NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 17 - Sup Babi Spiritual

Kabut malam masih menggantung tebal di lereng bawah Puncak Awan Pengembara ketika Bai Fengxuan dan Han Gu akhirnya berhasil menutup rapat pintu gubuk kayu kecil itu dari dalam. Cahaya lampu minyak bergoyang pelan tertiup angin yang masuk dari sela papan kayu sementara napas keduanya masih terdengar kacau akibat kekacauan yang baru saja terjadi beberapa saat lalu.

Tubuh Bai Fengxuan dipenuhi lumpur dan jelaga hitam. Sebagian ujung jubahnya bahkan masih hangus akibat api yang membakar jerami kamuflasenya di lereng gunung tadi. Rambutnya berantakan dan wajahnya masih sedikit merah karena malu mengingat bagaimana dirinya menunggangi babi spiritual sambil terbakar seperti iblis gunung dalam legenda rakyat.

Sedangkan Han Gu, orang itu malah masih menahan tawa sampai bahunya terus bergetar.

“Aku serius…” katanya sambil memegangi perutnya sendiri. “Wajah para penjaga tadi benar-benar seperti melihat roh jahat keluar dari neraka.”

Bai Fengxuan langsung melempar kain lap ke wajahnya “Kalau bukan karena kau, aku tidak mungkin jadi hantu api penunggang babi!”

Han Gu justru tertawa semakin keras hingga harus bersandar pada dinding kayu agar tidak jatuh. Suara tawanya bercampur dengan desir angin malam di luar gubuk sementara dari kejauhan samar-samar masih terdengar keributan kecil dari area kandang babi spiritual di lereng utara.

Meskipun suasana di dalam gubuk penuh kekacauan, keduanya tetap tidak bisa menyembunyikan rasa puas di dalam hati mereka.

Karena operasi malam ini berhasil sempurna.

Seekor babi spiritual hitam sebesar kereta kecil sekarang sudah terpotong rapi di atas meja kayu mereka. Daging merah segarnya memantulkan cahaya api lampu minyak dengan kilau samar qi spiritual yang bergerak tipis di permukaan kulitnya. Bahkan aroma hangat yang keluar dari daging tersebut sudah cukup membuat perut Bai Fengxuan berbunyi keras.

Daging spiritual tingkat seperti ini jelas jauh lebih berharga dibanding ayam spiritual yang selama ini mereka curi diam-diam dari kandang. Bahkan beberapa potongan tulangnya saja mungkin bisa dijual untuk membeli makanan murid luar selama beberapa bulan.

Han Gu menatap tumpukan daging itu seperti seorang kultivator tua yang baru menemukan makam warisan kuno.

“Indah sekali…” gumamnya pelan dengan mata berbinar.

Bai Fengxuan mulai merasa kakak seniornya benar-benar sudah kehilangan akal sehat karena makanan.

Malam semakin larut sementara kabut putih perlahan bergerak melewati lereng gunung di luar jendela gubuk. Sesekali suara para murid malam masih terdengar samar dari kejauhan. Mereka rupanya belum berhenti membicarakan “makhluk api misterius” yang terlihat menunggangi babi spiritual tadi.

Dan setiap kali mendengar itu Han Gu akan mulai tertawa lagi.

“Kakak…” Bai Fengxuan memijat pelipisnya sendiri sambil menghela napas panjang. “Kalau kau terus tertawa seperti itu, seluruh sekte akan curiga.”

Han Gu akhirnya berusaha menenangkan diri sebelum berjalan menuju tungku batu di sudut ruangan. Ekspresinya perlahan berubah serius.

“Baiklah,” katanya sambil menatap tumpukan daging spiritual di meja kayu, “sekarang bagian terpenting.”

Mereka sudah menghabiskan hampir satu jam sebelumnya untuk membersihkan dan memotong babi spiritual tersebut. Tubuh makhluk itu jauh lebih keras dibanding hewan biasa. Kulitnya dipenuhi qi spiritual tebal hingga bahkan pisau dapur biasa sulit menembus dagingnya.

Untung saja Han Gu diam-diam meminjam pisau pemotong spiritual dari dapur umum beberapa hari lalu dengan alasan “latihan teknik memasak”.

Dan sekarang akhirnya tiba saat yang paling mereka tunggu.

Memasak.

Bai Fengxuan segera mengambil wajan hitam besar miliknya lalu meletakkannya perlahan di atas tungku batu. Permukaan logam tua itu tetap terlihat kusam seperti biasanya, namun setiap kali disentuh Bai Fengxuan selalu merasa benda tersebut menyimpan sesuatu yang jauh lebih misterius dibanding sekadar alat memasak biasa.

Ia mulai memasukkan kayu ke dalam tungku. Namun beberapa detik kemudian gerakannya perlahan berhenti.

Tatapannya jatuh pada dasar tungku yang hanya dipenuhi abu hitam. Kayu Api Scarlet miliknya sudah habis.

