Apa yang terjadi jika ada seseorang yang masuk dalam hidupmu adalah orang yang usianya jauh di atasmu dan bukan type yang sefrekuensi denganmu. Di saat kamu mengharapkan bebas, namun dia adalah pria yang protective dan penuh aturan.
Ini adalah kisah cinta ringan sepasang manusia.. tentang seorang gadis usil dan riang namun bertemu dengan pria jebolan pesantren tapi mesumnya setengah mati.
Tampilannya mungkin urakan dan begajulan bak preman pasar memang begitu meresahkan tapi siapa sangka pria tersebut sangat menghargai wanita terlebih saat sudah jatuh cinta, garang tersebut lenyap dan berubah lembut.. selembut kapas.
note : TINGGALKAN JIKA TIDAK TAHAN KONFLIK DI DALAMNYA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Karena sebuah kejadian.
Sebenarnya Irene sangat takut jika harus sendirian di dalam rumah kontrakan yang lumayan besar itu tapi rasa gengsi dalam diri telah mengalahkan segalanya.
Entah kenapa saat itu hati Bang Noven juga tidak enak atau lebih tepatnya merasa tidak tega harus meninggalkan seorang gadis yang usianya jauh di bawah Vindy kekasihnya.
"Kalau ada apa-apa di segera hubungi saya..!! Jangan lupa kunci semua pintu dengan rapat. Jangan buka pintu untuk siapa pun kecuali saya..!!" Pesan Bang Noven. Ia pun meletakan sisa puntung rokok tepat di depan pagar rumah kontrakan tersebut.
Selama ini lingkungan tersebut memang terbilang aman dan sepi namun semua itu mungkin karena yang sedang tinggal disana adalah pria yang notabene juga berprofesi tentara. Hanya saja yang perlu di sadari, di samping rumah kontrakan tersebut adalah pusat perjudian bahkan kota yang sarat akan hiburan malam.
"Irene.. kamu dengar atau tidak??" Tegur Bang Noven karena Irene tidak merespon nya.
"Dengar Om. Sudahlah.. kalau mau pergi ya pergi saja, Irene berani sendirian." Kata Irene.
Bang Noven mengangguk kemudian berjalan dan menyalakan mesin motornya yang gagah.
Tanpa menoleh lagi Bang Noven melajukan motornya dengan cepat. Irene pun segera masuk ke dalam rumah.
~
Beberapa menit berlalu, ada suara ketukan pintu. Kening Irene berkerut, mungkinkah Bang Noven kembali, tapi ia tidak mendengar suara motornya.
"Om.. Om Nov??" Sapa Irene.
"Buka..!!" Jawab suara dari luar.
Akhirnya Irene membuka pintu rumah.
braaaakk..
Irene terpental dan melihat tiga orang pemuda menerobos masuk ke dalam rumah. "Siapa kalian????"
"Hahaha.. kau ini yang siapa??" Tawa membahana terdengar sangat menakutkan di telinga Irene.
Dengan langkah mundur teratur ia menghindari ketiga orang tersebut.
"Asal kau tau, Noven itu adalah musuh kami. Selama dia menjaga disini, penghasilan kamu turun drastis. Laki-laki belagu, sok ikut campur dengan urusan kami..!!!" Bentak salah seorang di antara mereka.
"Kalau kalian salah jelas kalian harus membayar mahal untuk kelakuan kalian..!!!" Kata Irene.
"Kurang ajar betul gadis cilik ini. Kita sikat saja Bang. Dia pasti masih ada hubungannya dengan Noven. Kalau lihat sesuatu terjadi dengan gadis ini, pasti dia akan datang. Kalau dia datang kita habisi saja, biar ma**us..!!!!"
"Prasmanan kita.. hahahaha..!!!" Salah seorang di antara mereka menyergap Irene. "Aku duluan..!!!!"
Disana Irene berteriak dan memberontak melakukan perlawanan sampai akhirnya pria tersebut menyeret Irene masuk ke dalam kamar.
"Aaaaaa.. mau apa kalian?????? Jangan di bukaa.. jangan di bukaaa..!!!!" Teriak Irene.
Pria tersebut merobek pakaian Irene hingga tidak meninggalkan sehelai benang pun. Irene menendang-nendang dan meronta berusaha keras membalik badannya.
"B*****t..!!!!!"
buuugghhh..
Tak tau sejak kapan Bang Noven ada disana. Ia menghajar pria yang berusaha menodai Irene. Dua pria yang sudah di hajarnya berlari kocar-kacir melarikan diri.
"Bede*ah.. Kau apakan gadisku???" Bang Noven kalap dan menghajar pria tersebut hingga nyaris mati namun fokusnya teralihkan pada Irene yang sudah berteriak histeris.
