Glegg
Arsa menelan ludahnya saat melihat tubuh Aurel yang hanya memakai lingerie tipis berwarna hitam, bahkan Arsa bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
"Sayang boleh ya." Ucap Arsa memohon.
Aurel hanya mengangguk malu malu sambil menyilangkan tangannya, melihat anggukan Aurel, tanpa ragu lagi Arsa mulai mengeksplor setiap inchi tubuh istrinya.
"Emhhh, Arsa " Aurel mulai terbuai atas perlakuan Arsa, Arsa memperlakukannya sangat lembut, meski terkesan tidak sabaran namun Arsa berhasil menahan diri agar tidak menyakiti Aurel karena ini adalah pengalaman pertama mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu Riana
Gadis kecil itu pun ikut terbatuk karena asap yang mengepul dari wajan.
" Astaga, apa ini, lo mau bakar dapur gue?" Untung lah seseorang datang dan segera mematikan kompor.
Lelaki itu melihat sekeliling keadaan dapur nya yang sudah persis seperti kapal pecah.
" Lo ngapain Nona?" Tanya lelaki itu menatap wajah bersalah dari gadis tadi.
" Sorry, gue tadi cuma mau buatin Airin telur mata sapi, tadi dia bilang lapar." Ucap gadis itu yang tak lain adalah Sherly.
" Kalau lo enggak pernah ke dapur, jangan pernah mencoba nya, bahkan Aurel saja bisa melakukan pekerjaan dapur semacam ini." Ucap Tian sambil menyugar rambut nya kebelakang, tanpa sadar ia jadi membandingkan Aurel yang bisa melakukan segala hal meski dia berasal dari keluarga kaya, berbeda dengan gadis yang ada di hadapan nya ini.
Sherly menunduk bersalah, mata nya sudah mengembun, padahal niat hati ia hanya ingin membuatkan makanan untuk Airin yang tadi bilang lapar, namun memang salah nya karena tidak mengukur kemampuan nya dalam memasak, Sherly tak pernah sekali pun menginjakan kaki nya ke dapur.
" Ya sudah, tak perlu lanjutkan lagi, gue udah beli makanan, ayo kita makan dulu." Ajak Tian
Namun Sherly hanya diam di tempat, kemudian terdengar suara isakan dari mulut nya.
Tian menghembuskan nafas nya kasar, padahal kata kata nya tak kasar, kenapa juga dia harus menangis? Gumam Tian dalam hati.
" Berurusan dengan gadis kaya raya memang merepotkan." Ucap nya dalam hati, namun ia tetap menghampiri Sherly dan mencoba menenangkan nya.
" Sorry kalau kata kata gue nyakitin lo, sekarang lebih baik kita makan dulu." Tian memilih mengalah dari pada harus melihat gadis manja itu terus menangis.
Tian menggandeng tangan Sherly menuju meja makan, membiarkan gadis itu dan adik nya makan siang bersama, sedang kan ia memilih untuk membereskan kekacauan yang di buat oleh Sherly.
" Lo enggak makan?" Tanya Sherly sambil melihat Tian yang tengah sibuk di dapur.
" Gue udah makan tadi, kalian lanjutkan saja makan nya." Jawab Tian.
Lima belas menit mereka sudah menyelesaikan makan siang nya.
" Kapan lo mau pulang?" Tanya Tian sambil duduk di depan Sherly.
Sherly terdiam, dia tak ingin pulang.
" Jangan sampai nanti orang tua lo ngira kalau gue Culik lo." Ucap Tian lagi.
" Lagian lo enggak sekolah atau kuliah gitu?" Tanya Tian.
" Gue kuliah lah, baru tingkat 2, Sekarang belum mulai perkuliahan." Jawab Sherly.
Wajah Sherly memang imut, Tian pikir gadis itu masih SMA, ternyata seumuran dengan nya.
" Lo sendiri ngapain?" Tanya Sherly.
" Gue kerja" jawab Tian singkat
" Enggak kuliah?" Gadis itu memiringkan kepala nya.
" Gue udah pinter, enggak perlu kuliah." Jawab Tian asal.
" Coba aja kalau gue juga pinter, enggak perlu kuliah juga kali ya" Sherly membayangkan betapa senang nya kalau dia bebas dari kata belajar.
" Ambil jurusan apa kuliah lo?" Tanya Tian
Sherly membenarkan posisi duduk nya, ia tak menyangka Tian penasaran akan diri nya.
" Jurusan manajemen bisnis, keluarga gue semua nya berbisnis." Ucap Sherly, ucapan nya menunjukan kalau dia tak berminta pada bisnis sama sekali.
