NovelToon NovelToon
Asisten Tak Terduga

Asisten Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

"Menjadi asisten pribadi seorang CEO paling dingin di ibu kota bukanlah rencana awal hidupku."

Bagi Kenzo, perfeksionisme adalah segalanya. Baginya, asisten bukan sekadar pembantu, tapi mesin yang harus bekerja 24/7 tanpa celah. Namun, kedatangan asisten barunya yang "tak terduga" mulai mengacaukan ritme hidupnya yang kaku.

Ia tidak menyangka bahwa di balik kopi yang selalu pas suhunya dan jadwal yang tertata rapi, asistennya menyimpan rahasia besar yang bisa menjungkirbalikkan dunia bisnisnya. Setiap babak baru dalam hubungan mereka hanyalah awal dari lapisan misteri dan percikan rasa yang lebih dalam.

Akankah hubungan profesional ini tetap pada jalurnya, atau justru terjebak dalam permainan perasaan yang tak berujung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Sebelum Badai

Malam sebelum pernikahan harusnya jadi malam yang paling tenang buat calon pengantin. Tapi buat Kenzo Aditama, kata "tenang" itu nggak ada dalam kamusnya. Di saat Nabila lagi nyenyak tidur di kamar hotel mewah yang udah disewa buat keluarga besar, Kenzo justru lagi berdiri di ruang monitor keamanan bareng Surya dan tim Alpha-nya.

Mata Kenzo yang merah karena kurang tidur natap tajam ke arah layar CCTV yang nampilin setiap sudut hotel. "Udah ketemu siapa yang naruh bunga duka cita itu?" suaranya rendah, kayak singa yang lagi nahan amarah.

Surya nunduk, mukanya pucat. "Sudah, Pak. Orang itu cuma kurir bayaran. Tapi kami berhasil melacak jejak digital pembayarnya. Ternyata... dia bukan orang asing. Dia adalah asisten pribadi Paman Bram yang berhasil kabur pas penggerebekan pabrik dulu. Namanya Raka."

Kenzo ngeras gerahamnya mengeras. "Dia mau balas dendam di hari pernikahan gue? Berani banget."

"Sepertinya dia nggak sendirian, Pak. Ada indikasi dia kerja sama dengan beberapa sisa-sisa loyalis Ibu Sofia yang nggak terima posisi mereka diganti. Mereka berencana buat ngebikin kekacauan pas acara resepsi besok," lanjut Surya.

Kenzo diem sebentar, terus dia jalan ke arah jendela besar yang nampilin lampu kota Jakarta. "Perketat semua pintu masuk. Jangan ada satu pun orang yang masuk tanpa scan sidik jari dan pemeriksaan ketat, termasuk para vendor bunga dan katering. Kalau ada yang mencurigakan... habisi di tempat. Jangan sampai Nabila denger satu suara tembakan pun besok."

"Siap, Pak!"

Sementara itu, di kamarnya, Nabila mendadak bangun karena perasaan nggak enak. Dia ngeliat ke arah jendela, hujan rintik-rintik bikin suasana makin melankolis. Dia ngerasa ada yang aneh sama sikap Kenzo seharian ini yang kelihatannya makin protektif, bahkan buat sekadar ke toilet aja dia harus dikawal dua polwan yang nyamar jadi asisten.

Nabila ngambil HP-nya dan mutusin buat telepon Kenzo. Nggak butuh waktu lama, panggilan langsung diangkat.

"Kenapa belum tidur, Bil? Besok lo harus bangun pagi buat rias," suara Kenzo kedengeran lembut, beda banget sama suaranya pas lagi perintah tim Alpha tadi.

"Kenzo, kamu di mana? Aku nggak bisa tidur. Perasaan aku nggak enak," bisik Nabila.

"Gue lagi di ruang kerja, masih ada beberapa email yang harus gue beresin biar besok kita bisa bulan madu dengan tenang. Nggak usah mikirin yang nggak-nggak. Semuanya aman, oke?" Kenzo berusaha nenangin.

"Kamu nggak lagi nyembunyiin sesuatu kan?" tanya Nabila curiga.

Kenzo diem sejenak, terus dia ketawa kecil. "Satu-satunya yang gue sembunyiin sekarang cuma kejutan buat lo besok di pelaminan. Sekarang merem, atau gue sendiri yang ke sana buat nidurin lo?"

Pipi Nabila langsung panas. "Dih! Mesum! Ya udah, aku tidur. Kamu juga jangan telat tidur ya, calon suamiku."

"Iya, calon nyonya Aditama. I love you."

" Love you too."

