Kania adalah gadis yatim piatu yang di sangat disayangi oleh kakak tirinya sendiri, Angga.
Namun Kania tidaklah mengetahui cerita yang sebenarnya...
lalu apa yang akan di lakukan Angga agar Kania mengetahui cintanya dan bagaimana reaksi kania selanjutnya setelah mengetahui cerita yang sebenarnya...???
Cerita halu / cerita Fiksi ☑️
Hiburan di kala senggang ☑️
Ini hanya sekedar cerita halu saja. Author minta maaf jika apa yang ada di dalam cerita tidak sesuai dengan kenyataan.🙏
Jangan jadikan bacaan dalam cerita ini sebagai keseriusan. Jadikan isi dalam cerita novel ini hanya sebagai hiburan di kala senggang saja.
Dan Ini hanyalah cerita fiksi... Jika ada kesamaan nama, itu hanyalah faktor ketidak sengajaan.
jangan lupa di comen dan di like ya...🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 6
Setelah aku keluar dari ruangan mas Angga, aku pun mulai melihat setumpuk berkas yang ada di atas meja.
“Ish... Hari pertama kenapa banyak sekali pekerjaannya?! Mana aku tidak paham lagi dengan pekerjaan ini. Dasar mas Angga. Bisanya cuma menyusahkan orang saja.” Gumamku sambil membalik-balikan berkas
Seberapa pun usahaku untuk paham tentang pekerjaan ini, tapi tetap saja buntu.
“Hadeuh.. Aku harus bagaimana ini supaya bisa mengerti? Aku harus tanya siapa. Tidak mungkinkan kalau aku tanya Sinta? secara dia kan benci sekali denganku.” Gumamku lagi
“O iya-iya, aku baru ingat, kenapa aku tidak tanya pak Jodi saja ya?” ucapku
Setelah aku ingat akan hal itu, aku langsung menelepon pak Jodi dan bertanya tetang apa saja yang harus dikerjakan.
“Tapi aku heran, kenapa pak Jodi malah nyuruh aku tanya langsung ke mas Angga?” pikirku heran dalam hati.
“Ya sudahlah... Aku tanya saja. Daripada aku bengong tidak mengerjakan apa-apa.” Gumamku sambil melangkah ke ruangan mas Angga.
‘tok.. tok.. tok..’ aku mengetuk pintu
“Masuk..!!” Ucap mas Angga
“Permisi pak. Maaf aku mengganggu. Sebenarnya aku di suruh kerja di sini itu untuk mengerjakan apa ya?” tanyaku serius
“Eh kamu, kok panggilnya pak sih bukan mas?” protes mas Angga
“Lha kita kan lagi ada di kantor. Tidak enak kalau panggil mas. Apa kata karyawan yang lain kalau sampai ketahuan.” Ucapku
“Ya sudah.. Ya sudah... Panggil pak juga tidak apa-apa tapi syaratnya kalau lagi ada orang lain di sini. Kalau cuma kita berdua saja yang disini, ya... panggil mas saja. Ok.” Bujuk mas Angga
“Ya sudah.” Ucapku nyerah
“Terus tadi kamu tanya apa?” ucap mas Angga
“Tanya tugas, mas. Aku di sini kan disuruh kerja jadi sekretaris, tapi aku tidak tahu, sekretaris tuh kerjanya apa saja?” jelasku
“O masalah itu.. Kamu tidak usah mengerjakan apa-apa. Cukup atur jadwal kegiatanku selama di kantor dan mengingatkannya lalu menemaniku kemana saja aku pergi. O ya satu lagi, menemani aku makan. Termasuk seperti sekarang ini. Kamu temani mas mu ini makan siang di luar yuk.” Pintanya
“Hadeuh.. Gimana ya, mas?! Nanti kalau ada gosip yang tidak-tidak, gimana?” tanyaku
“Kita lihat saja nanti kalau sampai ada yang berani menggosipkan kita.” Ucapnya
“Terserah deh. Tapi aku ke toilet dulu ya mas. Setelah itu aku menyusul mas.” Ucapku
“Kebiasaan...” ucap mas Angga
“Ya mas, masa’ orang mau buang air kecil di tahan sih. Tidak boleh tahu.” Ucapku sewot
“Ya sudah sana buruan ke toilet. Tapi hp selalu bawa ya.” Perintah Mas Angga yang punya firasat tidak enak
“Iya mas, aku mengerti. Ya sudah aku ke toilet dulu ya.” Ucapku lagi
Mas Angga pun mengangguk. Sementara aku pun langsung ke toilet.
Sesampainya di toilet, ternyata aku sudah ditunggu oleh seorang OB.
“Maaf, saya buru-buru.” Ucapku yang memang sedang tergesa-gesa
“Enak saja. Kamu anak baru ya?!” tanyanya
“Iya. Memang kenapa ya?” tanyaku balik
“Semua anak yang baru bekerja di perusahaan ini, 1 bulan pertama harus bersih-bersih toilet. Tidak boleh tidak. Itu tradisi di sini.” Ucapnya kasar
“Kalau kamu tidak mau, maka kamu harus terima hukumannya.” Jelas OB itu
“Apa hukumannya?” tantangku
“Kamu harus traktir makan siang semua OB yang ada di perusahaan ini selama berapa kali kamu tidak membersihkan toiletnya.” Jelasnya lagi
Aku pun terdiam. Aku bingung harus berbuat apa. Kalau aku tidak kerjakan, aku disuruh traktir. Sedangkan aku, mana ada duit sebanyak itu. Tapi kalau aku kerjakan, mas Angga pasti menunggu dan curiga. Hadeuh...
“Gimana? Mau mengerjakan tidak?” tanyanya membuyarkan lamunanku
“Hanya toilet ini saja kan? Tanyaku memastikan
“Tidak hanya ini. Tapi semua toilet yang ada di kantor ini dan kamu mengerjakannya pagi sebelum karyawan masuk, siang waktu karyawan istirahat dan sepulang kerja. Bagaimana?” tanyanya
“Baik. Tapi bukan untuk hari ini. Mulai besok saja, gimana?” negoku
“Jangan besok, mulai pulang kerja nanti saja.” Jelasnya
“Ya sudah.” Jawabku singkat.
Aku pun langsung keluar dari toilet menuju ke tempat mas Angga. Namun siapa sangka, ada yang mengikutiku.
Aku pun langsung masuk ke dalam mobil.
“Ada apa?” tanya mas Angga
Aku hanya diam aja. Mas Angga pun bingung. Dia mulai khawatir dengan keadaanku.
“Ya sudah kalau kamu tidak mau bilang. Tidak apa-apa.” Ucap mas Angga
“Lihat saja dek, akan ku cari tahu sendiri penyebabnya.” Gumamnya dalam hati
.
.
.
.
.
Kira-kira apa yang akan dilakukan Angga ya?
dan siapa sebenarnya orang yang mengikuti kania?
Bersambung...
Jangan lupa comen masukannya dan likenya ya biar authornya tambah semangat lagi...🙏
makasih ya thor sukses selalu 👍👍
Kutunggu kedatanganmu.
Terima kasih
tp suka
gak bertele-tele 👍