Bagaimana jika seorang pemuda yang setiap harinya hanya menjadi anak seorang supir didalam keluarga kaya dan dia harus menerima untuk dinikahkan dengan Nona Muda mereka yang tidak bisa bicara.
"Nak, Ibu dan Bapak ingin berbicara serius dengan kamu" ucap Pak Budi pada putranya.
"Bicara apa Pak? Bicara saja" tanya Adji yang sudah duduk dihadapan kedua orang tuanya.
"Begini nak, tadi siang Bapak dan Ibu diundang kerumah Tuan Nadi dan kami disana membahas masalah perjodohan untuk kamu. Bapak tidak bisa memutuskan nya sendiri, karena Bapak tidak mungkin memutuskan. Bapak ingin membicarakan ini dengan kamu dan jika kamu menerimanya, Bapak dan Ibu akan membalasnya lebih dalam lagi dengan keluarga beliau" jelas Pak Budi dengan panjang lebar.
Penasaran apa jawaban Adji pada kedua orang tuanya???
Yuk baca dan ramaikan setiap babnya dengan like, komen, vote dan hadiahnya ya....
Jangan lupa subscribe juga pollow akun Othor ya...
Terimakasih dan selamat membaca 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atikah syarif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria gila
Clarissa hanya bisa menunggu sambil mengerjakan pekerjaan nya. Dia sampai tidak menyadari, jika dihadapan nya sudah ada seseorang yang duduk sambil menatapnya.
Clarissa tidak memperhatikannya sama sekali. Hingga ada deheman seseorang yang membuat Clarissa menolehkan sekilas wajahnya dan kembali menatap kearah layar laptopnya.
"Apa anda tidak ingin mengatakan sesuatu Nona?" tanya seorang pria yang tiba-tiba duduk dihadapan Clarissa.
Clarissa memang tidak menggubris apa yang dikatakan oleh pria dihadapan nya. Dia masih fokus pada pekerjaan nya.
"Apa anda ini memang tidak ingin bicara dengan orang asing Nona? Jika iya, perkenalkan nama saya Alvaraz. Anda bisa memanggil saya Varaz, anda sendiri Nona?" tanya Varaz yang mengulurkan tangan nya pada Clarissa.
Clarissa malah masih anteng dengan pekerjaan nya dan tidak menggubris sama sekali apa yang dikatakan oleh pria didepan nya itu.
"Oh, baiklah Nona manis. Saya akan memanggil anda Nona manis saja, karena anda memang sangat manis" ucap Varaz yang masih menatap kearah Clarissa.
Saat akan melanjutkan ucapan nya kembali, tiba-tiba pelayan datang mengantarkan pesanan Clarissa.
"Silahkan Nona" ucap pelayan tersebut.
"Apa anda membututuhkan sesuatu lagi Nona? Atau anda ingin memesan makanan juga Tuan?" tanya pelayan tersebut pada Clarissa dan pria didepan Clarissa.
"Saya pesan yang sama dengan kekasih saya ini" jawab Varaz yang mengatakan itu saat pelayan tersebut bertanya padanya.
Clarissa membolakan matanya pada Varaz, karena dia tidak suka dengan apa yang dikatakan olehnya. Dia ingin sekali menyumpal mulutnya yang asal bicara itu.
"Baik Tuan, akan saya siapkan untuk anda secepatnya" jawab pelayan tersebut dan Varaz hanya mengangguk mengiyakan.
"Kenapa Nona? Apa anda ingin protes? Jika iya, silahkan saja. Karena saya memang ingin mendengarnya" tanya Varaz saat melihat Clarissa yang masih membolakan matanya.
'Dasar pria gila! Apa yang dia inginkan sebenarnya, jika saja ini bukan tempat minum, sudah ku pastikan dia tidak akan bisa berbicara lagi' ucap Clarissa dalam hati dan dia mengepalkan tangan nya yang menggenggam sendok dan garpu.
"Santai saja Nona, anda jangan banyak marah dan melakukan hal yang tidak berguna. Karena semuanya sudah selesai, apa anda memang tidak tahu siapa saya? Baiklah saya akan memperkenalkan diri saya dengan baik" ucap pria yang bernama Alvaraz itu sambil berdehem.
"Nama saya Alvaraz Malik Tomlinson, saya dari D.DRC ingin bertemu dengan Nona Clarissa Jane Wigunadi. Perwakilan WG.COMPANY, apa anda orangnya Nona? Karena disini hanya ada anda wanita seorang" ucap Alvaraz pada Clarissa yang kembali membolakan matanya pada Varaz.
'Jadi, dia ini adalah perwakilan D.DRC? Kenapa Adji tidak mengatakan jika aku akan menemui dua klien? Awas saja kau. Aku akan membuatmu membayar semua ini dengan mahal. Dasar supir si alan!' gumam Clarissa yang marah pada Adji yang teledor akan mengambil kerjasama ini.
Clarissa segera menulis note untuk Varaz baca, karena dia tidak ingin jika klien dari D.DRC merasa jika perwakilan nya diacuhkan, apa lagi merasa tidak dihargai.