Klik. Kenzo matiin teleponnya. Senyumnya langsung ilang, ganti jadi tatapan dingin lagi. "Surya, cek ulang sistem pemadam kebakaran. Gue curiga mereka bakal pakai cara sabotase gas atau listrik."

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Gedung ballroom hotel paling mewah di Jakarta itu udah disulap jadi taman bunga abadi yang sangat cantik. Ribuan tamu undangan dari kalangan pejabat sampai artis papan atas mulai dateng.

Nabila kelihatan sangat cantik pakai gaun putih yang kemarin dia pilih. Ayahnya, Ardiansyah, nunggu di depan pintu aula buat nganterin Nabila ke pelaminan.

"Kamu siap, Nak?" tanya Ardiansyah sambil nepuk tangan Nabila yang gemeteran.

"Siap, Yah. Tapi Kenzo mana? Kok dari tadi Nabila belum liat dia?"

"Dia udah nunggu di pelaminan, sayang. Tadi dia ada urusan sebentar katanya."

Pintu aula dibuka. Musik klasik pengiring pengantin mulai dimainin. Nabila jalan perlahan di atas karpet merah yang ditaburin kelopak bunga mawar. Semua mata natap dia dengan kagum. Di ujung sana, Kenzo berdiri dengan gagah pakai tuxedo hitam, auranya bener-bener kayak pangeran.

Tapi, pas Nabila udah tinggal beberapa langkah lagi dari Kenzo, tiba-tiba lampu seluruh aula mati total. Suasana jadi gelap gulita. Tamu-tamu mulai panik dan bisik-bisik.

"Kenzo!" teriak Nabila ketakutan.

Tiba-tiba, suara tembakan terdengar satu kali. DOR!

Jeritan histeris tamu undangan pecah. Nabila ngerasa ada tangan yang narik dia dengan kasar ke arah belakang. "Ikut gue kalau mau ayah lo selamat!" bisik sebuah suara serak di telinganya.

Nabila tahu itu bukan suara Kenzo. Itu Raka!

Tapi sebelum Raka bisa bawa Nabila jauh, sebuah senter laser warna merah mendarat tepat di jidat Raka. Lampu darurat warna merah nyala remang-remang, nunjukin Kenzo yang udah berdiri nggak jauh dari sana dengan posisi menembak yang sempurna.

"Lepasin tangan kotor lo dari istri gue, Raka," ucap Kenzo dengan nada yang bikin merinding.

Raka ketawa gila sambil nodongin pisau ke leher Nabila. "Satu langkah maju, cewek ini mati, Aditama!"

Nabila bisa ngerasa dinginnya pisau di lehernya. Dia natap Kenzo dengan mata berkaca-kaca. Tapi di luar dugaan, Kenzo malah senyum tipis. Senyum yang penuh arti.

"Lo lupa satu hal, Raka. Nabila bukan cuma asisten gue. Dia... murid terbaik gue dalam hal pertahanan diri."

Detik itu juga, Nabila inget latihan singkat bareng Kenzo di apartemen dulu. Tanpa ragu, Nabila nginjek kaki Raka sekuat tenaga pakai sepatu hak tingginya yang tajam, terus dia nyikut ulu hati Raka. Begitu pegangan Raka lepas, Kenzo nggak nunggu lama.

Bugh! Satu tendangan muter dari Kenzo mendarat telak di kepala Raka, bikin pria itu langsung pingsan di tempat.

Pasukan keamanan Kenzo langsung masuk dan ngeringkus sisa-sisa komplotan Raka yang ternyata udah dikepung sejak tadi. Lampu aula nyala lagi. Suasana yang tadinya mencekam mendadak hening pas liat Kenzo langsung meluk Nabila kenceng banget di depan semua tamu.

Kenzo ngambil mikrofon di deketnya. "Maaf atas gangguannya, Bapak dan Ibu sekalian. Itu tadi cuma... bagian dari atraksi kejutan. Acara pernikahan akan kita lanjutin sekarang."

Tamu-tamu yang awalnya takut malah tepuk tangan, mereka pikir itu beneran settingan. Padahal Nabila tahu, itu adalah pertaruhan nyawa.

Kenzo natap Nabila, dia ngusap air mata di pipi Nabila. "Maaf ya, hari bahagia kita jadi berantakan dikit."

Nabila geleng kepala sambil senyum lebar. "Enggak, Kenzo. Ini pernikahan paling keren yang pernah ada. Sekarang, cepetan nikahin aku sebelum ada naga dateng lagi!"

Kenzo ketawa, terus dia narik Nabila ke depan penghulu. Malam itu, janji suci diucapkan. Bukan cuma janji buat saling mencintai, tapi janji buat saling jagain dari segala badai dunia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!