Suasana di dalam gubuk langsung berubah sunyi.

Api lampu minyak bergoyang pelan sementara suara angin malam terdengar samar di luar papan kayu. Bai Fengxuan buru-buru membalik beberapa keranjang di sudut ruangan dengan harapan masih ada sisa kayu spiritual yang tertinggal. Namun semuanya kosong. Yang tersisa hanyalah kayu bakar biasa.

Dan mereka sudah tahu dengan sangat jelas bahwa api biasa tidak akan cukup untuk memanaskan wajan hitam itu.

Wajah Bai Fengxuan perlahan berubah pucat.

“Kita…” suaranya terdengar sangat pelan sekarang, “…baru saja mencuri babi spiritual sebesar kereta…”

Ia menatap daging di meja dengan ekspresi hampa.

“…dan sekarang kita tidak bisa memasaknya.”

Untuk pertama kalinya malam itu bahkan Han Gu ikut membeku. Tatapannya bergerak perlahan dari tumpukan daging spiritual menuju tungku batu yang kosong. Beberapa detik kemudian wajahnya mulai berkedut pelan sebelum akhirnya ia tertawa kecil.

Bai Fengxuan langsung menatapnya curiga.

“Kakak jangan bilang kau sudah gila karena lapar.”

Namun Han Gu justru menyeringai penuh kemenangan sebelum berdiri perlahan. “Aku sudah memikirkan kemungkinan ini sejak awal.”

Tanpa menjelaskan lebih jauh ia langsung berjalan menuju pintu gubuk.

“Aku kembali sebentar.”

Bai Fengxuan mengernyit bingung. “Kembali ke mana?”

Han Gu hanya melambaikan tangannya sambil menghilang ke dalam kabut malam. Sekitar setengah jam kemudian suara langkah kaki akhirnya kembali terdengar dari luar gubuk.

Pintu kayu terbuka.

Dan tepat saat Han Gu masuk, mata Bai Fengxuan langsung membesar. Di pundak kakak seniornya terdapat sebuah karung besar penuh kayu merah gelap yang memancarkan hawa panas samar bahkan tanpa dibakar.

Kayu Api Scarlet.

Dan jumlahnya benar-benar tidak masuk akal.

Han Gu menjatuhkan karung itu ke lantai dengan suara berat sebelum menyeringai penuh kebanggaan. “Aku sudah mengantisipasinya sejak awal.”

Bai Fengxuan menatap karung tersebut cukup lama dengan ekspresi kosong.

“…Kakak.”

“Hmm?”

“Kenapa jumlahnya sebanyak ini?”

Han Gu terlihat berpikir beberapa saat sebelum menjawab santai. “…Mungkin aku mengambil terlalu banyak.”

Wajah Bai Fengxuan langsung berkedut keras.

“Kau mencuri kayu dapur juga?!”

Han Gu buru-buru menutup mulutnya.

“Pelan sedikit! Kalau ada yang dengar bagaimana?!”

Beberapa saat kemudian Bai Fengxuan hanya bisa memegangi dahinya sendiri sambil menghela napas panjang. Ia mulai menyadari sesuatu yang cukup mengerikan.

Sejak bertemu Han Gu, hidupnya perlahan berubah menjadi semakin kriminal setiap harinya. Namun sekarang semuanya sudah terlambat.

Beberapa saat kemudian Kayu Api Scarlet akhirnya mulai menyala di dalam tungku batu. Api merah gelap perlahan membesar dan memenuhi seluruh gubuk dengan hawa panas yang jauh lebih kuat dibanding kayu biasa. Cahaya merah api memantul di dinding kayu tua sementara wajan hitam besar di atas tungku mulai mengeluarkan dengungan samar yang sangat familiar di telinga Bai Fengxuan.

*Wuuunng…

Rune-rune kuno samar kembali muncul di permukaan bawah wajan sebelum menghilang perlahan seperti bayangan hidup.

Han Gu yang melihat itu langsung mendekat dengan wajah penuh rasa penasaran.

“Wajanmu ini…” gumamnya pelan. “Semakin kulihat semakin aneh.”

Namun Bai Fengxuan sendiri juga tidak benar-benar memahami benda tersebut. Yang ia tahu hanyalah setiap makanan spiritual yang dimasak menggunakan wajan hitam itu selalu menghasilkan qi spiritual jauh lebih murni dibanding biasanya.

Dan malam ini mereka sedang memasak babi spiritual tingkat tinggi.

Bai Fengxuan segera mulai memasukkan potongan tulang besar dan daging merah segar ke dalam wajan bersama rempah-rempah, daun herbal, serta air yang sebelumnya sudah mereka siapkan. Tak lama kemudian suara rebusan mulai terdengar memenuhi seluruh ruangan.

*Blup… blup… blup…

Aroma harum perlahan menyebar ke udara.

