NovelToon NovelToon
Biarkan Hati Yang Memilih

Biarkan Hati Yang Memilih

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nuryanthi Sudarma

Sepenggal kisah mereka kalian sudah tau di novel sebelumnya. Disinilah aku akan melanjutkan Siapa pilihan Arga selanjutnya.

Arga berusia 34 tahun memiliki perawakan yang tinggi, tampan, dan memiliki usaha sendiri.

Revina berusia 25 tahun, Cantik, baik hati dan pekerja keras.

Shepa berusia 21 tahun, Pintar hingga ia mendapat beasiswa untuk kuliah. Cantik, humble.

for info novel ini tidak akan up everyday
Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuryanthi Sudarma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

"Re, tunggu sebelum pulang mampir toko kue dulu yu, cari oleh oleh buat ibu kamu" ucap Rega.

"Ih lebay kamu, lagian kitanya gak pergi jauh ngapain bawa oleh oleh segala?"

"Yee, ga papa kali, lagian kamu cewek kok gitu amat nggak peka akan perasaan ibunda" ucap Rega dengan memainkan kedua tangannya.

"Lebay" Revina mentoyor kepala Rega.

Akhirnya mereka memutuskan memasuki toko kue di sebrang jalan. Sebelum masuk Revina terdiam sejenak, teringat akan Arga yang selalu membawakan kue untuk ibunya.

"Kenapa Re" tanya Rega.

"Nggak papa, kamu aja yang masuk ya" ucap Revina.

"Lah aku kan nggak tau kue kesukaan ibu kamu"

"Masih sama kok kayak dulu" ucap Revina sambil tersenyum manis.

"Kamu apa kabar Ga?" Kemudian ia membuka handphonenya dan menatap wallpaper dengan foto Arga.

Sepuluh menit kemudian Rega sudah keluar kembali sambil membawa kantong plastik berisi brownis kesukaan ibunya Revina.

"Re, ayo pulang" ucap Rega.

"Udah selesai?"

"Nih, semoga calon mertua ku masih menyukainya"

"Alah ngarep"

Tak butuh waktu lama untuk tiba dirumah Revina. Namun sebelum mereka turun Revina dan Rega sama sama terdiam memandang mobil yang terparkir di depan rumah Revina.

"apa itu Arga?"

"Mobil siapa Re?" tanya Rega.

"Nggak tau, ya udah yuk turun" ucap Revina.

Revina dan Rega sama sama turun dari mobil, namun ia benar benar terkejut ternyata Arga benar benar ada di sana.

"Arga?" ucap Revina pelan.

"astaga dia benar benar ada disini" ucap Revina.

"Revina? Syukurlah kamu beneran benar ada disini" ucap Arga sambi beranjak dari duduknya dan segera memeluk Revina.

Rega dibuat terperangah saat melihat Revina yang tiba tiba di peluk oleh Arga.

"Kamu harus dengerin aku, kamu harus tau semuanya. Dan aku tidak ingin kamu pergi lagi" cerocos Arga tanpa melepaskan pelukannya sari tubuh Revina.

"Iya, tapi lepaskan dulu engap tau. Mau bunuh aku ya biar kamu bisa sama perempuan lain?" Berucap sambil memasang wajah kesal.

"kalau aku mau bunuh kamu ngapain aku cari kamu kesini?" Arga mengerutkan kening tanpa merasa ada yang salah dengan ucapannya.

"Ya Allah ternyata bodohnya masih ada" ucap Revina. "Ya iyalah kamu kesini kalau niat bunuh aku, kan nggak bisa di bunuh kalau orangnya nggak ada"

"Hehe, iya juga sih" Arga terkekeh menertawakan kebodohannya sendiri.

Semua yang ada di rumah itu sama sama tertawa kecuali Rega yang masih merasa kebingungan.

"Bodoh jangan dipelihara Ga, kasih aja sama yang lain. Seorang bos kok bodoh"

Dan semua kembali tertawa, kali ini rega pun ikut tertawa.