Pria tersebut akhirnya juga melarikan diri. Bang Noven segera mendekati Irene.
"Jangan dekati aku.. aku nggak mau..!!!!" Teriak Irene.
"Dek.. Irene, jangan takut..!! Lihat, ini saya..!!" Bujuk Bang Noven.
"Kamu mau apa?? Pakaianku.. pakaianku rusak..!!" Wajah Irene sendu dengan tatapan kosong.
Bang Noven melepas jaketnya. Di saat itu Bang Noven merasakan terpukul, hatinya terasa sakit, sesakit sakitnya patah hati. "Ini Bang Noven dek. Tenang ya.. Abang tidak akan menyakitimu..!!" Perlahan Bang Noven mendekat lalu menutup tubuh Irene dengan jaketnya. Hati-hati sekali ia memeluk Irene. "Abang akan menutupi tubuhmu setiap hari, Abang akan melindungi dan menjagamu..!!" Janjinya pada Irene. Ia mengusap pipi Irene lalu beralih mengusap wajahnya. "Ini hanya mimpi, mimpi buruk. Setelah kamu terbangun, semua akan baik-baik saja..!!"
Beberapa saat kemudian Irene tidak sadarkan diri dan di saat itulah tangis Bang Noven pecah. "Saya salah Irene. Saya akan menebus kesalahan saya..!!"
***
Mata Bang Noven masih terjaga. Ia baru saja membenahi setiap sudut ruangan yang berantakan dan membuang pakaian bekas 'kekacauan'. Ia juga sudah memastikan keadaan Irene dalam keadaan baik-baik saja.
"Pergii.. pergiii..!!" Pekik Irene kemudian tersadar. Ia melihat sekujur tubuhnya masih berpakaian lengkap.
"Dek..!!!!"
Irene melihat Bang Noven duduk di kursi yang ada di dalam kamarnya. Pria itu mengepulkan asap rokok, matanya memerah.
"Oomm.. tadi ada orang jahat. Dia menyobek baju Irene." Kata Irene. "Bang Novra pasti marah sama Irene, Bang Novra pasti pukul Irene. "Hanya pel**ur yang membuka pakaiannya di depan laki-laki." Irene turun dari ranjang.
"Om Nov hamili Irene saja..!! Om juga sudah lihat khan??? Irene sudah terlanjur rusak. Irene mengecewakan orang tua, mencoreng nama keluarga..!!"
Bang Noven berusaha menghindar. Hatinya juga tak kalah berantakan. "Reenn..!!!"
Irene frustasi, ia membuka kancing pakaiannya di hadapan Bang Noven.
"Ireneee..!!!!!!" Bentak Bang Noven karena Irene sangat sulit untuk di tenangkan.
Irene kembali histeris tak sanggup menerima yang baru saja terjadi. Bang Noven kembali memeluk Irene seperti tadi.
"Empat puluh tiga ribu dua ratus detik kita berjumpa. Saya tidak mengenalmu dan kamu tidak mengenal saya. Kita berada di sini karena keinginan kedua orang tua kita. Saya secara sadar telah menerima mu di dalam hidup saya dan itu berarti dalam kurun waktu tersebut, kamu adalah tanggung jawab saya. Apa yang telah terjadi padamu malam ini adalah kesalahan dan kelalaian saya yang telah membiarkanmu disini. Jadi jangan pernah salahkan dirimu, luapkan marahmu jika kamu tidak sanggup menerimanya."
Tangis Irene terisak pilu, ia membalas pelukan Bang Noven.
"Kali ini terpaksa ku ijinkan dia melihat tubuhmu, hanya melihat saja karena untuk detik ini dan untuk selamanya, hanya hanya saya yang akan menyiram benih di rahim ibu dari calon anakku." Bang Noven mengusap rambut Irene yang tergerai indah meskipun baru terbangun dari tidur.
"Nggak mau, Irene masih punya pacar."
"Tidak boleh. Saya tidak mengijinkan kamu memiliki hubungan dengan pria manapun, termasuk kekasihmu, mantan kekasih mu tanpa sepengetahuan saya..!!" Ucap tegas Bang Noven.
"Tapi Mas juga punya pacar."
Tertinggal rasa berat dan sesak dalam hati Bang Noven namun hidup adalah sebuah pilihan. Sekilas Bang Noven memejamkan mata dan berusaha memantapkan hati. "Saya tidak akan mengkhianati kamu Irene." Janji Bang Noven. "Siapkan seluruh berkas mu. Kita jalan nikah kantor dulu..!! Mau??"
.
.
.
.
saya mampir.... thor
🙏