Namun dibanding ayam spiritual sebelumnya, sup babi spiritual ini terasa berada di tingkat yang sama sekali berbeda. Lemak spiritual mulai meleleh perlahan ke dalam kuah panas berwarna emas pucat sementara qi spiritual hangat memenuhi seluruh gubuk seperti kabut tipis yang bergerak di udara.

Han Gu bahkan sampai duduk tepat di depan tungku sambil menelan ludah berkali-kali seperti anjing penjaga dapur.

“Ini…” gumamnya pelan dengan mata berbinar, “…benar-benar aroma surgawi.”

Sup terus mendidih selama hampir satu jam. Semakin lama direbus, aroma daging spiritual itu justru menjadi semakin kaya dan dalam. Potongan daging babi perlahan berubah sangat lembut sementara rempah-rempah bercampur sempurna dengan qi spiritual yang keluar dari tulang dan lemaknya.

Seluruh gubuk kecil mereka dipenuhi hawa hangat yang membuat rasa lelah malam itu perlahan menghilang.

Bahkan Bai Fengxuan beberapa kali harus membuka sedikit jendela kayu karena aroma sup tersebut terlalu kuat.

Kalau sampai Xu Liang mencium baunya sekarang semuanya pasti tamat.

Ketika sup itu akhirnya matang sempurna, keduanya langsung duduk berhadapan di lantai kayu sambil membawa mangkuk besar masing-masing. Uap panas perlahan naik dari kuah emas yang dipenuhi qi spiritual lembut.

Han Gu menjadi orang pertama yang menggigit potongan daging besar di mangkuknya. Dan matanya langsung membesar. Untuk beberapa detik ia bahkan berhenti bergerak seperti kehilangan kemampuan berbicara.

“Langit…” gumamnya pelan sambil memegangi mangkuk kayunya sendiri. “Aku bisa mati bahagia sekarang.”

Bai Fengxuan akhirnya ikut mencicipinya.

Kuah sup itu terasa sangat kaya dan hangat. Qi spiritual lembut langsung menyebar ke seluruh tubuhnya begitu masuk ke dalam perut sementara daging babinya sangat lembut hingga hampir meleleh di mulut.

Sensasi hangat perlahan mengalir melewati meridiannya dan membuat qi spiritual di tubuhnya bergerak jauh lebih cepat dibanding biasanya.

Untuk beberapa saat keduanya benar-benar tenggelam dalam kenikmatan surgawi sederhana itu. Malam di luar terasa dingin dan sunyi sementara di dalam gubuk kecil mereka, cahaya api merah dari Kayu Api Scarlet terus menyala hangat menerangi dua murid luar yang sedang menikmati hasil “kerja keras” mereka.

Dan karena ukuran babi spiritual itu sangat besar, dagingnya bahkan cukup untuk dimakan selama tiga hari penuh.

Setidaknyauntuk sementara waktu mereka tidak perlu mencuri lagi.

Ketika pagi akhirnya tiba dan kabut putih mulai memenuhi lereng gunung, Bai Fengxuan dan Han Gu kembali berjalan menuju kandang babi spiritual seperti biasa dengan wajah polos seolah tidak terjadi apa-apa semalam.

Namun suasana di kandang pagi itu jelas berbeda.

Puluhan murid luar sedang berkumpul sambil membicarakan sesuatu dengan wajah penuh ketakutan dan semangat. Bahkan beberapa murid malam tampak pucat seperti orang yang baru selamat dari mimpi buruk.

Xu Liang sendiri terlihat sangat serius pagi itu. Tiga jimat kuning tergantung di pinggangnya dan wajahnya tampak pucat begitu melihat Bai Fengxuan dan Han Gu datang. Ia langsung berlari mendekat.

“Kalian dengar belum?!”

Han Gu pura-pura mengernyit bingung.

“Dengar apa?”

Xu Liang langsung merendahkan suaranya seperti sedang membahas rahasia besar sekte. “Semalam…” wajahnya perlahan berubah tegang, “…ada murid malam yang melihat roh api penunggang babi spiritual di lereng utara.”

Bai Fengxuan hampir tersedak ludahnya sendiri.

1
awan irwan
cukup bagus dan menarik
Marthen
tetap ketahuan sama zhso yuan apa lagi gadis pendiam Qing Rou...dan itu akan menjadi rahasia mereka masing-masing.. adik bai harus secepatx menenukan teknik menutupi aura yg sebenarx.....
ok Lanjut bagi hasiL Panen....dan unduj afik Bai sukses dgn teknik pedang tak terlihat yg akan menjadi senjata andaLan untuk jarak yg sangat dekat dgn Lawan....
tariii
masih menyembunyikan kekuatan yg sebenarnya.. 👍👍👍
awan irwan
hanya Han gu yang memahami adik bai😄
tariii
bocah 10 th udah punya jurus aja..😍👍
tariii
weehhh... bisa ketemu lagi...😂😂😂
tariii
kereeeenn.... sudah level 4...👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!