Sebastian cukup tau dengan Ekspresi Sherly yang menjawab dengan tak bersemangat, namun ia tak berniat mengajukan pertanyaan lagi.
***
" Sayang, balik lagi." Aurel yang merasa ada yang tidak beres dengan Amel dan Monti.
" Balik kemana?" Tanya Arsa Heran.
" Aku khawatir sama Amel." Jawab Aurel
" Memang Amel kenapa?" Tanya Arsa lagi.
" Banyak tanya deh, pokok nya cepet balik lagi." Aurel memukul bahu Arsa yang tak segera memutar balikan motor nya.
" Iya sayang, sabar ya." Ucap Arsa, kemudian Arsa memutar motor nya kembali ke kampus.
Namun saat mereka tiba disana, Amel dan Monti sudah tidak ada disana.
" Sebenar nya ada apa si yang?" Tanya Arsa.
" Sayang, kamu kenal sama keluarga Sanjaya enggak?" Tanya Aurel , tiba tiba dia teringat sesuatu.
" Keluarga Sanjaya, keluarga pebisnis itu, salah satu keluarga milyarder di indonesia?" Tanya Arsa balik.
" Kenapa dengan keluarga itu?"
Aurel terdiam, Karena alur kehidupan nya berubah, bukan berarti alur kehidupan orang lain akan berubah juga.
Monti di masa lalu menikah dengan putri dari keluarga sanjaya, kalau kejadiannya masih sama, mungkin hal itu akan terjadi lagi, namun Karena Aurel banyak merubah masa depan, sedikit banyaknya mempengaruhi kehidupan Amel dan juga Monti yang di masa lalu tak mengenal satu sama lain.
" Sayang, kamu mikirin apa?" Tanya Arsa yang melihat istri nya malah melamun.
Aurel menggeleng, di masa lalu, bagaimana Monti dan putri keluarga Sanjaya menjalani kehidupan pernikahan mereka, apa mereka bahagia atau sebaliknya, Aurel tak sempat mengetahui hal itu, karena kehidupan nya lebih dulu terputus.
" Hei sayang, jangan melamun, masa ada orang ganteng di sebelah, kok kamu bisa bisa nya melamun." Arsa mencoba mencairkan suasana.
" Banyak hal yang sudah aku rubah di dunia ini, mungkin baik untuk hidup ku, tapi apakah baik untuk hidup orang lain, aku tak pernah berfikir sampai sana." Jelas Aurel.
Arsa merengkuh tubuh Aurel, " kalau aku tak peduli dengan hidup orang lain, yang penting sekarang aku bersama mu, dan yakin bahwa semua akan baik baik saja."
Haruskah Aurel berfikir sama seperti Arsa, bukan kah dia di beri kesempatan hidup yang kedua kali nya untuk merubah hidupnya, apa dia harus memikirkan orang lain?
*****
Sementara itu Riana mencoba lagi mengingat kejadian 18 tahun silam.
Saat itu ia tengah berada di sebuah pesta kalangan atas, Riana datang bersama dengan ayah nya yang kala itu seorang pebisnis yang sangat terkenal.
Riana ingat, di sana ia bertemu dengan beberapa orang seperti Manda, Soraya, Aulia namun Riana hanya mengenal Manda Karena mereka satu sekolah dan berteman baik.
Sedang Aulia, wanita itu sangat cantik dan sudah menjadi nyonya Cassano, meski begitu banyak lelaki yang tertarik pada ibu muda itu.
Seperti hal nya Devan dan Dion, tidak seperti Devan yang lajang, Dion sudah bertunangan dengan Soraya, namun terlihat dari sorot mata nya yang begitu mendambakan Aulia..
Sedang ia sendiri tak memungkiri, kalau dulu ia sempat terpana saat melihat Derry untuk pertama kalinya.
Namun perasaan itu ia tepis karena Riana menyadari tak mungkin memiliki Derry
Namun malam itu entah bagaimana bisa terjadi, setelah meminum minuman yang di jajakan oleh pelayan, Riana tiba tiba merasa pusing, lalu samar samar ada orang yang menuntun nya entah kemana, badan nya terasa aneh, ia tak bisa mengendalikan diri, entah karena halusinasi atau bayangan nya sendiri, ia membayangkan Derry bersama nya malam itu.
Dan pagi harinya, ia terbangun di kamar hotel yang asing sendirian, dan ia sama sekali tak mengingat kejadian malam itu.
Semangat 💪💪