja, sudah lama tidak ada pemberontak yang berusaha lari dan kabur dari asrama. Jadi, ketika ada yang melakukannya, itu jadi hal yang menarik bagi mereka. Mereka benar-benar ingin tau, pecundang macam apa dia.

"Kalau mukanya cupu dan cabul, gue tabok ampe mulut lu berdarah ya!!" tukas salah seorang dari siswa, yang menjadikan ini bahan taruhan.

"Kayaknya si muka tengil sama sok jagoan, tapi nyatanya pengecut. Kalau gue bener, gue tonjok sampe gigi lu masuk kedalem!" balas temannya lagi.

Mendengar hal itu, perempuan berambut merah ini benar-benar jengah dan tak sabaran, ia juga penasaran dengan sosok yang sudah mengganggu waktu tidurnya yang singkat.

Alarm berbunyi di pergelangan tangan masing-masing, membuat para siswa dan siswi menilik ke smart watches mereka.

"Siswa bernama Eighar Riantama telah kembali, harap mematuhi semua aturan yang ada di sekolah tanpa melakukan perlawanan, dan belajarlah dengan baik. Terimakasih."

Gadis itu mendengkus membacanya, lalu mengangkat kepala ketika pintu mobil di halaman sekolah terbuka. Para siswa yang taruhan kelihatan tak sabaran, sementara beberapanya terlihat penasaran.

Seorang polisi keluar dari mobil, lalu diikuti oleh seseorang lagi yang turun bersamanya. Seorang lelaki berambut coklat berantakan terjuntai dengan mata yang kecil dan tegas. Alisnya bak pedang dan jaraknya terlalu dekat dengan mata. Bibirnya tipis kemerahan, dengan hidung mancungnya. Badannya bidang dan tegap, lagi tinggi. Begitu melihat penampakannya, para lelaki yang bertaruh tadi terbungkam, karena rupa si laki-laki yang kabur itu jauh dari dugaan mereka.

Para gadis mulai berbisik, "Ini sih ganteng banget anjir."

"Namanya ternyata seganteng orangnya, Eighar kan?"

"Hahaha, anak baru yang ganteng. Kira-kira kenapa dia gak betah disini?"

"Mungkin karena perban di kepalanya belum di lepas."

"Apaan ah, gak ada hubungannya!!"

"Oh, mungkin karena dia gak mau liat cewek yang mukanya kayak elu."

"Hahahah."

Diantara kebisingan, gadis berambut kemerahan ini memeriksan smart watches-nya dan mengetik nama Eighar untuk mengetahui informasinya.

Beberapa informasi umum mengenai Eighar keluar, namun gadis itu tak nampak tertarik. Ia terus menggeser tulisan tersebut dan membacanya dengan cepat, hingga terhenti pada sebuah kalimat, "Eighar Riantama memiliki smart watches berwarna hitam di pergelangan tangannya."

Deg!!

Jantung gadis itu terjeda, lalu ia memicing Eighar dari kejauhan. "Smart watches hitam?? Berarti kemungkinan, kasus anak ini berbahaya. Hitam dalam tingkatan apa dia?"

Bersambung....

1
Nana Colen
semakin penasaran thooooor...
aku gak nyangka deh mereka saling terhubung di masa kecil, jadi cerita ini semakin menarik, semakin banyak teka teki daaaaaaan semakin penasaran... lanjut thooooor 😍😍😍😍
Nasya nindi Nasya
aku masih bingung si kak sma teka teki nya. tp sepertinya eighar dan zeam pernh sedekat itu kayaknya. dan zeam ini memiliki kepribadian ganda kayaknya semenjak di minta menjadi adik dr clease
Regina Kimmie
jng d gantung lg ia kak ceritanya,kaya cerita yg lain nya🤭
A
masih pengen jitak pala eighar
Nana Colen
sekolah macam apa ini.... gak jelas bangett masa harus ada kekerasan pisik.
sekolah militer juga bukan
A
ga bsa berkata2 sama NPD nya eighar. smoga lekas ilang deh itu j
Tutian Gandi
coba berfikir dewas gar.....bung rasa kebencian mu terhadap zeam,,,siaa tau kalian bIsa jadi teman
A
iya ih curang banget sekolahnya. maunya apa sih
A
ih kok ngeselin😑
A
kepsek nya ga tau zeam prnah disiksa?
Tini Nurhenti
/Grin//Grin//Facepalm/
Nana Colen
aku rasa japi itu menyeramkan, mau orang itu baik atau nggak tetep aja ningkatkan kekuatan pemakainya...
🐈 Kitty Lover 🐈
si japi yg ada adminnya ini jd ingetin pengalaman aku chat sama Meta Al
waktu itu Meta ngasih infonya salah terus, aku bilang payah.
si Meta bilang "gunakan bahasa yg baik & sopan"
lah aku jawab Meta marah, ngambek? katanya tidak, saya tidak punya emosi trus dia lgsg mengalihkan topik pembicaraan
takut ketahuan kalo sebenarnya ada "manusia" yg mengoperasikan si meta ini.

othor pernah chat sama meta jg ga? 😁
A
semoga kmu baik2 aja deh ghar. aku kan cma readers jdi klo pindah ke lain pihak pun tak ada masalah😅 tapi ttap aja terpesona dengan tingkahnya zeam, sweet banget soalny🥰
Dewi Rantika
gk ada nyesel nya si eighar,msh aja merasa gk bersalah sama Skali,pdhal udh jlas2 sahabat ny terluka krna dy yg ngehajar.
Nana Colen
apakah yg punya penyakit NPD tidak punya rasa penyesalan yaaaa....
A
mau ngebelain lu susah sih ghar klo mikirnya begini. msih pagi tpi lu dah bkin emosi aja ghaar😑
A
lu doang yg msalahin itu gharr. lgian lu yg bertingkah malah nyalahin orang
A
laaaa ngasih clue dan ngelak2 trnyata bner dia. kenapa siiih😅
Dewi Rantika
slah lgi tebakan nya,slalu gtu kamu thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!