"ya tuhan aku bisa melihat senyum itu lagi" Arga merasa bersyukur.

"Aku tidak pernah menyangka Arga akan mencari ku sampai kesini" kali ini Revina yang bersyukur, ternyata Arga benar benar mencarinya.

"Lalu bagaimana dengan Shepa?" Revina bertanya pada dirinya sendiri.

***

Selepas jam kuliah selesai Shepa menyempatkan diri duduk di taman. Ia terlihat membuka halaman demi halaman buku uang di pegangannya.

Meski demikian ia tidak benar benar membacanya. "Shepa?" sapa Wiji tiba tiba berdiri di samping bangku yang diduduki oleh Shepa.

Shepa menolehkan kepalanya ke sumber suara. "Kak Wiji, ngapain kakak disini?"

"Boleh kakak duduk?"

"Oh boleh duduk aja, kok kak Wiji bisa disini?" Shepa merasa heran kenapa tiba tiba Wiji bisa ada disana.

"Bisa dong, kan tempat kak Wiji bekerja tidak jauh dari tempat sini, tadi kak Wiji nggak senggaja lewat sini eh lihat kamu duduk sendiri disini. Itu makanya kak Wiji nyamperin Shepa"

"Oh ya, kak Wiji kerja di sekitar taman kota sini?"

"Iya" jawab Wiji santai

"Kok aku nggak pernah tau ya, kalau kak Wiji ternyata kerja di sekitar sini" ucap Shepa sambil sedikit menundukan wajahnya.

"Iya lah kamu nggak pernah tau, kan kamu hanya memperhatikan satu orang, dan itu bukan kak Wiji. Tapi..." Wiji menggantungkan kalimat nya.

Shepa memandang Wiji dengan tatapan penuh selidik. "jangan jangan kak Wiji seorang penguntit ya"

"Penguntit? oh tidak memangnya kakak nggak punya kerjaan apa?"

Shepa mencebikan bibirnya, membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa gemas.

"Terus???"

"Serius kakak cuma kebetulan lewat aja, tapi kak sering kok lihat kamu duduk disini seorang diri. Kadang kamu terlihat seperti melamun atau bahkan mungkin kamu menangis juga ya?"

"Ih apaan sih"

"Emmmhhh jadi Shepa yang sekarang ternyata sudah mulai jatuh cinta dan pandai berbohong ternyata. Kak Wiji nggak suka itu, kak Wiji lebih suka Shepa yang dulu, periang, baik hati terus masih ingusan hahah"

"Aku ingusan? kak Wiji kali tuh yang suka ingusan terus ingusnya di lap oleh baju kak Leela"

"Ih mana ada, kak Wiji tuh udah tercipta ganteng dari jaman sebelum kak Wiji dilahirkan"

"Mana ada"

Mereka sama sama tertawa mengingat masa masa kecil mereka dulu. Dan Shepa terlihat sangat cantik saat tertawa lepas seperti saat ini.

Sejenak ia melupakan perasaannya terhadap Arga. Tanpa Shepa sadari bahwa Wiji sedang memandangnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

"Aduh aduh perut ku sakit" keluh Shepa yang terlalu banyak tertawa.

"Biasa aja kali tertawanya, Shepa kalau lagi tertawa kelihatan ya cantiknya" puji Wiji.

"Emang cantik kak dari dulu, kemana aja?"

"Kamu kan tau kakak lulus SMA, langsung dibawa pindah ke kota, jadi nggak tau deh kamu cantiknya gimana" ucap Wiji sambil menggoda Shepa.

"Ih kak Wiji nyebelin" ucap Shepa cemberut.

Hening tercipta diantara mereka beberapa menit, sampai akhirnya Wiji kembali bicara.

"Kamu masih mau disini, atau ikut kak Wiji?"

Shepa diam sejenak memandangi wajah Wiji yang sedikit ditumbuhi bulu bulu halus namun tidak mengurangi ketampanannya.