"Maafkan saya Tuan Muda Tomlinson, saya Clarissa Jane Wigunadi dan saya memang sedang menunggu klien. Saya juga memang tidak bisa bicara. Makanya saya tidak mengatakan apa-apa sejak tadi. Sekali lagi maafkan saya, dan saya juga tidak tahu jika saya harus menemui dua klien sekaligus" tulis note dari Clarissa padanya Varaz.
Varaz mengernyitkan keningnya menatap note dan Clarissa bergantian. Dia merasa tidak yakin, karena biasanya jika orang mengalami berkebutuhan khusus. Seperti tunawicara, pasti pendengaran nya juga sedikit bermasalah. Tapi dia berbeda, makanya Varaz merasa tidak percaya.
"Anda mungkin tidak percaya Tuan Muda Tomlinson. Tapi, inilah kenyataan nya yang ada, jika anda tidak percaya juga tidak masalah. Karena saya hanya ingin bilang, jika proposal kerjasamanya belum siap dan kami akan menyiapkan nya secepatnya" tulis Clarissa lagi dan Varaz merasa bersalah pada wanita didepan nya. Karena dia sudah menggodanya dengan mengatakan kekasihnya.
"Maafkan saya juga Nona. Saya hanya menggoda anda saja dan tidak memperkenalkan diri saya dengan benar. Jika memang benar seperti itu, saya akan menunggunya dan pertemuan berikutnya biar anda saja yang menentukan" ucap Varaz merasa tidak enak pada Clarissa.
"Tidak apa-apa Tuan Muda Tomlinson, saya juga sudah bersalah pada anda. Karena saya tidak mengatakan apa-apa pada anda, dan tidak tahu jika anda memang perwakilan dari D.DRC. Sekali lagi maafkan saya Tuan Muda Tomlinson" tulis Clarissa lagi dan Varaz hanya mengangguk mengiyakan nya saja.
"Baiklah, jika begitu kita makan saja bersama. Karena makanan saya juga sudah datang, setelah makan siang, baru kita bahas masalah pekerjaan lagi" ucap Varaz yang selalu menampilkan senyuman dibibirnya.
Clarissa hanya mengangguk dan merasa jika pria didepan nya ini memang pria yang baik dan menghormati dirinya sebagai seorang wanita.
'Baru kali ini aku menemui pria tampan dan seorang CEO perusahaan besar sangat ramah dan selalu tersenyum. Sangat berbanding terbaik dengan expektasi dalam fikiran ku. Aku berfikir dia akan ilfil dan memutuskan kerjasamanya setelah melihat aku tidak dapat bicara' gumam Clarissa yang hanya bisa dalam hati.
Mereka berdua makan bersama hingga selesai dan membahas masalah pekerjaan lagi. Kelihatan nya Varaz memang sudah sangat mengerti akan Clarissa. Bahkan Clarissa sepertinya sudah kenal lama dengan Varaz.
"Ini sudah waktunya istirahat, apa saya bisa memanggil nama saja Nona Clarissa. Bila perlu aku dan kamu saja, biar lebih akrab saja. Supaya saya juga bisa belajar bahasa isyarat anda?" tanya Varaz yang tersenyum sangat manis pada Clarissa.
Clarissa hanya tersenyum samar dan pipinya juga merona merah. Dia baru kali ini dekat dengan seorang pria dan ini juga pertama kalinya dia merasakan nyaman dengan seseorang selain kedua orang tuanya.
"Terserah anda saja Tuan Muda Tomlinson, saya akan mengikuti apa yang anda katakan saja. Karena bagi saya sama saja" tulis Clarissa dan diberikan pada Varaz.
"Baiklah, jika begitu kita berteman" ucap Varaz yang mengulurkan tangan nya pada Clarissa.
Clarissa tersenyum dan mengangguk sambil menjabat tangan Varaz. Mereka mengobrol, lebih tepatnya Varaz yang banyak berbicara dan Clarissa mengajari menggunakan bahasa isyarat.
Hingga Adji datang membawakan berkas yang memerlukan tandatangan Clarissa. Dia merasa ada yang aneh dengan Clarissa, pasalnya dia bertemu dengan seorang pria.
"Permisi Nona Muda, ini adalah berkas yang harus anda tandatangani" ucap Adji yang memberanikan berkas pada Clarissa.
Clarissa langsung merubah raut wajahnya. Yang tadinya terlihat biasa saja menjadi datar dan angkuh.
'Ada apa dengan wanita ini? Kenapa dia terlihat tidak suka dengan pria ini? Apa mereka sedang bertengkar dan memang pasangan kekasih? Whatever, apa perduli ku. Yang penting bisa dekat dengan wanita cantik ini' ucap Varaz dalam hati sambil menampilkan wajah biasanya pada dua orang didepan nya.
dan semoga sehat selalu buat penulis nya❤️
gk tahu krn sikapmu membuat ortumu khawatir n km jg jd menderita di luar sana
ortu mu pasti akan mengerti keputusan mu