"Memangnya kak Wiji mau kemana?"

"Udahlah nggak usah banyak tanya ayok ikut aja" ucap Wiji sambil berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangan kanannya pada Shepa.

Shepa masih mematung di tempat, dan malah memandang tangan yang diulurkan Wiji.

"Ayo cepetan kak Wiji orang sibuk nih" ucap Wiji.

"Sibuk apaan dari tadi kak Wiji malah duduk duduk disini" ucap Shepa sambil membalas uluran tangan Wiji.

Disadari atau tidak oleh Shepa saat ini ia melupakan Arga dan Revina. Shepa dan Wiji berjalan beriringan menuju mobil milik Wiji yang terparkir di sebrang jalan.

Wiji membukakan pintu penumpang untuk Shepa dan mempersilahkan Shepa masuk.

Kemudian ia memutari mobil dan duduk dibalik kursi kemudi.

Mobil yang mereka tumpangi berjalan membelah jalanan ibukota yang hampir macet. Jika saja mereka terlambat sedikit saja, sudah dipastikan mereka akan terjebak macet karena sebentar lagi jam pulang kantor.

Tiga puluh tujuh menit kemudian Wiji menepikan mobilnya diarea parkir taman hiburan. Mata Shepa terbelalak, ternyata Wiji masih ingat kesuakaannya waktu kecil.

Dulu saat Wiji masih tinggal di kampung Wiji sering membawa Leela, dan dirinya ke taman hiburan meski tidak sebagus dan seramai di ibukota.

"Ayo turun" ucap Wiji

Jangan lupa vote, like and comment ya 😘

1
Ryan Jacob
semangat Thor ditungggu karya-karyanya
Faidhol Baroka
awalnya aku berharap arga sama rev.
Ferfa Ferdian
Biasa
HARTIN MARLIN
aku sependapat dengan Arga lebih baik hidup masing masing gak ada yang di pilih
HARTIN MARLIN
Arga juga masih berhubungan dengan Shepa
HARTIN MARLIN
langsung mampir nih
Elke Lengkey
arga.. itulah akibat mempermainkan 2 hati wanita.
Sofia Askana
ceritanya cukup bagus. tidak beribet. sama seperti cerita sebelumnya. keren 👍👍👍
Dedlik Lik
ko cepat sih tamatnua
Alriani Hespiapi
penasaran saya
Sakura Chan
Assalamualaikum wr wb

Izin pm thor, mampir yuk ke ceritaku judul nya

Aku Tetap Cinta
Siti Kodariah
kayaknya aku agak kecewa...karena Revina incaran pertama tambatan hati pertama Arga, kenapa di keoranglainkan thorrr, kok malah shepa siih buat arga 😿😾
Bunda Beygum Hermawan
Thor apakah si LEDYA itu masih adiknya si LEELA sma si SHEPA,kan katanya si LEELA punya adik 2/3gitu klu nga salah ?
Rafi Aditya
kok ceritanya jdi melencong ya ...
kirain Arga jdi shepa Napa da pemeran lain 😡😇
Anonim
Arga emng pantas kecewa sma lu Shepa karena lu sok kecantikkan di ajak serius malah nolak
Anonim
Emng lu pembawa sial Shepa, karena gara" lu Wiji kecelakaan trs meninggal cba lu gk ke bandung gk mungkin Wiji nyusul dan terjadi kecelakaan. Makanya jdi orng jngn sok cantik deh lu Shepa. Mampus lu di salahin mama mertua, emng itu slh lu jg sbg istri gk becus
Mifta Rosida
aku serahkan sn author wkwk
Mifta Rosida
wkwkwkwkk rasain loh arga ngkak sumpah, rumit kali hidup arga🤣🤣🤣
Mifta Rosida
ooh andi adiknya arga.. seru nih seruu lanjut thor bikin arga kebakaran jenggot wkwk
Mifta Rosida
yaaahh arga gk dpt dua" nya tu nnti RASAIN LOH EMANG ENAK!!!🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!